Budi Putra: Google launching Twitter-killer!
(2010-02-09 15:40:00)
Following the launch of Yahoo's "status-casting" for its email service back in August 2009, Google will also allow its email users to their update status. Google could announce "the Twitter-killer" as soon as this week, according to the Wall Street Journal.
The prompt reads, "let people know what you're up to, or share links to photos, videos, and Web pages." But every time a user updates their status, the previous update disappears into the ether.The WSJ says the new feature will "allow Gmail users to view a stream of status updates from people they choose to connect with." It will be tightly integrated with Google's video-sharing site YouTube and its photo-sharing site Picasa.
[via Business Insider]
Masim Vavai Sugianto: Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Ketiga
(2010-02-09 15:01:37)Tutorial Sebelumnya :
- Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Pertama : Instalasi Sistem Dasar
- Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Kedua :Instalasi & Konfigurasi DNS Server
INSTALASI PAKET & LIBRARY TAMBAHAN
Pada tutorial sebelumnya kita sudah melakukan setting sistem dasar berbasis openSUSE text mode / server dan melakukan konfigurasi DNS lokal, jadi kita sekarang bisa berlanjut ke persiapan akhir sebelum instalasi Zimbra, yaitu menambahkan beberapa paket atau library yang dibutuhkan oleh Zimbra. Berikut adalah caranya :
- Install paket berikut : fetchmail perl-Bit-Vector perl-Carp-Clan perl-Convert-UUlib
perl-Data-ShowTable perl-Date-Calc perl-DBD-mysql perl-IO-Socket-SSL perl-Net-DNS perl-Net-IP perl-Net-SSLeay perl-Socket6 perl-Unix-Syslog perl-YAML. Install semua paket tersebut menggunakan YAST | Software | Software Management atau langsung melalui konsole/terminal menggunakan zypper dengan perintah sebagai berikut :
zypper in fetchmail libgmp3 perl-Bit-Vector perl-Carp-Clan perl-Convert-UUlib perl-Data-ShowTable perl-Date-Calc perl-DBD-mysql perl-IO-Socket-SSL perl-Net-DNS perl-Net-IP perl-Net-SSLeay perl-Socket6 perl-Unix-Syslog perl-YAML
Catatan : Jika anda menggunakan susestudio untuk membuat Zimbra Appliance berbasis openSUSE JeOS, tambahkan list paket aplikasi lengkap sebagai berikut : aa_base branding-openSUSE compat-openssl097g cron curl dhcpcd fetchmail gmp grub hwinfo insserv iputils kbd libexpat0 libidn libstdc++43 libzypp licenses limal-ca-mgm limal-ca-mgm-perl limal-perl mkinitrd module-init-tools netcfg openssh openSUSE-build-key openSUSE-release perl perl-base perl-Bit-Vector perl-Bootloader perl-Carp-Clan perl-Config-Crontab perl-Convert-UUlib perl-Crypt-SmbHash perl-Crypt-SSLeay perl-Data-ShowTable perl-Date-Calc perl-DBD-mysql perl-DBD-SQLite perl-DBI perl-Digest-HMAC perl-Digest-MD4 perl-Digest-SHA1 perl-doc perl-File-Tail perl-gettext perl-HTML-Parser perl-HTML-Tagset perl-IO-Socket-INET6 perl-IO-Socket-Multicast perl-IO-Socket-SSL perl-libwww-perl perl-Net-Daemon perl-Net-DNS perl-Net-IP perl-Net-SSLeay perl-NetxAP perl-Parse-RecDescent perl-PlRPC perl-RPC-XML perl-Socket-MsgHdr perl-Socket6 perl-TermReadKey perl-TermReadLine-Gnu perl-TimeDate perl-Unix-Syslog perl-URI perl-X500-DN perl-XML-LibXML perl-XML-LibXML-Common perl-XML-NamespaceSupport perl-XML-Parser perl-XML-SAX perl-XML-Simple perl-XML-Writer perl-XML-XPath perl-YAML PolicyKit polkit-default-privs procps pwdutils rpcbind rpm rsync sudo sysconfig syslog-ng vim w3m wget yast2-firstboot yast2-live-installer yast2-ncurses yast2-perl-bindings zypper
zypper mr -da zypper ar http://download.opensuse.org/repositories/qfix/openSUSE_11.1 gmp zypper ref yast sw_single
Cari dan temukan paket gmp, kemudian pilih Accept untuk melakukan instalasi. Jika YAST komplain mengenai dependency, pilih saja pilihan downgrade libgmp
`

Tutorial Berikutnya (Terakhir) : Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Keempat : Instalasi Zimbra Mail Server
Artikel Terkait
Masim Vavai Sugianto: Tutorial yang Panjang?
(2010-02-09 09:51:19)
Waktu publish beberapa tutorial sebelumnya, khususnya tutorial instalasi Zimbra, saya sempat ditanya oleh salah seorang pembaca : “Mas, ternyata instalasi Zimbra rumit ya, panduannya saja sampai 4 bagian dan kalau dicetak bisa sampai 20 halaman…”
Oalah, instalasi Zimbra sebenarnya mudah saja. Mengapa saya sampai perlu menuliskannya menjadi 4 bagian dan cukup panjang, berikut adalah alasannya :
- Saya menulis tutorial saat senggang diwaktu kerja atau sewaktu dirumah. Kalau saya menulis artikel langsung dalam 1 posting sebenarnya bisa saja, tapi jadi kurang detail dan potensial menimbulkan kesulitan bagi yang mencobanya. Lebih baik saya tulis per bagian agar saya tidak terlalu seperti dikejar setoran
- Tutorial sengaja saya bagi kedalam 4 bagian atas pertimbangan bahwa instalasi Zimbra sebenarnya bisa dibagi kedalam fase-fase tertentu, yaitu persiapan sistem, konfigurasi DNS, instalasi software tambahan dan instalasi Zimbra. Pengelompokkan ini memudahkan proses pemahaman tiap bagian
- Tutorial saya tulis sedetail mungkin agar rekan-rekan yang mencoba bisa dipastikan 100% pasti berhasil. Saya pernah punya pengalaman buruk di tahun 2006 saat mengikuti tutorial yang tidak lengkap dan mumet selama 2 hari karena salah proses
- Tutorial saya tulis dan saya update berdasarkan pengalaman menulis tutorial sejenis (Instalasi Zimbra 4.X pada openSUSE 10.2). Saya menghindari kesulitan yang dialami para pengguna tutorial sebelumnya
- Tutorial saya rangkum dan saya lengkapi berdasarkan pengalaman mengajar training, jadi panduannya dibuat rinci dan terstruktur agar mudah diikuti dan dipahami, meski mencobanya sendiri secara langsung
- Saya melengkapi tutorial dengan gambar ilustrasi agar konfigurasi yang dilakukan tidak meleset dengan konfigurasi yang saya coba
Jadi intinya, jangan takut pada panjangnya artikel atau tutorial. Tutorial yang panjang tapi detail dan jelas pada hemat saya jauh lebih membantu dibandingkan tutorial yang irit kata-kata dan miskin imajinasi, hehehe… BTW, saya tetap apresiasi semua saran yang masuk kok. Tutorial yang panjang tapi menjemukan juga kan bikin BT juga
Artikel Terkait
Masim Vavai Sugianto: Recover Password Admin Zimbra
(2010-02-09 08:55:56)Tadi malam ada seorang teman yang ping di messenger, bertanya soal cara recover password admin Zimbra jika kita kelupaan passwordnya.
Padahal reset password di Zimbra sangat mudah, yaitu :
su - zimbra zmprov sp
Contoh :
zmprov sp vavai PasswordBaruVavaiTahun2010
Standar account atau email address Administrator di Zimbra adalah admin. Untuk menampilkan data semua Admin, peirntahnya adalah :
su - zimbra zmprov gaaa
Ada yang tanya, “Kalau begitu mudah banget dong melakukan crack Zimbra”, ya tetap saja sulit karena perintah itu harus dilakukan didepan komputer langsung (physical access) atau melalui ssh. Kalau ssh-nya bisa ditembus, itu baru masalah…
Artikel Terkait
DailySocial: Kemanakah Facebook Akan Melangkah?
(2010-02-09 07:15:07)
Setelah pengumuman redesign homepage Facebook kemaren serta beberapa perkembangan fitur yang mereka luncurkan, sebuah pertanyaan masih menggantung dipikiran saya. Akan kemana perjalanan Facebook selanjutnya?
Setidaknya ada dua kabar yang membuat saya kemudian berpikir tentang perkembangan Facebook ini, yang pertama adalah berita tentang layanan webmail dari Facebook dan sistem search yang baru.
Seperti yang ditulis oleh TechCrunch, menurut sumber yang mereka dapatkan bahwa Facebook tengah mengembangkan dan akan meluncurkan sistem webmail sendiri, jadi nantinya para pengguna Facebook akan diberikan fasilitas email tersendiri.
Berita ini memang masih harus menunggu untuk melihat kadar kebenarannya, tapi kita misalkan saja bahwa, sumber yang didapat oleh TechCrunch ini benar, maka apa sebenarnya yang dicari oleh Facebook dengan fasilitas ini.
Saya sendiri jadi teringat dengan fitur reply lewat email yang sudah diluncurkan oleh Facebook beberapa waktu yang lalu, apakah fitur reply lewat email ini adalah persiapan untuk layanan email ala Facebook? Kita berandai-andai saja bahwa premis ini benar, maka nantinya para pengguna Facebook akan bisa membalas update yang ada di akun mereka langsung dari email yang juga disediakan Facebook, login serta berbagai fitur juga akan menggunakan email khusus yang disediakan oleh Facebook, maka pengguna Facebook tidak akan meninggalkan situs ini untuk waktu yang lama. Bersosialisasi bisa, mengecek email bisa, berkirim file bisa, bahkan berjualan serta mendengarkan streaming dan bermain game pun bisa.
Masuk akal? Sebelum berkomentar mari kita lihat perkembangan lain yang dilakukan Facebook, yaitu fitur yang berhubungan dengan search. Seperti yang diberitakan DailySocial kemarin, bahwa redesign dari Facebook memberikan ruang yang sangat lebar bagi kolom pencarian. Kini kolom pencarian menjadi 2 kali jauh lebih besar dari kolom pencarian di desain Facebook yang terdahulu.
Dan salah satu indikasi perkembangan tentang bagaimana fungsi search ini, bisa kita liat dari tulisan di AllFacebook yang menjelaskan bahwa kemungkinan besar Facebook bekerjasama dengan Bing untuk menghasilkan pencarian yang lebih baik. Termasuk memberikan hasil pencarian yang lebih lengkap dan lebih membantu dengan memberikan informasi yang lebih baik.
Jika anda mencoba fasilitas search yang ada di situs Facebook sekarang, maka Facebook tidak hanya menampilkan hasil pencarian yang berhubungan dengan konten di Facebook saja tetapi juga menyertakan hasil pencarian dari web. Nah, dengan kerjasasama ini mungkin saja Facebook akan membawa mesin social networking-nya ini ke tahap yang lebih luas, dengan kata lain menjadi sebuah ‘real social search engine’ seperti yang ditulis AllFacebook.
Saya, kemudian teringat kembali akan salah satu tulisan di Navinot yang membahas apakah Google layak khawatir dengan pergerakan Facebook. Pada tulisan itu juga saya berkomentar, bahwa, Google tidak perlu khawatir dengan Facebook selama fitur marketplace serta sistem payment ala Facebook belum benar-benar roll out.
Tapi dengan redesign kemaren serta beberapa rumor tentang fasilitas email ala Facebook, saya kini mencoba berpikir ulang, bahwa Google memang harus berancang-ancang untuk menghadapi Facebook yang beberapa hari yang lalu baru berulang tahun yang keenam dan minggu ini diprediksikan akan mempunyai sekitar 400 million user.
Meski begitu, beberapa ahli atau blog teknologi juga ada yang memberikan pendapat bahwa mereka menyangsikan fitur email (jika benar roll out), seperti The Next Web yang berpendapat bahwa seharusnya Facebook berkonsentrasi pada core fitur mereka yaitu social networking bukan mengembangkan fitur seperti email yang memang akan menjadi barang baru bagi Facebook.
Dunia internet memang membutuhkan gerak konstan yang terus menerus alias sustainable, bagi giant seperti Google yang punya sumber daya yang besar, memang inovasi terbaru pasti akan terus berdatangan, dan bagi Facebook yang memang terus bertumbuh dan terus bergerak leluasa memberikan peluang untuk mencapai ambisi yang besar.
Masih terlalu dini untuk menyimpulkan, beberapa fitur juga memang belum rool out kecuali redesign, sambil menunggu perkembangan selanjutnya, bagaimana pendapat anda, apakah prediksi anda untuk social networking terbesar ini, apakah akan menjadi besar juga seperti Google? Apakah Facebook memang memerlukan untuk mengembangkan layanan email mereka sendiri? Atau anda punya pendapat lain, jangan lupa untuk share pendapat anda pada kolom komentar.
DailySocial: Versi Terbaru dari TweetDeck
(2010-02-09 07:14:15)
Tengah malam kemarin waktu Indonesia, TweetDeck meluncurkan versi terbaru dari layanan desktop streamreader mereka, TweetDeck v.033. TweetDeck merupakan salah satu aplikasi streamreader yang cukup populer dan memunculkan beberapa ide monetization yang cukup unik.- Navigasi baru untuk mengontrol kolom. Navigasi ini ada dibagian tengah display kolom TweetDeck anda, yang berbentuk kotak kecil, yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah kolom yang anda punyai.
- Fitur preview media terbaru yang memungkinkan user untuk melihat preview media dari YouTube, Posterous, Flickr, Mobypicture dan Twitgoo.
- TweetDeck kini menggunakan OAuth untuk Twitter API mereka dan menambahkan jumlah limit API menjadi 350 calls per hour dan akan terus ditambah.
- Fasilitas untuk meng-edit search columns tanpa harus menghapus dan membuat ulang.
- Dan yang terakhir adalah perbaikan dan pengembangan kecil dari aplikasi versi terbaru ini yang meningkatkan kinerja.
Perubahan yang paling mencolok bagi saya adalah tab navigasi kolom terbaru, yang jika anda hover di atasnya maka akan ada keterangan tambahan tentang keterangan dari kolom-kolom anda. Selain itu jika anda meng-klik salah satu kotan di tab navigasi ini, misalnya anda meng-klik kotak paling kanan, maka kolom akan bergeser menuju kolom paling kanan.
Anda bisa langsung menuju situs mereka di link ini, dan meng-upgrade TweetDeck versi lama anda atau men-download untuk anda yang belum mempunyai aplikasi TweetDeck. Jika anda masih penasaran berikut video dari situs mereka yang menjelaskan tentang update terbaru TweetDeck v.033. Jangan lupa untuk share pendapat anda pada kolom komentar tentang versi 0.33 dari TweetDeck ini.
DailySocial: Tweetz.tv: Aplikasi Untuk Menonton Tweeted Video
(2010-02-09 07:09:54)
Twitter is fun, tetapi Twitter juga penuh. Penuh dengan berbagai informasi yang saling silang antara satu tweet dengan yang lain. Tentu penuhnya informasi ini memberikan kelebihan dan kekurangan. Semakin banyak informasi berarti semakin banyak referensi, tetapi dengan semakin banyaknya informasi, waktu untuk menyaring mana yang relevan dan mana yang tidak pun menjadi bertambah.
Dan twitterverse tidak melulu tentang karakter tetapi juga berbagai link, foto dan tentu saja video. Dan jika anda termasuk salah satu user yang selalu kesulitan dalam menyaring berbagai tweet tentang video di time line Twitter anda atau anda kesuliatan mencari berbagai video yang tersebar di twitterverse, maka aplikasi ini cocok untuk anda. Tweetz.Tv.
Tweetz. Tv, sesuai namanya merupakan aplikasi yang memungkinkan user untuk menonton video yang di tweet di Twitter layaknya tv. Tweetz.tv menyediakan 3 channels dengan fungsi yang masing-masing menyediakan fitur menonton video yang berbeda-beda, seperti channel My TV, yang hanya memunculkan video dari user yang anda follow, kemudian Public TV yang memunculkan video yang di post oleh user lain dan masuk ke public timeline, dan satu channel terakhir yaitu Search TV yang memudahkan anda dalam mencari video yang masuk di-tweet dengan topik tertentu.
Tampilan tweeted video berada di sebelah kanan, sedangkan untuk pilihan video yang ingin anda tonton ada di sebelah kiri dengan kotak yang cukup besar dan cukup nyaman untuk menonton video. Termasuk juga keterangan tentang video yang sedang diputar dan keterangan jumlah tweet.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Ape55, sampai saat ini Tweetz.TV hanya menampilkan video dari YouTube saja, tapi seperti yang dijelaskan di situs mereka, nantinya video yang ditampilkan akan ditambah dari Vimeo serta Dailymotion.
Dengan hanya menampilkan video dari YouTube saja memang Tweetz.TV cukup ketinggalan, setidaknya dari aplikasi lain seperti Feedtrace, yang juga memberikan layanan serupa lewat Feedtrace.tv yang menampilkan tweeted video dari berbagai penyedia layanan video seperti Vimeo, Funny or Die, YouTube, Dailymotion serta akan menambah beberapa layanan video lain.
Tweetz.TV sendiri mempromosikan aplikasi mereka sebagai sebuah aplikasi yang akan memberikan kemudahan bagi para user Twitter dalam menonton video-video yang ada di Twitter dengan fantastic overview dan kemampuan browsing yang baik.
Penasaran? Untuk menikmatinya anda hanya perlu login menggunakan akun Twitter anda dan langsung bisa menikmati berbagai channel serta video yang ada di time line anda maupun di public time line.
Bagaimana pendapat anda? Apakah anda sering kesulitan untuk mencari video dari time line Twitter anda? Atau anda punya pendapat lain tentang aplikasi ini, share pendapat anda pada kolom komentar.
Ikhlasul Amal: Promosi Flexi dan Telepon Genggam "Tahu Diri"
(2010-02-09 04:54:30)Bermula dari salah satu poster yang dipasang di album foto Facebook tentang produk bundel telepon genggam ZTE S130 dan akses tiga merk sohor di Internet, yakni Yahoo! Messenger, Gtalk, dan Facebook. Harga paling murah Rp 299.000, sudah termasuk voucher Rp 25.000.
Jika dulu Internet direduksi menjadi “sekadar” Web, sehingga beberapa pengguna menguji koneksi dengan mengetikkan URL di peramban. Ping atau traceroute terlalu geeky. Terkadang juga lupa dipastikan komputer sudah mendapat alamat IP valid atau sudah merujuk ke DNS yang tepat. Hari ini sudah lebih jauh: promosi “dapat digunakan untuk Facebook dan Twitter” jadi mantra pemikat. Bukankah jika perangkat sudah mendukung akses Web dan ada peramban berarti kedua situs tersebut dapat ditampilkan? Oh, itu cara pandang lama: tidak selalu keduanya diakses lewat peramban, aneka aplikasi Web yang bekerja lewat jalur API mendudukkan promosi tersebut pada posisi “yang lebih benar.”
Kembali ke Flexi: saya akhirnya melihat sendiri produk bundel mereka di gerai Flexi di acara ITB Fair 2010. Memang menggoda: dengan modal awal pada kisaran bawah, kita dapat mengubah status Facebook dengan leluasa. Apakah Facebook memang hanya untuk acara ubah-ubah status? Menurut penjaga gerai tampilan Facebook ditampilkan utuh dan baik di layar ZTE merah bata tersebut. Agak sulit membayangkan foto sederhana seperti foto profil ditampilkan, sedangkan ukuran layar telepon genggam sangat sempit.
Itu yang menjadi kendali, pembatalan “main tunjuk” belanja bundel Flexi. Soalnya telepon genggam saya pun sama bututnya, Nokia seri populer 2626. Agak berat buat saya menambah ongkos —kendati murah— jika antarmuka akses Net lewat telepon genggam masih seperti sebelumnya.
Sayang, saya gagal masuk ke halaman akun sendiri di Facebook lewat perangkat demo ZTE promo bundel Flexi, gara-gara kesulitan mengetikkan salah satu karakter yang digunakan untuk sandi akses.
Memang sesuai harga: jika ingin tampilan layar lebih lapang dan jernih, ditambah tombol yang sudah akrab, harga dibrandol minimal empat kali lipat. Ana rega, ana rupa, kata orang Jawa: “harga membawa tampang.”
Apalagi yang menarik pada promo Flexi? Modem CDMA untuk USB komputer. Dengan modal awal Rp 499.000, abonemen Rp 50.000 untuk kecepatan maksimal 384 kbps.
Hardjono: Antara Teaching dan Research University
(2010-02-09 03:08:39)Hendy Irawan: Crowdsourcing in Practice: Making It Work and Profitable
(2010-02-09 01:57:15)I just love the story of Nathan Eagle and txtEagle so much, that I’d be doing you and yours truly a disservice if I don’t post a followup.
Check out this video on crowd-sourcing by Nathan Eagle:
We posted about txtEagle recently here Nathan Eagle, explains his extraordinary story, and, the extraordinary story of how our world is being transformed by mobile communications. Nathan?s personal fascination is the African continent he talks about how Mpesa and SMS Media are transforming society. 30% of Rawandians pay for their electricity by the mobile device, and many more water pumps can be bought as they can be bought via the mobile. And he then goes onto talk about his company txtEagle.
txtEagle is about to become the largest employer in Kenya. Imagine that.
It’s really happening and this makes me excited and sad at the same time.
Excited because there is indeed solutions to every difficult problem out there. Sad because I haven’t yet done my part. (I’m still doing the part to keep myself survive.)
Are you excited enough?
Related posts:
Hendy Irawan: How About Solving The Poverty Problem in A Brilliant Way?
(2010-02-09 01:45:53)Many of us are thinking of how to end world poverty as we know it. Especially for people living in poor or developing countries such as Indonesia (like me), where we can see it everyday.
Nathan Eagle and his company TxtEagle managed to solve the poverty problem in a very elegant and direct way.

Quote from The future of work=TxtEagle | SMLXL – Engagement Marketing and Communication principles from Alan Moore :
The thought also came to me that this grassroots approach to tackling poverty, to help lift populations out of poverty by making small but dramatic changes in wage income should both enervate and inspire us all. Txteagle has a fascinating story, and often its the smallest things that can inspire us to do something remarkable.
Brilliant, isn’t it?
Building a real, profitable business while serving good to the poor people. In my mind, Nathan Eagle is just as spectacular as Muhammad Yunus of Grameen Bank.
What do you think? I’d like to know what you have in mind.
Related posts:
DailySocial: HOT: Twiterus Versi Baru, ?Beta-3?
(2010-02-08 15:24:06)
Setelah menunggu dengan sabar berita terbaru dari Twiterus yang dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran desain serta beberapa fitur baru mereka, sebuah DM di Twitter membuyarkan lamunan saya tentang akan jadi apa Twiterus versi baru ini.
Perkenalkan versi terbaru Twitterus Beta-3. Kenapa beta-3, melalui Twitter, mas Jimmi juga memberitahukan bahwa pengembangan beta-2 diloncat menjadi beta-3 untuk sesuatu yang lebih baik, dari screenshoot bocoran beta-2 yang saya dapat minggu lalu, memang ada beberapa perbedaan dengan beta-3 ini, yang sampai tulisan ini ditulis taraf development-nya telah 90%.
Ok, mari kita simak screenshoot dari Twiterus beta-3 :
Dengan perubahan pada tampilan logo serta tag line ‘aliran informasi dari pengguna Twitter Indonesia’ sepertinya memang Twiterus akan memberikan porsi lebih untuk konten yang termasuk informasi, yang bertebaran di pengguna Twitter lokal. Hal ini bisa terlihat di tab yang membagi beberapa fitur yang disediakan oleh Twitterus, ada tab home, tab berita yang berisi kumpulan Twitterus yang berhubungan dengan konten berita, tab video, trending topics, populer user serta tab popular link.
Di halaman home pun kini tampilan dibagi menjadi kolom-kolom yang berisi topik-topik berita, lalu dibagian kanan terdapat kolom trending topic di Indonesia, popular user di tingkat lokal serta link paling populer.
Di tab berita tweet akan dibagi lagi menjadi beberapa topik, seperti teknologi, nasional, olahraga, ekonomi, gaya hidup dan internasional. Topik tersedia di sebelah kanan, dan aliran tweet akan berubah ketika anda meng-klik topik-topik ini.
Lalu kini anda akan bisa melihat berbagai video paling populer yang tersebar di pengguna Twitter lokal, ini merupakan fitur tambahan yang mungkin saja akan sangat disukai oleh user lokal yang gemar mencari video paling populer di tingkat lokal.
Dan beberapa fitur yang masih tetap dipertahankan dan merupakan salah satu keunggulan dari Twiterus seperti Trending topic, populer user masih tersedia ditambah dengan fitur populer link.
Salah satu kekurangan di tampilan Twiterus yang baru ini adalah kolom search yang menghilang dari halamam hompage, terus terang saya sendiri biasanya langsung menggunakan fitur search ini sebelum saya melihat-lihat fitur lain di Twiterus, apakah ini dikarenakan pengembangan masih 90% atau tidak, saya berharap semoga saja nanti ketika versi beta-3 ini roll out ke publik, fitur search bisa muncul lagi di halaman home.
Yang menarik, untuk kategori tweet berita, Twiterus menyertakan keterangan dari mana sumber tweet berasal termasuk jam berapa tweet itu di muat, seperti yang dijelaskan mas Jimmi, pengembangan memang
belum 100% selesai, jadi beberapa link, seperti link ke profil user yang melakukan tweet masih belum sempurna jadi saya belum bisa mengecek fitur ini.
Dari beberapa obrolan dengan teman-teman saya, banyak yang mempertanyakan tentang tidak adanya fitur local trend sebagai jawaban atas perkembangan local trend yang beberapa waktu diluncurkan oleh Twitter.
Saya sendiri masih menimbang-nimbang apakah local trend sudah diperlukan oleh pengguna user Indonesia atau belum, saya setuju dengan pendapat beberapa orang bahwa local trend akan membangun relasi yang lebih intens antara user di sekitar lokasi tertentu itu, banyak informasi yang bisa kita ketahui dari percakapan lokal tersebut.
Mungkin local trend bisa ditambahkan di versi beta selanjutnya atau memang Twiterus memilih untuk tidak menyediakan fitur ini, tapi sampai sejauh ini, saya sendiri menyukai tampilan baru Twiterus ini, karena sekarang saya bisa memilah informasi yang berkembang di Twitter lokal dan melihat berbagai perkembangan informasi yang tersebar dengan topik-topik tertentu.
Nah, anda bisa melihat tampilan desain terbaru Twiterus di link ini, dan jangan lupa untuk memberikan komentar tentang pendapat anda dengan versi beta-3 Twiterus ini. Atau anda punya usulan untuk Twiterus, anda juga bisa menyampaikannya di kolom komentar.
Terima kasih untuk mas Jimmi, atas screenshoot dan info Twiterus-nya.
Teman Macet: #32 Ngobrol bersama Ariya Hidayat
(2010-02-08 15:08:26)Direkam 29 Januari 2009
35 menit 7 detik
Ronald Widha kali ini ngobrol bersama Ariya Hidayat tentang kerjaan barunya Ariya di Qualcomm, kenapa telpon genggam menggunakan WebKit dan CampKDE di San Diego.
Download
MP3 (26 MB)
MP3 low quality (8 MB)
Navinot: There?s No Appstore For That
(2010-02-08 14:26:56)Dimulai dengan Apple dengan toko musiknya. Kemudian berkembang dengan penyediaan aplikasi untuk iPhone dan iPod. Langkah ini ditiru oleh banyak produsen lain termasuk Nokia, Blackberry, Android dan bahkan platform untuk Twitter (OneForty). Ada apa gerangan?
The Missing Link
Fungsi Appstore sebenarnya menjadi komponen yang mengeliminasi keberadaan missing link. Jika kita berkaca pada Apple, Apple punya suatu ekosistem terpadu dari hulu ke hilir yang menjadikan pengalaman memakai produk benar-benar maksimal. Tak lagi kita disulitkan dengan membolak-balik halaman Google untuk mencari aplikasi yang mampu memenuhi kebutuhan kita. Semua bisa diakses di satu tempat dan dipastikan telah lulus standar kualitas tertentu. Bagi konsumen berarti ada keuntungan dalam bentuk kemudahan discovery dan trust. Belum lagi harganya yang sangat miring. It’s a complete circle, for the consumer.
Emerging Market
Dengan tren paket murah untuk mengakses Facebook dan Twitter, hape QWERTY mulai memperluas dan mendominasi pasar. Spesifikasi kemampuan hardwarenya pun tak begitu berbeda satu sama lain dan mungkin bisa dianggap standar. Kamera, MIDP, dan 3G/EDGE ada di semua hardware baru ini. Ya, jelas sudah kesamaan ini sebenarnya telah membentuk pasar baru. Tidak hanya dari sisi hardware, kultur konsumennya pun sudah tidak terlalu gagap dengan dunia online. Kenapa belum ada Appstore untuk pasar ini?
Barrier of Entry
Salah satu yang menjadi penyebab tidak adanya appstore untuk kondisi di atas adalah karena tidak ada seorang pun yang memiliki kontrol atas keberagaman brand hardware. Tentunya berbeda dengan Apple, Nokia dan Blackberry yang menjadi pemilik hardware sekaligus Appstore. Ketiadaan single control ini menimbulkan kesulitan untuk masuk dalam ekosistem. Seorang inisiator Appstore harus menggandeng sejumlah banyak vendor untuk memasukkan platformnya ke dalam masing-masing hardware. Biayanya akan jauh meroket dibandingkan dengan setup Appstore untuk satu brand saja.
We Own It
Karena tidak ada satu entiti yang memiliki kewenangan penuh atas pasar di atas, berarti kita semua berpeluang memilikinya. Mirip kasusnya dengan OneForty yang tidak dimiliki oleh Twitter. Appstore ini hanya bergantung pada platform Twitter yang terbuka. Memang tidak ada benefit mendapatkan dukungan dari pemilik platform, namun ini juga berarti kebebasan yang lebih bagi pemilik Appstore.
Mudah-mudahan saja ada big guy yang melihat kesempatan ini dan kemudian menginisiasi Appstore untuk lintas brand. Efeknya tentu akan positif bagi pemain lokal. Ibaratnya lapangan pekerjaan baru. What do you think?
PS:
Sebenarnya saya masih kurang paham dengan konsep OneForty. Menurut saya, yang lebih bisa laku itu Appstore untuk Tweetdeck dan Seesmic berupa plugin/addon yang akan meng-enhance fungsionalitas. Atau mungkin Appstore untuk browser seperti AMO (Addon.Mozilla.Org) yang sayangnya tak memunculkan potensi komersial.
Photo by Joe Shlabotnik
Artikel Terkait:
- Nokia vs Blackberry Blackberry sebelumnya hanya dikenal sebagai gadget eksklusif milik para eksekutif....
Budi Rahardjo: Data Mengenai Penetrasi Broadband di Indonesia
(2010-02-08 11:31:48)
Masim Vavai Sugianto: Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Kedua
(2010-02-08 10:28:38)
Catatan : Pada saat tutorial ini dipublish, Zimbra sudah merilis Zimbra Mail Server versi 5.0.22. Secara prinsip, panduan ini tetap bisa digunakan pada Zimbra 5.0.22. Silakan sampaikan melalui komentar jika ada masalah saat implementasi Zimbra 5.0.22 pada openSUSE 11.2.
Konfigurasi ini bisa diterapkan pada openSUSE 11.0, openSUSE 11.1 dan SUSE Linux Enterprise 11 dengan sedikit penyesuaian tampilan.
Tutorial sebelumnya : Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Pertama
KONFIGURASI DNS SERVER LOKAL
Zimbra membutuhkan A records dan MX records yang merujuk pada dirinya sendiri. Kita dapat menggunakan atau memodifikasi DNS Records yang sudah ada pada server lain untuk merujuk ke Zimbra yang sedang kita bangun namun saya lebih merekomendasikan untuk melakukan instalasi dan konfigurasi DNS Server langsung pada Zimbra Server atas pertimbangan fleksibilitas.
Jika saat ini sudah ada mail server yang berjalan dan kita berkeinginan untuk menggantikannya dengan Zimbra, kita tidak boleh mengubah MX records yang ada untuk langsung merujuk ke Zimbra sebelum instalasi Zimbra sendiri berjalan sukses. Jika kita mengubahnya sebelum Zimbra sukses dikonfigurasi, besar kemungkinan email yang masuk akan bouncing alias tidak dapat diteruskan. Disisi lain, Zimbra meminta MX records dan A records yang merujuk ke dirinya sebelum ia mau melakukan instalasi, sehingga solusi yang bisa diambil adalah membuat DNS Server lokal yang diperlukan hanya oleh Zimbra untuk lookup keluar.
Jangan salah kaprah dan bingung soal pengertian DNS Server Zimbra dengan DNS Server yang ada di ISP. Silakan baca penjelasan seputar DNS Server Zimbra ini pada artikel saya yang lain : Tentang Setting DNS pada Zimbra Mail Server.
Setting DNS server pada openSUSE untuk keperluan Zimbra sangat mudah dilakukan menggunakan YAST. YAST memiliki keunggulan dibandingkan setting DNS menggunakan file teks atau Webmin, antara lain dalam bentuk autocomplete, auto correct dan penggunaan Wizard. Feature ini akan memastikan kita tidak mendapat masalah setting hanya gara-gara salah ketik.
Berikut adalah panduannya :
- Install paket DNS server. Klik YAST | Software | Software Management, pilih Patterns pada Filter option dan kemudian cari pattern DHCP & DNS Server pada bagian Server Function. Instalasi melalui pattern jauh lebih mudah karena paketnya sudah langsung dikelompokkan. Jika lebih prefer menggunakan zypper, bisa melakukan instalasi yang sama dengan perintah : zypper in -t pattern dhcp_dns_server.
- Tutup YAST agar paket yang terinstall masuk kedalam menu (refresh menu)
- Buka YAST | Network Services | DNS Server
- Klik Next pada tampilan wizard pertama : Forwarder List. Forwarder list adalah daftar DNS yang akan digunakan jika records yang dicari tidak ditemukan pada DNS Server yang kita setup. Isinya biasanya sesuai dengan isi Name Server pada konfigurasi LAN yang digunakan
- Tambahkan Zone baru. Ketik nama domain pada Zone name, Pilih master pada Zone type dan kemudian klik Add
- Klik Edit untuk mengisi records pada Zone domain yang baru saja kita buat
`

- Biarkan tab pertama (Basics) demikian adanya. Kita akan menggunakan setting default. Klik pada tab kedua, NS Records
- Ketik ns1 pada Name Server to Add dan kemudian klik Add. YAST akan cukup cerdas untuk menggunakan fasililitas auto complete dan menuliskan records secara lengkap, berikut tanda titik dibagian akhir (dalam contoh : ns1.vavai.net.). Pada konfigurasi DNS< tanda titik ini berarti dibelakang records tersebut tidak perlu ditambahkan nama domain. Untuk nama name server, ns adalah nama standar, singkatan dari name server. ns1 berarti name server 1, kita menyiapkan kemungkinan jika nantinya ada 2 server atau lebih bisa kita beri nama ns2, ns3 dan seterusnya
`

- Pindah ke tab ketiga, MX Records. Ketik nama host Zimbra pada isian Address, (Untuk nama host, silakan lihat tutorial pertama, atau buka YAST | Network Device | Network Setting). Berikan prioritas untuk mail server tersebut (default 0, semakin kecil berarti semakin tinggi prioritasnya)
`

- Biarkan tab ke empat (SOA) seperti adanya, kita akan menggunakan setting default
- Pindah ke tab terakhir, yaitu tab records. Disini kita akan mendefinisikan alamat IP untuk masing-masing nama records. Ketik ns1 pada isian Record key, Pilih A (Address Records) sebagai tipe records dan kemudian isi IP Address pada bagian records value. Karena saya menggunakan komputer yang sama sebagai name server dan Zimbra, saya mengisi IP address Zimbra pada bagian records value. Kemudian klik Add. Lakukan hal yang sama untuk identifikasi IP Address mx records. Ketik mail (atau nama yang ada pada bagian MX records), pilih A (Address Records) sebagai tipe records dan masukkan IP Zimbra pada records value kemudian klik Add
`

- Klik OK
- Klik Next
- Pilih On : Start up now and When Booting agar DNS Server langsung dijalankan saat ini dan setiap waktu booting
- Klik Finish
`

- Testing Zimbra menggunakan perintah nslookup, contoh : nslookup ns1.domain.tld dan nslookup mail.domain.tld, dalam contoh saya : nslookup ns1.vavai.net dan nslookup mail.vavai.net. DNS Server akan meresponnya dengan menampilkan IP Address. respon yang benar akan menghasilkan IP Address Zimbra. Jika ada pesan kesalahan, investigasi ulang pesan kesalahannya atau diskusikan melalui bagian komentar.
`

Berlanjut ke tutorial Bagian 3 : Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Ketiga, Instalasi paket dan library tambahan
Artikel Terkait
Wiryanto Dewobroto: buku World Housing Encyclopedia edisi Indonesia **BARU**
(2010-02-08 08:26:24)
DailySocial: Kelola Email, Facebook dan Twitter Lewat Threadsy
(2010-02-08 08:00:40)
Mulai kewalahan dengan berbagai account email dan jejaring sosial yang ngga henti-henti terupdate? Saat ini gue punya 2 account email yang aktif (tidak termasuk email kantor), account Facebook, dan tiga account Twitter yang gue suka tongkrongin. Gimana kalo pengen ngeliat semua pesan keluar masuk yang berseliweran di semua account itu dalam satu tampilan? Threadsy mencoba ngasih solusinya.
Begitu mulai, Threadsy akan meminta elo untuk masukkin account-account email dan jejaring sosial yang elo punya. Untuk saat ini email yang didukung adalah Gmail dan Yahoo Mail, sedangkan jejaring sosialnya Facebook dan Twitter. Cukup banget dong untuk pengguna kebanyakan.
Setelah semua data account dikasih, langsung deh muncul tampilan utamanya yang dibagi dua: inbound dan unbound. Inbound isinya pesan-pesan yang tertuju ke kita, kayak email, @reply dan DM Twitter, dan postingan dinding Facebook. Unbound isinya stream timeline Facebook dan Twitter. Simpel tapi powerful.
Sebagai sebuah klien email, Twitter dan Facebook yang sederhana, Threadsy melakukan tugasnya dengan baik. Tentu aja kalo elo butuh fasilitas searchingnya Gmail yang ekstensif atau mau analisis trending topics-nya Twitter, bukan di sini tempatnya.
Patut dicatat fitur kecil-tapi-keren dari Threadsy yang bisa menampilkan profil antar-platform jejaring sosial. Jadi misalnya kita klik di nama seorang temen kita, nanti Threadsy akan nampilin profil dia yang berisikan agregasi jejaring sosial yang dia punya mulai dari Twitter, Facebook, LinkedIn, bahkan Friendster dan Multiply. Ngga selalu berhasil sih, apalagi yang pake nama-nama aneh dan bukan nama asli, tapi ada juga temen gue yang berhasil ditemuin oleh Threadsy semuanya dari kelima account yang tadi disebut. Tambahan lainnya juga ada fitur chatting, walau masih terbatas ke Meebo, AOL dan Facebook.
Agregasi email dan Twitter mungkin bukan ide baru, setidaknya layanan startpage seperti iGoogle atau Netvibes bisa melakukan hal ini. Tapi karena Threadsy lebih fokus ke penyajiannya, jadi penggunaannya juga lebih nyaman.
Buat yang udah biasa maenin beberapa account Twitter sekaligus mungkin udah kenal Hootsuite atau CoTweet. Kalo dibandingin dengan dua itu yang mengarah ke pengguna korporat atau grup, Threadsy mengincar pengguna personal.
Sebenernya bisa keren kalau Threadsy juga punya aplikasi untuk smartphone nih. Apa lagi kalo bisa sadar-lokasi, secara semua lagi seru-serunya ke arah sana, kayaknya bakal penting nih agregator layanan berbasis lokasi.
Oiya saat ini Threadsy masih bersifat tertutup dan invitation-only. Kebetulan gue ada 10 invite, jadi buat yang mau silakan tinggalin komen yah. Siapa cepat dapat!
DailySocial: Desain Baru Facebook dan Plug-In Uploader Photo
(2010-02-08 07:15:41)
Akhirnya desain baru tampilan homepage Facebook berubah, seperti biasa perubahan ini secara bertahap akan bisa dinikmati oleh user kebanyakan, tapi sementara ini baru bisa dinikmati oleh user tertentu. Ada banyak perubahan yang dilakukan oleh Facebook, tetapi saya hanya akan membahas beberapa saja.
Perubahan yang paling kentara, bagi saya adalah kolom search, yang kini menjadi lebih lebar, dan berpindah ke bagian pojok kiri. Biasanya saya menggunakan kolom search ini untuk mencari relasi, apabila saya lupa atau tidak yakin dengan nama teman saya. Dengan perubahan ini sepertinya Facebook ingin merambah fitur search dengan lebih luas lagi. Tidak hanya untuk pencarian relasi tapi juga untuk berbagai konten lain, seperti yang ditulis AllFacebook, bahwa ada kemungkinan Facebook akan meng-upgrade sistem pencarian mereka.
Pilihan tab dibagian paling atas pun berkurang hanya menjadi 3, Home, Profile dan Account yang terletak di sebelah pojok kanan. Termasuk perubahan cara berinteraksi untuk berbagai fitur yang berhubungan dengan setting. Kini pilihan untuk setting masuk dalam satu fitur bernama Account, termasuk pilihan untuk log out yang kini ‘tersembunyi’ di fitur ini.
Di bagian pojok kiri, setelah logo Facebook, kini ada tiga ikon baru yaitu Friendrequest, Massages, Notification. Ketiga aplikasi ini menurut saya mempermudah user dalam berinteraksi , ada beberapa hal yang membuat saya berpikir seperti itu, ketika dulu fitur notifikasi disatukan semuanya dalam sebuah fitur yang terletak dibagian kanan bawah, maka sekarang terpisah untuk masing-masing notifikasi. Salah satu yang menyenangkan dari ’shortcut’ ini adalah fitur massage, di new design ini, anda bisa melihat tampilan singkat massage dari relasi anda, tanpa harus membuka tab baru, jadi anda bisa memilah, jika pesan itu kurang urgent anda bisa membukanya lain waktu.
Perubahan juga terjadi dengan tab application yang biasanya ada di bawah kini hilang, bagian bawah hanya terdapat fitur untuk chat. Pada kolom di sebelah kiri, homepage terdapat perubahan cukup besar, misalnya untuk fitur foto, tampilan display foto berubah menjadi lebih mirip dengan photo album, yang menurut saya lebih menyenangkan. Termasuk juga pilihan kategori foto, seperti recent album, mobile uploads, serta my uploads untuk melihat foto-foto yang kita upload sendiri. Fitur video pun dimasukkan di section ini.
Untuk fasilitas massage dan event, perubahan terjadi dari cara kita melihat tampilannya, yang biasanya berbentuk tab dan ke pinggir, kini muncul seperti list dengan tampilan roll down. Jika anda meng-klik fitur massage, maka di desain yang baru ini akan terdapat dua pilihan, yaitu updates dan sent. Kini user tidak perlu lagi membuka inbox dan meninggalkan halaman home untuk melihat pesan, user bisa melakukannya di halaman home mereka, termasuk membuat atau mengirim massage baru.
Bukan Facebook jika perubahan yang dilakukan, tidak membawa kritikan, tetapi setelah mencoba beberapa saat, saya sendiri lebih suka tampilan yang baru ini. Berikutnya adalah perubahan lain yang dilakukan Facebook, yaitu Facebook Photo Uploader.
Facebook, lewat blog resmi mereka mengumumkan bahwa mereka telah merubah cara user untuk berinteraksi dengan aplikasi foto lewat new photo uploader. Dengan jumlah foto yang terupload sekitar 2,5 billion setiap bulannya, perubahan ini diharapkan Facebook akan membawa interaksi yang lebih mudah.
Photo Uploader ini sebenarnya bukan baru-baru amat, saya sudah pernah mencobanya beberapa minggu yang lalu,
tapi seperti yang dijelaskan di blog mereka, banyak user yang merasa kebingungan dengan proses instalasinya serta ada beberapa hal teknis yang telah diperbaiki pada versi yang paing baru ini.
Fitur baru ini berentuk plug-in, jadi jika anda belum meng-install-nya, sebuah pop up notifikasi akan muncul ketika anda mulai melakukan up load foto. Facebook menjelaskan, bahwa proses install ini hanya akan memakan waktu tidak lebih lama dari 2 menit. Saya sendiri telah mencobanya, meski proses downloadnya agak lama, mungkin karena jaringan, tapi setelah proses instalasi selesai, anda langsung bisa menikmati fitur baru ini.
Tampilan yang baru ini, sepertinya memang di desain untuk memudahkan para user yang gemar meng-upload foto. Fitur uploader foto terbaru dari Facebook ini berbentuk box yang terdiri dari 2 bagian utama, dibagian atas adalah fitur yang berguna untuk memilih folder foto anda langsung dari komputer anda, setelah dibuka, maka dibagian bawah akan tampil foto-foto yang ada di folder tersebut. Anda tinggal memilih foto mana saja yang akan di upload, setelah anda mengklik tab ‘use selected photos’ maka proses upload akan segera berjalan.
Salah satu kelebihan yang ditawarkan fitur up load photo yang baru ini adalah, kemudahan dalam penggunaannya serta fitur asynchrounous uploading, yang memungkinkan user untuk berpindah halaman tanpa memutuskan proses upload. Jadi anda nantinya tidak harus menuggu proses up load foto ini selesai, anda bisa meninggalkan proses ini sambil melihat news feed misalnya. Setelah proses upload berhasil nantinya akan ada notification yang memberitahukan proses upload sudah selesai, anda kemudian bisa mengedit atau menambah keterangan foto.
Seperti yang sudah saya bilang diatas, meski beberapa komentar pedas tentang perubahan ini yang menyatakan ketidaksukaan para user, salah satunya adalah tan log out yang ‘tersembunyi’ di tab account, agak menyulitkan beberapa user, terutama yang telah terbiasa dengan tampilan homepage yang terdahulu.
Bagaimana pendapat anda, apakah ada dari para pembaca DailySocial yang sudah menikmati fasilitas new design ini? Jika ada, anda bisa share pengalaman anda menggunakan desain terbaru dari Facebook ini, atau anda punya pendapat lain, apakah desain baru ini akan semakin meningkatkan waktu kunjungaan penggunaan Facebook ? Jangan lupa untuk share pendapat anda pada kolom komentar.
DailySocial: Bit.ly Pro Goes Open Beta
(2010-02-08 07:11:28)
Sekitar seminggu yang lalu, bit.ly, aplikasi shorten URL paling populer, mengumumkan perkembangan terbaru dari fitur mereka yang dilincurkan bulan Desember tahun lalu, bit.ly Pro. bit.ly Pro sendiri adalah sebuah fitur yang memungkinkan para publisher atau pemilik situs atau pribadi untuk mempunyai shorten URL milik mereka sendiri yang dapat dikostumosasi.
Bit.ly menyampaikan bahwa setelah peluncurkan bit.ly Pro, banyak para perusahaan serta blogger yang tertarik dengan aplikasi ini dan signed up untuk mendapatkannya. Dikarenakan request yang banyak ini, Bit.ly membuat fitur bit.ly Pro ini menjadi open beta. Open beta ini merupakan self service feature yang mempermudah dan mempercepat proses bagi para user yang tertarik untuk menggunakan fasilitas bit.ly Pro.
Anda bisa login dengan akun bit.ly reguler anda untuk mencoba fitur ini, tapi tentunya jika anda belum mempunyai akun bit.ly anda harus mendaftar terlebih dahulu.
Ada dua service yang disediakan oleh bit.ly di bit.ly Pro, yaitu free bit.ly Pro serta enterprise edition. Seperti yang dijelaskan di blog resmi mereka, untuk free bit.ly pro, beberapa fasilitas yang anda dapatkan selain free alias tidak berbayar antara lain adalah, whitelabel service untuk short URL yang bisa di kustomisasi dengan jumlah shorten URL sampai 10,000, lalu bit.ly Pro dashboard yang memberikan fasilitas analytics untuk mengecek data-data viral dari konten yang menggunakan shorten URL anda, dan yang terakhir bit.ly button, yang memungkinkan user untuk membagikan artikel ke social networking seperti Facebook dan Twitter langsung dari situs anda serta menggunakan shorten URL anda.

Sedangkan untuk versi enterprise edition, yang merupakan servis berbayar, fasilitas yang akan diberikan adalah semua fasilitas yang dimiliki free service yaitu short URLs, dashboard serta bit.ly Pro button, lalu ada fasilitas tambahan seperti dashboard yang lebih lengkap, termasuk analisis tambahan serta support untuk aplikasi dari pihak ketiga. Fasilitas lainnya yaitu end-to-end-branding serta customer service dan support plan.
Anda bisa langsung menuju situs bit.ly Pro di link ini, dan mendaftarkan dengan akun bit.ly anda. Ada beberapa kelangkapan yang harus anda isi serta lengkapi sebelum anda bisa menikmati fasilitas free bit.ly Pro, karena fitur ini self service, atau anda bisa melihat keterangan lengkap serta FAQ tentang fitur ini di blog bit.ly di sini.
Anda tertarik membuat short URL sendiri? Bagaimana respons para produsen short URL lokal dengan perkembangan dari bit.ly ini? Atau anda punya pendapat lain, share komentar anda pada kolom komentar.
Firman Firdaus: A minimalistic church design
(2010-02-08 07:03:14)Aulia Masna: Louie Mantia on sites with Flash
(2010-02-08 04:56:50)
Firman Firdaus: Looking Into the Past
(2010-02-07 23:24:34)Paman Tyo: Cobalah Menafsir Foto (dan Video) Harto
(2010-02-07 20:20:41)MARI BELAJAR SEJARAH DARI GAMBAR.

Seorang jenderal dalam usia 46 mulai menggenggam kekuasaan yang besar. Sejarah sudah membahasnya, dan bahasan itu belum usai. Anda boleh kagum sepenuh takzim, boleh pula benci kepadanya — atau seperti banyak orang bingung untuk merumuskannya dalam satu kata. Meski saya sangat tidak suka kepadanya — ketika dia hidup, saya selalu menyebutnya dalam blog sebagai “orang itu” — saya mengakui bahwa dalam dirinya pasti ada hal-hal baik bahkan mulia. Dia manusia, bukan iblis, bukan malaikat.
Saya teringat dia karena barusan menemukan foto-foto lama yang dulu, sudah lama banget, pernah saya lihat di majalah Life. Foto-foto yang sebagian adalah hasil pengarahan dan mengundang tafsir subyektif itu. Di kemudian hari, pada puncak kekuasaannya, siapa yang bisa membuat dia nyaman dan rileks untuk diatur-atur, dan difoto dari dekat?

Dari jepratan Larry Burrows, pewarta foto perang itu, saya melihat foto-foto penuh percaya diri seorang jenderal yang nyaman menggenggam cek kosong sejak awal kekuasaannya, hampir boleh ngapain aja, karena banyak orang percaya dan berharap kepadanya.
Foto-foto itu menggambarkan kepercayaan diri yang tinggi tanpa menjadi congkak berlebihan, karena dari seorang Jawa introvert, yang bercitra humble, selalu ada cara lunak untuk menunjukkan kelebihan diri. Mampu mengemas keangkuhan dalam kehalusan.

Saya melihat foto-foto seorang suami dan ayah yang hangat. Barangkali, karena kultur kita, maka dia pun menganggap rakyat sebagai anak — demikian pula rakyat terhadapnya: bapak. Selebihnya adalah father knows best dan dia menjadi patriarch, menjadi sentrum dari segala tafsir tentang kebenaran.

Dia akhirnya menjadi romo (rama, ayahanda, dalam konteks ini bukan pastor) yang bahasa tubuhnya, termasuk anggukan kecil, adalah sabda nonverbal yang siap ditafsir dan dilaksanakan. Ini seperti cerita seorang bekas menteri: jika dia meraih gelas minuman saat mendengarkan usulan maka itu berarti penolakan.
Tentang buku, catatan, dan kliping, sudah banyak yang mengumpulkan dan mengkajinya. Tetapi bagaimana dengan foto? Mestinya Sekretariat Negara, Antara, Pusat Informasi Kompas, dan Pusat Dokumentasi dan Analisa Tempo punya ribuan foto yang siap ditafsir. Saya tak tahu apakah TVRI menyimpan dokumentasinya dengan baik.
Video TVRI dan foto koran menampilkan hal yang tampaknya sederhana dari pidato ke pidato: kacamata dan arloji sang jenderal yang sering berganti. Maka orang awam membatin, “Gimana ya caranya beli? Kan nggak mungkin jalan-jalan ke toko?”
Kumpulan video TVRI pasti menampilkan seremoni yang layak tafsir. Tentang seorang raja yang dari periode ke periode berdiri semangkin dingin, menyambut antrean daripada tetamu yang akan berjabat tangan. Jarak yang tak bergaris antara dia dan tetamu menghadirkan pemandangan sama: tetamu harus membungkuk. Mirip saya menyalami orang-orang (tua).
Demikian pula foto-foto hadirin dalam banyak acara kepresidenen, yang karena tuntutan protokoler harus ngapurancang (mempertemukan tangan di depan atau bawah perut). Sopan sekaligus aman. Mempermudah pekerjaan paswalpres dalam mengawasi.
Itulah sebabnya foto Direktur Pelaksana IMF Michael Camdesus bersedekap ketika menyaksikan presiden menandatangani kesepakatan pada 15 Januari 1998. Adegan itu, seperti sebuah kapitulasi atau penyerahan diri seorang pemimpin — bahasa kasarnya: pengakuan keok.

Ada yang tersinggung, ada yang bersorak, terhadap foto itu. Alasan Camdessus di kemudian hari sangat menarik. Dia mengikuti ajaran ibunya, yaitu kalau sedang kikuk karena tidak tahu harus berbuat apa ya lipatlah tangan.
Foto-foto selalu menarik. Mirip kita mengamati foto kawan di Facebook. Maka ketika koran-koran mulai dicetak berwarna, rakyat pun sadar akan satu hal: pesawat telepon di meja kerjanya, di Bina Graha, ternyata berlapis emas.
Foto lain yang tak ada urusannya dengan warna adalah sepasang gading gajah di salah satu ruang rumahnya, Jalan Cendana. Ada rak hiasan di sana. Orang yang belum pernah ke sana akan menebak, tak adakah jendela di ruang itu?
Foto resmi kepresidenen edisi 1993, di Wikipedia Indonesia, menampilkan sosok yang berjarak, tak tersentuh. Rambut yang tak tertutup peci tampak memutih. Dalam usia 72 dia masih tampak gagah. Bandingkan empat tahun kemudian, akhir 1997, ketika krisis moneter mulai menghimpit Indonesia. Dia tampak menua sekali dan lelah. Makin banyak yang bersifat kritis terhadapnya, dan mulai terasa pembiaran oleh pihak tertentu terhadap arus yang menentang dan menantangnya.
Foto resmi kepresidenan adalah sebuah kewajaran di negeri mana pun. Menjadi aneh ketika makin banyak orang tak menyukainya, sehingga seorang seorang guru yang mengajar di alma maternya pun menyesal ketika harus bertemu wajah kepala negara yang sama tetapi berbeda edisi. Foto orang yang dia lihat saat dulu bersekolah.
Dan lihatlah, alangkah banyaknya foto mempelai di gedung resepsi yang gebyok atau backdrop pelaminannya tidak bisa menutupi foto presiden dan wakilnya. Seolah kemarin dan hari ini adalah sama saja. Padahal dari waktu ke waktu potret sang presiden berubah. Kesukaan maupun ketidaksukaan kita menghasilkan kesamaan: kebosanan untuk mengamati lebih jauh.
Itulah foto kepresiden yang secara berlebihan dianggap sebagai faktor penambah penduduk Indonesia. Jumlah mutakhir penduduk adalah data terakhir dari pemerintah plus foto presiden (karena saking banyaknya dan terus bertambah). Ngawur tapi menghibur.
Dia adalah tokoh. Penting pula. Tak mungkin terlupakan. Video awal 80-an sampai pertengahan 90-an menampakkan seorang penguasa yang tak terbantahkan. Ingat bagaimana dia menyatakan akan menggebuk kaum dissident? Tidak meledak, ada senyum dan menahan tawa, tetapi dingin. Semburat kebengisan tergambar di sana.
Dia memang bukan Castro atau Ghaddafi yang kuat mengoceh, tetapi dalam gaya kebapakan dia tetap tak terbantahkan, terutama dalam pidato tanpa teks dan tanya-jawab. Dehemnya sebelum berkata-kata pun punya kekuatan. Inilah era monolog Butet Kertaradjasa dalam menirukan vokal maupun gesturnya menjadi katup pelepas orang-orang tertindas.

Ingatan kita tentang seseorang seringkali berupa gambar di benak. Visual sifatnya. Ingatan apa yang ada di benak Anda tentang dia? Foto resmi itu? Prangko? Atau foto yang lain?
Mari kita tunggu sebuah hasil riset foto terhadap potret Soeharto — ya, dialah yang saya maksud sejak tadi — lengkap dengan tafsiran subyektifnya. Termasuk foto-foto yang humane tentang dia. Tentu kita juga harus kritis bahwa foto tunggal, satu versi pula, hanyalah hasil pembekuan sebuah peristiwa. Tanpa memahami konteks kita bisa tergelincir dalam menafsir.
Entahlah siapa yang akan melakukan riset foto. Harapan saya sih Anda. :)
Ikhlasul Amal: OpenNTPd di Ubuntu
(2010-02-07 18:32:31)NTP
adalah syarat mutlak layanan yang perlu dipasang di setiap komputer.
Baik hanya sebagai klien yang mengambil informasi waktu dari server
NTP di luar, atau — dalam skenario di intranet —
sebuah server NTP
lokal disiapkan. Sebelumnya saya pasang ntpd di Debian Lenny,
namun kali ini di Ubuntu Hardy Heron, dari daftar paket mereka,
disebut OpenNTPd. Seperti halnya OpenSSH, OpenNTPd perluasan dari
proyek OpenBSD yang elegan.
Untuk paket Ubuntu, tentu modul aptitude yang mengurus instalasi. Setelah terpasang dan siap diaktifkan, saya sesuaikan isi berkas konfigurasi, /etc/openntpd/ntp.conf, sesuai keadaan:
- telinga servis dibuka agar mendengar permintaan, paling mudah
listen *. Jangan disamakan begitu saja, kondisi intranet saya di dalam dinding-api (firewall). Berikutnya, di log akan terlihat semua kemungkinan antarmuka dibuka,localhost,eth0, daneth1. Termasuk format IPv6. - server NTP diarahkan ke penyedia di dalam negeri. Daftar di
pool.ntp.orgmembantu urusan ini.
Jalankan OpenNTPd: sudo /etc/init.d/openntpd start.
Dari klien Ubuntu saya coba mulai memanfaatkan server NTP yang sudah disediakan tersebut, masih gagal. Setelah diusut, OpenNTPd didesain untuk perubahan yang sangat berhati-hati terhadap jam sistem. Asumsi yang digunakan: jam komputer jangan diubah terlalu drastis karena akan mempengaruhi banyak servis lain yang bekerja berbasis jam sistem. Dalam beberapa keterangan di forum-forum disebutkan masa penyesuaian ini bervariasi dari sekitar belasan menit hingga orde jam. Selain setiap dilakukan penyesuaian hanya bergeser pada kisaran satu detik, masa tenggang antara satu penyesuaian dengan berikutnya cukup lama.
Cara pertama untuk penyesuian yang lebih cepat adalah dengan
menjalankan openntpd dalam modus non-daemon dan melakukan proses
sinkronisasi lebih cepat. Parameter -d dan -s dapat digunakan
untuk keperluan ini. Sinkronisasi dilakukan lebih sering, namun
tetap dengan perubahan bertahap dan lambat.
Terakhir, jika ingin dilakukan perubahan jam sistem seketika,
gunakan ntpdate. Lumrah digunakan di klien dan hanya digunakan
untuk sekali sinkronisasi, jalankan ntpdate sekali di server dan
setelah itu biarkan OpenNTPd melakukan sinkronisasi sangat hati-hati
untuk selanjutnya.
Seperti dituliskan di manual ntpdate,
Akan bermanfaat dalam banyak kasus untuk menyetel jam sistem sebagai langkah awal sebelum menjalankan daemon NTP.
Dengan demikian ntpdate dapat diletakkan di skrip yang dijalankan
saat kartu jaringan diaktifkan. Di keluarga Debian diletakkan di
/etc/network/if-up.d.
Budi Rahardjo: Tanpa Digital Rights Management
(2010-02-07 17:04:19)
Budi Putra: The Internet nominated for Nobel Peace Prize. Why not?
(2010-02-07 09:56:00)
The Internet has been nominated to receive the Nobel Peace Prize this year, according to some reports, following a petition by the Italian version of Wired Magazine, which cited the Internet’s contributions to “dialogue, debate and consensus through communication”.
What do you think? How does the Internet contribute to the world and peace?Budi Putra: Facebook email? No, thanks!
(2010-02-07 09:35:00)
When it comes to the online activity, the following is my daily habit in the morning: checking my emails, Twitter and blog's Dashboard.
Frankly speaking, even having two email accounts are too many for me. But those [Yahoo! Mail and Gmail] really help in term of personal email management. I am using Yahoo! Mail for all services' subscriptions and Gmail for self-hosted domain name's mail. I even often Twitter's private messages (called DM) to ping some friends.
Getting notice recently that Facebook is now planning to launch its own webmail service, I am a bit surprised. Do we need a new [web-based] email? Oh wait. Might be Facebook is not targeting user like me. If Facebook is eyeing common users, instead of a user like me, so it does make sense. Why? Because Facebook is becoming less relevant for me. I refuse to even use Facebook for message things.Masim Vavai Sugianto: Rilis Zimbra Mail Server & Collaboration Suite 6.0.5 dan 5.0.22
(2010-02-06 22:33:52)
Setelah secara resmi berpindah kepemilikan dari Yahoo ke VMWare, Zimbra untuk pertama kalinya merilis versi update untu Zimbra Mail Server, yaitu versi 6.0.5 dan versi 5.0.22. Versi 6.0.5 merupakan versi terupdate untuk generasi Zimbra 6.x.x sedangkan versi 5.0.22 merupakan versi stabil dari Zimbra 5.x.x.
Mengapa Zimbra masih merilis update versi 5.x.x padahal sudah ada versi 6.0.x, demikian pertanyaan dari pengguna Zimbra yang heran dengan mekanisme update yang diluncurkan oleh Zimbra. Bagi yang memiliki pertanyaan sejenis, rilis update untuk Zimbra 5.0.x merupakan rilis update minor dan sifatnya urgent. Untuk penambahan feature baru semua diarahkan ke versi 6.x.x. Jika bingung mana yang hendak dipilih untuk diinstall, gunakan versi 6.0.5 sebagai pilihan pertama. Jika ada masalah kompatibilitas, silakan gunakan versi 5.0.22.
Berikut adalah beberapa update terkait dengan rilis Zimbra 6.0.5, selengkapnya bisa dibaca di release notes versi 6.0.5 dan release notes untuk versi 5.0.22 :
- When users right-click on a word that is marked as misspelled, they can click ADD to add that spelling of the word to their spell-check dictionary. Bug 4495
- The first day of the week for Calendar can now by set in the COS or accountPreferences tab from the administration console. Bug 14358
- Items ZCS Briefcase can now be sorted alphabetically, by date, size. Bug 25220\
- The sa-update tool is now provided and can be run to update spamassasin rules within the ZCS deployment. Bug 27844
- ZCS support FireFox 3.6. Bug 44181\
- Default values for ZCO connections timeouts have been changed from 1 minute to 15 minutes. These values exist in the registry under HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/ Zimbra/Connection. They are ConnectTimeout, SendTimeout, ReceiveTimeout, and OptionReceiveTimeout. These values take effect on new installs, but not on upgrades.Improved reply/forward prefixing for HTML messages. When prefixing headers and content in HTML, one continuous blue bar is displayed on the left if the user has ?Include original message with the prefix below? selected and the | prefix checked. Bug 41363
Zimbra 5.0.22 tidak menambahkan feature baru melainkan sekedar perbaikan dari versi sebelumnya.
Salah satu major fixes bagi saya pribadi adalah pernyataan dari Zimbra bahwa Zimbra 6.0.5 sudah secara resmi ditest pada SUSE Linux Enterprise 10 SP3, meski saya sendiri belum sempat mencoba versi ini pada SLES 10 SP3 maupun SLES 11 64 bit. Malam ini saya mencoba download kedua file binary Zimbra.
Bagi rekan-rekan yang ingin mendownload file binary Zimbra terbaru silakan meluncur kesini : http://www.zimbra.com/downloads/os-downloads.html
Artikel Terkait
DailySocial: Anda Developer iPhone App?
(2010-02-06 08:13:13)
Setelah beberapa bulan lalu ada Facebook Developer Garage, Blackberry Developer Day dan Yahoo Open Hack Day, minggu kemarin diadakan pula Wordcamp untuk para pengembang yang berkarya diatas platform Wordpress. Ini menunjukkan bahwa resource (terutama developer dan engineer) di Indonesia ini sangatlah potensial dan semua korporat asing menyadari serta memanfaatkannya dengan cukup baik.
Facebook, Blackberry, Yahoo dan Wordpress berlomba-lomba untuk menggaet para pengembang yang menggunakan platform mereka untuk terus berkarya membuat aplikasi yang kreatif dan berguna.
Lucunya, sepertinya hype yang sama belum ada digunakan untuk iPhone App Developer. Padahal iPhone App ini mendunia, meskipun juga harus diakui bahwa di Indonesia sepertinya kurang terasa. Bayangkan potensi yang ada, dengan jutaan pengguna dari seluruh penjuru dunia yang bisa kita capai melalui iPhone App.
Berdasarkan fakta ini, saya coba berfantasi dan membayangkan kalau saja ada iPhone App Developer Day. Seperti konferensi, workshop garage untuk para iPhone developer berbagi ilmu dan juga mendapatkan tutorial secara langsung dari pengembang aplikasi iPhone tingkat dunia. Anggaplah acara 3 hari di Bali, dimana pembicara yang datang merupakan otak di balik aplikasi-aplikasi iPhone terkemuka yang berbagi ilmu kepada anda.
Kenapa Bali? Ya tentu karena lebih menarik bagi tamu asal luar negeri, dan juga menjadi alasan tambahan bagi pengembang aplikasi iPhone asal luar negeri untuk datang ke Bali dan mengikuti iPhone App Developer Day ini. Apalagi dengan pembicara-pembicara kelas dunia yang berpartisipasi di developer day ini.
Bali and Application Engineering is a perfect match!
Andaikan saja, misalnya nih, acara iPhone App Developer Day ini benar-benar diadakan dan anda punya kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dengan melontarkan ide, kira-kira anda ingin acaranya seperti apa? Apakah hanya konferensi atau seminar? Atau kita harus get down and dirty dengan kode-kode pemrogramman secara langsung? Konsep acara seperti apa yang anda inginkan? Silahkan sampaikan melalui kolom komentar.
Romi Satria Wahono: 10 Kiat Mengurus Administrasi KPR
(2010-02-06 01:58:07)Masim Vavai Sugianto: Instalasi Zimbra 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit Bagian Pertama
(2010-02-05 22:51:24)Tutorial berikut ini akan menjelaskan langkah demi langkah untuk melakukan instalasi Zimbra mail server versi 5.0.21 pada openSUSE 11.2 32 bit. Zimbra 5.0.21 adalah Zimbra versi paling update dari versi 5.x.x dan merupakan salah satu versi stabil selain versi 6.x.x.
Pada kesempatan lain saya akan menjelaskan panduan instalasi dan konfigurasi Zimbra Mail Server versi 6.x.x pada openSUSE 64 bit.
PERSIAPAN & INSTALASI SISTEM DASAR
- Install openSUSE 11.2. Saya menggunakan using openSUSE 11.2 DVD sebagai media untuk install dan memilih Text mode (server installation mode) sebagai basis instalasi untuk menghindari instalasi aplikasi yang tidak diperlukan. Sesuai dengan namanya, text mode hanya akan menyediakan akses konsole. Jika anda lebih menyukai tampilan GUI (Windows) atau baru berpindah dari sistem Windows atau hendak mencoba Zimbra, silakan pilih desktop environment KDE, Gnome atau XFCE. Jika menggunakan tampilan text mode seperti yang saya lakukan, anda harus melakukan testing Zimbra pada komputer lain, karena Firefox tidak berjalan dalam modus teks
- openSUSE secara default biasanya memberikan ukuran partisi yang besar pada /home, partisi lain untuk / (root) dan partisi swap. Zimbra tidak membutuhkan partisi /home karena semua data tersimpan pada folder /opt. Saran saya, buatlah 2 partisi (/ dan swap) dan gunakan sebagian besar harddisk untuk root folder atau /. Jika memiliki kapasitas harddisk pas-pasan atau menggunakan virtual image (VMWare, VirtualBox, Xen), gunakan partisi / minimal sebesar 10 GB. Pada prakteknya, penggunaan sistem partisi dengan RAID merupakan pilihan yang bagus sebagai mekanisme backup standar.
- Jangan lupa tentukan setting yang tepat untuk regional setting, tanggal dan waktu server. Jika server selalu online, pertimbangkan untuk menjadikan Zimbra sebagai NTP client. Silakan baca tutorial mengenai setting NTP client pada openSUSE disini : Aktivasi NTP Client untuk Akurasi Tanggal & Waktu pada openSUSE
- Non aktif semua repo yang tidak diperlukan, kecuali repo yang memang dibutuhkan untuk instalasi, dalam hal ini repo dalam bentuk DVD instalasi. Untuk non aktif repo yang tidak diperlukan, silakan buka YAST | Software | Software Repositories. Untuk menjalankan YAST pada konsole, ketik saja yast, nanti akan terbuka tampilan YAST dalam format ncurses
- Non aktif firewall, sementara waktu untuk proses instalasi. Kita bisa mengaktifkannya kembali setelah proses instalasi berjalan sukses. Masuk ke YAST | Security & Firewall | Firewall dan pilih disable the service. Jangan lupa untuk memilih pilihan “Stop Firewall Now”.
- Edit IP Address, Name Server dan isian routing dan gateway agar sesuai. Masuk ke YAST | Network Device | Network Settings dan ikuti panduan pada gambar dibawah ini
- Pilih tab Global Options. Hilangkan tanda centang pada “Enable IPv6″ jika tidak menggunakan service IPv6
- Pindah ke tab Overview. Edit dan masukkan static IP Address. isi juga subnet mask namun kosongkan isian host name. Format penulisan subnet mask bisa menggunakan format standar 255.255.255.0 atau format singkat : /24.Dalam contoh ini saya menggunakan IP address : 192.168.1.250 dan subnet mask : 255.255.255.0atau /24
- Klik Next dan pindah ke tab Hostname & DNS. Berikan nama pada hostname (contoh : mail), nama domain, Name Server 1,2 dan 3 dan juga domain search. Saya akan menggunakan Zimbra sebagai DNS Server untuk fleksibilitas, jadi format name server saya adalah sebagai berikut : name server 1 : IP Zimbra, Name Server 2 : IP DNS ISP/modem dan name server 3 diisi dengan IP DNS publik, misalnya OpenDNS atau Google DNS
- Pindah ke tab Routing dan isi IP gateway/router pada isian Default IPv4 Gateway option.
- Click OK
- Edit file /etc/hosts dan modifikasi agar tampilannya sbb (sesuaikan dengan IP anda):
Bersambung ke tutorial kedua : Installing Zimbra 5.0.21 on openSUSE 11.2 32 bit – Part 2, Setting up local DNS Server.
Artikel Terkait
Navinot: Tahun E-Commerce Juga?
(2010-02-05 14:23:55)Topik payment gateway di FreSh semalam di IDS benar-benar menggugah. Membuka mata bahwa ada sekian banyak payment gateway yang tersedia dan siap dipakai oleh siapa saja, termasuk startup.
Telco Is In The Haus
Dari sekian banyak payment gateway, sebagian besar diinisiasi oleh Telco. Make sense karena berurusan dengan Bank bukan perkara mudah. Anda harus unjuk gigi supaya bisa punya bargaining power. Plus kita harus punya cukup resource untuk mengurusi perkara legal, pe rsyaratan integrasi dan juga urusan teknis. Untuk ukuran startup yang masih bermasalah dalam hal finansial hal ini susah untuk dipenuhi.
Munculnya pemain dari Telco seperti jadi blessing buat kita semua. Secara finansial, Telco pastinya lebih punya kemampuan untuk membuat payment gateway. Begitu juga untuk urusan bargaining power. Bank yang mungkin sebelumnya masih agak ogah-ogahan untuk terjun ke dalam urusan payment gateway akan termotivasi. Dan dengan adanya kasus yang riil, policy dari BI juga akan turut terevisi. Yang belum terakomodasi akan segera dibuat dan yang belum bulletproof akan disempurnakan.
It’s All About Wallet, and Phone Number
Pulsa memang tidak diperbolehkan untuk dipakai sebagai alat jual beli, kecuali untuk layanan lain dalam satu kerangka besar produk. Oleh karena itu model e-wallet menjadi pilihan penyelenggara payment-gateway ini. Pengguna diwajibkan mengisi e-wallet-nya dengan transfer antar rekening atau cara lain. Satu di antara beberapa penyelenggara payment gateway ini ada yang memakai sejenis virtual account sehingga sewaktu mendaftar kita akan memperoleh nomer yang bisa kita jadikan rekening tujuan transfer di bank.
Sementara itu, cara transaksinya hampir seragam. Nomer hape dijadikan nomer ‘rekening’ sekaligus juga sarana klarifikasi transaksi. Apa bedanya dengan mobile banking? Bedanya adalah kita bertransaksi dengan merchant langsung, bukan transfer antar rekening. Dan levelnya juga bisa mikro. Transaksi terkecil dibatasi oleh ongkos pengiriman notifikasi. Ini adalah variasi dari satu product payment gateway.
Who Can Use It?
CMIIW, berbagai model payment-gateway ini tidak ada yang mirip Paypal. Terutama yang memudahkan siapa saja untuk mendaftar dan melakukan transaksi antar pengguna. Sejauh yang bisa saya tangkap, payment gateway ini hanya menfasilitasi Business to Consumer. Jadi Anda tidak bisa memakainya untuk membayar ongkos desainer memperbaiki CSS atau membuat logo. Dan Anda kemungkinan besar juga tidak bisa mencairkan kembali dana dari e-wallet Anda. Beberapa kekurangan ini kemungkinan besar muncul dalam rangka mengakomodasi tuntutan keamanan dan kemudahan pemrosesan.
Dari segi merchant juga tak banyak berbeda. Tanpa nama yang agak besar rasanya akan sulit untuk mendatangi salah satu penyedia kemudian meminta integrasi dengan payment gateway. Ini salah satu kelemahannya.Tiap registrasi masih memerlukan campur tangan yang cukup banyak dari pihak penyedia payment gateway. Prosesnya tidak bisa instan dan terotomatisasi. Lagi-lagi isu keamanan transaksi yang jadi pikiran utama.
In the end of this tunnel, a beautiful rainbow awaits us
Semoga saja isu-isu ini hanya bersifat sementara. Seiring dengan waktu, implementasi dan infrastruktur payment gateway akan menjadi semakin baik. Pihak bank selaku institusi keuangan, pihak pemerintah selaku regulator dan juga kultur konsumen akan semakin siap. The good news is that we don’t need to spend much. The big guys akan saling menekan dan mendorong terwujudnya ekosistem e-commerce. Modal konsumen hanya say yes pada e-commerce dan payment gateway, serta membentuk opini publik. Pihak merchant juga tak peru bersusah payah. The big guys will come after you. Mereka akan mengetuk pintu dan mempersilahkan Anda untuk bergabung. Di sinilah peran merchant untuk bersuara dan turut mendorong ekosistem e-commerce yang lebih kondusif dan implementasi payment gateway yang applicable.
So, tahun ini juga bakal jadi tahun e-commerce Indonesia?
Artikel Terkait:
- Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual Dengan semakin maraknya e-commerce di Indonesia, Virtual Consulting tidak mau...
- Apakah E-Commerce Menguntungkan? Tarif internet turun, layanan internet semakin terjangkau, pengguna semakin banyak,...
- Membuka Layanan e-Commerce Ternyata cara berjualan di internet itu ada berbagai macam model....
- E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis Setelah krisis datang, semua orang menjadi lebih peka dan lebih...
- E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas Kamera Canon di toko A mempunyai fitur yang sama dengan...
DailySocial: Evolusi Literatur Online : Evolitera
(2010-02-05 12:32:22)
Membaca buku digital memang belakangan menjadi kebiasaan yang mulai menyebar di berbagai kalangan, kebanyakan berasal dari pembaca buku konvensional (print) yang mencari alternatif metode membaca buku. Di internet-pun anda bisa membaca buku-buku digital yang tersebar dan tidak sedikit yang dilepas secara cuma-cuma oleh penulisnya. Perangkat digital reader seperti Kindle, JooJoo dan iPad makin populer dan laris manis.
Evolitera, sebuah startup lokal yang bergerak di bidang buku digital beberapa hari lalu meluncurkan situsnya sebagai perkenalan terhadap para penulis dan penikmat buku digital. Namun Evolitera ini bukan startup biasa, prestasi yang diukirnya bisa dibilang cukup signifikan. Menjadi satu-satunya startup Indonesia yang mampu masuk ke Un-Conference, Singapura tahun 2009 silam. Belum lagi terpilih menjadi Best Creative Fellowship dari Indigo Awards dari Telkom. Semua prestasi itu dicapai sebelum live, kalau sudah live tentu bisa lebih banyak award lagi yang bisa digaet.

Dan menurut pendapat pribadi saya, Evolitera memiliki model bisnis yang sustainable, unik dan menguntungkan. Evolitera memungkinkan para penulis buku untuk mengunggah buku digital mereka dan mendapatkan uang dari tiap kali buku itu diunduh oleh user lain. Jadi nantinya di buku yang diunggah itu akan disisipkan iklan dari advertiser, dan setiap kali buku itu diunduh maka advertiser akan membayar kepada sang penulis buku. Pay per download, Advertiser keluar uang, Penulis dapat uang, dan anda bisa membaca buku digital secara cuma-cuma. Dan Evolitera sendiri mendapatkan uang dari bagi hasil dengan sang penulis buku. Istilah yang Evolitera gunakan : sponsorship.
Anggaplah seperti Google AdSense untuk buku digital.
Selain model bisnis seperti itu, Evolitera juga masih membuka pintu untuk donasi dari para pembaca buku yang ingin menyumbang untuk sang penulis buku yang dia sukai. Jadi dengan adanya beberapa revenue model seperti ini Evolitera mampu membuka beberapa kesempatan mendatangkan uang, meskipun menurut saya lebih baik fokus ke salah satu model saja. Ujicoba model bisnis yang ada, dan tentukan pilihan akhir untuk pilihan yang paling efektif monetisasi.
Target utama dari Evolitera sendiri adalah penulis-penulis buku yang ingin mempublikasikan karyanya melalui dunia digital. Pada umumnya, prosedur untuk seorang penulis buku agar bukunya bisa diterbitkan oleh penerbit cukup panjang dan melelahkan. Evolitera berharap bisa menjawab pertanyaan ini dan sekaligus memberikan alternatif solusi monetisasi buku digital.
Anda suka menulis buku? Atau penikmat buku digital? Sampaikan pendapat anda di kolom komentar.
Aulia Masna: Zaprudering the iPad interface
(2010-02-05 12:09:12)
Aulia Masna: One Week App
(2010-02-05 11:39:11)An iPhone app developer in SIngapore is making an app in one week and you can follow his every move. Begins Sunday, February 7, SGT.
Aulia Masna: Microsoft responds to Dick Brass
(2010-02-05 11:25:03)
Masim Vavai Sugianto: End of Life untuk ClamAV 0.94 pada Zimbra 5.0.16 atau Versi Sebelumnya
(2010-02-05 11:23:22)
Pengumuman penting bagi para pengguna Zimbra Mail Server, khususnya pengguna Zimbra versi 5.0.16 atau versi sebelumnya, efektif mulai tanggal 15 April 2010, ClamAV anti virus versi 0.94 yang digunakan pada Zimbra versi tersebut akan memasuki masa end of life (EOL).
Starting from 15 April 2010 our CVD will contain a special signature which disables all clamd installations older than 0.95 ? that is to say older than 1 year. We plan to start releasing signatures which exceed the 980 bytes limit on May 2010.
Konsekuensi dari hal ini adalah bahwa ClamAV tidak akan menyediakan update anti-virus definitions untuk versi tersebut dan aplikasi ClamAV tidak akan bekerja. Jika ClamAV diset aktif pada Zimbra namun tidak dapat bekerja, SMTP akan merefused setiap request SMTP dan akibatnya semua email akan di deferred alias tidak dapat dikirim.
Pengguna Zimbra yang terkena dampak ini memiliki 3 pilihan untuk mengantisipasinya, yaitu :
- Melakukan upgrade Zimbra ke versi 5.0.21 atau versi 6.x.x atau
- Menonaktifkan ClamAV anti virus melalui Zimbra Admin | Server | Services dan membuang tanda check pada service anti virus atau
- Melakukan upgrade versi ClamAV ke versi update, mengikuti panduan disini : ClamAV – Updating Version – Zimbra :: Wiki
Saya pribadi lebih menyarankan untuk upgrade versi Zimbra. Sekedar catatan, end of life ClamAV versi 0.94 ini tidak akan berpengaruh pada Zimbra versi 5.0.18 keatas karena Zimbra versi tersebut sudah menggunakan ClamAV versi 0.95.
Artikel Terkait
Aulia Masna: Microsoft has become a clumsy, uncompetitive innovator
(2010-02-05 10:59:00)
Some really good insight into Microsoft by Dick Brass, a former Microsoft Vice President, on the New York Times. Unfortunately he had to remind us all about that wiggle at the end of Microsoft's Seinfeld ad.
Budi Putra: Yahoo, Bing better than Google for #iPad image search reveals
(2010-02-05 10:40:00)
With so much excitement around the device, the disappointing part is that though a week has passed since we saw the first iPad unit, Google Images still has no clue about the existence of this Apple device.
Budi Putra: Okay, so Facebook a major news site now ?
(2010-02-05 10:03:00)
Facebook is now the fourth largest source of traffic to news and media sites, according to data crunched by Hitwise. "I always knew it would happen, but not this quickly," my friend Alan Soon wrote.
Budi Putra: Sun CEO Schwartz resigns via Twitter haiku
(2010-02-05 09:45:00)
The chief executive of Sun Microsystems Jonathan Schwartz bowed out with a haiku on Twitter. He says: “Financial crisis/Stalled too many customers/CEO no more.” [Haiku is a form of Japanese poetry]
According to Chicago Sun Times, the "CEO blogger" had been expected to leave after Oracle Corp. closed its $7.4 billion acquisition of Sun Microsystems Inc. on Jan. 27.
Masim Vavai Sugianto: Download Panduan Konfigurasi DHCP Server (PDF Format)
(2010-02-05 08:26:03)DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server. Sumber : Wikipedia.
Konfigurasi DHCP Server mungkin bisa dibilang konfigurasi paling mudah dari sekian banyak service yang berjalan di sisi server, tapi pikir saya nggak ada salahnya membuat tutorial, karena bisa saja ada yang mumet melakukan konfigurasi DHCP Server, apalagi kalau cara konfigurasinya membingungkan
. Mudah-mudahan tutorial ini tidak menambah kebingungan itu
Artikel Terkait
Budi Putra: Why I switched from WordPress to Posterous?
(2010-02-05 07:30:58)My answer will be much more like a practical issue rather than a technical issue. Posterous really makes my blogging activity easier: updating post, uploading pictures or even commenting can be done just via e-mail. That's a really magical platform, I must say. For a blogger like me, having busy to upgrade here and there and experiencing security issues (like I had when using WordPress) is really wasting my time. All I need is writing and writing --no matter where, when and how. And now, I can do that easily, thanks to Posterous.
DailySocial: Hovercards: Fitur Baru Dari Twitter
(2010-02-05 07:11:03)Tanggal 3 Februari waktu US, Twitter mengumumkan sebuah fitur baru bernama Hovercards. Twitter menulis di blog mereka, fitur ini menawarkan sebuah UI baru bagi para tweeters yang memungkinkan user melihat profile user lain langsung dari time line Twitter anda.
Fitur ini belum berjalan untuk semua user, hanya user Twitter tertentu saja, like Twitter always do, untuk fitur yang baru diluncurkan.
Hovercards akan berfungsi ketika anda menggerakkan kursor pada avatar user lain atau nama user setelah simbol @, nantinya akan ada pop up kecil atau yang dinamakan card yang berisi keterangan tentang user tersebut.
Salah satu alasan kenapa Twitter meluncurkan fitur ini dikarenakan banyak user yang menggunakan Twitter untuk membaca dan menulis tweets, jika kita ingin melihat profil seseorang kita harus mengklik avatar atau nama user tersebut dan membuka tab baru. Fitur ini berfungsi untuk memotong beberapa langkah tersebut, sehingga user bisa tetap membaca tweet di timeline mereka, sambil melihat profil serta berinteraksi dengan user lain.
Selain itu Hovercards memungkinkan anda untuk mengirimkan DM kepada orang yang anda follow, karena Hovercards menyediakan pop up tambahan yang akan menyediakan informasi lain yang lebih lengkap.
Saya sendiri merasa fitur ini agak telat muncul, karena bagi saya dan mungkin juga anda yang menggunakan aplikasi pihak ketiga atau Twitter client seperti HootSuite, misalnya, fungsi ini sudah lama muncul, tentu dengan format yang berbeda tapi fungsinya sama, misalnya di HootSuite ketika anda mengklik nama user atau avatar mereka akan muncul pop up kotak kecil yang berisi profil user, termasuk fitur untuk follow, unfollow, DM, reply dan Add To List, juga berbagai informasi lain seperti data alamat situs user tersebut jika mereka mengisinya di profil Twitter mereka.
So what so special dengan fitu baru ini? Salah satu dari sedikit kelebihan yang bisa saya lihat adalah, fitur ini akan sangat berguna bagi mereka yang menggunakan Twitter lewat web mereka dalam berinteraksi dengan relasi mereka alih-alih twitter client. Mereka yang fanatik menggunakan aplikasi Twitter di Web atau belum terbiasa dengan aplikasi pihak ketiga, saya pikir akan sangat senang dengan fitur ini.
Atau, bisa jadi Twitter ingin menyasar pada new user yang baru saja menemukan Twitter dan mulai keranjingan untuk menggunakan fasilitas ini. Saya setuju dengan artikel di The Next Web yang membahas tentang fitur baru ini, fitur Hovercards baru saja diluncurkan, dan masih untuk pengguna terbatas, tapi fitur ini merupakan salah satu indikasi bagi Twitter, bahwa mungkin saja mereka akan meluncurkan fitur-fitur lain yang membantu para pengguna mereka untuk memaksimalkan dalam berinteraksi menggunakan Twitter, terutama untuk tweeters yang menggunakan web Twitter.
Bagaimana dengan anda, apakah anda termasuk salah satu pengguna yang diberi kesempatan untuk menggunakan fitur ini, jika iya anda bisa memberikan pendapat anda pada kolom komentar. Atau anda punya pendapat lain tentang fitur dari twiiter ini, anda juga bisa membaginya untuk para pembaca DailySocial lainnya dengan menuliskan komentar anda pada kolom komentar.
Screenshoot diambil dari blog Twitter
DailySocial: Mengintip Data Mobile Internet di US
(2010-02-05 07:09:57)Jika sebelumnya kita pernah mengintip perilaku mobile online dari data yang dikeluarkan oleh Opera Mini, maka kini mari kita lihat hasil survey yang dilakukan oleh Media Information Company Nielsen tentang perilaku mobile di US yang tergambar dari 10 besar situs yang diakses secara Mobile. Saya menyusun ulang bagan dari data yang diambil dari situs mereka, anda bisa melihat sumber aslinya di sini, atau langsung membaca data berikut:
Seperti yang ditulis VentureBeat, pengguna internet mobile di Amerika banyak yang mengakses situs yang berhubungan informasi cuaca , berita dan olahraga dikarenakan mereka ingin mendapatkan berbagai informasi tersebut ketika mereka sedang berpergian.
Sedangkan MSN serta AOL memang masih populer di US selain dari situs yang disebutkan tadi, berbagai situs lain juga populer di Indonesia, termasuk Google, Yahoo! dan Facebook. Seperti yang disebutkan oleh Nielsen, perilaku pengguna mobile internet di US tidak jauh dari 3 kegiatan utama, melakukan pencarian, menggunakan e-mail serta mengakses situs social networking.
Sepertinya tidak jauh beda dengan pengguna internet mobile lokal, penyedia jasa email dan situs social networking memang masih mendominasi, sebagai situs yang paling sering dikunjungi oleh para pengguna internet mobile.
Sumber: The Nielsen Company
Firman Firdaus: Sweat the small stuff
(2010-02-04 23:54:22)Affan Basalamah: Apapun router/firewall nya, OS nya tetap FreeBSD :)
(2010-02-04 22:46:15)Assalamu ?alaikum wr.wb.
Juniper SRX650. Baru dateng tadi sore.
Pas booting di serial console nya keluar tulisan seperti ini:
U-Boot 1.1.6 (Build time: Oct 9 2009 – 11:16:01)
SRX_650 board revision major:0, minor:8, serial #: AABA3636
OCTEON CN5650-SCP pass 2.1, Core clock: 700 MHz, DDR clock: 333 MHz (666 Mhz data rate)
DRAM: 2048 MB
Starting Memory POST…
Checking datalines… OK<snip>
Copyright (c) 1996-2009, Juniper Networks, Inc.
All rights reserved.
Copyright (c) 1992-2006 The FreeBSD Project.
Copyright (c) 1979, 1980, 1983, 1986, 1988, 1989, 1991, 1992, 1993, 1994
The Regents of the University of California. All rights reserved.
JUNOS 10.0R1.8 #0: 2009-11-03 10:06:39 UTC
builder@ormonth.juniper.net:/volume/build/junos/10.0/release/10.0R1.8/obj-octeon/bsd/sys/compile/JSRXNLE
JUNOS 10.0R1.8 #0: 2009-11-03 10:06:39 UTC
builder@ormonth.juniper.net:/volume/build/junos/10.0/release/10.0R1.8/obj-octeon/bsd/sys/compile/JSRXNLE
real memory = 2147483648 (2048MB)
avail memory = 1083334656 (1033MB)
cpuid: 0, btlb_cpumap:0xffffffff
FreeBSD/SMP: Multiprocessor System Detected: 12 CPUs
Initializing watchdog interuptLoading RT Fifo module…..
Loaded RT Fifo module
pmap_helper loaded (interface version 6, syscall 210)
cpu0 on motherboard
: CAVIUM’s Octeon CPU Rev. 0.9 with no FPU implemented
L1 Cache: I size 32kb(128 line), D size 8kb(128 line), sixty four way.
L2 Cache: Size 128kb, ? way
Wedew, pake processor Octeon toh ? Pantesan berani dijual untuk jadi router firewall yang hardware-based. Diagram processornya ada di bawah ini.
Basically dia ini System-on-a-Chip (SoC) berbasis MIPS64 dengan 12 core prosesor. Semua fitur yang dulunya dijalankan di level software seperti scheduler, TCP unit, sampai compression/decompression sekarang dijalankan di level chip, yang mestinya meningkatkan kinerja sistem.
Informasi lebih lanjut tentang barang Octeon CN5650 itu ada di sini.
Tapi yang jelas, Operating System nya tetap (turunan) FreeBSD. Jadi sedjak tahoen 1996, ITB soedah konsisten oentoek menggoenakan Operating System FreeBSD sebagai OS dari gateway routernya, namun pada platform arsitektur komputer yang berbeda: Intel i386, Intel AMD64/EMT64 dan Octeon Multicore-MIPS64
Pekerjaan menunggu: memindahkan konfigurasi router dan firewall existing ke sistem ini sambil mempersiapkan pemindahan router lama ke router baru dengan downtime sesedikit mungkin. Tujuan akhirnya adalah agar kualitas sambungan jaringan di kampus ITB ke luar jadi membaik drastis dengan fitur-fitur yang membantu meningkatkan angka harapan hidup admin (yang dulunya cuma 56 tahun, mudah-mudahan bisa naik menjadi 63 tahun)
Eh, ini saya udah lama ya nggak ngeblog?
Wassalam,

Aulia Masna: Is the iPad One Gadget Too Many?
(2010-02-04 19:12:00)
“The last decade was defined by mass adoption,” says Sean Dubravac, the association’s director of research. “We loaded up. The next decade will be defined by refinement and a refocus on usability and functionality.”- The Jakarta Globe
How many gadgets do you own?
I've got my MacBook, iPhone, and a SonyEricsson K810.
Considering the iPad to possibly replace my MacBook as my primary portable device, leaving the notebook as a home or office appliance. Another gadget in the pipeline is a compact camera, perhaps a Canon G series model but it's not a priority.
I like to keep things minimal and portable. As it stands my bag is already too full carrying the accessories including a portable drive, power adapter, firewire and usb cables, a couple of flash drives, books, papers, sample products for review, flashlight for emergencies, etc.
Having just the phones and the iPad would reduce the clutter that I carry on most days. A big plus is the lack of weight. The MacBook is about 2.3 Kg while the iPad is only 0.68 Kg. That's a whole lot of weight off.
Aulia Masna: The Economist on Apple's innovation
(2010-02-04 17:16:53)
Masim Vavai Sugianto: Intermezzo : Cergam Patas Vs Biker
(2010-02-04 16:43:36)Kemarin selepas acara launching distributor Novell untuk Indonesia, saya pulang bersama Medwinz dan turun di Jl. Jend Gatot Subroto. Medwinz kembali ke kantor sementara saya pulang ke Bekasi naik patas AC 05 Blok M-Bekasi. Halte tempat saya menunggu merupakan tempat checklist para petugas patas jadi saya tidak perlu susah-susah mencari bis karena semua patas Mayasari Bhakti yang ke Bekasi berhenti disitu.
Mungkin sudah menjadi takdir
saya tidak bisa langsung pulang dengan sentosa. Saya tidak naik bus pertama karena penuh.Saya malas kalau harus berdiri gemetaran didalam bus karena saya nggak kuat lama-lama berdiri. Saat bus kedua lewat, barulah saya naik. Selain karena masih ada kursi kosong, bus ini akan keluar di pintu tol Bekasi Timur yang notabene lebih dekat ke rumah saya dibanding jika saya naik bus jurusan pintu tol Bekasi Barat.
Baru saja kondektur hendak meminta ongkos, tiba-tiba bus berhenti mendadak, kemudian terdengar teriakan dan ada suara kaca pecah. Penumpang langsung bangkit semua dan bertanya-tanya, sementara dibagian depan (saya duduk dibagian belakang) terdengar suara ribut seperti ada yang berkelahi.
Saya langsung kabur turun dan kemudian melihat kedepan. Ternyata ada pengendara sepeda motor yang hampir terserempet bus saat bus mengambil penumpang. Ia tidak terima dan marah karena menganggap bus tidak ada niat bertanggung jawab dengan indikasi (menurut dia yang saya dengar saat nguping
) bus hendak langsung pergi. Kemarahannya dia lampiaskan dengan memotong jalur bus, memarkir sepeda motornya didepan bus, menghancurkan kaca spion dan merusak karet wiper kaca depan. Saat ditegur oleh penumpang, ia tidak terima dan memukul penumpang, jadilah keributan antara penumpang+awak kendaraan versus pengendara sepeda motor.
Karena pengendara sepeda motor dianggap arogan, penumpang bus banyak yang turun dan kemudian ikutan memukuli pengendara sepeda motor. Saya jadi bingung siapa yang benar siapa yang salah. Klakson bertalu-talu dan kemacetan panjang yang terjadi membuat semakin banyak orang marah. Butuh sekitar 10 petugas polantas dan harus berpindah tempat perkelahian sebanyak 3X untuk meredakan kekisruhan dan melancarkan arus lalu lintas.
Saya, akhirnya terpaksa pulang naik taksi… Mestinya keluar biaya transport Rp. 6.500,- jadi keluar Rp. 65.000,-
Artikel Terkait
Masim Vavai Sugianto: Teknologi Virtualisasi : Konfigurasi & Penggunaan Xen Hypervisor pada openSUSE/SLES
(2010-02-04 15:12:10)Setelah kita berhasil melakukan instalasi Xen Hypervisor, kita bisa langsung membuat guest OS. Perlu dipahami bahwa Xen memiliki keistimewaan dalam melakukan emulasi penggunaan hardware antara Guest OS dengan hostnya dalam bentuk paravirtualization, yaitu pemanfaatan modul pada kernel yang dioptimasi secara khusus. Paravirtualization bisa dilakukan untuk sistem operasi yang sama, misalnya SLES sebagai host terhadap openSUSE sebagai guest, namun hal ini tidak bisa dilakukan pada sistem Windows.
Sistem Windows sebagai guest pada Xen menggunakan model full virtualization, dan ini memerlukan dukungan processor yang memiliki fasilitas VT atau Virtualization Technology. Kita bisa mengaktifkan kemampuan VT ini melalui setting BIOS. Untuk pengecekan apakah komputer memiliki kemampuan VT atau tidak dapat membaca tulisan mas Dedy “Milisdad” Heryadi disini. Untuk perbedaan antara full dan paravirtualization, silakan lihat artikel saya sebelumnya, Teknologi Virtualisasi : VirtualBox & Xen Hypervisor, Full Virtualization & Paravirtualization.
Untuk membuat guest OS baru, silakan ikuti panduan berikut ini :
- Buka YAST | Virtualization | Create Virtual Machines. Klik Forward


- Wizard berikutnya akan menanyakan apakah kita hendak melakukan instalasi sistem baru, memindahkan image atau mengupgradenya, silakan pilih I need to install an Operating System untuk membuat guest OS baru

- Tahap berikutnya adalah menentukan sistem operasi untuk Guest

- Pada wizard terakhir, kita bisa menentukan kapasitas harddisk yang diinginkan untuk Guest OS, mounting file ISO atau CD ROM untuk DVD instalasi, menentukan memory, hingga menentukan (opsional) autoyast untuk otomatisasi konfigurasi. Jangan lupa memberi nama virtual machine pada bagian ini dengan nama yang lebih mudah dipahami (misalnya : storage untuk virtual machine yang digunakan untuk file server dll). Kapasitas disk yang ditentukan akan mengisi kapasitas harddisk fisik secara dinamis, dalam arti bisa saja harddisk diset sebesar 80 GB namun isinya secara fisik baru 4 GB sesuai dengan data yang ada pada virtual machine

- Jika sudah diset semua, klik OK. Xen akan mulai melakukan instalasi Guest OS. Xen menggunakan TightVnc untuk melakukan instalsi secara remote.

- Jika kita ingin mengelola Xen atau utuk menjalankan Guest OS, kita bisa menggunakan menu YAST | Virtualization | Virtual Manager

Dari tutorial diatas dapat dilihat bahwa instalasi, konfigurasi dan penggunaan Xen Hypervisor di openSUSE sudah sangat mudah untuk dikelola.
Artikel Terkait
DailySocial: Now Live: Wolipop Dari Detik
(2010-02-04 14:51:20)
Masih ingat tentang dua situs keluaran terbaru dari Detik, salah satu situsnya bernama Wolipop, dan baru saja live setelah sebelumnya hanya menaruh pengumuman awal saja disitus mereka.
Sesuai dengan berbagai elemen yang ada disitusnya di screenshot awal situs ini di artikel DailySocial yang lalu, Wolipop hadir sebagai ’sebuah situs yang khusus membahas seputar dunia perempuan’. Seperti yang ditulis di editor’ notes situs Wolipop, tema yang akan dibahas di situs ini nantinya adalah tema-tema yang berkaitan dengan perempuan seperti fashion, beauty, love & sex, weeding dan lainnya. Wolipop akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan informasi perempuan modern yang selalu up-to-date.
Ok, bisa kita lihat positioning situs ini dan segmentasi yang mereka pilih, tapi sebelumnya, terus terang saya masih agak bingung, pertama bentuk situs ini sebetulnya akan menjadi blog, portal, majalah online, atau online shop? Atau malah gabungan dari semuanya?
Ada tiga tab di halaman muka situs Wolipop, salah satunya berisi editor’s note, kalau melihat ini berarti akan ada banyak artikel atau informasi berbasis teks dan mungkin foto, atau bahkan liputan-liputan tertentu yang adan di edit atau dipilah-pilah oleh editor, mungkin juga nantinya akan ada tema tertentu dalam jangka waktu tertentu yang akan menjadi benang merah informasi yang ada disitusnya.
Kenapa saya bilang mungkin, pertama, jika anda menulis alamat Wolipop, anda akan langsung diarahkan pada halaman registrasi, bukan pada halaman editor’s note, atau bukan pada halaman pembuka yang berfungsi sebagai pemberitahuan yang bertujuan untuk menjelaskan situs ini adalah situs apa.
Lalu dibagian registrasi juga tidak ada keterangan apapun tentang untuk apa user diharuskan registrasi, hanya ada tag line ‘it’s your dream bag’, beserta nama mereka tas, dan tag line promosi. Keterangan tentang untuk apa untuk apa registrasi ini dilakukan justru ada di halaman editor’s note.
Ada yang bilang user lokal itu paling tidak mau ribet, maunya selalu yang to the point, nah, disitus ini saya kurang melihat peran Wolipop dalam memberikan informasi yang lengkap pada situs mereka, atau minimal menaruh informasi tepat dibagian dimana program itu berada.
Wolipop menarik pengunjung dengan membuat semacam kuis yang akan membagikan hadiah berupa tas-tas bermerek yang akan diumumkan hasil pemenangnya pada Maret 2010, apakah ini menunjukkan bahwa situs ini baru akan siap secara keseluruhan termasuk artikel atau informasi lain bulan Maret?
Yang pasti jika anda melihat tab ketiga di situs ini, yaitu tab giveaway maka disana ada sekitar 13 kotak-kotak hadiah. Kolom ini tidak bisa diklik yang berarti hanya sebatas daftar, mungkin saja ini daftar hadiah-hadiah yang akan dijadikan semacam quiz di situs Wolipop, atau malah sponsor?
Yang menarik adalah penggunaan ikon Farah Quinn sebagai brand ambasaddor dari situs ini. Yang menarik tentu saja bukan hanya sosok Farah (:D) tetapi dengan menggunakan ikon selebritis yang juga chef ini memberikan sinyal bahwa situs Wolipop tidak akan main-main dan mungkin saja akan menjadi salah satu situs khusus perempuan yang akan menjadi besar seperti Detik.
Karena penasaran saya mengisi lengkap form registrasi, siapa tau saya nanti memenangkan hadiah tas dari situs ini.
Bagaimana pendapat anda, meski informasi yang ada masih sedikit, tapi setidaknya kita bisa melakukan prediksi, apakah situs ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi Detik untuk mendapatkan pemasukkan lain selain Detik.com? Atau anda punya pendapat lain, mari share komentar anda pada kolom komentar.
Kemas Yunus Antonius: Linux Virus
(2010-02-04 13:51:49)The following comic can tell you more about it. I agree!

He says this is the year of Linux on the desktop! The world of Windows will fade any moment now!
(Source: http://xkcd.com/694/)
—–
I just would like to break the silence in these first months of the year. Guys, this is my first entry in 2010 and I am getting excited to delivering many ‘interesting and useful’ entries this year. We’ll see!

Masim Vavai Sugianto: Catatan dari Acara Peluncuran Distributor Novell untuk Indonesia
(2010-02-04 10:48:21)Seperti yang saya tuliskan pada posting sebelumnya, kemarin saya datang ke acara peluncuran distributor Novell untuk Indonesia, PT. Extol Indonesia.
Saya berangkat dari Bekasi sekitar pukul 07.15, dengan asumsi bahwa saya bisa sampai ke lokasi acara sebelum waktu registrasi pukul 09.15 WIB. Ternyata saya salah perhitungan. Sempat terkena kemacetan parah selepas pintu tol Pondok Gede Timur dan pintu masuk tol dalam kota, saya juga sempat terhambat kemacetan akibat adanya demo dan baru sampai di lokasi di Penang Bistro jalan Kebon Sirih (dekat tugu Tani/Jalan Jaksa) selepas pukul 10.00 WIB. Saya sempat ragu apakah jadi masuk atau tidak, karena sudah terlambat hampir 1 jam.
Akhirnya saya memutuskan untuk tetap masuk. Kalaupun tidak bisa masuk, saya hendak menelpon pak Ghazali Maliki dari PT. Extol Indonesia untuk sekedar say hello dan mengabarkan kedatangan saya.
Ternyata saya bisa masuk dengan mudah karena banyak juga peserta yang terlambat akibat kemacetan seperti yang saya alami. Agak kikuk juga masuk ke ruangan saat presentasi dari Mr Tee Kok Ong-Area Business Manager, ASEAN Data Center, End User Computing, Identity & Security-sudah dimulai.
Presentasi awal mengambil tema “Your Linux Is MORE THAN Ready ? SUSE Linux Enterprise”. Disini dijelaskan mengenai mengapa perusahaan perlu mempertimbangkan penggunaan solusi open source, dukungan dan support terhadap open source, penjelasan mengenai SLES dan perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sudah menggunakan SLES sebagai basis server mereka.
Saat presentasi berlangsung, ada seorang peserta yang juga datang terlambat dan duduk didepan saya. Ternyata ia adalah Muhammad Edwin Zakaria, aktivis openSUSE Indonesia dan sama-sama menjadi openSUSE Ambassador & openSUSE member untuk Indonesia. Ia datang langsung dari site project di Jambi, mendarat di bandara Soekarno-Hatta pagi itu dan sempat terjebak kemacetan akibat demo. Medwinz datang mewakili perusahaaannya yang bergerak dibidang system integrator dan banyak menggunakan solusi berbasis SUSE.
Pada saat Coffee Break, saya berbincang dengan pak Ghazali Maliki mengenai sosok Komunitas openSUSE Indonesia, aktivitas yang dilakukan dan beberapa kegiatan serta rencana yang akan dilakukan ditahun 2010. Saya juga sampaikan bahwa jika ia memerlukan dukungan komunitas openSUSE Indonesia, saya akan membantunya untuk bisa bekerja sama dengan komunitas. Saya juga sampaikan pandangan saya mengenai beberapa hal penting mengenai hambatan promosi penggunaan SUSE atau product Novell lainnya di Indonesia, yaitu community building dan mindset yang salah kaprah soal kerja sama antara Microsoft dengan Novell.
Community building menurut saya sangat penting untuk membangun calon-calon customer, sedangkan mindset yang salah kaprah soal kerjasama Microsoft dengan Novell harus diluruskan dengan mengadakan edukasi yang lebih gencar. Sekedar pengingat, kerja sama antara Microsoft dengan Novell dipandang negatif oleh sebagian aktivisi Linux dan dianggap sebagai pengkhianatan, meski model kerjasama itu lebih kepada interoperabilitas antar aplikasi Microsoft dan Linux. Contoh paling mudah dan malah banyak digunakan adalah kemampuan OpenOffice membuka dan melakukan edit dokumen-dokumen yang dibuat menggunakan aplikasi Microsoft Office 2007. Kode-kode interoprabilitas antar keduanya merupakan imbas dari kerjasama ini, yang kemudian dishare oleh Novell kepada upstream, dalam hal ini OpenOffice.org.
Sesi kedua diisi dengan penjelasan mengenai “Affordable Consolidated Disaster Recovery ? PlateSpin Forge”. Saya pribadi masih asing dengan aplikasi PlateSpin, namun dari penjelasan Mr Tee Kok Ong, bisa ditangkap bahwa PlateSpin Forge ini bertindak sebagai konsolidator dari aplikasi virtual machine untuk memudahkan proses backup dan recovery.
Sesi ketiga sebelum berakhir dengan makan siang adalah penjelasan mengenai “How Safe Is Your Data ? Novell Security Management” yang membahas solusi integrated system dan single sign on serta verifikasi keamanan data menggunakan Novell Security Management.
Dari presentasi diatas, ada beberapa kesimpulan penting yang bisa diambil, yang beberapa diantaranya banyak disalahpahami oleh user pengguna. Beberapa kesimpulan itu malah saya konfirmasikan ulang pada pak Ghazali Maliki dan Mr Tee Kok Ong sendiri. Berikut adalah kesimpulan tersebut :
- SLES dan SLED gratis dan free untuk digunakan, sepanjang kita tidak memerlukan dukungan support pada pihak Novell/Novell Partner. DVD atau ISO SLES dan SLED memang menuliskan keterangan mengenai evaluation kit, namun evaluation kit bukan untuk membatasi penggunaan melainkan terkait dengan support. Jadi, evaluation kit selama 60 hari berarti kita dapat bertanya pada pihak Novell mengenai masalah instalasi dan konfigurasi SLES/SLED. Setelah masa evaluation kit berakhir, user masih tetap dapat menggunakan SLES/SLED. Biaya subscription dikenakan jika kita menginginkan support diluar periode evaluation kit
- SLES dan SLED dirilis tiap 2 tahun, dengan masa support hingga 7 tahun dan menggabungkan paket stabil dari 3-4 rilis openSUSE. SLES dan SLED, sesuai namanya memang ditujukan untuk pengguna skala perusahaan yang relatif lebih mengutamakan stabilitas ketimbang penambahan software atau update tertentu yang belum tentu stabil.
- Bagi pengguna yang lebih menginginkan rilis cepat, memuat aplikasi terbaru dan bisa dimodifikasi secara bebas, bisa memilih untuk menggunakan openSUSE. Perbedaan utama dari SLE dengan openSUSE adalah dari sisi support, masa rilis (openSUSE dirilis tiap 8 bulan) dan integrasi library yang memerlukan lisensi khusus. Sebagai contoh, dukungan multimedia atau driver NVIDIA dan ATI di Linux dibolehkan untuk pengguna akhir (end user) namun tidak boleh dibundle oleh perusahaan. Jika perusahaan melakukan bundle, perusahaan wajib membayar biaya lisensi pada pihak vendor. Hal ini yang menjadi alasan utama mengapa openSUSE, Ubuntu, Fedora dan berbagai distro besar berlisensi GPL tidak menyertakan paket-paket yang termasuk dalam restricted format
- PT. Extol Indonesia tidak menjual produk Novell secara langsung. PT. Extol Indonesia akan merujuk klien yang menginginkan solusi SLES/SLED pada para Novell Partner di Indonesia. Fokus utama peluncuran kemarin adalah undangan pada para system integrator untuk menjadi Novell partner di Indonesia.
Acara berakhir menjelang pukul 14.00 WIB, diakhiri dengan acara makan siang. Saat acara berakhir ini saya bisa berdiskusi lebih banyak dengan Mr Tee Kok Ong. Ia juga memberikan beberapa merchandise untuk teman-teman komunitas dalam bentuk DVD SLES & SLES baik versi 11 maupun versi 10 SP2, sticker dengan gambar Geeko, gantungan kunci berlogo geeko dan beberapa merchandise lainnya. Pak Ghazali menambahkan beberapa t-shirt dengan logo Geeko. Merchandise tersebut rencananya akan saya jadikan hadiah pada acara openSUSE Workshop di Unikom Bandung.
Saya pulang bersama Medwinz dan turun di Jl. Gatot Subroto. Ia kembali ke kantor sementara saya langsung pulang ke Bekasi.
Artikel Terkait
DailySocial: Amazon Assist, Mempermudah Belanja Online
(2010-02-04 07:17:40)Sebagai salah satu toko online terbesar apapun yang dikerjakan Amazon pasti menarik untuk dicermati, apalagi kalau Amazon membuat aplikasi yang bisa digunakan di Firefox. Baru-baru ini Amazon meluncurkan sebuah aplikasi add-on yang bekerja pada browser Firefox, aplikasi ini bernama Amazon Assist.
Amazon Assit adalah add-on yang akan membantu anda dalam menemukan produk yang anda cari di Amazon.com,
sambil anda menjelajah produk-produk yang anda cari ini di web. Informasi tentang produk dari Amazon akan diberikan langsung dari browser anda ketika anda membutuhkannya.
Secara sederhana cara kerjanya mirip dengan add-on yang berfungsi untuk mempermudah pencarian, anda bisa mendownload aplikasi add-on-nya di sini, kemudian menginstalnya seperti anda menginstal add-on , seperti yang biasa dilakukakn untuk menginstal add-on dari Firefox, restart Firefox anda, dan Amazon Assist bisa digunakan.
Add-on ini terletak dibagian bawah halaman web anda, ada 3 cara kerjanya, pertama membantu anda dalam mencari produk-produk di Amazon.com tanpa meninggalkan halaman browser yang sedang anda buka, kedua ketika anda sedang melakukan pencarian barang atau produk di search engine tertentu, lalu anda ingin mengetaui berapa harga barang itu di Amazon, anda tidak perlu meninggalkan dan membuka tab baru, cukup copy paste atau mengetikkan kata kunci yang sesuai dengan yang anda cari, dan Amazon Assist akan memunculkan produk yang anda cari itu dalam bentuk pop up di bagian bawah.
Dan yang ketiga kemudahan dalam melihat detail produk, ketika pop up hasil pencarian produk sudah ada, anda cukup menggeser mouse anda diatas gambar yang anda cari, maka info produk barang tersebut di Amazon.com akan langsung tersedia, termasuk info harga, rating produk, stok sisa, serta tab pembelian Amazon yang akan langsung menghubungkan anda dengan keranjang belanja anda.
Beberapa kelebihan lain dari aplikasi ini yaitu compatible dengan berbagai search engine dan website, mendisplay data harga serta keterangan produk yang up-to-date, anda bisa mencari produk sesuai dengan department yang ada di Amazon, yang bisa menghemat waktu anda dalam mencari produk tertentu, tersedia juga pilihan bagi user yang hanya ingin menampilkan Amazon Prime Results.
Aplikasi ini meluncur dalan versi beta dan masih memungkinkan adanya ketidaksempurnaan dalam fitur-fiturnya. Meski saya bukan pengguna Amazon, tapi saya penasaran untuk mencoba aplikasi ini, bagi anda yang merupakan pengguna Amazon yang menggunakan situs ini untuk membeli berbagai barang, informasi ini akan membantu anda terkoneksi dengan toko Amazon dimanapun anda berada di dunia internet, termasuk ketika anda sedang menjelajahi internet dan menemukan secara tidak sengaja produk yang anda cari, lalu ingin membelinya di Amazon, add-on ini akan menjadi shortcut yang praktis, saya sendiri lebih menggunakannya untuk mencari harga atau mencari pembanding harga antara berbagai toko dengan Amazon.com.
Dengan meluncurknya splikasi ini, ditambah pula dengan popularitas Firefox, sepertinya add-on ini akan memiliki tempatnya tersendiri, kemudahan adalah apa yang ingin ditawarkan oleh Amazon Assist, sesuai dengan namanya.
Saya jadi berpikir, mungkin gak ya para pelaku online shop disini, mengambil ide dari aplikasi ini dan mengembangkan fitur tertentu yang memudahkan user atau calon konsumen untuk berbelanja, tidak hanya mengandalkan tab search saja tapi, menjemput bola, mengikuti kemana user berada.
Dengan mendekatkan diri pada user dimana pun mereka browsing, informasi produk dari toko online yang bersangkutan akan selalu dekat dengan para calon konsumen itu.
Bagaimana pendapat anda, apakah add-on dari Amazon ini akan membuat pengalaman berbelanja online naik ketingkat selanjutnya? Atau anda punya pendapat lain, mari share pendapat anda pada kolom komentar.
DailySocial: Monetization Terbaru Ala SlideShare
(2010-02-04 07:15:26)SlideShare merupakan salah satu komunitas sharing presentations paling besar yang ada di dunia internet. Situs ini merupakan situs yang memungkinkan user untuk mengupload slide presentasi, dokumen dan pdf. Proses viral adalah salah satu keunggulan situs ini yang memungkinkan konten yang kita upload tersebar lewat blog, social network seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn dan tentu saja tersebar ke komunitas SlideShare yang besar.
Dengan komunitasnya yang besar, termasuk pertumbuhan monthly visitors sebanyak 25 million, situs ini merupakan salah satu situs yang berguna bagi pemilik konten maupun pembaca konten, saya sendiri termasuk salah satu penggemar situs ini, karena bisa mendapatkan berbagai informasi yang berguna dan berbobot, termasuk bahan-bahan social media maupun konten ilmiah.
Seperti yang ditulis ReadWriteWeb, SlideShare meluncurkan sebuah program yang merupakan salah satu program yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan. Fitur baru dari SlideShare ini adalah custom channels untuk kalangan bisnis. SlideShare menyediakan microsite yang memungkinkan para pemilik bisnis atau brand untuk mengupload dan membuat showcase presentasi mereka, whitepapers, e-books, serta webinars yang ditujukan untuk kalangan profesional.
SlideShare menjelaskan bahwa fitur ini akan memberikan paluang bagi pemilik brand untuk men-drive trafic pada situs mereka dan atau melakukan pengukuran atas hasil bisnis mereka. Dengan komunitas yang besar, SlideShare menawarkan interaksi yang masif ini bagi para pemilik brand untuk juga mengarahkan audience ini ke microsite yang bisa dikustomisasi oleh pemilik brand dengan, tentu saja ciri-ciri keunikan tersediri yang mencirikan brand pemilik microsite tersebut.
SlideShare Branded Channels ini merupakan pelangkap dari 2 produk lain dari SlideShare yang bertujuan untuk strategi monetization mereka, dua produk lainnya yaitu AdShare dan LeadShare, masih seperti yang ditulis ReadWriteWeb, channels baru dari SlideShare ini masih diperuntukan bagi kalangan bisnis skala besar, belum jelas juga apakah user umum atau kalangan bisnis yang lebih kecil nantinya akan diberikan fitur serupa atau memang ini hanya ditujukan untuk kalangan bisnis besar saja.
Entah anda, tapi saya sendiri tidak berkeberatan dengan adanya channels khusus untuk para pemilik merek dan perusahaan besar seperti Microsoft, McGraw-Hill, Ogilvy PR 360 Digital, sampai White House untuk membuat microsite mereka di SlideShare, selama akses untuk berbagai konten, seperti presentasi atau slide dari perusahaan besar ini bisa diakses secara gratis, lagi pula ini merupakan salah satu ide monetization yang cukup pas, mengingat kelebihan SlideShare yang terletak pada komunitasnya yang besar, sehingga mengajak para brand untuk masuk, dengan membayar sejumlah tertentu adalah program yang bisa melengkapi strategi SlideShare selain mendapatkan pemasukan dari iklan.
Saya mencoba mengunjungi microsite yang ada, salah satunya Microsoft, tampilannya memang sangat biasa, bisa jadi karena tampilan standar yang diberikan oleh SlideShare, tapi pembagian konten cukup menarik, topik dibagi menjadi beberapa bagian, terdapat juga video, aktivitas para pengunjung, link keberbagai social networking dan tentu saja iklan, tidak berbeda dengan microsite McGraw-Hill, perbedaan mencolok hanya ada di warna dasar, Microsoft putih, sedangkan McGraw-Hill dominan merah, sesuai dengan logo mereka.
Anda bisa melihat daftar microsite branded user dari SlideShare di link ini, dan jangan lupa setelah berkunjung ke situs SlideShare, anda bisa share pendapat anda tenang cara SlideShare mendapatkan revenue ini.
Budi Putra: 100 quotes every geek should know
(2010-02-03 22:37:35)
If you are a geek, or at least a self-declared geek :-), you should know these quotes --taken from movies, books, television, theater or music, thanks to the GeekDad.
- “Strange women lying in ponds distributing swords is no basis for a system of government. Supreme executive power derives from a mandate from the masses, not from some farcical aquatic ceremony.” — Dennis the Peasant, Monty Python and the Holy Grail
- “Three rings for the Elven kings under the sky, seven for the Dwarf lords in their halls of stone, nine for the mortal men doomed to die, one for the Dark Lord on his dark throne, in the land of Mordor where the shadows lie. One ring to rule them all, one ring to find them, one ring the bring them all, and in the darkness bind them. In the land of Mordor where the shadows lie.” -LOTR
- “I’m sorry, Dave. I’m afraid I can’t do that.” - HAL, 2001: A Space Odyssey
- “Spock. This child is about to wipe out every living thing on Earth. Now, what do you suggest we do….spank it?” — Dr. McCoy, Star Trek: The Motion Picture
- “With great power there must also come — great responsibility.” - Amazing Fantasy #15 (August 1962)
- “If you can’t take a little bloody nose, maybe you oughtta go back home and crawl under your bed. It’s not safe out here. It’s wondrous, with treasures to satiate desires both subtle and gross; but it’s not for the timid.” — Q, Star Trek: The Next Generation “Q Who?”
- “Five card stud, nothing wild. And the sky’s the limit” — Captain Jean Luc Picard, uttering the last line of the series, Star Trek: The Next Generation “All Good Things…”
- “If you think that by threatening me you can get me to do what you want… Well, that’s where you’re right. But - and I am only saying that because I care - there’s a lot of decaffeinated brands on the market that are just as tasty as the real thing.” - Chris Knight, Real Genius
- “We’re all very different people. We’re not Watusi. We’re not Spartans. We’re Americans, with a capital ‘A’, huh? You know what that means? Do ya? That means that our forefathers were kicked out of every decent country in the world. We are the wretched refuse. We’re the underdog.” - John Winger, Stripes
- “If I’m not back in five minutes, just wait longer.” - Ace Ventura, Ace ventura, Pet Detective
Check-out the complete list here.
Aulia Masna: Daring Fireball with Comments
(2010-02-03 15:55:47)
Firman Firdaus: Pictures of ?most remarkable places on Earth?
(2010-02-03 15:35:15)Firman Firdaus: State of the internet 2009
(2010-02-03 15:17:11)HAKItree: troubling trademarks
(2010-02-03 14:52:51)
Apple may have a fight on its hands when it launches its iPad in March. It turns out that Fujistu may have prior dibs on the trademark.
Fujitsu has been using the iPad trademark since 2002. Its version of the iPad is a touch-screen computing device that helps shop clerks verify prices, check inventory data and close sales without having to use a cash register. The chances of anyone confusing the two products is fairly slim. Fujitsu’s iPad runs Microsoft software, is quarter the size and four times the price of the iPad. Still, Fujitsu is claiming dibs on the trademark.
But Fujitsu is having its own problems trying to secure rights to the trademark. Its application to register the iPad trademark was initially blocked by an earlier trademark application filed by a Californian information technology security company, Mag-Tech. Now Fujitsu can add Apple to its trademark woes.
While this issue is based in the United States, there are other iPad trademarks registered around the world. Siemens and lingerie designer Coconut Grove are but few of the many companies with prior rights to the iPad name. Here in Indonesia, a Taiwanese company Proview owns the trademark.
Like patents and designs, trademarks are territorial. Registering a trademark in one country does not guarantee the right to use the same trademark anywhere in the world.
This will mean work for Apple's lawyers, as they try to figure out whether the iPad trademark is available available around the world. This is not as difficult as you might think.
When applying to register a trademark, the owner has to specify the goods or services it will be used for. There are 45 classes of goods and services in relation to which a trademark can be registered. These classes operate like supermarket shopping aisles, grouping similar goods and services together. Just as shopping aisles make it easy for a customer to find what they want to buy, the trademark classification system makes it easy for applicants and the Trademark Office to register trademarks.
This means that many of these prior registered iPad trademarks probably won't be a problem for Apple. Coconut Grove's trademark, for example, is registered for padded bras -- not exactly Apple's core business. The same cannot be said of Proview's Indonesian trademark, which is registered for a range of computer electronics, including touch-screens and notebook computers.
The good news is that it seems that Proview doesn't make its iPad anymore, which leave Apple with two options: negotiate a co-existence agreement with Proview, or challenge the trademark in court. In court, Apple would have to prove that Proview has not used the trademark for three years.
There are many ways to prove non-use. A tactic that is sometimes successful is to get the trademark owner to admit that they do not use the trademark, by placing an order or asking them to confirm in writing whether they distribute to Indonesia. Of course, this is unlikely to work if a trademark owner suspects that his trademark may come under attack.
The cautious approach is to carry out market surveys in key population centres and present them to the court as evidence that the trademark owner is not using its trademark. However, market surveys alone are not conclusive. Proving a trademark is not used in Jakarta does not mean it is not used in Indonesia at all.
Good luck, Apple! We can't wait to see the iPad on Indonesian shores.
Aulia Masna: UX Magazine outlines iPad Human Interface Guidelines
(2010-02-03 11:49:24)
DailySocial: PHP Di Awan
(2010-02-03 10:38:04)
Masih ingat mengenai pertemuan saya dengan Siddhartha Agarwal, salah satu Vice President di Zend Technologies? Dalam pertemuan sembari menyantap sarapan itu, terjadilah sebuah pembicaraan yang menarik selain dari diskusi mengenai strategi Microsoft-Open Source yang saya telah paparkan beberapa waktu lalu.
Pagi itu saya mencoba mengangkat topik soal penggunaan PHP di tingkat korporat sebagai produk solusi enterprise. PHP memang begitu populer di kalangan web developer untuk membuat website, CMS dan sistem informasi sederhana, namun di kalangan korporat, terutama untuk sistem informasi skala tinggi PHP bukanlah pilihan utama. Kebanyakan memilih teknologi Java, ASP/.NET, bahkan Visual Basic .NET. Mengapa hal ini bisa terjadi? Analisis saya mungkin karena PHP identik dengan open source, dan open source seringkali diasosiasikan dengan gratis, indie developers, tidak adanya dukungan teknikal secara resmi. Benarkah begitu?
Siddharta membantah analisis saya tersebut, bukan karena salah, melainkan karena sudah terjadi paradigm shift mengenai bagaimana korporat memandang open source. Kini teknologi Open Source sudah tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pengguna korporat, dan Zend sebagai perusahaan yang mendukung PHP terus mengembangkan framework PHP untuk terus mengikuti kebutuhan sistem korporat.Termasuk adaptasi/integrasi dengan platform-platform dan teknologi yang sedang populer. Misalnya, Cloud Computing.
Ya, PHP dibawah payung Zend Technologies telah mampu mengembangkan bahasa pemrogramman paling populer di dunia itu agar mampu berjalan diatas platform cloud. Amazon E3, Rackspace Cloud, GoGrid bahkan Azure merupakan beberapa platform cloud yang sudah mendukung sistem PHP. Tidak hanya itu, ternyata framework PHP sekarang sangat fleksibel dalam penggunaan server layanan cloud dimana bisa menggunakan beberapa platform cloud sekaligus tanpa banyak perubahan/adaptasi kode.
Saya pribadi beberapa tahun lalu sempat bergelut dengan PHP/Zend Framework dan kala itu memang sebagai pengguna individual, dukungan resmi tidak saya dapatkan. Meskipun ada komunitas yang sangat aktif membantu sebagai pengganti dukungan resmi, namun rasanya (kala itu) PHP/Zend memang masih belum cukup oke untuk masuk ke level korporat. Well, itu dua tahun lalu dan sepertinya saat ini keadaannya sudah sangat jauh berbeda.
Menurut anda, prospek PHP (pada khususnya) dan Open Source (pada umumnya) untuk masuk ke tingkat korporasi/enterprise cerah atau justru kalah populer dengan teknologi proprietary? Kami tunggu responnya di kolom komentar
Budi Putra: Engadget shuts down commenting
(2010-02-03 10:26:00)
The widely-read tech news blog Engadget disabled their commenting capability for the time being due to "pointless, and frankly threatening" comments. I guess they are now still trying to find-out the best way to handle this. Tell me what you think on this.
Joshua Topolsky of Engadget wrote:
Hey guys, we know you like to have your fun, voice your opinions, and argue over your favorite gear, but over the past few days the tone in comments has really gotten out of hand. What is normally a charged -- but fun -- environment for our users and editors has become mean, ugly, pointless, and frankly threatening in some situations... and that's just not acceptable. Some of you out there in the world of anonymous grandstanding have gotten the impression that you run the place, but that's simply not the case.Luckily, our commenting community makes up only a small percentage of our readership (and the bad eggs an even smaller part of that number), so while they may be loud, they don't speak for most people who come to Engadget looking for tech news. Regardless, we're going to crank things down for a little bit to let everyone just cool off, and we'll switch them back on when we feel like we've shaken some of the trolls and spammers loose from the branches (AKA swing the banhammer in our downtime). See you on the other side!
Aulia Masna: How the iPad came to Existence
(2010-02-03 10:25:10)HAKItree: proving non-use of trademarks
(2010-02-03 08:23:15)Indications are that the Commercial Court is relaxing its very strict evidential rules, making it easier for trade mark owners to delete unused pirated marks.
HAKItree: iPad, iPod... apple's trouble with IP
(2010-02-03 08:21:00)
Apple may have a few problems when it launches its iPad in March. After the much-hyped launch of the iPad, it turns out that Apple hasn't secured the trademark rights to the name of its latest must-have gadget.
Fujitsu has been using the iPad trademark since 2002. Its version of the iPad is a touch-screen computing device that helps shop clerks verify prices, check inventory data and close sales without having to use a cash register. The chances of anyone confusing the two products is fairly slim. Fujitsu’s iPad runs Microsoft software, is quarter the size and four times the price of the iPad. Still, Fujitsu is claiming dibs on the trademark. Ironically, Fujitsu is having its own problems trying to secure rights to the trademark. Its application to register the iPad trademark was initially blocked by an earlier trademark application filed by a Californian information technology security company, Mag-Tech. Now it seems that Fujitsu can add Apple's new gadget to its trademark woes. If all this sounds a bit familiar, that's because it is. The launch of new products the Macintosh, iTunes and the iPod saw trademark litigation. In 2003, the Beatles' record label, Apple Corp, sued the Cupertino-based company for allegedly breaching a trademark agreement signed 20 years earlier. After four years in court, the two companies negotiated an out-of-court settlement, but not before technology giant Cisco Systems launched a Federal suit over Apple's other must-have gadget, the iPhone.While Apple's latest trademark dispute is based in the United States, there are other iPad trademarks registered around the world. Siemens and lingerie designer Coconut Grove are but few of the many companies with prior rights to the iPad name. Here in Indonesia, a Taiwanese companyProview owns the trademark. Like patents and designs, trademarks are territorial. Registering a trademark in one country does not guarantee the right to use the same trademark anywhere in the world.
This will mean work for Apple's lawyers, as they try to figure out whether the iPad trademark is available available around the world. This is not as difficult as you might think. When applying to register a trademark, the owner has to specify the goods or services it will be used for. There are45 classes of goods and services in relation to which a trademark can be registered. These classes operate like supermarket shopping aisles, grouping similar goods and services together. Just as shopping aisles make it easy for a customer to find what they want to buy, the trademark classification system makes it easy for applicants and the Trademark Office to register trademarks. This means that at least some of the iPad trademarks that are already registered around the world won't be a problem for Apple. Coconut Grove's trademark, for example, is registered for padded bras -- not exactly Apple's core business. The same cannot be said of Proview's Indonesian trademark, which is registered for a range of computer electronics, including touch-screens and notebook computers. This could make it difficult for Apple to secure the rights to use iPad in Indonesia. The good news is that Proview doesn't make its iPad anymore, which leave Apple with two options: negotiate a co-existence agreement with Proview, or challenge the trademark in court. In court, Apple would have to prove that Proview has not used the trademark for three years. There are many ways to prove non-use. A tactic that is sometimes successful is to get the trademark owner to admit that they do not use the trademark, by placing an order or asking them to confirm in writing whether they distribute to Indonesia. Of course, this is unlikely to work if a trademark owner suspects that his trademark may come under attack. The cautious approach is to carry out market surveys in key population centres and present them to the court as evidence that the trademark owner is not using its trademark. However, market surveys alone are not conclusive. Proving a trademark is not used in Jakarta does not mean it is not used in Indonesia at all.- Proving non-use gets easier, Managing Intellectual Property October 2009 (subscription site, text only here)
- Hakitree's introduction to trademarks
- The Nice Classification of Goods and Services
HAKItree: apple's trouble with trademarks
(2010-02-03 08:03:02)
Apple may have a few problems when it launches its iPad in March. After the much-hyped launch of the iPad, it turns out that Apple hasn't yet secured the trademark rights to the name of its latest must-have gadget.
HAKItree: deleting unused trademarks gets easier
(2010-02-03 07:49:00)
Indications are that the Commercial Court is relaxing its very strict evidential rules, making it easier for trade mark owners to delete unused pirated marks.
DailySocial: Google: App Store = Solution Marketplace
(2010-02-03 07:15:05)
Berita tentang rencana Google untuk mendirikan their own app store, bagi saya merupakan sebuah berita yang mesti dipantau terus, bukan hanya karena trend aplication store sendiri yang mulai bermunculan, tapi membayangkannya Google App Store-nya saja membuat saya penasaran.
Aplication store menjadi trend bisa jadi bermula karena kesuksesan toko aplikasi dengan yang dimiliki Apple, kini mulai dari provider handphone sampai toko aplikasi web based bermunculan.
Seperti yang disebutkan oleh Wall Street Jurnal, bahwa Google sedang mempersiapkan peluncuran sebuah toko online yang menjual business software yang terintegrasi dengan web service mereka.
Toko ini nantinya akan menjual software business yang didesain oleh developer dari luar Google yang mengintegrasikan layanan mereka ke Google Apps, Google akan mengambil keuntungan dari penjualan ini.
Sedangkan The Next Web melansir sebuah tanggapan dari Google tentang hal ini, dan Google mengindikasikan bahwa mereka sudah mempunyai layanan sejenis yang itu Solution Marketplace yang merupakan sebuah tempat yang menghubungkan konsumen dengan vendor yang mempunyai solusi yang terintegrasi atas Google product yang berhubungan dengan comunnication, collaboration dan enterprise search products, dengan kata lain Google sudah punya tempat atau semacam toko untuk aplikasi mereka.

Jadi apakah Google App store ini akan benar-benar muncul atau Google akan lebih memilih mengembangkan marketplace yang sudah ada sejak April 2008 ini. Dua kemungkinan ini sebetulnya masih terbuka lebar, karena dari pernyataan yang diberikan Google, seperti yang ditulis The Next Web sendiri tidak mengindikasikan secara jelas, apa sebenarnya yang akan dilakukan Google.
Dari berbagai produk Google, terutama produk mereka untuk sistem cloud, serta Google Docs, saya sendiri berharap bahwa toko aplikasi Google benar-benar jadi kenyataan, sehingga user dimudahkan dalam berjalan-jalan di etalase toko ini dan berbelanja. Saya setuju dengan apa yang ditulis oleh The Next Web, bahwa marketplace yang sudah ada memang lebih mirip direktori alin-alih toko, dan jika saya memposisikan sebagai user awam yang ingin membeli aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ketiga atau versi bisnis dari Google apps, maka saya dipastikan akan sedikit kesulitan, karena Solution Marketplace dari Google yang sepertinya lebih diperuntukan untuk para internet savvy bukan user umum.
Dengan berbagai perkembangan teknologi cloud yang di sana Google juga ikut mengambil kendali permainan, maka peluang toko aplikasi ini saya pikir cukup besar. Penggunaan software office saja misalnya, dari yang hanya menggunakan produk keluaran Microsoft kini telah banyak yang menawarakan aplikasi sejenis dengan berbagai kepengkapan yang tidak kalah seperti misalnya Zoho, yang menyediakan fasilitas berbayar dan free, atau Open Office yang menggunakan prinsip open source dan Google Docs sendiri.
Dan tentu akan menarik jika ada sebuah situs khusus yang tidak hanya memajang apa yang ditawarkan Google sendiri, tetapi juga memajang aplikasi yang bekerja berdasarkan produk Google tetapi dikembangkan oleh pihak ketiga atau developoer di luar Google.
Mari kita lihat beberapa hari kedepan, mudah-mudahan saja ada post resmi dari Google tentang Google App Store, sementara menunggu itu, bagaimana dengan anda, jika saja Google benar-benar meluncurkan App Store-nya, bagaimana pendapat anda? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.
DailySocial: Layanan Berbayar YouTube Hasilkan $10,709.16
(2010-02-03 07:11:20)
Masih ingat layanan berbayar YouTube yang bekerja sama dengan Sundance Movie Festival? Ya, kerjasama ini merupakan salah satu kerjasama YouTube yang merupakan salah satu program trial mereka untuk menghasilkan laba serta menemukan model bisnis berbayar ala YouTube.
Seperti yang dilansir oleh The New York Times hari Selasa kemarin, ternyata program YouTube ini cukup mendapat respon lumayan, setidaknya untuk sebuah program coba-coba. YouTube dikabarkan menghasikan pemasukan sebesar $10,709.16.
Program kerjasama ini merentalkan 5 buah independent film yang terdiri dari The Cove, One Too Many Mornings, Homewrecker, Children of Invention, dan Bass Ackwards yang jika dijumlahkan secara total menghasilkan jumlah views sebanyak 2,684 views, dengan sistem sewa sebesar $3,99 per film.
Dari keterangan ini sebenarnya memang perjalanan YouTube masih sangat jauh, terutama jika dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan layanan sejenis atau jika YouTube memang berencana benar-benar menjadikan sistem ini sebagai salah satu sumber pemasukan.
Tapi seperti pihak YouTube sendiri merasa senang dengan perkembangan ini dan kemungkinan besar akan menjalankan program dengan sistem serupa. Perkembangan baik, seperti yang dikatakan oleh YouTube adalah bagi para independet film maker karena akan membantu memperluas distribusi komersil film mereka. Sistem distribusi film gaya lama, diklaim YouTube sudah tidak dengan perkembangan film indie jaman sekarang.
Sistem rental ala YouTube ini akan terus berkembang, apalagi YouTube juga berencana menggaet pihak major film untuk menjalankan sistem serupa, jadi nantinya tidak hanya film indie saja tapi juga film-film keluaran major label.
Dengan perkembangan internet yang bisa juga terintegrasi dengan sistem pemasaran gaya lama, yang dalam istilahnya Hermawan Kartajaya disebut sebagai legacy marketing, sepertinya memang peran internet harus terus dimaksimalkan untuk gaya pemasaran baru, yang disebut sebagai new wave marketing, saya pikir salah satu contohnya adalah sistem rental ala YouTube.
Jika melihat peta persaingan dengan berbagai layanan serupa seperti Netfilx, iTunes, Amazon video memang akan sangat menarik, apalagi ini baru start awal bagi YouTube, dan tentu saja ini bisa jadi salah satu contoh kasus bagi industri film disini, meski pemetaan untuk pangsa pasar Indonesia memang harus dilakukan terlebih dahulu.
Bagaimana pendapat anda, apakah sistem rental ala YouTube ini akan memberikan kesuksesan lain bagi YouTube, atau malah akan kalah bersaing dengan layanan serupa yang sudah lebih dulu ada dan sudah berkembang? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.
Sumber: The New York Times
Masim Vavai Sugianto: Distributor SLES & Produk Novell di Indonesia : PT. Extol Indonesia
(2010-02-03 03:37:38)Hari ini-Rabu 3 Februari 2010-jika tidak ada halangan saya akan menghadiri acara peluncuran Novell Distributor untuk Indonesia, PT. Extol Indonesia. Acara akan berlangsung di Penang Bistro, Kebon Sirih Jakarta Pusat.
Saya mendapat kabar mengenai peluncuran distributor untuk SLES (SUSE Linux Enterprise Server) dan produk Novell lainnya ini justru melalui Mr TK Ong, Novell Area Business Manager untuk ASEAN. Ia pernah menghubungi saya beberapa bulan sebelumnya sewaktu membicarakan perkembangan Komunitas openSUSE Indonesia.
Nama Novell sendiri selama ini mungkin lebih banyak dikenal dengan branding Netware, yang pernah cukup populer di Indonesia namun belakangan kalah saing dengan Windows NT dan Windows Server. Kehadiran Novell dengan SUSE Linux Enterprise Server, Novell Groupwise, PlateSpin dan beberapa produk unggulan lainnya sebenarnya sudah dirasakan oleh berbagai perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang induknya berbasis di Jerman atau perusahaan yang menggunakan SAP (SAP di Linux umumnya menggunakan Red Hat Enterprise Linux-RHEL dan SLES) atau perusahaan yang menggunakan server branded (IBM misalnya, merekomendasikan penggunaan RHEL dan SLES untuk pengguna enterprise), namun gaung penggunaannya sendiri belum sepopuler penggunaan Novell Netware dimasa lalu.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi PT. Extol atau distributor lainnya jika mereka ingin sukses dalam mempromosikan produk-produk berbasis Novell. Saya pribadi pernah menggunakan produk Novell Netware dan saat ini melakukan implementasi sistem berbasis SUSE/openSUSE di perusahaan dan merasakan kualitas SLES sangat qualified untuk digunakan di lingkungan perusahaan. Produk yang berkualitas ini akan sulit berkembang jika tidak ditunjang dengan promosi yang gencar dan basis komunitas pengguna yang besar. Kedua hal ini yang menjadi salah satu agenda diskusi saya jika nantinya ada kesempatan bicara mengenai komunitas dengan Mr TK Ong dan pak Maliki dari PT. Extol.
Jika ada rekan-rekan yang berencana menghadiri atau menerima undangan acara ini, silakan ping saya melalui email vavai at vavai.com.
Artikel Terkait
Yahya Kurniawan: Talkshow Mengupas Windows 7
(2010-02-02 22:50:32)Beberapa waktu yang lalu perwakilan Elex Media Yogyakarta menawari saya untuk mengisi acara talkshow di event Kompas Gramedia Fair, Java Mall Semarang dan JEC, Yogyakarta.
Tadinya saya bingung hendak saya isi dengan tema apa, tapi kira-kira sepuluh hari lalu saya mantap mengisinya dengan tema Windows 7, sekaligus membahas buku terbaru saya, 7 Langkah Mudah Menguasai Windows 7. Pada talkshow tersebut saya demokan instalasi dan pengoperasian dasar Windows 7 serta tanya jawab.
Tanggal 30 Januari 2010 saya menuju ke Java Mall, Semarang. Acara talkshow Mengupas Windows 7 di Semarang kurang begitu meriah. Barangkali karena susunan acaranya yang salah. Sebelum talkshow ada acara sulap dan setelah talkshow acaranya adalah lomba vocal group anak-anak TK/SD. Jadilah pas talkshow, audience justru banyak bokap-nyokap yang mengantar anak-anaknya untuk tampil. Nampak sekali mereka ingin talkshow segera bubar supaya anak-anak mereka segera tampil.
Ada juga sih satu dua orang yang bertanya dan kebanyakan bertanya soal hardware requirement serta keunggulan Windows 7 dibandingkan Windows sebelumnya. Ada pula yang bertanya soal perbandingan antar versi Windows 7.
Beranjak ke Jogja, talkshow diadakan tanggal 2 Februari 2010 di JEC. Kali ini peserta lebih antusias karena rangkaian acara hari itu kebanyakan memang talkshow, jadi yang datang memang benar-benar serius.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukanpun cukup membuat kewalahan. Di samping pertanyaan-pertanyaan standar seperti keunggulan Windows 7 dibandingkan Windows sebelumnya, hardware requirement, versi, ada juga beberapa pertanyaan yang cukup berat.
Bahkan ada juga pertanyaan (komentar sih tepatnya) yang cukup menohok. ?Mas, ini terlepas dari pembahasan buku Anda, seharusnya orang-orang pintar seperti Anda *uhuk* bisa menciptakan sistem operasi sendiri, supaya bangsa kita ini tidak terus menerus tergantung pada satu produk, bisa juga untuk penghematan devisa negara?. Modyaaarrrrr
Mau njawab apa coba.
Untung saya ini bukan orang Microsoft. Untung lagi saya ini juga cukup aktif pake sistem operasi ?alternatif? seperti Linux. Jadi saya jawab ?Membuat sistem operasi sendiri itu tidak semudah membalik telapak tangan pak. Dari sisi teknis mungkin tidak terlalu sulit karena banyak anak bangsa yang jago programming, bahkan juara di berbagai kompetisi. Tapi bagaimana dengan penerimaan pihak lain? Untuk hardware jelas butuh driver. Butuh pula aplikasi yang bisa jalan di atas sistem operasi itu. Lha sedangkan Linux saja yang sudah mendunia hampir tidak bisa mendobrak dominasi Windows?.
Yang jelas tidaklah perlu terlalu mengkhawatirkan hal tersebut karena anak bangsa ini juga sudah bisa ?menciptakan? distro Linux sendiri, yaitu BlankOn. Rasanya jauh lebih mudah memanfaatkan yang sudah ada dan terbukti mantap ketimbang harus memulai dari nol.
Nah, di luar ?insiden? pertanyaan itu, acara talkshow relatif berjalan baik. Di akhir sesi, saya menyelipkan pesan bahwa jika memang suka dengan Windows 7, janganlah membajak, melainkan belilah versi originalnya.
Budi Rahardjo: Mail-Based Archive Server
(2010-02-02 19:02:53)
Masim Vavai Sugianto: Di Indonesiakan atau Tetap Bahasa Inggris : Pro Kontra Penerjemahan
(2010-02-02 16:06:31)
Salah satu topik pembicaraan yang cukup banyak memancing pro-kontra adalah pembicaraan mengenai proses penerjemahan istilah bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya ke bahasa Indonesia, khususnya mengenai istilah-istilah komputer.
Masing-masing pihak memiliki argumentasi masing-masing mengapa mereka lebih pro atau kontra pada salah satu pendapat. Bagi yang pro penerjemahan misalnya, penerjemahan bisa dianggap sebagai pintu masuk pengenalan ilmu dan pengetahuan. Penerjemahan akan membuka peluang cakupan yang lebih luas karena pengguna bahasa Indonesia tentu jauh lebih banyak dibandingkan pengguna berbahasa asing. Penerjemahan juga dapat dianggap sebagai bentuk nasionalisme dan kecintaan pada tanah air.
Bagi yang kontra, penerjemahan dianggap sebagai tindakan yang selfish, esklusif dan kurang mendidik. Penerjemahan kadang bukan membantu pemahaman menjadi lebih baik melainkan justru mempersulit pemahaman. Banyak istilah hasil terjemahan yang justru lebih asing dibandingkan kata asing yang ingin diserap.
Bagi yang kontra penerjemahan, istilah tetikus untuk mouse, berkas untuk file, unduh untuk download, daring (dalam jaringan) untuk online, luring (luar jaringan) untuk offline, perkakas untuk tools dan berbagai contoh lainnya justru membuat suatu artikel menjadi lebih sulit dipahami.
Sekarang, seberapa banyak orang yang paham bahwa surel itu sama dengan email. Surel berasal dari kata surat elektronik. Mas Ivan Lanin bahkan sempat menuliskan usulan penggunaan kata menyurel sebagai terjemahan dari mengirim email. Tulisan ini menuai komentar yang cukup beragam.
Bagi saya pribadi, sikap saya soal pro-kontra ini relatif moderat (jee, moderat kok ngaku-ngaku…)
Maksudnya begini. Bagi saya, soal pro-kontra dikembalikan pada pribadi masing-masing. Saya setuju pada nilai-nilai positif penerjemahan, karena adik-adik dan keponakan saya lebih akrab pada interface berbahasa Indonesia di Blog, Facebook, Google, Yahoo dan lain-lain, meski saya sendiri justru merasa asing dengannya
. Disisi lain saya sendiri merasakan perlu adaptasi mengenai istilah-stilah bahasa Indonesia yang kurang saya pahami. Saya sendiri menggunakan bahasa lain sebagai bagian dari pembelajaran, bukan karena ingin meniadakan eksistensi bahasa Indonesia.
Berkaca pada pengalaman itu, saya mengambil posisi yang netral bagi saya pribadi. Saya tidak problem dengan tampilan berbahasa Indonesia yang ada pada berbagai website namun saya pribadi masih lebih prefer untuk tampilan berbahasa Inggris. Bukan soal tidak nasionalis melainkan karena saya sudah sedemikian terbiasa pada tampilan itu. Saya juga tidak merasa terintimidasi harus selalu menulis dengan gaya bahasa yang baik dan benar karena kecenderungan saya pribadi biasanya menulis dalam bentuk cerita dan bahasa sehari-hari.
Kecenderungan saya ini terbawa pada sikap saya soal sosialisasi sistem maupun yang lainnya. Saya tidak mempermasalahkan metode dan cara yang digunakan (sepanjang itu merupakan cara yang positif) asalkan substansi yang ingin dicapai sama. Mungkin saya dianggap sebagai peragu, gamang atau bagian dari generasi yang tidak punya pendirian, tak masalah. It’s my life
Diluar pro-kontra penerjemahan, saya cenderung setuju mengenai penggunaan bahasa Indonesia untuk acara di Indonesia dengan target orang Indonesia pula. Menggunakan bahasa asing untuk sekedar gaya, apalagi ditambah dengan salah tulisan dan salah grammar tentu akan jadi sangat memalukan.
Tren penerjemahan yang semakin populer dan diadaptasi keberbagai media (mesin pencari, tampilan website dan otomatisasi redirect) tampaknya menjadi indikasi awal bahwa penerjemahan akan semakin populer dimasa mendatang. Sekarang saja sudah kata unduh dan narablog sudah cukup banyak digunakan untuk menggantikan kata download dan blogger.
Pada hemat saya, penerjemahan bukan berarti segala istilah harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Untuk kata-kata yang sifatnya baku dan umum, saya lebih suka untuk menyerapnya kedalam bahasa Indonesia.
Bagaimana menurut anda ?
Catatan : Foto ilustrasi dari sini.
Artikel Terkait
Aulia Masna: The iPad announcement in under 3 minutes
(2010-02-02 15:51:30)Phenomenal!Not a single "boom".
Aulia Masna: iPad on Apple's home page
(2010-02-02 15:37:39)I know Apple is excited about the iPad but I don't recall them devoting their entire front page to a product before, even removing both the standard Apple hot news bar as well as the squares underneath for other product placements. Anyone remember better?
Aku Ingin Hijau: Info Jalanan dari TMC Polda Metro
(2010-02-02 12:50:42)
Dengan kemajuan teknologi yang ada, saat ini semua informasi jadi semakin mudah, murah dan cepat. Salah satu info yang sangat penting untuk warga Jakarta adalah info lalu lintas. Sebelumnya di artikel “Jangan telat, Pantang ngebut di jalan” saya menulis untuk mendapatkan info lalu lintas dari Radio Suara Metro, yang saat ini sudah kresek-kresek alias gak jalan lagi.
Tetapi ternyata satuan Polisi kita juga terus berinovasi dengan teknologi-teknologi yang baru untuk informasi lalu lintas yang dapat dengan cepat di sebar ke masyarakat. Beberapa diantaranya adalah:
- Facebook TMC Polda Metro Jaya (http://www.facebook.com/TMCPoldaMetro)
- Twiter TMC Polda Metro Jaya (http://twitter.com/TMCPoldaMetro)
Keduanya saat ini terus di update dan kita yang mengikutinya mendapatkan info terbaru secara langsung dan cepat baik dari komputer maupun handphone. Keduanya juga dapat diakses melalui browser ataupun aplikasi khusus untuk perangkat handphone anda dan dengan alert juga info terbaru juga sehingga anda tidak ketinggalan info.
Selain itu, anda juga dapat mengakses website Ditlantas Polda Metro Jakarta (http://www.lantas.metro.polri.go.id) untuk info-info seputar Jakarta yang terbaru mulai dari demonstrasi masal, kebakaran dan info lalu lintas.
Pastinya hal ini akan membantu kita dalam melewati hari-hari penuh kemacetan di Jakarta sehingga kita dapat ke kantor lebih on-time, ke client tanpa alasan telat dan lebih efisien dalam mengatur jadwal perjalanan kita. Semua itu pastinya akan lebih mengurangi dan mengefisienkan penggunaan kendaraan sehingga lebih ramah lingkungan.
Semoga membantu!
Filed under: Berita Lingkungan Lokal, Bisnis Hijau, Hemat Di Jalan, Jalan-jalan, Lingkungan Kerja, TeknoHijau
Budi Putra: World's most effective URL shortener: http://to./
(2010-02-02 12:09:20)
![]()
Yeah, it doesn't look like a valid link but OMG TRY IT. Just visit http://http://to./ then type your long URL on the box provided and click on Shorten that URL; or like my colleague Harry Sufehmi suggested, just type http://to./[your long URL] on the browser's bar!
Your call! :-)
Navinot: The Gaps in Indonesian Internet
(2010-02-02 11:45:08)30 Juta pengguna internet di Indonesia? Posisi ke 4 di Facebook sebagai user paling aktif per negara? ? Satu catatan yang menarik, sekaligus patut dipertanyakan.
Apakah angka tersebut cukup bagus?
Dalam kenyataannya, kita masih mempunyai banyak kekosongan, meskipun pengguna internet sudah menembus angka 30 juta.
Generation Gap
Bila kita tata satu persatu pengguna internet di sebuah peta, maka akan terlihat tersebar luas dan tidak merata. Bahkan di kota Jakarta yang lebih maju dan padat, internet masih belum diadopsi secara luas.
Argumentasi ini semakin jelas bila kita lebih fokus pada generasi yang lebih tua, misalnya kalangan berumur 40 tahun ke atas. Sebagian dari mereka sudah aktif dengan BlackBerry, tapi sebagian besar juga masih belum mengadopsi teknologi terbaru.
Mengapa kita menyingung kalangan berumur? Seberapa penting keberadaan mereka? Karena sebagian besar pemilik bisnis yang sudah mapan sudah berada di kelompok ini, dan mereka sangat memegang peranan dalam suatu industri.
Satu brand besar mungkin punya jatah iklan yang lumayan untuk sekali tebas, tapi perlu diingat, Indonesia masih kaya akan UKM. Para wirausahawan yang lebih bervariasi dan pasti akan menambah warna di media internet.
Sayangnya, kelompok berumur ini cenderung tidak paham, bahkan tidak peduli, akan internet. Mereka lebih memilih untuk mengambil langkah tradisional dalam bisnis, yang termasuk dengan perhitungan ROI yang ketat. Berapapun yang keluar untuk iklan, harus balik dengan sekian banyak revenue.
Internet? Social media? Bahkan kita masih berdebat akan ROI nya.
Economy Gap
Jujur saja, biaya berlangganan internet itu tidak murah. Bahkan sampai detik ini, saya belum berlangganan data plan untuk internet. iPhone 2G ini masih mengandalkan wi-fi kantor.
Bila awalnya sudah dilabel mahal, para pelaku bisnis sudah mulai enggan untuk memakainya, apalagi bila ROI-nya masih dipertanyakan. Mungkin untuk alasan operasional, akuntansi, stok, yang jelas lebih terlihat hasilnya. Umumnya, publik masih menganggap internet sebagai kebutuhan ketiga, layaknya hiburan, bukan yang pertama atau bahkan kedua. Internet masih belum mampu menyamai ponsel sebagai alat komunikasi.
Melihat daya beli masyarakat Indonesia, termasuk pengguna dengan ponsel jadul, cukup jelas menggambarkan besarnya economy gap. BlackBerry bisa laku keras, tapi masih juga banyak yang belum beralih dari ponsel berlayar monochrome.
Asumsi lain adalah, bila pengguna mulai mampu membayar layanan internet, maka mobile internet adalah pilihan efisien. Tidak perlu bingung dengan lokasi. Namun, untuk keperluan tersebut, perlu dukungan ponsel yang lebih moderen. Oleh karena itu, untuk beken dengan internet, juga perlu persyaratan upgrade ponsel. Mahal.
Viral Gap
Saya tidak pasti apa yang pas untuk judul di atas. Yang saya maksud adalah kerapatan antara pengguna internet di dunia nyata. Seseorang di sebelahmu mungkin pernah mendengar tentang internet, tapi bukanlah seorang pengguna reguler. Bahkan seseorang di sebelahnya tidak pernah memakainya.
Karena di dunia nyata, pengguna internet populasinya tidak begitu rapat, maka bila seseorang berusaha memperkenalkan suatu layanan lewat media internet, kampanye mereka tidak akan bisa menikmati efek viral di dunia nyata juga.
Branding dan marketing bekerja dengan baik dengan adanya repetisi. Disebut sekali tidak akan membuatmu menengok layanan baru tersebut. Disebut 10 kali, mungkin baru mulai teringat. Ke seratus kali baru mulai dicoba.
—
Sebagai perbandingan, mari kita ke Singapura sebentar.
Di peta, digambar seberapa besarpun, Singapura masih saja tidak terlihat jelas bila disandingkan dengan luasnya wilayah Indonesia. Hanya dengan populasi sekitar 5 juta, tapi penetrasi pengguna internet di Singapura jauh lebih besar, yaitu sekitar 76%. Yang berarti ke manapun Anda pergi, kita bisa dengan leluasa berkata “email me“, “see you on Facebook“, atau “Google it“, tanpa banyak sangkalan seperti “Maaf, tidak punya Facebook” atau “Maaf, SMS saja daripada email”.
Karena sebagian besar mempunyai akses ke internet, pelaku bisnis kini melihat suatu potensi dengan pandangan yang jauh berbeda. Intinya, tiap investasi akan kembali lebih jelas, dan iklan online jadi semakin umum layaknya iklan di dunai nyata.
Karena pengguna internet yang lebih rapat dalam suatu populasi, maka kampanye online bisa berlanjut dengan viral effect di dunia nyata juga. Terhitung lebih efektif bila dilakukan secara bersamaan.
Conclusion
Jumlah pengguna Internet di Indonesia memang besar, itu kalau mereka bekerja sama. Bahkan bisa mengambil alih trending topic di Twitter. Namun sejujurnya, masih banyak gaps yang perlu diisi, sehingga pengguna internet sudah pantas menyandang label mayoritas.
Kabar baiknya, dalam beberapa tahun terakhir ada peningkatan pesat dalam penetrasi pengguna internet. (Begitu juga pengguna Facebook. Thanks to phone carriers ads.) Oleh karena itu, waktu sudah seharusnya semakin dekat bagi kita internet entrepreneurs. Bersiaplah!
Kira-kira, berapa persen bisa dianggap pantas agar angka penetrasi pengguna internet dianggap mayoritas? 30%? 50%?
Tidak ada artikel terkait.
Alex Budiyanto: Portal OpenSolaris User Group Indonesia
(2010-02-02 09:45:38)
Pembaca, sekedar informasi portal OpenSolaris User Group Indonesia saat ini telah aktif. Dalam portal ini akan berisi tentang informasi kegiatan komunitas OpenSolaris ataupun tulisan dari para pengguna Solaris/OpenSolaris di Indonesia. Diharapkan portal ini bisa menjadi pusat informasi mengenai kegiatan komunitas OpenSolaris di Indonesia, ajang berbagi pengalaman dalam menggunakan Solaris/OpenSolaris dan juga media pembelajaran mengenai teknologi Solaris/OpenSolaris beserta varian distribusi-nya.
Komunitas OpenSolaris User Group Indonesia atau biasa disingkat dengan OSUG-Indonesia, mulai berdiri pada bulan Maret 2006, yang dimulai dari mailing list OSUG-Indonesia dan sampai saat ini sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia. Adapun komunitas OpenSolaris User Group tersebut adalah:
- OSUG-Jogja
- OSUG-Surabaya
- OSUG-Malang
- OSUG-Medan
- OSUG-Bandung
- OSUG-Jakarta
- OSUG-Pekanbaru
- OSUG-Lampung
- OSUG-Tasikmalaya
- OSUG-Solo
Untuk kedepan-nya diharapkan akan semakin banyak sebaran komunitas OpenSolaris User Group ini. Jika anda tertarik untuk bergabung dan mendirikan komunitas OpenSolaris User Group di kota anda, silahkan hubungi contact[at]osug.or.id.
Budi Rahardjo: Perpanjang Keanggotaan IEEE
(2010-02-02 09:31:24)
DailySocial: Selamat Datang: Weave 1.0 Dari Mozilla
(2010-02-02 07:15:10)Setelah peluncuran Firefox mobile, kini user akan diberi pilihan untuk menggunakan mobile browser atau dekstop browser, dan bagi anda yang tidak bisa meninggalkan Firefox kemana pun anda online, maka aplikasi berikut pasti akan cocok untuk anda, Weave 1.0 dari Mozilla Labs.
Weave adalah sebuah aplikasi add-ons untuk Firefox yang memberikan kemudahan bagi mereka para user Firefox yang sering berpindah dari versi mobile ke versi desktop dan atau bekerja di dua desktop berbeda, misalnya laptop dan PC tapi masih ingin saling terhubung dengan data browser antara satu komputer dan yang lainnya.
Weave akan mengsinkronisasikan data di browser Firefox anda termasuk bookmarks, saved password, browsing history, dan open browser tabs. Kini anda tidak perlu lagi menyusun bookmark disatu komputer untuk menyusun kembali di komputer lain, begitu pun ketika anda diharuskan untuk mobile, semuanya bisa tersinkronasi.
Anda bisa mendowload add-onsnya dan mencobanya dari link ini. Setelah menambahkan add-ons ini ke Firefox, maka fungsi Weave bisa anda temukan di tab tools pada browser anda. Jika anda baru pertama kali menggunakan Weave, ketika anda memilih Weave, anda akan dipandu untuk registrasi, dan diharuskan mengisi beberapa kelengkapan termasuk user name, password dan lain-lain. Juga pilihan bagian apa saja dari browser anda yang ingin di sync, apakah semuanya atau bagian tertentu, misalnya anda hanya ingin mengsinkronasikan browse history saja tapi tidak yang lain.
Setelah Weave diaktifkan, maka browser anda sudah tersinkronasi. Saat ini fitur yang bisa tersinkronasi masih terbatas, tapi Mozilla Labs menjelaskan lewat blognya akan menambah fitur tambahan yang bisa tersinkronasi seperti browser add-ons, search plugins and fitur lain yang terkostumisasi dan personalisasi.
Anda bisa melihat sinkronisasi browser anda, pada tabs history seperti contoh screenshot berikut:
Menurut Cnet, aplikasi ini masih belum sempurna dan belum berjalan teramat mulus, dan tab aktif yang bisa di sync maksimal 25 aktif tab. Saya sendiri telah mengaktifkannya dan akan mencoba beberapa hari untuk melihat hasil sync ini.
Bagaimana dengan anda, jika anda sudah mencoba aplikasi ini, anda tentu bisa membagi pengalaman anda pada kolom komentar.
DailySocial: Ikon Google Search di Gmail Untuk Tingkatkan Produktivitas
(2010-02-02 07:11:42)Email adalah sesuatu yang hampir tidak bisa dilepaskan dari para internet savvy, dulu email masih semacam tambahan pelengkap di kartu nama sebagai pelengkap nomor telepon, untuk jaga-jaga jika ada yang akan mengontak.
Kini email telah menjadi internet itu sendiri, berbagai kegiatan bisa dilakukan lewat email, mulai dari reply status di Facebook, mendapat alert dari berbagai social networking, sampai membaca timeline Twitter bisa dilakukan di e-mail.
Gmail sebagai salah satu produk Google juga membawa berbagai fasilitas yang ada di Google ke fitur-fitur mereka, salah satunya adalah Google Search. Jika anda memiliki Gmail, anda bisa mengintegrasikan Google Search ini pada fitur internal anda. Fitur Google Search di Gmail ini sebenarnya sudah tersedia untuk umum sejak April 2009 lalu, tapi seperti yang dilansir oleh TechCrunch, ada yang baru dari aplikasi yang dikembangkan Google Labs ini.
Google Search pada Gmail ini berguna sebagai jalan pintas jika anda ingin mencari sesuatu untuk melengkapi data email anda dengan menggunakan fasilitas yang ada di Google Search. Jika anda telah mengintegrasikan fungsi ini pada Gmail anda, maka sekarang terdapat ikon khas Google di deretan ikon fitur-fitur ‘office’ atau ikon untuk melakukan proses pengetikkan seperti mengubah ukuran huruf, dll, tepat di bagian bawah link fitur untuk attachment file.
Dengan berbagai produk yang dimilikinya mulai dari Docs sampai Gtalk, tidak aneh memang jika produk Google saling terintegrasi antara satu dan yang lain, seperti aplikasi chat yang disync dengan translator tolkit, demikian juga dengan Google Search ini, yang dulunya hanya ada dibagian samping body text kini ikonnya muncul di bagian utama fungsi kerja email.
Yang menarik sebetulnya adalah mencoba memprediksikan bagaimana perilaku user Gmail dalam berinterasksi dengan produk-produk Google dan menghubungkannnya dengan cara mereka berinteraksi dengan user lain. Jika tadinya anda harus membuka tab baru untuk melakukan search maka kini anda tinggal mengklik ikon Google itu dan mulai menggunakan Google Search, anda juga bisa mangambil link atau artikel langsung di halaman web Gmail, kemudian menambahkannya di email anda.
Kemudahan-kemudahan seperti ini sebenarnya yang bisa membuat kita lebih produktif lagi dalam menggunakan berbagai aplikasi yang ada di internet. Itu pula kenapa saya menulis artikel ini, meski Google Search yang diintegrasikan dalam email sudah bukan barang baru lagi, tapi dengan kemunculan ikon Google Search di sebelah fitur ‘office’ yang merupakan titik utama kerja dalam email, ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan.
Pertama adalah, kemungkinan Google untuk terus mempromosikan dan mendorong user untuk melakukan search dari mesin search mereka bukan pesaing lain. Tingkat persaingan search engine memang tidak mudah, apalagi bagi Google yang, posisinya sebagai giant memberikan peluang bagi perusahan lain mencari celah untuk mencuri pasar, terbukti dengan berbagai mesin pencari lain yang bermunculan, mulai dari Bing sampai yang menggunakan teknologi semantik seperti Kngine, serta mesin pencari yang berfoskus pada real time semacam OneRiot. Dan promosi di produk sendiri tentu lebih murah dibandingkan promosi lain bukan?
Yang kedua, mengenai user itu sendiri, bagaimana mereka merespons dengan fitur ini dan bagaimana mereka menggunakannya untuk produktifitas kerja, seperti yang telah saya tulis diatas, apalagi bagi user Indonesia, yang produktifitasnya dalam menggunakan web apps masih bisa dipertanyakan.
Shortcut dan berbagai fitur yang disediakan Google di Google labs, banyak yang bisa digunakan oleh user, sesuai dengan preferensi dan kegunaan yang bisa meningkatkan produktifitas kerja.
Bagaimana dengan pendapat anda, sudah mencoba fitur Google Search di Gmail? Apakah Shortcut yang disediakan oleh berbagai penyedia aplikasi seperti Google sudah membuat anda menggunakan berbagai fiturnya untuk produktifitas? Atau anda punya pendapat lain, share komentar anda pada kolom komentar.
Hardjono: Indonesia High Speed Train
(2010-02-02 03:14:35)Firman Firdaus: Expectation vs disappointment
(2010-02-02 01:11:27)Firman Firdaus: Photography ~ Tai Chi
(2010-02-02 00:23:50)Firman Firdaus: Modern procrastination
(2010-02-02 00:02:43)Benny Chandra: Nonton Footage ?How to Train Your Dragon? di Layar Bioskop
(2010-02-01 23:13:09)[ » ]
Firman Firdaus: Pentax Optio I-10
(2010-02-01 22:44:08)DailySocial: Satu Milyar Pertama Tokopedia
(2010-02-01 21:28:26)
Sebagai salah satu startup yang diberikan ekspose cukup tinggi, Tokopedia terbukti cukup pintar memanfaatkan momentum yang dimilikinya untuk menjaring pengguna baru serta merangsang transaksi online. Dalam sebuah blog post yang ditulis kemarin, Tokopedia mengklaim total transaksi yang terjadi sejak 17 Agustus 2009 di situsnya telah mencapai angka satu milyar rupiah. Bukan angka yang besar memang, namun jumlah yang patut diperhitungkan oleh para kompetitornya.
Pencapaian yang bisa dibilang luar biasa, dan juga sebagai contoh nyata bagaimana sebuah startup kecil yang mampu menghasilkan uang cukup besar dalam waktu yang singkat. Memang sih, angka satu milyar itu hanya total transaksinya saja. Profit yang diambil oleh Tokopedia dari situ ya belum tahu juga, mungkin hanya sekian persen atau bahkan tidak mengambil potongan sama sekali.
Dengan modal awal 2.5 milyar rupiah, sepertinya perjalanan Tokopedia mencapai profitabilitas masih cukup jauh, namun melihat pencapaian yang cukup signifikan ini saya pribadi cukup yakin Tokopedia akan mampu memuaskan para investor dan shareholdernya. Semua tentu dengan kerja keras yang dilakukan oleh para foundernya, Tokopedia di otak saya masih memimpin sebagai online shop karya anak lokal yang terbaik. Eit, tapi jangan terlena karena pemain-pemain besar akan datang dan tentunya akan memanaskan persaingan.
ps: Kalau pengguna Tokopedia panggilannya Tokopediawan, kalau anda sekalian pembaca DS saya panggil DS-wan dan DS-wati saja ya
Paman Tyo: Foto-foto Berfilm yang tak Laku
(2010-02-01 21:22:00)KELAK AKAN JADI PROYEK SENI VISUAL?

Sekeluar dari ruang resepsi menuju parkiran, kami diikuti seorang pengasong foto. Kami terburu-buru karena masih gerimis. “Beli dong,” katanya kepada istri saya. “Ayo dong Bu,” katanya kepada seorang ibu yang menumpang kami. Masih gerimis. Kami terburu. Segera masuk ke mobil. “Beli dong,” masih terdengar suara itu.
Ibu yang bersama kami akhirnya tak tega. Entah berapa yang dia keluarkan. Penawaran terakhir yang saya dengar sih Rp 50.000 untuk tiga lembar foto ukuran 5R, masing-masing disertai film negatif. “Nggak tega aku, Jadi kepikiran anak-anakku nyari makan juga susah,” kata ibu itu.
Bukan hal baru. Tukang foto dadakan selalu ada di seminar dan wisuda. Mereka bermain di area luar, depan pintu masuk. Itu wilayah aman, termasuk bagi ojek payung. Tak ada alasan bagi petugas keamanan acara untuk menghalau — kecuali security-nya pejabat dan orang kaya yang selalu memperluas wilayah steril.

Bukan hal baru, tapi untuk perhelatan nikah seperti di Taman Mini Indonesia Indah itubaru saya jumpai Sabtu malam lalu. Perlu kegigihan karena mereka cukup boros jepretan. Setiap tamu setidaknya butuh dua kali — padahal memakai film. Baterai kering pemasuk setrum lampu kilat tampaknya cukup.
Saya tak sempat mencari tahu lebih jauh. Sama seperti umumnya blog, yang ada hanyalah tulisan berjarak. Miskin fakta, kaya tafsir — tanpa pendalaman dan pendekatan terhadap manusia. Maka saya pun hanya berandai-andai.
Tim fotografer penuh inisiatif itu saya amati terdiri dari tiga orang. Yang terluput dari amatan saya adalah peran runner, yang harus membawa film terpakai ke minilab terdekat, di tengah hujan deras.
Entahlah bagaimana pembagian tugasnya. Yang pasti dalam satu setengah jam semua foto harus sudah jadi. Oh itu bukan masalah. Teknologi memberi jalan keluar.
Ada yang lebih menarik: mencocokkan wajah orang yang keluar dari ruang dengan puluhan foto yang terbungkus plastik. Jangan sampai dalam paket terjadi pertukaran, Pak A bersama Nona X, dan Bu Z bersama Pak B. Si tertukar mungkin tak bermasalah, tetapi pasangannya yang kurang berkenan.
Fotografi lama, yang nondigital, bukan untuk “seni-senian”, ternyata masih laku. Ini soal “kahanan” dan kesesuaian dengan pasar. Ini serupa jepretan Polaroid di taman hiburan. Jangan-jangan memang layak simpan padahal Anda tak ada ikatan emosional dengan pemotretnya.
Saya tak habis pikir soal foto-foto yang tak laku. Kalaupun dibuang mungkin juga tak bermanfaat bagi yang menemukan. Suatu hari akan ada mahasiswa seni rupa, atau blogger iseng sok kreatif, yang “membingkaikan makna” terhadap foto-foto tak laku itu lantas memamerkannya.
Barangnya sama. Cuma foto-foto tak laku. Tetapi di tangan orang sekolahan yang “lebih berkonsep”, foto-foto itu akan mendapatan ruang dialog baru. Ruang yang mungkin amat jauh dari jelajah kepentingan si pemotret.
Aku Ingin Hijau: Please Take Your Rubbish Home
(2010-02-01 20:34:25)Saat saya sekeluarga liburan ke Sydney, Australia beberapa lama yang lalu, kami pergi ke suatu bukit di dekat Sydney dengan nama West Head Lookout dimana kita dapat melihat pemandangan laut yang indah dengan kapal-kapal yang lewat. Tempat ini sendiri tidak besar dan hanya di pinggir jalan saja. Biasa orang hanya ke tempat ini untuk foto-foto.
Yang sangat menarik adalah sebelum kita masuk ke tempat ini, sudah diberi tanda sebelumnya di depan “PLEASE TAKE YOUR RUBBISH HOME” sehingga dapat anda bayangkan bahwa tempat ini sungguh bersih tanpa ada sampah dimana pun. Kata-kata itu tidak membuat offensive atau membuat kita sebal, tetapi malah dapat kita hargai dimana semua orang ikut bertanggung-jawab untuk kebersihan di tempat itu.
Bagaimana dengan Taman-taman Nasional kita yang penuh sampah dan didatangi oleh orang yang tidak bertanggung jawab? Saya harap kita semua dapat belajar dari negara yang maju yang warganya sungguh-sungguh ikut bertanggung-jawab untuk kebersihan bersama.
Filed under: Berita Lingkungan Global, Jalan-jalan
Aku Ingin Hijau: Jaman ini adalah jaman sampah
(2010-02-01 20:16:19)Navinot: LangitMusik: I?m Lost In The Trees And The Wild
(2010-02-01 17:19:59)The Tress and The Wild adalah salah satu performer dalam acara Langit Musik yang berlangsung weekend kemarin. Lain dengan lagu-lagu yang dibawakan Mike’s Apartment, lagu The Trees And The Wild benar-benar membuat saya bekerut-kerut. Sama sekali saya tak mengenali lagunya ataupun bisa menikmati musiknya. Namun semua ABG yang berada di depan saya sedang bersorak-sorai. Di mana saya berada?
Social Media at Works
Pengunjung sama sekali tidak dipungut biaya. Namun semua pendaftaran dilakukan lewat Facebook dan email. Pendaftaran lewat Facebook memicu viralitas. Dan dengan sederetan artis yang digemari mayoritas ABG, daya tarik event ini semakin menjadi. Konsep marketing event ini bisa dianggap memenuhi syarat Fish where the fish are. Memancing anak muda tentu saja di Facebook, dengan umpan ikon-ikon anak muda. Tahukah Anda bahwa tidak ada poster yang dicetak untuk publikasi event ini?
Langit Musik untuk promosi hanya bermodal Facebook dan Twitter. Tidak ada aplikasi khusus yang dibuat. Viralitasnya berasal dari status FB (Fans) dan Twitter. Keduanya dilakukan dengan frekuensi cukup tinggi. Beberapa dari kita mungkin terganggu, tapi tidak sama ceritanya dengan segmen ABG.
Generation Gap
Band pertama yang saya hadiri panggungnya adalah Mike’s Apartment. Membawakan lagu-lagu nineties, band ini dengan mudah saya nikmati penampilannya. Selanjutnya adalah The Tress And The Wild yang disambut sorak-sorai ABG yang sebelumnya tampak berdiri terpaku selama penampilan Mike’s Apartment.
Saya tergugah. Sekian anak muda yang berada di depan saya waktu itu adalah segmen yang tidak begitu saya kenal. Jika saya sedang merancang produk, besar kemungkinan remaja-remaja ini tidak akan pernah masuk dalam sasaran. Padahal dengan bahasa yang tepat, semisal bahasa Teh Trees and The Wild yang mungkin tidak kita mengerti, konsumen yang tak pernah kita pikirkan ini bisa kita raih. Masalahnya kita sering memosisikan diri kita sebagai pribadi yang anti dengan bahasa dan kultur ini.
Take Off Your Glasses
Seberapa banyak sih konsumen yang bisa kita sasar? Kadang kala, kita hanya berpikir tentang kita dan teman-teman seusia. Kita seringkali tak sadar menutup mata akan adanya generasi konsumen yang lain. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena teori Dog food. Untuk memastikan produk bisa sukses, maka kita juga harus mau memakainya. Eating your own dog food. Akibatnya kita memang punya fokus, tapi tak selalu di tempat yang tepat.
Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think, think the opposite. Jika semua orang berpikir eating your own dog food, think about feeding other dogs. Kalau digabung dengan teori lautan, pemikiran yang sama dari sejumlah besar orang akan berujung pada red ocean. Sementara yang berpikir sebaliknya akan menemukan blue ocean.
So, take of your glasses and get out of your cave geeks! Breathe new fresh air!
PS: Thanks to @podelz untuk informasi and @KopdarJakarta untuk VIP access card-nya
Artikel Terkait:
- The Power of Inconvenience Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...
- Membangun Tim Virtual Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama...
- Konsekuensi dari Variasi Produk & Layanan Banyak konsumen bingung dengan banyaknya pilihan. Yang tadinya strategi untuk...
- Jangan Cuma Setengah-Setengah Ada apa dengan yang setengah-setengah? Seth Godin berpendapat bahwa yang...
- It All Begins With A Story Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...
Teman Macet: #31 Ngobrol bersama Richard Fang tentang Apple iPad
(2010-02-01 15:29:12)36 menit 27 detik

Nokia 3500 classic inspirasinya iPad?
Di episode kali ini, Ronald Widha ngobrol santai bersama Richard Fang tentang Apple iPad. Nyaris ga ada konten yang penting, berspekulasi, beropini, berkhayal dan (sedikit) menganilisis bagaimana Apple iPad bakal ngubah bagaimana kita mengkonsumsi informasi.
Show Notes
Sports illustrated?s tablet concept
Download
<p>36 menit 27 detik</p> <p><a href="http://transkrip.temanmacet.com" target="_blank">Transkrip</a></p> <p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border: 0px;" title="nokiaipad" src="http://www.temanmacet.com/wp-content/uploads/2010/02/nokiaipad.jpg" border="0" alt="nokiaipad" width="240" height="180" /></p> <p>Nokia 3500 classic inspirasinya iPad?</p> <p>Di episode kali ini, Ronald Widha ngobrol santai bersama <a href="http://twitter.com/madeforyou" target="_blank">Richard Fang</a> tentang Apple iPad. Nyaris ga ada konten yang penting, berspekulasi, beropini, berkhayal dan (sedikit) menganilisis bagaimana Apple iPad bakal ngubah bagaimana kita mengkonsumsi informasi.</p> <p><strong>Show Notes</strong></p> <p><a href="http://www.9to5mac.com/sports-illustrated-tablet-time-349644" target="_blank">Sports illustrated?s tablet concept</a></p> <p><strong>Download</strong></p> <p><a href="http://temanmacet.com/podcast/temanmacet_31_ipad.mp3" target="_blank">mp3</a> (26 MB)<br /> <a href="http://temanmacet.com/podcast/temanmacet_31_ipad_lo.mp3" target="_blank">mp3 lo</a> (8.34MB)</p>Benny Chandra: 10 Things You Didn?t See Watching The 2010 Grammy Awards On TV
(2010-02-01 13:18:47)[ » ]
Aku Ingin Hijau: Belanja dengan Kardus Bekas di Hero Supermarket
(2010-02-01 13:07:05)Dulu saya pernah menulis artikel mengenai belanja menggunakan kardus bekas saat Carrefour kehabisan kantong plastik belanja (Box Karton Belanja?) dan menyarankan agar karton-karton bekas dipakai kembali sebagai media pengganti kantong plastik. Ternyata hal ini sudah lama dilakukan oleh ALDI Supermarket dimana pembeli tidak disediakan kantong plastik, tetapi tas belanja ALDI, dan kalau tidak punya tas belanja apapun maka anda dapat menggunakan kardus-kardus bekas yang dapat anda ambil sendiri di dalam supermarket. Hal ini saya alami sendiri saat pergi ke Australia baru-baru ini dan mencoba belanja di ALDI tanpa mengetahui hal ini juga. Saat setelah bayar saya baru kelabakan mencari kardus karena saat bertanya kepada kasirnya, ternyata memang tidak disediakan. Wah… hebat sekali menurut saya, karena seperti yang ditulis di website ALDI, penghematan yang mereka dapatkan dari tidak menggunakan kantong plastik dikembalikan kepada pembeli dengan harga-harga barang yang lebih murah.
Yang paling menarik adalah saat saya terakhir ke Hero Supermarket yang ada di Plaza Indonesia, Jakarta. Di bagian kasir ada kardus besar dengan tulisan “THANK YOU, Every time you use carton you help reduce plastic waste” seperti pada gambar di atas.
Menurut saya ini adalah kemajuan luar biasa dimana sekarang pembeli diberi pilihan, walaupun tidak seperti ALDI yang benar-benar tidak menyediakan kantong plastik, untuk dapat menggunakan kardus bekas yang tentunya akan banyak mengurangi pemakaian kantong plastik belanja.
Salut untuk manajemen Hero dengan menerapkan hal ini, semoga bisa tersedia di semua lokasi dan juga diikuti oleh semua toko-toko supermarket maupun hypermarket yang lainnya.
Filed under: Berita Lingkungan Lokal, Bisnis Hijau, Daur Ulang, Lingkungan Kerja
Eko Juniarto: tips bertransaksi aman dengan kartu ATM
(2010-02-01 12:22:28)begitulah judul iklan dari BI di kompas hari ini:
iklan ini keluar setelah 2 minggu merebaknya kasus dana nasabah hilang dari rekening mereka melalui transaksi ATM di bali. ini juga sekitar seminggu setelah hingar-bingar seorang anggota DPR menuduh tayangan seorang ahli digital forensik di TV tentang ATM skimming bisa mengajarkan orang lain bagaimana membobol ATM.
namun yang menarik dari iklan BI di atas adalah adalah tips #4:
Saat menggunakan kartu ATM/Debit pada merchant/toko, perhatikan kondisi alat EDC (Electronic Data Capture). Bila terdapat alat (device) yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, dihimbau tidak melakukan transaksi.
jika anda biasa membayar transaksi belanja dengan kartu ATM/debit di pasar swalayan seperti carrefour atau giant, perhatikan apa yang terjadi pada kartu anda setelah anda serahkan ke kasir. apakah kartu anda hanya akan digesek (swipe) ke EDC, atau setelah itu, digesek ulang ke mesin kasir? anda sebagai pemilik kartu ATM/debit patut waspada, karena kalau memang digesek ulang ke mesin kasir, itu berarti data dalam pita magnetik di kartu anda sedang disalin di mesin kasir tersebut.
bukan berarti kita tidak percaya pada pasar swalayan tersebut, namun buat apa data kartu ATM/debit perlu dibaca ulang di mesin kasir? ini perlu dikonfirmasikan lagi ke pihak BI ataupun perbankan, bolehkah kartu ATM/debit kita digesek di mesin kasir yang notabene bukan EDC?
itu baru kasus gesek ulang kartu. banyak toko maupun pasar swalayan saat ini demi kepraktisan menggunakan teknologi jaringan nirkabel (wireless) dengan pengamanan hanya menggunakan WEP, yang bisa diretas dengan aircracking dalam waktu hanya beberapa menit. bayangkan data salinan kartu ATM/debit di toko ataupun pasar swalayan tadi disimpan dalam satu jaringan nirkabel yang sangat mudah diretas.
memang, tanpa adanya PIN, salinan data dari kartu ATM/debit relatif tidak berguna bagi penjahat, namun itu juga berarti penjahat hanya tinggal mencari tahu nomor PIN yang dipergunakan oleh calon korban. ini juga bisa menjawab mengapa ada korban uang rekeningnya hilang, padahal dia tidak pernah menggunakan ATM; bisa jadi data kartu korban tersebut tercuri dan PIN-nya bocor, sehingga walaupun tidak pernah ke ATM, kartu ATM/debitnya tetap bisa diduplikasi dan dicuri uangnya.
maka dari itu, perlu ketegasan sekali lagi dari BI ataupun pihak perbankan, apakah perlu atau diperbolehkan kartu ATM/debit digesek lagi di mesin kasir. dan jika ternyata memang diperbolehkan, perlu diambil langkah-langkah pengamanan di jaringan lokal toko ataupun pasar swalayan, agar data yang disalin tersebut tidak mudah dicuri oleh yang tidak berhak.

DailySocial: Telah Tersedia: Firefox Versi Mobile
(2010-02-01 07:12:50)Firefox versi Mobile diluncurkan, persisnya tanggal 29 Januari kemarin, Firefox mengumumkan bahwa kini, pada pengguna Nokia N900 sudah bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada di Firefox. Versi mobile ini bekerja melalui Nokia’s Maemo Platform.
Beberapa kelebihan yang saya kutip dari blog resmi Mozilla adalah:
- Weave sync, memudahkan anda yang sering berpindah tugas dari mobile ke desktop vice-versa tanpa kehilangan history browser anda,bookmarks, serta password.
- Add-ons, fitur andalan Firefox yang kini bisa dinikmati di versi mobile.
- Location-Aware Browsing, user bisa mendapatkan informasi tentang lokasi dan maps, dimana user berada.
- Tabbed browsing, yang memungkinkan user membuka tabs browser sebagai tumbnails sehingga memudahkan untuk memilih web pages apa yang ingin anda buka selanjutnya.
- Awesome Bar, yang memungkinkan user untuk masuk ke situs favorit mereka hanya dengan beberapa shortcut dan pencarian personal.
- Safe browsing dan versi mobile ini tersedia lebih dari 30 bahasa yang masih terus bertambah
Firefox mengklaim bahwa versi mobile mereka ini merupakan mobile web browser pertama yang support add-ons, bagi user yang memang menjadi salah satu fans add-ons, pengalaman seperti membuka browser di dekstop yang berpindah ke versi mobile akan menjadi daya tarik tersendiri.
Personalitas juga menjadi kata kunci di versi mobile ini, selain dengan add-ons, weave sync juga memungkinkan user memiliki browser mobile yang bisa dipersonalisasikan sesuai dengan preferensi user masing-masing. Firefox menjelaskan sampai saat ini sudah tersedia sekitar 40 Firefox add-ons yang tersedia untuk versi mobile mereka.
Versi mobile ini masih terbatas bagi pengguna handphone Nokia N900 dan belum bisa digunakan untuk mobile phone lain, Firefox menjelaskan bahwa mereka tidak berencana untuk membangun versi mobile mereka untuk iPhone, Blackberry, Symbian atau pun standar mobile phone, hanya mobile phone berbasis Android yang sedang dikembangkan, dan sedang memasuki masa early development dan test.
Ada satu komentar di tulisan saya terdahulu tentang Firefox versi mobile ini yang mengatakan bahwa, versi mobile ini akan sulit bersaing dengan mobile browser lain, mungkin ketika itu masih dalam versi pengembangan, sedangkan kini sudah dirilis secara resmi.
Jika anda pengguna Nokia N900, dan sudah mencoba versi mobile Firefox ini, anda bisa share pengalaman anda pada kolom komentar. Atau anda juga bisa memberi pendapat anda, apakah versi mobile dari Firefox ini bisa menggeser Opera Mini dalam jangka waktu tertentu?
DailySocial: Google Berhenti Support IE6
(2010-02-01 07:11:05)Jika anda atau perusahaan anda memakai Internet Explorer (IE) 6, anda harus memperhatikan pengumuman dari Google ini, pada tanggal 29 Januari kemarin, Google resmi mengumumkan bahwa mereka akan berhenti men-support IE6 untuk aplikasi-aplikasi mereka.
Pada pengumuman di blog resmi mereka, Google ‘mengajak’ para user untuk beralih ke browser yang lebih modern, seperti IE7+, Firefox3+ Chrome 4+ dan Safari 3+. Aplikasi dan teknologi web yang terus bermunculan menjadi salah satu alasan kampanye migrasi dari Google ini, browser kuno banyak yang tidak men-support teknologi-teknologi terbaru ini, Google beralasan.
Dengan kekuatan yang dimiliki Google, serta masalah yang dimiliki oleh IE6, seprtinya kampanye migrasi ini akan berhasil dengan sukses. Seperti yang ditulis TechCrunch, bahwa kampanye migrasi ini bukan yang pertama dilakukan Google, sebelumnya Google juga sudah melakukan hal serupa untuk IE6 pada beberapa produk Google lain seperti YouTube.
Bagi mereka yang tergantung pada produk Google, rasanya kampanye ini memang akan sangat mempengaruhi anda, saat ini produk Google yang akan dihentikan support untuk IE6 adalah Google Docs dan Google Sites. Jika anda menggunakan IE6 tampilan dari dua produk Google ini memang masih bisa dibuka tapi fitur yang ada pasti tidak akan maksimal. Produk Google lain akan menyusul, termasuk produk-produk baru yang akan diluncurkan oleh Google.
Berhentinya dukungan akan IE6 dari Google ini akan mulai resmi dilakukan pada tanggal 1 Maret nanti, Google menyarankan, waktu yang sekitar 1 bulan ini digunakan oleh user untuk mulai bermigrasi ke browser yang lebih modern.
Permasalahan yang paling krusial mungkin bukan pada user kebanyakan, tapi bagi para pemilik OS Windows korporat yang sangat tergantung pada IE6, migrasi browser untuk beberasa kasus akan berpengaruh pada migrasi OS, dan biaya upgrade untuk ini pasti akan cukup besar. Internet Explorer masih termasuk browser paling populer, salah satunya adalah dikarenakan para pengguna korporat. Tapi dilain sisi, para pengguna korporat belum begitu tergantung pada prosuk Google dalam melakukan pekerjaannya, kecuali mungkin Gmail.
Tapi, dengan kekuatan yang sangat besar, dan ini baru langkah awal bagi Google untuk ‘menyingkirkan’ IE6, bisa saja, beberapa bulan kedepan para pemilik dan para pengguna IE6, mau tidak mau harus mengupgrade browser mereka, apalagi seperti yang disebutkan oleh Google, sudah banyak perusahaan lain yang menghentikan support pada browser-browser tua, seperti IE6.
Meski terdengar angkuh, keputusan Google ini menjadi masuk akal, selain teknologi web yang terus maju dan tidak akan maksimal jika digunakan di old browser, kalimat penutup dari Google ini juga bisa mengindikasikan bahwa kekuatan Google akan semakin besar: “2010 is going to be a great year for Google Apps and we want to ensure that everyone can make the most of what we are developing”
Bagaimana dengan anda, apakah anda akan ikut bergabung dengan Google, atau anda punya pendapat lain? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.
DailySocial: New Search dan Beberapa Fitur baru di YouTube
(2010-02-01 07:09:23)YouTube merubah tampilan situs mereka, setidaknya ada beberapa perubahan seperti cara dan tampilan search yang baru, hilangnya elemen bintang, sugesstion search di query serta pengaturan resolusi.
Sebelum ini YouTube meluncurkan fitur berbayar mereka yang bekerjasama dengan Sundance Film Festival, lalu HTML 5 support dan YouTube Music Discovery Project, tanggal 21 Januari kemarin mereka meluncurkan tampilan baru lagi. Versi ini masih tahap opt-in, saya mencoba membuka situs YouTube secara normal, tampilan ini belum tersedia tapi jika anda mencoba mencari video dengan kata kunci tertentu, dan meng-klik-nya maka tampilan baru ini akan muncul.
Jadi, apa sebenarnya yang baru dari YouTube ini, kalau anda mencobanya, mungkin anda akan teringat YouTube versi feather yang menghilangkan beberapa elemen utuk mendapatkan tampilan yang lebih bersih, sederhana, dan cocok ketika jaringan internet sedang tidak bagus. Berikut beberapa hal baru yang dari YouTube.
Fokus para menonton
Tampilan YouTube yang baru berfokus pada kenyamanan anda dalam menikmati video, pertama anda tidak akan melihat logo bintang, atau sistem rating dengan bintang, YouTube menggantinya dengan sistem mirip StumbleUpon, tapi di YouTube, yang satu logo hati untuk menyatakan like dan logo jempol mengarah kebawah untuk menyatakan yang sebaliknya.
Resolusi dan logo yang berubah
Lalu jika anda melihat kotak dimana video diputar, dibagian bawahnya, ada tambahan tab baru yang berfungsi untuk mengatur resolusi, ketika anda meng-drag mouse anda ke tab yang berisi angka, contohnya 360p, maka akan ditampilkan resolusi tambahan yang akan menambah pilihan user untuk menentukan resolusi gambar seperti apa yang ingin dipilih. Selain itu logo pun berubah, jika biasanya ada kalimat broadcast yourself di bagian bawah logo YouTube, di tampilan baru ini, anda hanya akan mendapatkan logo YouTube saja, tanpa jargon apapun.
Fungsi search
Perubahan lain, yang bagi saya sangat bagus dan memang saya tunggu adalah fungsi search. Versi baru YouTube ini memungkinkan anda untuk tetap menonton video yang sedang anda tonton sambil men-search konten video lain. Misalkan anda sedang menonton trailer film Sherlock Holmes, lalu anda ingin melakukan pencarian video klip band The Temper Trap, maka ketika anda mengklik tab search, hasil pencarian akan muncul di bagian kanan halaman YouTube anda, sedangkan video yang anda putar akan tetap rolling di bagian kiri, tapi dengan bentuk yang lebih kecil. Jika anda ingin kembali ke video yang sedang anda tonton maka klik teks back to video di bagian bawah video yang sedang anda tonton.
Fungsi search ini juga memberikan bantuan query mirip yang dilakukan Google search. Misalkan anda mengetikkan kata Sherlock Holmes , untuk mencari trailer filmnya, maka akan ditampilkan juga beberapa pilihan lain yang berhubungan dengan kata kunci Sherlock Holmes secara otomatis.
Terus terang saya terkesan dengan fungsi search yang baru ini, seperti yang pernah saya singgung di tulisan tentang YouTube terdahulu, setidaknya ada dua jenis pengguna YouTube, ada creator dan ada penonton, dan bagi penonton kenyamanan menonton video adalah yang utama, tapi YouTube bukan tv, yang membuat kita fokus pada hal menonton saja, YouTube adalah apikasi internet yang memugkikan anda menonton video sambil melakukan hal lain, seperti search konten, dan saya sendiri sangat tidak nyaman jika harus membuka tab baru untuk mencari konten lain dan harus meninggalkan video yang saya putar di tab lain. Fitur baru ini menjawab itu semua.
Kita tunggu saja, kapan versi ini akan roll out ke publik, karena sebagai feature opt-in, fungsi ini memang belum menjadi fungsi default resmi, atau YouTube akan meluncurkannya secara diam-diam? Mari kita tunggu perkembangan selanjutnya, sambil menunggu bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru YouTube ini, share pengalaman anda pada kolom komentar.
Sumber : TechCrunch, ReadWriteWeb
Kuncoro Wastuwibowo: Bagimu Guru dan Santri Indigo
(2010-02-01 00:06:34)Bagimu Guru dan Santri Indigo merupakan dua dari sekian bentuk program CSR Telkom. Kedua program ini diselenggarakan bersama dengan Republika. Bagimu Guru memberikan pembekalan tentang teknologi digital kepada para guru, yang umumnya berada di kota2 kecil. Santri Indigo memberikan keterampilan blog & Internet kepada para siswa di pesantren. Entah kebetulan aneh dari mana, dua minggu ini aku kebagian tugas untuk mengisi program CSR ini (setelah sekitar 1 tahun tak bersentuhan dengan keduanya).
Program Bagimu Guru dilaksanakan di Cikarang. Pada program ini, aku menggantikan Pak Indra Utoyo (CIO Telkom Indonesia) memberikan pencerahan tentang IT Trend. Materi aku kemas ulang — sebenarnya kami di Direktorat IT, termasuk IT Policy dan Content & Appl Work Group suka saling bertukar materi presentasi — supaya aku tak harus menceritakan banyak angka2. Aku lupa bahwa audience-nya guru2 yang secara sukarela mendaftar dan memang memiliki minat tinggi. Sekitar 60 orang. Wow, pertanyaannya banyak, dan kelas berat :). Mereka bukan pemula, tetapi pemakai Facebook, Twitter, dan social network lain, termasuk blog. Diskusi jadi cukup menarik dan tajam. Cikarang cukup dekat dengan Jakarta, jadi aku bisa melakukan tugas ini sambil tetap hadir di kantor :D.
Untuk program Santri Indigo, aku harus terbang ke Pekalongan. Eh, nggak ada airport dink di Pekalongan. Aku harus terbang ke Semarang, dan menempuh jalan darat ke Pekalongan, via Alas Roban. Jadi harus terbang malam sebelumnya. Baru sekali ini aku menuju (bukan sekedar lewat) di Pekalongan. Pesantrennya bernama Pesantren Modern Buaran. Aku seharusnya memberikan Teori Blog di sini, kepada sekitar 100 santri dan pengasuhnya. Beruntung, sekali lagi aku sempat bersua Ramaditya Adikara, salah satu Indigo Fellow kita, yang kali ini memberikan sharing motivasi kepada para peserta. Baru sekali ini aku ikut mendengarkan motivasi dari Rama. Keren. Elegan. Tak lebay seperti para banyak orang lain yang mengaku motivator :). Selama break, kami berbincang banyak hal. Termasuk soal Singa Udara (haha). Tapi harus diputus, kerna sudah waktuku menyebarkan paham blogisme kepada para santri. Sayangnya Pak Indra sekali lagi tak dapat hadir (sedang ada gelombang reorganisasi yang menarik di Telkom). Jadi sekali lagi aku bercerita tentang IT untuk Syiar Digital. Aku tak yakin bisa menggantikan presentasi Pak Indra yang selalu anggun itu. You know, presentasi seorang Koen kayak apa bentuknya, haha :). Nyaris tanpa break, aku langsung kembali mengejar pesawat di Semarang untuk kembali ke Jakarta, sementara para santri meneruskan tentang praktek blog dengan rekan2 dari Republika.
Banyak tugas yang tak dapat ditinggalkan. Tapi ikut sumbang ilmu dan waktu dalam kegiatan2 CSR ini menimbulkan kebanggaan, semangat baru, dan inspirasi baru. Kapan ya … program ini juga diperluas ke luar Jawa?
DailySocial: Berkunjung ke desaVIRTUAL
(2010-01-31 22:11:33)
Konsep online shopping mungkin sudah berumur sama tuanya dengan modem Robotics 14.4k gue, tapi bukan berarti para pelakunya udah jenuh. Khususnya di dunia lokal, geliat membuka toko di internet masih terus terlihat. Salah satu yang tampaknya mau ikutan dan berusaha membawa konsep segar adalah desaVIRTUAL.
Sedikit pendahuluan bahwa sepertinya situs ini belum selesai dikembangkan, tapi karena aksesnya sudah dibuka untuk umum, kita coba-coba aja berkunjung.
Pada halaman mukanya kita disodori sebuah gambar bukit kartun yang berisikan desa-desa. Visualisasi yang menarik, dan ditambah bumbu kalau kita datang siang hari, maka latar belakangnya pun akan jadi siang, dan sebaliknya kalau malam hari.
Ada tujuh desa yang bisa dikunjungi: Fashion Village, Digital Village, Food Village, Electronic Village, Game Village, Sport Village, Miscellaneous Village. Entah apa yang membuat desa-desanya bernama Inggris padahal nama site-nya udah bener desaVIRTUAL.
Ngintip sedikit dari halaman About mereka:
..DesaVirtual.com provides an amazing online platform for consumers, enabling multiple browsing options, an integrated shopping basket and checkout (on the mall itself only) and creating an experience that would otherwise be out of reach for individual stores.
… Anyone that shops on desavirtual.com will automatically accumulate token that will be able to redeemed for any downloading content you choose from our digital village
Lagi-lagi berbahasa Inggris, jadi kalau gue ngga salah tangkep berarti mereka nyediain semacam mal virtual yang berisikan berbagai merchant, baik yang berjualan barang nyata maupun digital.
Tapi begitu scroll layar ke bawah, ada penjelasan “How to use desaVIRTUAL,” yang menjelaskan bagaimana cara posting di stream dan mengirim pesan ke pengguna lainnya. Hmm jadi sepertinya desaVIRTUAL ingin menggabungkan konsep online shopping dengan jejaring sosial? Bukan hal yang baru, tapi uniknya mereka mengambil sudut terbalik. Kalau biasanya toko-toko online muncul dari dalam jejaring sosial seperti Multiply dan Facebook, ini (sepertinya) mengharapkan pertemanan akan muncul dari hasil nongkrong-nongkrong di toko-toko online. Terlepas dari akan berhasil atau tidak, ini satu usaha yang patut dicoba. Cara-cara postingnya pun sangat familiar, kalau ngga mau dibilang persis sama dengan Twitter. Setidaknya penggunanya jadi ngga harus belajar banyak lagi kan.
Masuk ke beberapa desa, yang paling banyak muncul adalah papan pengumuman “For Rent.” Ada beberapa yang sudah ada merchant dan item yang dijual, tapi ngga ada keterangan harga maupun cara beli-nya. Sepertinya sih mereka bakal punya mata uang sendiri berupa token yang bisa dibeli (hasil nemu dari link “demo”)
Dari logonya disebutkan bahwa desaVIRTUAL saat ini masih dalam tahap beta. Tapi kalau ngeliat dalemnya sih, kayaknya lebih cocok versi alpha. Banyak desa-desa yang isinya masih kosong, begitu juga dengan tautan FAQ, Terms, dan Privacy yang masih belum nyambung ke halaman manapun. Herannya pendaftaran anggota-nya dibiarkan terbuka aja. Jadilah banyak orang yang udah mendaftar dan meninggalkan jejak kebingungan mereka.
Yasudlah, kita tunggu aja dulu bakal dibawa ke mana desa yang satu ini. Sisi visual yang ditawarin udah menarik, begitu juga konsep pengelompokan “desa”-nya, walaupun bukan sepenuhnya konsep baru. Sepertinya untuk sukses mereka harus bisa menggaet merchant-merchant yang oke dan harus fasih berinteraksi di jejaring sosial. Selebihnya gue masih belum nangkep faktor lain yang bisa menggaet pengunjung dateng. Jadi, halo, kalau anda adalah “kepala desa” ini, boleh dong di-share ceritanya
Firman Firdaus: Readability and legibility
(2010-01-31 14:54:02)Firman Firdaus: Dear Van Gogh mug
(2010-01-31 14:16:40)Firman Firdaus: Parkour motion reel
(2010-01-31 13:59:36)Andika Triwidada: trs: jwb: bls: Mengganggu atau Membantu?
(2010-01-31 13:57:59)Masim Vavai Sugianto: Rilis Ubuntu LTS 8.04.4
(2010-01-31 12:13:37)
Ubuntu 8.04 adalah Ubuntu versi Long Term Support. Berbeda dengan Ubuntu versi standar dengan siklus support lebih pendek, Ubuntu LTS memiliki dukungan update jauh lebih lama.
Ubuntu LTS memiliki dukungan support 3 tahun untuk versi desktop dan 5 tahun untuk versi server. Versi LTS biasanya dirilis setiap 2 tahun sekali, sedangkan versi standar dirilis tiap 6 bulan sekali.
Ubuntu 8.04.4 merupakan update ke-4 dan rencananya merupakan maintenance update terakhir bagi Ubuntu 8.04.
The Ubuntu team is proud to announce the release of Ubuntu 8.04.4 LTS, the fourth maintenance update to Ubuntu’s 8.04 LTS release. This release includes updated server, desktop, and alternate installation CDs for the i386 and amd64 architectures. Ubuntu 8.04 LTS continues to be maintained through 2011 for desktops and 2013 for servers through online updates, but this is the final maintenance release of 8.04 LTS.
In all, some 70 updates have been integrated, and updated installation media has been provided so that fewer updates will need to be downloaded after installation. These include security updates and corrections for other high-impact bugs, with a focus on maintaining stability and compatibility with Ubuntu 8.04 LTS.
Ubuntu versi LTS merupakan versi yang banyak diinstall untuk instalasi server dan penggunaan skala perusahaan, mengingat rentang waktu support yang panjang. Para pengguna skala perusahaan ini umumnya lebih mengutamakan stabilitas sistem dan dukungan update yang panjang daripada harus melakukan upgrade periodik dalam rentang waktu singkat.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan baca release notesnya. Bagi para pengguna Ubuntu yang berniat melakukan download, silakan download melalui link berikut ini :
- ubuntu-8.04.4-desktop-i386.iso
- ubuntu-8.04.4-desktop-amd64.iso
- ubuntu-8.04.4-server-i386.iso
- ubuntu-8.04.4-server-amd64.iso
Artikel Terkait
Masim Vavai Sugianto: Infolinux Edisi Spesial openSUSE
(2010-01-31 10:56:59)Majalah Infolinux edisi Februari 2010 memuat edisi spesial openSUSE 11.2, termasuk berbagai artikel terkait seperti instalasi openSUSE 11.2 ke Flash Disk dan pembahasan mengenai SUSE Studio, tools remastering berbasis web yang memudahkan pembuatan distro Linux sesuai keinginan.
Artikel Terkait
Masim Vavai Sugianto: Kebodohan Mendasar :-)
(2010-01-31 08:35:26)Hari Jum’at kemarin menjadi hari yang menggelikan (dan memalukan) selama sejarah saya bekerja sebagai admin server kelas kecil-kecilan.
Di kantor saya punya rencana melakukan improvement proses backup & recovery, dengan mendayagunakan sebuah server HP Proliant. Server yang sedang berjalan sekarang adalah server IBM X Series. Saya berencana mengubah semua sistem yang berjalan secara fisik menjadi sistem berbasis virtual. Untuk sistem utamanya saya hendak mencoba SUSE Linux Enterprise Server 11, yang nantinya akan menggunakan 2 harddisk yang dikonfigurasi menggunakan sistem RAID-1 dan menggunakan Xen Hypervisor sebagai host mesin virtual.
Proses instalasi awalnya berjalan lancar dan cukup cepat. Saya memilih opsi physical server dengan dukungan virtualization, meski bisa saja saja saya memilih opsi full xen virtualization yang artinya server tersebut didedikasikan khusus sebagai host mesin virtual.
Entah mengapa, proses instalasi berhenti pada saat konfigurasi hal daemon. Awalnya saya pikir SLES butuh waktu untuk mengenali perangkat keras yang ada tapi setelah ditunggu lebih dari 5 menit tidak ada indikasi berlanjut, saya menjadi sewot. Saya berpikir, kalau openSUSE 11.1 dan 11.2 bisa diinstall diserver yang sama dengan hasil yang memuaskan, mengapa SLES yang merupakan product kelas enterprise malah hang ditengah jalan.
Saya sudah siap menumpahkan kekesalan saya dengan melakukan instalasi ulang menggunakan openSUSE 11.2. Saya tidak habis pikir kenapa product yang dikemas untuk skala perusahaan dan memiliki dukungan support berbayar justru kalah dengan product yang dirilis untuk versi free, padahal saya tahu hampir 99% arsitektur dan paket aplikasi SLES merupakan paket stabil dari openSUSE.
Sebelum mematikan server dan melakukan instalasi ulang, saya mengecek ulang kondisinya. Mata saya terpaut ke beberapa tombol yang menyala. Saya lihat ada tombol numlock dan scroll lock yang menyala. Seingat saya, tadi saya sudah mematikan tombol scroll lock, tapi kenapa sekarang justru menyala. Tanpa berpikir panjang, saya menekan tombol scroll lock untuk mematikan fungsinya, dan voila, proses instalasi berlanjut.
Ternyata oh ternyata, saya yang dodol telah menekan tombol scroll lock sebelumnya (maksudnya sih mematikan fungsi, ternyata malah menghidupkannya). Scroll lock ini membuat proses instalasi menjadi berhenti seolah-olah kena pause.
Proses instalasi berjalan lancar sampai akhir dan SLES tampil dengan tampilan yang elegan. Jadi, kesalahan sepenuhnya ada pada saya yang dengan sotoynya mempermasalahkan kualitas SLES hanya gara-gara salah pencet tombol scrol lock
. SLES sendiri berjalan dengan baik dan mendeteksi hardware server HP Proliant secara out of the box.
Artikel Terkait
Aku Ingin Hijau: Tips Memilih Deterjen
(2010-01-30 23:59:26)Artikel ini ditulis oleh Rika (rumahpopok.com)
Makin banyak busanya, makin mantap, makin bagus, begitu kira kira image tentang sebuah deterjen yang berkualitas. Image sesat yang berhasil tertanam:D . Lagipula, kalau ngga banyak busa, rasanya ngga bersih? padahal? Busa itu korelasinya sangat kecil dibandingkan daya bersih.
Bersih nggaknya tergantung pada elemen yang disebut surfaktan. Busa itu menyebabkan pencemaran pada badan air, karena sulit terurai. Akibatnya? Sungai-sungai kita baunya apek sampai busuk karena suplai oksigen kurang. Sebabnya ya salah satunya karena busa yang menutupi permukaan air. Masalahnya, surfaktan ini juga menjadi biang kerok lain masalah lingkungan karena tidak mudah terurai oleh lingkungan. Jadi? perhatikan surfaktan apa yang dipakai. LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonat) atau LABS (Linear Alkyl Benzene Sulfonate) konon bisa terurai. ABS (AlkylBenzene Sulfonate) tidak bisa, dan sudah masuk daftar hitamnya Greenpeace. Jadi ibu ibu bapak bapak, untuk membuat gerakan cinta lingkungan ayah dan bunda menjadi makin maknyoss, bijaklah dalam memilih deterjen.
Memang sih sertifikasi di kita belum sempurna, tapi paling tidak kita melalukan upaya identifikasi yang simpel simpel aja (khusus yang awam). Buat yang pakar kimia, dimohonkan bantuannya untuk sumbang saran deterjen seperti apakah yang ramah lingkungan.
Tipsnya yaitu:
- Cari deterjen yang sedikit busanya. Dengan sedikit busa, air untuk membilas juga tidak perlu banyak.
- Cari deterjen dengan surfaktan yang bisa terurai. Seperti di atas, nama yang beken antara lain LAS/LABS.
- Cari deterjen yang jika sisa air cuciannya bisa untuk menyiram tanaman tanpa membuat tanaman mati – Cari deterjen yang rendah fosfat. Jikapun mengandung fosfat, sebisa mungkin digunakan untuk menyiram tanaman, karena fosfat itu tidak baik untuk badan air, tapi oke oke aja untuk tanah dan tanaman.
- Cari produk lokal. Dengan menggunakan produk lokal, kita meminimasi jejak karbon yang ditimbulkan dari transportasi Happy hunting!

Masim Vavai Sugianto: Browser Ringan untuk Windows, Linux & Mac : Arora Browser
(2010-01-30 21:50:28)Tinggalkan dulu peta pertarungan para browser web kelas atas seperti Mozilla Firefox, Internet Explorer, Google Chrome, Opera dan Apple Safari. Bagi anda para pengguna Windows yang ingin mencoba browser ringan, cepat namun tidak ingin kehilangan aspek estetika dan mampu menampilkan halaman web dengan baik, Arora Browser bisa menjadi salah satu pilihan yang patut dicoba.
Arora adalah browser yang dibangun dari sample program Qt, menggunakan engine WebKit (yang juga menjadi engine Chrome dan Safari).
Meski masih versi awal, Arora sudah menunjukkan kelasnya sebagai salah satu browser pilihan. Arora sudah langsung dilengkapi dengan adsblock untuk menghilangkan iklan-iklan, terutama yang berbasis flash. Caranya juga mudah, hanya perlu memilih menu tools | adblock dan kemudian memberikan tanda centang. Jika flash masih menari-nari meski adblock sudah diaktifkan, coba klik menu refresh.
Secara feature, Arora mungkin belum selengkap Firefox, Internet Explorer, Google Chrome, Opera dan Safari namun Arora sudah cukup memenuhi ekspektasi para web surfer yang menginginkan browser yang ringan dan cepat.
Selain feature adblock, bookmark, history dan tab, Arora juga layak dipertimbangkan karena beberapa pertimbangan, antara lain :
- Startupnya cepat
- Terintegrasi dengan desktop environments
- Menyediakan smart location bar
- Mendukung session management
- Mendukung privacy mode
- Manajemen mesin pencari yang fleksibel (klik kanan bisa memilih pencarian ke berbagai sumber)
- ClickToFlash plugin, untuk kemudahan blok/unblock flash dari suatu website
- Menyediakan download manager
- Menyediakan WebInspector, sekumpulan tools untuk web developers
- Menyediakan penerjemahan ke 30 bahasa
Karena berbasis Qt, Arora tersedia baik untuk Windows, Linux maupun Mac. Bagi para pengguna Linux openSUSE, Arora bisa diinstall menggunakan One-Click-Install openSUSE Build Service, sedangkan pengguna Windows dan Mac bisa mendownload binary installernya disini.
Artikel Terkait
DailySocial: Facebook Siapkan Location Check In
(2010-01-30 16:44:39)Location, location, location, check in, check in, check in. Kayaknya itulah mantra media sosial tahun 2010 ini. Foursquare, Gowalla, Yelp mengkhususkan diri ke sana, dan untuk lokal ada Koprol yang udah makin populer. Twitter pun punya geolocation API yang bisa dipakai oleh apps untuk men-tag tweet seseorang. Siapa yang belum ikutan? Yak, Facebook. Apakah mereka akan ikutan? Pastinya.
Business Insider mengungkapkan bahwa mereka mendapat kabar dari sumber dalam bahwa Facebook saat ini sedang mempersiapkan fitur untuk check in dan memberitahukan lokasi kita berada ke teman-teman. Well sebenernya kalau mereka ngga ikutan bikin fitur ini, itu baru mencengangkan. Jadi apakah ini kabar buruk untuk para pemain lama?
Ngga juga, bukan berarti Facebook sudah pasti akan melibas yang udah ada. Mereka memang menang di kuantitas pengguna dan hubungan sosial “nyata” yang terjalin di dalamnya, tapi ngga selamanya itu menjamin fitur yang mereka luncurkan akan sukses.
Contohnya Twitter saat ini masih menang dalam lomba update status. Yang bisa diberikan oleh Twitter adalah konteks, dalam bentuk trending topics, pencarian, dan statistik. Kalau di Twitter, yang lebih bermakna adalah “apa yang dikatakan orang-orang,” sedangkan Facebook lebih ke “orang-orang (yang gue kenal) bilang apa?” Pengguna Twitter ngga perlu kenal dengan orang yang mereka follow untuk bisa menikmati Twitter, sedangkan titik seru Facebook ada di penerjemahan hubungan nyata ke internet.
Gimana dengan lokasi? Tentu aja seru kalo bisa tau temen-temen gue lagi ada di mana, atau siapa yang lagi ada di deket gue (misalnya boss gue, man that’d be highly useful!). Tapi masih banyak sisi lain yang bisa dieksplor, seperti rewarding system di Foursquare, atau berbagi review tempat di Koprol, mengimplementasikan augmented reality, atau partnership dengan merchant-merchant dan venue-venue yang sepertinya akan sulit dilakukan Facebook, terutama dalam konteks lokal.
Gue sendiri excited dengan arah trend location sharing ini, karena akhirnya media dan jaringan sosial di internet akan semakin terintegrasi dengan dunia nyata. Dan siapa lagi yang bisa membawa layanan ini jadi mainstream kalau bukan Facebook?
Oiya kalau mau tau gue ada di mana, silakan ngintip di Foursquare atau Koprol gue
Masim Vavai Sugianto: Google Apps Menghentikan Support untuk Internet Explorer 6
(2010-01-30 11:38:56)
Perang antar browser semakin seru dengan posisi browser besutan Microsoft, Internet Explorer disatu sisi dengan para kompetitornya disisi lain. Internet Explorer, khususnya internet Explorer versi 6 dianggap tidak mengikuti standar dan menyulitkan para developer web untuk menyesuaikan desain tampilannya. Internet Explorer 6 yang dibundel pada Windows XP juga dianggap sudah ketinggalan jaman dan tidak mampu mengikuti perkembangan jaman.
Kabar terbaru datang dari Google yang menyatakan bahwa efektif mulai tanggal 1 Maret 2010, Google Apps akan menghentikan dukungan pada Internet Explorer 6. Google memang tidak serta merta meniadakan dukungan terhadap semua versi Internet Explorer karena masih tetap mendukung Internet Explorer versi 7 keatas, namun hal ini tentu saja bisa berimplikasi pada Microsoft karena IE 6 merupakan salah satu browser terbanyak yang digunakan mengingat ia dibundel secara default pada Windows XP. Sekedar catatan, Windows XP merupakan salah satu produk Microsoft yang sangat sukses dibandingkan versi lainnya.
Kenapa sih banyak pihak yang misuh-misuh pada IE 6? Apa karena sirik dan iri pada dominasi IE (meski dominasi itu semakin lama semakin turun). Setelah Microsoft dipaksa melepaskan bundel IE pada distribusi Windows di Eropa untuk menghindari gugatan monopoli, kini kampanye anti IE 6 kembali menggema.
Mashable memberikan alasan mengapa IE 6 pantas untuk ditolak. Silakan baca disini dan disini.
Apakah IE6 mampu menepis kampanye yang akan mengurangi eksitensinya didunia browser, mari kita lihat perkembanggannya kedepan.
Artikel Terkait
Masim Vavai Sugianto: Tutorial Instalasi openSUSE 11 Menggunakan DVD
(2010-01-30 09:55:45)
Salah satu kata kunci yang membuat pengunjung blog mampir ke blog ini adalah tutorial openSUSE 11. Saya pernah membuat panduan instalasi openSUSE 10.2, openSUSE 10.3 (berikut instalasi Zimbra) dan openSUSE 11.0. Saya sedang dalam proses mengupdatenya menjadi tutorial openSUSE 11.2, namun secara prinsip tidak ada perubahan yang berarti selain perubahan layout dan tampilan.
Meski openSUSE 10.2 sudah discontinue, tutorial instalasinya memuat beberapa penjelasan penting, misalnya mekanisme pembuatan partisi pada sistem Linux, apa itu home folder, root folder dll dan relasinya dengan sistem folder di Windows.
Sambil menunggu penyelesaian pembuatan tutorial instalasi openSUSE 11.2, silakan download 3 tutorial berikut ini :
- Tutorial instalasi openSUSE 10.2
- Tutorial instalasi openSUSE 10.3 (memuat juga tutorial instalasi Zimbra Mail Server & Manual Penggunaannya, merupakan materi training saya sebelum menggunakan Zimbra Appliance berbasis openSUSE 11.1)
- Tutorial instalasi openSUSE 11.0, masih relevan digunakan untuk openSUSE 11.1 maupun 11.2
Semoga bermanfaat.
Artikel Terkait
Aulia Masna: Erick Lammerding on Flash for iPad
(2010-01-30 08:18:58)
"Asking 4 Flash support on iPad is like asking automakers to beef up suspension on new cars to deal with potholes. Fix the highway."
- Erik Lammerding (@Lammerding)
Masim Vavai Sugianto: Download Tutorial Instalasi & Konfigurasi FTP Server pada Linux openSUSE
(2010-01-30 07:52:02)
Tutorial berikut ini menerangkan cara melakukan setting FTP Server pada Linux openSUSE menggunakan vsftpd. vsftpd atau very secure file transfer protocol terkenal sebagai ftp server yang handal dan tingkat securitynya cukup powerful. FTP sendiri merupakan media pengiriman/pertukaran data antar komputer yang sangat populer di dunia internet. Pengiriman data dari dan ke server hosting misalnya, banyak menggunakan protokol FTP sebagai protokol default.
Membangun FTP Server sendiri bermanfaat jika kita ingin menyediakan salah satu media pertukaran file, misalnya antar kantor cabang dengan kantor pusat atau antara co-location server dengan server lokal. Sekedar catatan, untuk pengiriman dan sinkronisasi file dalam jumlah besar, rsync merupakan tools lain yang bisa digunakan. FTP bisa menjadi salah satu pilihan mengingat simplikasi penggunaannya.
Untuk memudahkan, saya menyediakan file PDF siap download, dengan 2 variasi konfigurasi (menggunakan konsole atau menggunakan YAST). Semoga bermanfaat.
- Panduan Instalasi & Setup FTP pada Linux openSUSE Menggunakan Konsole
- Panduan Instalasi & Setup FTP pada Linux openSUSE Menggunakan YAST
Artikel Terkait
Ivan Lanin: Umpan web
(2010-01-30 03:31:26)
Umpan web (web feed) adalah suatu sarana yang sangat memanjakan para pembaca blog. Alih-alih harus mengunjungi satu persatu blog yang diminati, pembaca hanya perlu menggunakan salah satu dari banyak pilihan pembaca umpan (feed reader) untuk menikmati informasi dari berbagai blog dalam satu tempat.
Pembaca umpan pilihan saya adalah Google Reader karena paling mudah untuk digunakan. Fiturnya pun cukup lengkap dan terus dikembangkan. Blog yang saya kumpulkan umpannya terutama adalah berbagai blog dari narablog Indonesia serta dari media massa seperti KOMPAS dan Tempo. Blog milik penayang (publisher) luar negeri yang juga saya langgani adalah blog informasi teknologi informasi (seperti TechCrunch) serta blog perusahaan penyedia layanan web (seperti Google).
Hal utama yang tidak saya sukai adalah penayang yang membatasi umpan web mereka menjadi hanya satu atau beberapa paragraf atau bahkan hanya judulnya saja. Pembatasan ini menyebabkan harus ada upaya tambahan untuk mengeklik tautannya dan masuk ke situs web aslinya. Sering kali saya terlalu malas untuk melakukan itu karena derasnya aliran umpan yang ingin dibaca.
Pembatasan ini mungkin dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke situs blog penayang, yang tentunya sah-sah saja dilakukan sang pemilik. Tapi coba tengok beberapa penayang luar negeri yang tentunya juga butuh jumlah kunjungan yang besar ke situs mereka. Mereka menyediakan umpan web mereka secara penuh, seolah tidak khawatir hal tersebut akan mempengaruhi jumlah pengunjung mereka. Mengapa tidak bisa mencontoh hal tersebut? Toh jika memang isi blog tersebut bagus, pengunjung pasti akan datang.
Hal lain yang juga saya sayangkan adalah bahwa ternyata beberapa media massa Indonesia belum memperhatikan penyediaan umpan web yang baik. Ambil contoh TEMPO yang belum menyediakan umpan web untuk edisi cetak majalahnya dan Pikiran Rakyat yang tidak mempublikasikan umpan webnya secara jelas.
Semakin banyaknya jumlah penayang akan membuat semakin banyak informasi yang harus ditelan oleh pembaca blog. Sudah saatnya para penayang juga memperhatikan kenyamanan para pembaca dengan menyediakan umpan web mereka secara penuh dan baik. Tidak sulit kok untuk melakukan hal itu. WordPress dan berbagai platform blog populer lain biasanya menyediakan opsi untuk melakukannya.
Sudahkah Anda memanjakan pembaca blog Anda dengan menyediakan umpan web penuh?
Catatan: Pedantic Bastard lebih senang memadankan umpan web dengan pasokan web. Saya sendiri masih ragu mana padanan yang lebih baik. Kalau ada kesempatan, nanti akan coba ditanyakan kepada ahli bahasa yang berkompeten.
Filed under: layanan web Tagged: Narablog, pembaca umpan, umpan web
Firman Firdaus: Illogical connections
(2010-01-30 01:59:41)Aulia Masna: Adobe uses porn site to diss iPad?
(2010-01-29 16:19:10)Masim Vavai Sugianto: Teknologi Virtualisasi : Instalasi Xen Hypervisor Tools pada openSUSE
(2010-01-29 16:13:46)Setelah selama ini lebih banyak menggunakan aplikasi mesin virtual kelas desktop seperti VMWare Workstation dan VirtualBox, minggu ini saya memiliki cukup banyak waktu untuk bermain dengan virtualisasi kelas server seperti Xen Hypervisor.
Saya memang ada rencana mencoba KVM, OpenVZ dan beberapa aplikasi mesin virtual lainnya namun Xen menjadi pilihan utama saya mengingat banyaknya kesan positif yang saya dapatkan dari rekan-rekan yang sudah mencoba, selain karena teknologi Xen ini sudah diintegrasikan pada openSUSE/SLES.
Proses integrasi ini membuat instalasi Xen pada openSUSE menjadi sangat mudah dan hanya memerlukan beberapa klik saja pada YAST. Berikut adalah proses instalasinya :
- Buka YAST | Virtualization | Install Hypervisors and Tools
`

- Ikuti wizard yang diberikan. YAST akan secara otomatis melakukan konfigurasi, kita hanya perlu mengikutinya
`

`

`

- Kita bisa melakukan restart komputer dan booting menggunakan kernel Xen. Jika ingin selalu booting openSUSE menggunakan kernel Xen, set agar kernel Xen menjadi default booting melalui YAST | System | Bootloader
`

Setelah Xen diinstall dan booting menggunakan kernel Xen, kita bisa membuat mesin virtual melalui menu YAST | Virtualization | Create Virtual Machines
Perlu diingat bahwa Xen mendukung Full Virtualization dan Paravirtualization. Jika menginginkan agar Xen mampu menggunakan opsi full virtualization (misalnya melakukan instalasi Windows XP), server yang kita install harus memiliki asitektur prosesor yang mendukung Virtualization Technology (VT). Opsi untuk mengaktifkan Virtualization Technology ini ada pada bagian BIOS sistem.
Aku Ingin Hijau: Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik Terus Merambah UKM
(2010-01-29 13:41:23)
Setelah kita melihat perkembangan dimana perusahaan-perusahaan besar seperti department store, supermarket dan lainnya memberikan pilihan untuk menggunakan tas belanja pengganti kantong plastik, maka sekarang giliran toko-toko UKM yang semakin lama semakin banyak memberikan tas-tas pengganti kantong plastik.
Salah satu toko yang memiliki tas dengan design yang unik dan mendukung pelestarian lingkungan adalah toko MySize yang websitenya dapat anda lihat di www.mysizestore.com. Yang menarik adalah karena toko ini adalah toko yang menjual pakaian wanita khusus ukuran besar, maka tas pengganti kantong plastik ini pun ukurannya lebih besar dari yang biasanya kita dapatkan di toko-toko lainnya. Selain itu, di kantongnya sendiri juga diberikan pesan-pesan yang mendukung pelestarian lingkungan.
Banyak toko-toko yang menawarkan tas belanja pengganti kantong plastik ini sebagai bagian juga dari keinginan pemiliknya untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi global warming, walaupun tetap dengan harapan bahwa tas ini pun dapat menjadi media marketing yang efektif bila dapat dibawa kemana-mana. Tetapi apapun alasannya, tentunya hal ini perlu terus kita dukung, dan butuh dukungan dari lebih banyak lagi toko-toko yang peduli dengan lingkungan. Kalau perlu semua toko-toko penjual baju tidak lagi menawarkan kantong plastik tetapi tas pengganti yang lebih ramah lingkungan. Atau bila si pembeli menggunakan tas sendiri, tanpa meminta tas atau kantong plastik maka akan mendapat diskon, seberapa pun besarnya. Dengan hal ini maka pembeli pun mendapatkan insentif untuk ikut mengurangi penggunaan kantong plastik. Apalagi dengan adanya informasi baru bahwa kantong plastik yang berwarna hitam ternyata diproduksi dari plastik-plastik bekas yang tidak baik untuk kesehatan.
Jadi, untuk anda yang belum menawarkan tas pengganti kantong plastik, anda harus melakukannya, selain untuk marketing yang efektif tentunya juga untuk lingkungan.
Filed under: Berita Lingkungan Lokal, Bisnis Hijau, Daur Ulang
DailySocial: Strategi Microsoft Mendekati Komunitas Open Source
(2010-01-29 12:29:25)
Beberapa waktu yang lalu di event Microsoft Bizspark yang saya hadiri, Microsoft mengumumkan kerjasamanya dengan Zend Technologies dalam pengembangan platform PHP on the cloud yang dinamakan SimpleCloud. Di event itu juga saya pribadi tidak melihat geliat Microsoft dalam mengembangkan platform utamanya yaitu ASP.NET dan justru mendukung PHP yang memang selama ini berkompetisi dengan ASP.NET
Saya pun bertanya-tanya kenapa Microsoft mengambil langkah demikian, bukan mendukung produk sendiri malah bekerjasama mengembangkan produk kompetitor. Siddhartha Agarwal, Vice President Americas Field Operation Zend Technologies hari ini cukup berbaik hati untuk mengundang saya berdiskusi sembari menyantap sarapan (credit goes to Dhenu from Zend Indonesia). Dan akhirnya, saya mendapat penjelasan atas kebingungan saya.

Siddhartha Agarwal, VP Americas Field Operation, Zend Technologies
Microsoft, dalam proses pendekatannya dengan komunitas developer di dunia ternyata mengalami kesulitan, tentu saja karena kebanyakan platform yang dimiliki Microsoft bersifat proprietary dan anda harus membayar untuk menggunakannya. Belum lagi infrastruktur yang digunakan (IIS Server, SQL Server) harganya relatif lebih mahal daripada infrastruktur LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) yang hampir tanpa biaya. Dari sini penjualan Windows Server menjadi makin tidak populer di kalangan developer dan bisnis korporat.
Adaptasi harus dilaksanakan oleh Microsoft guna mendongkrak penjualan Windows Servernya dan salah satu strategi yang digunakan Microsoft adalah dengan mendukung gerakan Open Source. Kenapa? Selama ini Microsoft selalu diasosiasikan dengan software proprietary dan berbayar, asosiasi ini harus diubah dengan dukungan Microsoft terhadap teknologi-teknologi Open Source. Dan tentu saja salah satu teknologi Open Source paling populer adalah bahasa pemrogramman PHP. Kenapa PHP? Karena pada dasarnya Microsoft lebih tertarik menjual Windows Server daripada Visual Studio (IDE native Microsoft). Lebih baik ASP.NET yang mengalah daripada Windows Server yang mengalah terhadap Linux bukan? Mengalah untuk menang
Sekarang tinggal waktunya pembuktian, dengan dirilisnya SimpleCloud yang hasil kerjasama Microsoft dengan Zend Technologies dan beberapa vendor cloud platform lainnya, sepertinya akan mampu menarik minat para developer PHP untuk membawa web development ke satu tingkat lebih tinggi. Dan dengan dukungan PHP di IIS Server juga makin membuka pintu bagi para developer PHP untuk mempertimbangkan penggunaan produk OS Microsoft untuk pengembangan aplikasi. Microsoft juga membantu para developer-developer PHP ini dengan program-program seperti Microsoft BizSpark dan WebsiteSpark yang juga memberikan infrastruktur bahkan software secara gratis kepada developer-developer. Pastinya langkah ini akan membuka pintu lebar-lebar bagi web developer yang selama ini alergi terhadap produk-produk Microsoft. Setuju?
Pertanyaan selanjutnya, apakah ini tanda-tanda kehancuran ASP.NET? Sampaikan pendapat dan prediksi anda di kolom komentar.
slight disclosure:Dhenu, which also runs BitesMedia.tv have close partnership with Dailysocial. Go figure
Yahya Kurniawan: 10 Alasan Nembak Gebetan Dengan Ngomong Langsung
(2010-01-29 10:43:12)Jaman telah berubah banyak. Kini dunia telah memasuki era teknologi informasi. Dan perubahan itu terjadi pula di dunia yang paling lekat dengan anak muda, dunia pacaran.
Nah, ini soal ngomongin gimana sebaiknya nembak gebetan untuk dijadikan pacar. Dulu paling-paling cuma bisa ngomong langsung atau lewat surat. Sekarang pilihannya makin banyak, bisa lewat SMS, lewat email, chatting, atau lewat Facebook.
Tapi tetep yang terbaik itu kalo nembak gebetan dengan ngomong langsung. Berikut ini 10 alasannya.
- Melatih keberanian. Kalau berhasil ngomgong langsung pas nembak gebetan, dijamin deh melakukan hal yang lain jadi lebih sepele rasanya.
- Lebih jantan/gentle. Gak perlu dijelasin rasanya.
- Menunjukkan keseriusan. Bobot keseriusan nampak di sini. Apalagi jika gesture mendukung. Kalau dengan tulisan (baik surat, SMS, Facebook) gesture jadi tidak tertangkap.
- Lebih mengena di hati yang ditembak. Bisa jadi gebetan tidak siap, tapi dengan ngomong langsung, hatinya bisa luluh.
- Dapat jawaban langsung. Ndak perlu berdebar-debar terlalu lama menunggu jawaban si dia. Pilihannya cuma dua, diterima atau ditolak. Kalau minta waktu untuk berpikir, lebih cenderung sama dengan menolak.
- Lebih indah dan mudah dikenang. Karena diucapkan langsung, memori akan lebih mudah merekamnya. Kalau ditulis lewat surat atau SMS, apalagi lagi panjang dan berbunga-bunga penuh rayuan gombal, pasti akan mudah terlupakan.
- Tidak ada bukti tertulis. Nah, in case hubungan tidak bisa berlanjut, tidak ada bukti tertulis yang bisa membuat pacar berikutnya ngambek. Siapa tahu sudah menikah dan pas bersih-bersih rumah nemu surat sang suami buat mantan pacarnya dulu, khan agak gawat itu.
- Langsung kencan pertama. Kalau diterima, biasanya akan langsung kencan untuk pertama kalinya, entah di cafe atau jalan-jalan di mall atau tempat favorit lainnya.
- Faktor kegagalan paling kecil. Karena diucapkan langsung, tentunya tersampaikan saat itu juga, tidak pakai SMS failed to send, pak pos nyasar, atau kegagalan yang lain.
- Karena dulu saya nembak langsung gebetan saya.
Budi Rahardjo: Kuliah
(2010-01-29 10:30:31)
Masim Vavai Sugianto: Tutorial Linux : Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE Bagian 6
(2010-01-29 08:19:59)Tutorial Sebelumnya :
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 1, Installasi Sistem & Konfigurasi Samba
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 2, Konfigurasi OpenLDAP
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 3, Konfigurasi smbldap-tools & LDAP Account Manager
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 4, Setting DHCP & DNS Server Dinamis
- Tutorial Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE Bagian 5, Testing Samba & Konfigurasi Klien
INVESTIGASI PESAN KESALAHAN
Tutorial Samba PDC+OpenLDAP merupakan salah satu tutorial terpanjang yang pernah saya buat. Ada kemungkinan tutorial ini memuat kesalahan ketik baik dari sisi saya maupun kemungkinan kesalahan ketik dari rekan-rekan yang mengikutinya. Selain itu, untuk membantu mempermudah rekan-rekan dalam menelusuri kemungkinan kesalahan, berikut adalah beberapa pesan kesalahan yang pernah saya alami dan solusi untuk mengatasinya :
- Kekurangan library Perl untuk LDAP saat menjalankan smbldap-tools
server:/home/vavai/Desktop/openldap-vavai # smbldap-useradd -m -a root
Can’t locate Net/LDAP.pm in @INC (@INC contains: /usr/sbin/
/usr/lib/perl5/5.10.0/x86_64-linux-thread-multi /usr/lib/perl5/5.10.0
/usr/lib/perl5 /site_perl/5.10.0/x86_64-linux-thread-multi
/usr/lib/perl5/site_perl/5.10.0 /usr/lib/perl5/vendor_perl/5.10.0/x86_64-linux-thread-multi
/usr/lib/perl5 /vendor_perl/5.10.0 /usr/lib/perl5/vendor_perl .) at
/usr/sbin//smbldap_tools.pm line 26.
BEGIN failed–compilation aborted at /usr/sbin//smbldap_tools.pm line 26.
Compilation failed in require at /usr/sbin/smbldap-useradd line 30.
BEGIN failed–compilation aborted at /usr/sbin/smbldap-useradd line 30.Solusi : Install perl-ldap melalui zypper atau YAST
- Kekurangan library Perl untuk UTF-8
Can’t locate Unicode/MapUTF8.pm in @INC (@INC contains: /usr/sbin/
/usr/lib/perl5/5.10.0/x86_64-linux-thread-multi /usr/lib/perl5/5.10.0
/usr/lib/perl5 /site_perl/5.10.0/x86_64-linux-thread-multi
/usr/lib/perl5/site_perl/5.10.0 /usr/lib/perl5/vendor_perl/5.10.0/x86_64-linux-thread-multi
/usr/lib/perl5 /vendor_perl/5.10.0 /usr/lib/perl5/vendor_perl .) at /usr/sbin//smbldap_tools.pm line 28,
line 275.
BEGIN failed–compilation aborted at /usr/sbin//smbldap_tools.pm line 28, line 275.
Compilation failed in require at /usr/sbin/smbldap-useradd line 30, line 275.
BEGIN failed–compilation aborted at /usr/sbin/smbldap-useradd line 30, line 275.Solusi : Install perl-Unicode-MapUTF8 melalui zypper atau YAST
- Error saat menjalankan smbldap-useradd -m -a root
server:/home/vavai/Desktop/openldap-vavai # smbldap-useradd -m -a root
Error: modifications require authentication at /usr/sbin//smbldap_tools.pm line
1187, line 466.Solusi : Periksa file /etc/smbldap-tools/smbldap_bind.conf, pastikan nama domain (dc=namadomain,dc=net) sudah tepat
server:/home/vavai/Desktop/openldap-vavai # smbldap-useradd -m -a root
Error: Insufficient access at /usr/sbin//smbldap_tools.pm line 1187, line 466.Solusi : Periksa file /etc/smbldap-tools/smbldap_bind.conf, pastikan credentialsnya (cn=Manager,
dc=namadomain,dc=com) sudah tepat - Pesan kesalahan saat menjalankan perintah smbpasswd -a
smbpasswd -a
WARNING: Your ‘passdb backend’ configuration includes multiple backends. This
is deprecated since Samba 3.0.23. Please check WHATSNEW.txt or the section ‘Passdb
Changes’ from the ChangeNotes as part of the Samba HOWTO collection. Only the first
backend (ldapsam:”ldap://server.vavai.net”) is used. The rest is ignored.
add_new_domain_info: failed to add domain dn= sambaDomainName=VAVAI,dc=vavai,dc=net with: Insufficient access
no write access to parent
smbldap_search_domain_info: Adding domain info for VAVAI failed with NT_STATUS_UNSUCCESSFULSolusi : pastikan semua password sama. Gunakan credential Manager dengan password ldap
- Pesan Connection Refused
smbclient -L localhost -N
Connection to localhost failed (Error NT_STATUS_CONNECTION_REFUSED)
Solusi : Pastikan sudah menjalankan perintah untuk permission akses share profiles : chmod 1777 /data/samba/profiles
- Pesan Error looking for next uid in sambaDomainName
smbldap-useradd -m -a root
Error looking for next uid in sambaDomainName=VAVAI.NET,dc=vavai,dc=net:
No such object at /usr/sbin //smbldap_tools.pm line 1174, line 466.Solusi : Ubah baris sambaUnixIdPooldn pada /etc/smbldap-tools menjadi
sambaUnixIdPooldn="sambaDomainName=VAVAI.NET,ou=Domains,${suffix}"
Jikaada pesan kesalahan lain yang muncul silakan tambahkan melalui halaman komentar. Semoga sukses melakukan setup Samba PDC+OpenLDAP pada Linux openSUSE
DailySocial: Will Google Social Search Fall?
(2010-01-29 07:11:36)Ditengah berita kelahiran anak baru dari iPhone, Google meluluskan fitur baru mereka, dari versi labs ke versi beta. Kelulusan ini sepertinya agak teredam oleh kehebohan dari peluncuran iPad.
So, apa yang baru dari Google? Google meluncurkan fitur Social Search ke versi beta yang sudah bisa dinikmati di Google.com dan akan bisa dinikmati oleh user umum beberapa hari kedepan.
Social Search pada intinya memungkinkan Google untuk memberikan hasil pencarian yang anda cari dari relasi anda. Misalnya anda menginginkan sebuah hasil pencarian tentang DailySocial, tapi anda ingin mengetahui apa itu DailySocial bukan dari hasil pencarian standar saja, tapi ingin mengetahui dari pendapat teman atau relasi anda, maka ketika mengetikkan kata DailySocial di tab search, dan mengkliknya maka nanti selain memberikan hasil pencarian standar yang biasa kita dapat, Google juga akan memasukkan hasil pencarian dari relasi anda dengan keterangan ‘results from your social circle for DailySocial’.
Seperti yang dijelaskan di blog resmi Google, Google Search ini juga nantinya dilengkapi dua link lain yang akan menghubungkan anda dengan interface baru yang memungkinkan anda melihat relasi dan konten dibalik hasil pencarian social anda.
Sound great? Yup, tapi sejujurnya saya masih penasaran dengan bagaimana fitur ini bekerja dan apa yang mesti saya siapkan untuk dapat mendapatkan hasil pencarian berdasarkan social search saya secara maksimal.
Saking penasarannya saya mencoba mencari tau dengan membaca beberapa berita yang membahas fitur ini, dan saya sendiri sampai pada sebuah pertanyaan, seperti judul diatas, ‘will Google Search fall?’
Pertanyaan ini muncul pertama-tama dikarenakan, ada banyak tahapan untuk menghasilkan hasil pencarian berdasarkan relasi ini. Pertama, tentu anda harus mendaftarkan diri pada Gmail, kemudian membuat Google Profile anda. Setelah itu anda juga harus mengisi kelengkapan yang ada di Google Profile dengan selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya.
Itu saja tidak cukup, untuk mengasilkan hasil pencarian yang lebih luas dan lebih bagus lagi, anda juga harus menambahkan link-link di mana anda nge-blog, akun Facebook anda, Twitter, Picasa, Flickr atau apapun yang sekiranya memungkinkan anda terkoneksi dengan relasi anda dan begitu pun sebaliknya.
Itu pun belum cukup, anda juga diharapkan oleh Google untuk memasukkan kontak relasi anda ke daftar kontak e-mail, lalu memilahnya menjadi group tertentu seperti friends atau familiy.
Google Search memang sangat berguna untuk merespons social network dan real time search, isu tentang pendapat teman lebih besar pengaruhnya dari promosi apapun adalah salah satu kelebihan yang ingin di tawarkan Google Social Search. Saya juga tertarik untuk mengulik agak lama fitur ini karena kelebihan tersebut.
Memang fitur ini belum tersedia untuk hasil pencarian yang dilakukan oleh Google.co.id, baru tersedia untuk Google.com, tapi setelah membaca beberapa artikel tentang fitur ini, saya penasaran untuk mencoba sendiri tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti yang disebutkan di atas, sayangnya saya belum bisa menikmati hasil pencarian untuk melihat seberapa besar peran Google Search atas topik tertentu.
Tapi, dari tahapan proses yang dilakukan itu, saya malah berpikir, kenapa saya harus repot, kenapa tidak saya langsung DM relasi saya di Twitter atau menggunakan Facebook untuk mencari info atau pendapat tentang suatu hal yang saya inginkan langsung dari teman-teman saya, atau menanyakan langsung ke relasi saya dengan mengubah status lewat aplikasi streamreader yang bisa langsung terkoneksi dengan minimal 4 social networking.
Pertanyan besar tentang apakah Google Search ini akan merubah peta permainan search engine kembali muncul di kepala saya. Google sendiri memang menjelaskan bahwa ini baru langkah awal dan masih banyak perkembangan yang akan terjadi, karena versi ini masih versi beta.
Seperti biasa, kita harus bersabar untuk menunggu fitur ini rool out untuk umum, mencobanya dan menganalisanya kembali, tapi setidaknya anda juga bisa mulai mencoba tahapan-tahapan yang dilakukan untuk membuat hasil pencarian social search ini, dan share pendapat anda tentang fitur baru ini.
Atau anda juga bisa share pendapat anda apakah fitur baru Google ini akan membuat peta permainan di search engine menjadi lebih seru atau malah membuat hasil pencarian Google menjadi bertumpuk dan berisi hasil pencarian yang tidak diinginkan user?
Beberapa situs yang saya baca untuk menyusun tulisan ini antara lain: GigaOm, Cnet, ReadWriteWeb, Mashable, dan tentu saja Official Blog Google.
DailySocial: Baidu dan Rakuten Akan Luncurkan Mall Online Terbesar di China
(2010-01-29 07:10:41)China menjadi salah satu negara yang membuat gempar, bukan hanya di dunia politik tetapi juga di dunai teknologi termasuk Internet. Urusan antara Google dan China masih terus hangat, dan tidak sedikit yang bilang bahwa China tidak butuh Google, kenapa, karena mereka memiliki Baidu, si penguasa pasar untuk search engine di China.
Baru-baru ini Baidu sebagai penguasa pasar di China mengumumkan kerjasama yang, mungkin saja akan kembali membuat gempar. Baidu akan bekerjasama dengan e-commerce terbesar dari Jepang, Rakuten. Kesepakatan ini bertujuan untuk membangun sebuah shopping mall online besar untuk user internet di China.
Shopping mall ini nantinya akan melayanai B2B dan C2C, artinya sebuah mall online yang sangat lengkap, business to business juga tersedia perdagangan untuk consumer to consumer.
Rakuten sendiri merupakan salah satu pemain berpengalaman di bidang mall online dengan 30.000 merchant yang berpartisipasi di situs mereka dan lebih dari 47 million user yang teregristasi di platform e-commerce mereka.
Kerjasama antara Baidu dan Rakuten ini diharapkan akan berjalan sekitar tengah tahun 2010. Diprediksikan akan menjadi mall online terbesar di China untuk dua kategori B2B dan C2C, mall online ini bertujuan untuk menyediakan barang dari para pedagang yang populer di China maupun brand dari luar China dan juga memberikan kesempatan bagi perusahaan kecil-menengah untuk ikut ambil bagian, dengan harga yang bersaing.
Saya jadi membayangkan, apakah kesepakatan ini juga nantinya akan memberikan persaingan yang semakin ketat bagi toko online besar seperti Amazon, misalnya.
Dan, bagaimana dengan konsumen Indonesia, jika di pasar offline, kita masih disibukkan dengan berbagai persoalan yang berhubungan dengan perdagangan bebas yang memungkinkan barang China bebas masuk ke Indonesia, apakah ini juga akan berpengaruh ke perilaku online kita? Mengingat pasar bisnis online kita sendiri yang masih dalam tahap berkembang, tapi masih agak mandek terutama dari segi tata cara payment, mungkin berita ini tidak akan terlalu berpengaruh.
Konsumen di tingkat lokal juga masih harus terus diberikan edukasi untuk berbagai seluk beluk belanja online, terutama dengan payment khusus, bukan transfer bank saja. Ditengah geliat mall online yang terus bermunculan, seperti Tokopedia, Juale, dan juga Vimple Shop, dll, saya hanya berharap bahwa, jika mall online terbesar di China ini muncul, akan membantu mengedukasi konsumen lokal dan membantu trend mall online di tanah air, dan bukannya mematikan geliat online mall di Indonesia yang baru tumbuh ini.
Sumber: TechCrunch
Julius Sirait: Prediksi Masa Depan iPad
(2010-01-29 05:05:25)Dibagi kedalam 3 kubu berdasarkan hayalan masing2.
Yang pertama kubu yang membayangkan menjalankan iFart di iPad. Yang kedua yang menghayal bisa pake emacs di iPad. Yang gak kalah hancurnya kubu yang ketiga yang bermimpi menjalankan aplikasi yang belum ada (belum kepikir atau lg mikir2) di iPad.
Kubu yang ketiga sebenarnya menarik karna dia mungkin sudah atau lagi download sdk-nya.
Hendy Irawan: Using CRM to Build Relationship with Your Customers
(2010-01-29 03:50:03)*CRM Software* aka *Customer Relationship Management* helps you to build and maintain relationship with your leads, potential customers, and current clients, as well as manage your sales pipeline.
Here’s my review of the CRM software I’ve tested.
1. *BatchBook * 2. *Network Hippo* 3. ** 4. *Highrise* 5. Zoho CRM 6. Salesforce.com 7. vTiger 8. SugarCRM
The three most interesting CRM solutions to me are: *BatchBook, Network Hippo,* and *Highrise*. You probably never even heard of them.
Here’s why I picked them: they are suited to small business owners. Network Hippo and Batchbook has good integration with social networks like Facebook and Twitter.
*BatchBook* http://www.batchbook.com/ The “Social CRM”. Intuitive to use and looks good. Contacts display their Facebook and Twitter. Has SuperTags which is tags on steroids, customizable fields.
*Network Hippo* http://www.networkhippo.com/ Personal network management. Unlike existing CRMs that focus exclusively on sales data and basic contact information, Network Hippo evaluates the strength and influence of individual relationships with contacts to find new opportunities, strengthen relationships, and learn more about key people in their ?network?.
*Highrise* http://www.highrisehq.com/ Easy to use, cut-to-the-chase CRM, from 37signals. Email integration just by CC-ing to a special address.
*Zoho CRM http://crm.zoho.com/* Good offer with plenty of features. Free account for 3 users. E-mail integration requires paid Zoho Mail addon. UI clunky, like Salesforce.
*Salesforce http://www.salesforce.com/* A popular SaaS CRM, which plenty of third-party apps that enhance its features. I think the UI is clunky and slow. Average small business owners may feel it’s too complex.
*vTiger CRM http://www.vtiger.com/* Open source CRM in PHP. Lots of features. UI is pretty okay. You can install it on your webhosting account.
*SugarCRM* http://www.sugarcrm.com/ The open source but somewhat crippled open source CRM software. You need the commercial package or addons to experience the full functionality.
Related posts:
DailySocial: Local Trend dari Twitter Dirilis, Watch Out Twiterus [UpDate]
(2010-01-28 07:15:31)Salah satu fitur yang ditunggu oleh user Twitter, termasuk saya sendiri akhirnya roll out untuk umum. Local Trends, kini bisa dinikmati oleh semua pengguna Twitter kemarin pagi. Local Trends sudah diluncurkan beberapa hari yang lalu, tapi hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja, dan kemarin sudah bisa dinikmati oleh user umum.
Local Trends sendiri merupakan salah satu fasilitas dari Twitter untuk melihat trending topics dari local area. Jika sebelumnya trending topics hanya tersedia untuk data tweet real time global, maka kini trending topics ini dipecah kembali menjadi daerah-daerah lain, yang dibagi menjadi negara dan kota.
Untuk saat ini hanya tersedia untuk pilihan negara: Brazil, Canada, Ireland, UK, US Mexico, sedangkan untuk kota: Atalanta, Baltimore, Boston, Chicago, Dallas-Ft. Worth, Houston, London, LA, NY City, Philadephia, San Antonio, San Fransisco, Seattle, Sao Paulo, Washington, D.C.

Untuk mengunakan local trends ini, anda cukup meng-klik teks change yang ada fitur trending topics, lalu memilih negara atau kota mana yang ingin anda lihat trending topic-nya.
Indonesia sendiri belum termasuk negara yang bisa dilihat local trends-nya termasuk negara-negara Asia lain, sedangkan kota juga hanya tersedia untuk U.S. Setelah fitur ini muncul, para internet savvy di tingkat lokal langsung merujuk pada Twiterus, beberapa tweet langsung mengaitkan ini dengan aplikasi Twiterus, yang merupakan aplikasi yang mendata tweet populer di Indonesia.
Ada yang berpendapat bahwa ini akan menjadi salah satu saingan dari Twiterus, bahkan mungkin mengancam, karena jika trending topics terus dikembangkan Twitter, bisa saja fitur yang disediakan oleh Twiterus akan digantikan oleh fitur Twitter sendiri. Saya mencoba menanyakan langsung ke Twiterus lewat Twitter, tapi belum dijawab, mungkin ada masalah dengan koneksi Twitter, you know Twitter tadi malam sedikit error, mungkin kelebihan beban karena tweet peluncuran iPad.
Sampai sekarang local trends dari Twitter memang belum bisa bicara banyak, apalagi pengaruhnya untuk Twitter lokal belum terasa, tapi jika ini berkembang dan menjangkau Indonesia, bisa jadi akan menjadi pesaing terdekat Twiterus. Yang saya sukai dari Twiterus adalah data trending topiknya yang cukup lengkap, mulai dari topik yang populer itu sendiri sampai dengan user yang paling banyak nge-tweet bisa terlihat, dan data yang diberikan juga banyak, sampai seratus tweet paling populer.
Tapi, dengan local trends Twitter bisa mendeteksi trend tweet dari kota tertentu, ini dia yang mungkin bisa jadi masalah bagi Twiterus, dan kemudahannya untuk berpindah dari satu negara ke negara lain, begitu pula dengan kota adalah kelebihan lain. Dan peluang Twitter untuk mengembangkan fitur ini untuk melayani user dari Indonesia sangat besar, selain pertumbuhan Twitter di Indonesia sangat tinggi, Twitter juga telah bekerjasama dengan Axis
Sampai saat ini, sepertinya kita harus bersabar, mari kita tunggu perkembangan fitur local trends ini, apakah akan dipertahankan oleh Twitter, dan akan juga menyediaakan juga fitur kota di Indonesia. Tadi malam Twiterus sedang melakukan update system, apakah mungkin mereka sedang mempersiapkan untuk menghadapi local trends?
Dilain pihak, penambahan fitur baru ini juga membuka peluang lain, jika fitur ini telah menyediakan API-nya, maka aplikasi yang berbasis Twitter bisa memberikan fitur tambahan juga di aplikasi mereka, seperti TuiTwit yang kabarnya juga akan menambah fitur ini jika sudah tersedia API-nya dan sudah bisa menyediakan local trends dari Indonesia.
Bagaimana dengan pendapat anda, sudah mencoba fitur baru Twitter ini? Apakah akan berpengaruh pada pola tweet user lokal? Atau anda punya pendapat lain? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.
UPDATE: Yup, seperti yang saya bayangkan, ternyata Twiterus tidak sedang bersantai-santai, mereka sedang berinovasi dan sedang mempersiapkan release baru V2 mereka, apakah ini merupakan jawaban atas local trends? Sepertinya akan lebih baik dari itu, tapi yang pasti dari bocoran yang saya lihat, it is amazing, setidaknya dari pengamatan awal, perubahan terjadi di layout, tagline dan tentu saja killer aps.
Trending topics seperti yang ada di versi terdahulu masih tersedia, tapi fitur lain tampil, sepertinya Twiterus akan membagi tweet berdasarkan topik-topik tertentu seperti teknologi, sport, national, lifestyle dan mungkin beberapa topik lain. Menurut Jimmi, killer apps versi 2 ini disebut sebagai ‘news from tweet’ yang memungkinkan Twiterus untuk mencari semua tweet yang bentuknya berita.
That’s why, dari bocoran yang saya dapat, kolom yang nanti ada, terkelompokkan menjadi segmen-segmen tertentu, misalnya untuk bagian teknologi maka tweet yang ada di kolom itu berhubungan dengan berita teknologi, dikolom sport, tweet terkumpul adalah tweet yang berhubungan dengan olah raga, dan ini, hmmm, sounds great?
Sabar ya, belum ada tanggal resmi untuk rilis versi 2 ini, jadi mari kita menunggu versi resmi release versi 2 Twiterus meluncur ke user umum.
Masim Vavai Sugianto: Sosok : Ivan Lanin & Bahasa Indonesia
(2010-01-28 15:16:36)Selamat untuk “penampakan” mas Ivan Lanin di The Jakarta Post. Apresiasi yang baik untuk salah satu sosok yang mendorong pemanfaatan Bahasa Indonesia secara lebih luas di ranah daring.

Nanda Firdausi: Opinions surround iPad
(2010-01-28 14:59:28)Artists: “This iPad will benefit us a lot.”
Someone: “How so?”
Artists: “For starter, we need only to rent a one-by-one exhibition hall.”
“$500 is okay but what will I do with that?”
“Well, at the worst case, you can just hang it on the wall to show your photos.”
“Honey, I’m going to order an iPad.”
“What is that and how much does it cost?”
“It’s gorgeous new product from Apple which has 10′ display and it costs $500.”
“Okay, but make it two, will you?”
Someone: “With iPhone and iPad, why do we need Mac anymore?”
Software developer: “Well, you need one to develop apps for them.”
Analysts: “One year from now, students around the country will be laying on parks reading iPad.”
Students: “But… One year from now it will be another winter.”
See more on: firdausi’s post
Opinions surround iPad originally appeared on satukubik on January 28, 2010.
Related posts:
Masim Vavai Sugianto: Tutorial Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE Bagian 5
(2010-01-28 14:38:19)Tutorial Sebelumnya :
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 1, Installasi Sistem & Konfigurasi Samba
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 2, Konfigurasi OpenLDAP
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 3, Konfigurasi smbldap-tools & LDAP Account Manager
- Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE 11.1 ? Bagian 4, Setting DHCP & DNS Server Dinamis
TESTING KONFIGURASI SAMBA
- Check konfigurasi dengan perintah sebagai berikut :
testparm
Hasilnya seperti berikut ini :
Load smb config files from /etc/samba/smb.conf
Processing section “[homes]”
Processing section “[printers]”
Processing section “[netlogon]”
Processing section “[profiles]”
Processing section “[share]”
Loaded services file OK.
Server role: ROLE_DOMAIN_PDC
Press enter to see a dump of your service definitionsJika masih ada pesan kesalahan, perbaiki dan investigasi terlebih dahulu sebelum berlanjut ke proses berikutnya.
- Berikan kewenangan bagi Samba membuat folder profile masing-masing user :
chmod 1777 /data/samba/profiles
- Test apakah Samba sudah berjalan atau belum
smbclient -L localhost -N
Jika meminta user / password abaikan saja dengan menekan tombol ENTER. Semestinya akan muncul tampilan seperti berikut ini :
added interface ip=192.168.1.254 bcast=192.168.1.255 nmask=255.255.255.0
Anonymous login successful
Domain=[VAVAI.NET] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.12-5-SUSE]Sharename Type Comment
——— —- ——-
profiles Disk Roaming Profiles
share Disk share
IPC$ IPC IPC Service (Samba 3.0.12-5-SUSE)
ADMIN$ IPC IPC Service (Samba 3.0.12-5-SUSE)
Anonymous login successful
Domain=[VAVAI.NET] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.12-5-SUSE]Server Comment
——— ——-
SERVER Samba 3.0.12-5-SUSEWorkgroup Master
——— ——-
VAVAI.NET SERVERJika ada pesan seperti ini :
Error connecting to 127.0.0.1 (Connection refused)
Connection to localhost failed (Error NT_STATUS_CONNECTION_REFUSED)Lakukan pengubahan file ”/etc/hosts” menjadi seperti berikut ini:
# IP-Address Full-Qualified-Hostname Short-Hostname # 127.0.0.1 localhost server.vavai.net 127.0.0.2 server.vavai.net server 192.168.1.254 server.vavai.net server vavai.net
Restart komputer dan test lagi perintah “smbclient -L localhost -N”. Jika masih problem silakan lihat pada bagian ”Pesan kesalahan” dibagian bawah tutorial ini
SETUP OpenLDAP
- Edit file ”/etc/nsswitch.conf” dan ubah atau tambahkan kode berikut :
passwd: files ldap group: files ldap
- Check apakah sudah ada isian pada database user terkait data-data account lokal dan LDAP. Jika belum pernah menambahkan account lain, semestinya paling tidak ada account ”’Admin”’ dan ”’nobody”’ :
getent passwd
Hasil dari perintah tersebut :
+::0:0:::
Admin:x:998:512:Netbios Domain Administrator:/home/Admin:/bin/false
nobody:x:999:514:nobody:/dev/null:/bin/false
- Jika hasilnya seperti diatas, lakukan setting PAM
pam-config -a --mkhomedir --mkhomedir-skel=/etc/skel --mkhomedir-umask=0022
- Edit file ”/etc/pam.d/common-session” dan ubah bagian
session optional pam_mkhomedir.so umask=0022 skel=/etc/skel
menjadi
session required pam_mkhomedir.so umask=0022 skel=/etc/skel
- JALANKAN SEMUA SERVICE
service named restart service dhcpd restart service ldap restart service smb restart service nmb restart service mysql restart service apache2 restartchkconfig named on chkconfig dhcpd on chkconfig smb on chkconfig nmb on chkconfig ldap on chkconfig mysql on chkconfig apache2 on
SETUP KLIEN
smbldap-useradd -a -m namauser smbldap-passwd namauser
Catatan : Biasanya nama komputer otomatis ditambahkan pada saat join domain namun jika memang tidak ditambahkan secara otomatis, lakukan perintah berikut :
smbldap-useradd -w namakomputer$
- Buka regedit, START | RUN | REGEDIT
- Cari entry HKLM (HKEY_LOCAL MACHINE) – SYSTEM – CurrentControlSet – Service – Netlogon – Parameters
- Klik pada windows sebelah kanan, klik kanan pilih New – DWORD value, namanya requiresignorseal, valuenya 0
- Kalau entry tersebut sudah ada namun bernilai 1, ganti menjadi 0
- Tutup regedit
- Klik kanan pada ”’My Computer”’, pilih ”’Properties”’
- Pilih Tab ”’Computer Name”’
- Pilih ”’Change”’
- Set Nama Domain & Nama Computer
- Jika meminta user name dan password Administrator, masukkan user name root dan password sesuai dengan password yang disetting di LDAP
Tutorial selanjutnya : Tutorial Samba PDC + OpenLDAP pada openSUSE Bagian 6, Investigasi Pesan Kesalahan & Konfigurasi Lengkap.
Konfigurasi lengkap yang dimaksud adalah salinan isi file konfigurasi yang ada pada server yang saya setup, yang mungkin bisa lebih memperjelas proses debuging jika ada masalah yang muncul dari proses konfigurasi diatas.
HAKItree: apple vs nokia: clash of the titans
(2010-01-28 13:28:00)
Dua paten raksasa, Apple dan Nokia berselisih hebat. Nokia mengklaim bahwa iPhone milik Apple telah melanggar berbagai paten yang dimiliki oleh Nokia. Apple menyerang balik dengan melakukan klaim pelanggaran paten terhadap Nokia. Ada banyak hal yang dipertaruhkan. Nokia telah meminta komisi perdagangan internasional AS untuk menghentikan pengiriman telepon Apple, hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Nokia memanfaatkan patennya untuk merebut kembali sukses luar biasa dari iPhone.
Namun tampaknya hal tersebut mungkin lebih pada kasus Apple yang membangun kesuksesannya lewat inovasi Nokia. Sebagai pionir dalam komunikasi mobile, Nokia telah menjadi pusat pengembangan teknologi nirkabel, menginvestasikan miliaran dolar untuk riset dan pengembangan. Nokia mengklaim bahwa teknologi yang dipatenkannya sangat fundamental dalam membuat perangkat mobile selaras dengan standar GSM, 3G dan WLAN. Karena iPhone menggunakan ketiga standar tersebut, Nokia berpendapat bahwa Apple harus membayar royalty seperti orang-orang lainnya. Apple mengakui bahwa mungkin saja tanpa sengaja mereka melanggar paten Nokia, tetapi Apple menegaskan bahwa mereka akan berusaha keras menghadapi kasus ini. Mereka menuduh Nokia melakukan “penghambatan paten” atau “paten hold-up", yaitu menuntut royalti yang selangit karena mengetahui bahwa Apple hanya akan mengeluarkan biaya lebih sedikit jika membayar daripada harus mengeluarkan biaya switching. Tuduhan tersebut sedikit tidak adil. Nokia meminta royalti 1 hingga 2 persen pada setiap iPhone yang terjual. Pihak-pihak berwenang yang mengatur standar nirkabel mengijinkan pemegang paten untuk membebankan jumlah yang adil dan wajar atas penggunaan teknologi mereka. Ini bisa memakan waktu bertahun-tahun bagi para pengacara untuk bertengkar mengenai hak paten tersebut, jadi jangan harap melihat penyelesaian kasus ini dalam waktu dekat. Paten digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk melindungi teknologi baru yang telah mereka ciptakan. Sama halnya dengan hak cipta, paten digunakan untuk mencegah orang lain meniru menjiplak sebuah invensi. Ini memberikan kesempatan pemegang paten untuk mendapatkan keuntungan dari investasinya dalam penelitian dan pengembangan dengan melisensikan invensi tersebut kepada pihak lain atau mengembangkan produk baru itu sendiri. Yang harus diketahui adalah bagaimana pemegang paten mengungkapkan bagaimana invensi tersebut bekerja. Informasi ini menjadi umum dan sering digunakan untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Paten telah menjadi dasar terobosan utama dalam di bidang medis dalam vaksin dan obat-obatan. Dalam komunikasi selular, invensi-invensi yang dipatenkan sering menjadi standar industri. Di sisi lain, pesaing Anda mengetahui produk apa yang sedang Anda kembangkan. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan seperti Apple sering mengajukan paten tiruan atau dummy patents untuk membingungkan para pesaing mereka. Di Indonesia, dimungkinkan untuk mematenkan baik produk maupun proses yang digunakan dalam pembuatan produknya. Beberapa hal-hal tidak bisa dipatenkan, seperti bisnis dan prosedur medis serta perangkat lunak komputer. Seorang penemu Indonesia belajar tentang hal ini dengan cara yang keras saat mengklaim bahwa sistem pembayaran tiket Garuda melanggar salah satu paten miliknya. Garuda menanggapi dengan berhasil membatalkan hak paten tersebut karena berusaha untuk melindungi sebuah sistem bisnis. Seperti bentuk-bentuk hak kekayaan intelektua lainnyal, hak paten tidak berlaku selamanya. Di Indonesia, paten akan kadaluarsa setelah 10 atau 20 tahun, tergantung pada jenis patennya. Tidak semua invensi layak mendapat perlindungan paten. Pada tahun 1885, desainer Perancis Frederic Auguste Bartholdi mematenkan sistem yang dirancangnya untuk merakit Patung Liberty. Sebuah hadiah dari Perancis, patung itu kemudian dibongkar menjadi 350 buah dan dikemas dalam 214 peti kemas. Kemudian dirakit ulang di pulau Ellis di New York. Belum pernah ada yang melakukan hal ini, dan kemungkinan besar tidak akan pernah dilakukan lagi. Paten yang dikeluarkan untuk Alexander Graham Bell atas invensi telepon secara umum dianggap sebagai paten yang paling berharga dalam sejarah. Ironisnya, usaha awal untuk membuat telepon populer tidak berhasil. Orang melihat ide sebagai tidak lebih dari sesuatu yang baru. Hal itu telah berubah sekarang.HAKItree: apakah paten itu?
(2010-01-28 13:25:00)
Paten adalah hak yang diberikan kepada inventor sehubungan dengan invensinya. Paten dapat diberikan pada sebuah mesin baru atau mesin yang sudah dikembangkan atau pada sebuah proses, cara pembuatan, atau pun komposisi kimia.
Bagaimana cara melindungi paten di Indonesia?
Di Indonesia dikenal dua jenis paten, yaitu paten standar (untuk produk dan proses) dan paten sederhana (hanya untuk produk).
Ada dua cara memperoleh pendaftaran. Anda dapat mengajukan permohonan paten langsung dengan mengisi formulir permohonan di Kantor Paten. Alternatif lainnya, Anda dapat mengajukan permohonan pendaftaran kepada Perjanjian Kerjasama Paten atau Patent Cooperation Treaty (PCT) di WIPO, Swiss dan menunjuk Indonesia sebagai negara di mana perlindungan paten diinginkan.
PCT adalah sistem yang mengizinkan pemohon mengajukan satu permohonan dan menunjuk negara-negara anggota lainnya. Ini adalah sistem biaya yang efektif di mana perlindungan memang diinginkan di banyak negara. Untuk semua permohonan, pemohon perlu memerincikan, dalam rangkaian klaim, lingkup perlindungan yang diinginkan dan menjelaskan, untuk tujuan deskripsi dan gambaran teknis, bagaimana cara kerja penemuan tersebut.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pendaftaran?
Waktunya tergantung pada jenis paten yang diinginkan. Paten sederhana bisa memerlukan waktu dua sampai tiga tahun. Paten standar cenderung memerlukan waktu tiga sampai lima tahun sejak pengajuannya di Indonesia.
Berdasarkan permintaan, paten standar diperiksa secara substantif setelah 6 bulan periode publikasi untuk tujuan oposisi. Saat permohonan standar telah diajukan ke Kantor Paten dan formalitas terpenuhi maka akan dipublikasikan di dalam Lembaran Resmi. Publikasi biasanya dilakukan setelah 18 bulan sejak tanggal pengajuan atau tanggal prioritas. Pihak mana pun boleh mengajukan oposisi hingga enam bulan sejak tanggal publikasi. Setelah itu permohonan akan dilanjutkan ke proses ‘pemeriksaan substantif’, memberikan permintaan khusus pemohon yang dibuat pada Kantor Paten dalam waktu 36 bulan dari tanggal pengajuan. Dalam hal paten sederhana, permohonan akan diterbitkan sesudah 3 bulan dari tanggal pengajuan permohonan.
Berapa lama paten berlaku?
Paten standar diberikan untuk 20 tahun sejak tanggal pengajuan. Paten sederhana berlaku selama 10 tahun sejak tanggal pengajuan. Untuk membuat paten terus berlaku sesuai dengan masa berlakunya, diharuskan membayar iuran tahunan.
Apakah invensi saya bisa dipatenkan?
Setiap invensi dapat dipatenkan, asalkan:
- baru, yaitu tidak sama dengan pengungkapan teknologi manapun juga yang ada sebelumnya, baik di Indonesia mau pun di luar negeri. (Ada pengecualian untuk invensi yang sudah diungkapkan pada pameran internasional atau yang digunakan sehubungan dengan percobaan untuk tujuan penelitian dan pengembangan sampai dengan enam bulan sebelum pengajuan)
- Suatu Invensi mengandung langkah inventif jika Invensi tersebut bagi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu di bidang teknik merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya, atau
- bisa diaplikasikan dan berguna untuk industri.
Tidak seperti paten standar, di mana ketiga kriteria tersebut harus dipenuhi, paten sederhana hanya mensyaratkan bahwa invensi tersebut adalah invensi baru dan memiliki kegunaan parktis. Oleh karena itu , paten sederhana lebih mudah diperoleh.
Namun, meskipun Anda sudah memenuhi krirteria-kriteria di atas, sebuah paten tidak akan diberikan bila invensi tersebut berhubungan dengan:
- suatu proses atau produk yang bertentangan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, moralitas agama, ketertiban umum, atau etika;
- suatu metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan, atau pembedahan yang diterapkan pada manusia dan/atau hewan
- setiap teori dan metode dalam bidang ilmu pengetahuan dan matematika
- makhluk hidup (selain mikro organisme), atau
- setiap proses biologis yang penting dalam memproduksi tanaman dan hewan.
Haruskah invensi yang dipatenkan digunakan?
Jika invensi yang dipatenkan tidak digunakan tiga tahun sejak tanggal pemberian paten, pihak mana pun berhak mengajukan permintaan lisensi wajib kepada Kantor Paten. Royalti akan dibayarkan kepada pemilik paten.
Bagaimana jika saya melisensikan penggunaan hak paten?
Undang-undang menyatakan bahwa kecuali perjanjian lisensi tercatat di kantor paten, lisensi tidak akan berpengaruh pada pihak ketiga. Namun,seperti pada tahun 2008, peraturan belum dilaksanakan dan pencatatan lisensi masih belum memungkinkan.
Kalau informasi lagi, tolong hubungi Winu +62 21 769 7333 atau winu@iprights.com
Aulia Masna: iPad
(2010-01-28 13:18:17)Navinot: Membangun Tim Virtual
(2010-01-28 12:21:27)Tidak diragukan lagi terlihat banyak perangkat lunak atau software baru ditujukan untuk memudahkan kita bekerja sama secara virtual, kapan dan di mana saja: GoToMeeting, Skype, Basecamp, Google docs, dll. Semakin banyak perusahaan software mengandalkan teknologi tersebut untuk membangun tim-nya secara virtual dan distributed ? developers di Mexico dan Indonesia, QA di China dan Vietnam, dalam berlomba menciptakan product yang terbaik. Tanda jelas kalau globalisasi semakin dekat?
Sebagai post saya yang pertama, saya ingin berbagi 5 tantangan yang saya hadapi membangun virtual team untuk sebuah start-up di Silicon Valley: gabungan developer, tester, dan customer service di China, India, Mexico, dan Turki.
Communication
Mungkin ini salah satu hal yang paling sering mengakibatkan sakit kepala adalah komunikasi. Bagi yang sudah berpasangan, Anda pasti tahu betapa sulitnya berkomunikasi secara jelas dengan pasangan Anda. Hanya saja di dalam perusahaan masalah komunikasi biasanya jauh lebih rumit. Karena komunikasi yang kurang baik, sering terjadi software yang dihasilkan berbeda jauh dari apa yang diminta klien.
Keadaan ini menjadi lebih rumit, ketika ada variabel baru di mana anggota tim tidak punya satu bahasa yang sama: language barrier. Dokumen yang Anda tulis dalam bahasa Inggris belum tentu dapat dimengerti sepenuhnya oleh rekan kerja di Vietnam, misalnya. Begitu pula Anda mungkin sampai pada kesimpulan yang kurang tepat setelah membaca imel bahasa Inggris dari rekan kerja di China. Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya bahasa sangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukung yang jelas (seperti diagram, screenshot, wireframe, dsb) — asal jangan over-communicate, dapat mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan.
Cultural Awareness
Selain komunikasi, toleransi dan pengetahuan akan budaya lain juga perlu diperhatikan. Cara penyampaian intensi baik di daerah A bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di B. Erat kaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung atau direct translation dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa memperhatikan konteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertian antara anggota.
Satu anekdot: Pernah satu hari, rekan customer support di India mengakhiri sesi chat dengan manajernya, orang Amerika, dengan ?Hope you have a busy day!? Walau ungkapan tersebut bermaksud ramah di daerah di mana rekan tersebut dibesarkan, lucu juga melihat manajernya terkejut dan dengan besar hati berusaha mencoba mengerti tanpa bergegas marah.
Pengadaan pedoman komunikasi (imel, sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidak sepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan trial-and-error, kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekan dengan baik.
Self Motivation
Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat self-motivated dan mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan atau struktur eksternal. Faktor penting berikutnya adalah result-oriented, karena tidak ada rekan di sekitar yang sadar betapa intensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas kecuali pada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnya dengan jelas.
Logistics
Pukul 8 malam hari Minggu di Silicon Valley = pukul 11 pagi hari Senin di pulau Jawa. Perbedaan time zone yang besar ini sering menjadi tantangan yang seru dalam segi pengaturan resources. Seandainya para developer di Jakarta perlu keputusan dari San Francisco untuk menyelesaikan suatu masalah, seseorang perlu memastikan ketergantungan ini bisa segera diselesaikan supaya tidak ada waktu yang terbuang percuma. Jika tidak, developer di Jakarta sudah siap kerja (Senin pagi) tapi perlu menunggu product manager-nya masih pesta di San Francisco (Minggu malam); setelah keputusan sudah terbentuk hari Senin di Amerika, pelaksanaannya akan tertunda menunggu developer di Jakarta siap kembali. Keterlambatan yang biasanya terjadi dalam jam, kini bisa menjadi hari.
Trust
Ini tentunya tantangan yang paling besar untuk membentuk virtual team (apa saja, sebetulnya): memupuk kepercayaan atau trust di antara anggota tim. Trust sangatlah penting untuk mendukung semua point di atas: sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan, trust memerlukan perhatian khusus di setiap titik perkembangan tim Anda.
—
Terlepas dari challenges di atas, keberhasilan (termasuk proses untuk mencapainya) untuk membangun virtual team yang sukses sungguhlah berharga. Masing-masing tim member mendapat kesempatan untuk lansung terjun belajar berkomunikasi dengan lebih efektif, meningkatkan kesadaran akan budaya lain, dan mempersiapkan diri untuk proses kolaborasi di dalam pasar global. Belakangan ini saya menemukan kalau pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah yang besar dalam résumé Anda.
Apakah Anda mempunyai pengalaman serupa? Mungkin dalam membentuk virtual team dari awal? Atau dari sisi lain, seperti bekerja untuk tim di luar negeri, yang belum pernah Anda jumpai secara nyata? Kami tertarik mendengarkan bagaimana Anda menghadapi beberapa tangtangan serupa di atas. Juga, seandainya tersedia, jangan ragu untuk berbagi tip dan saran di kolom komentar.
PS: Point-point di atas tidak hanya relevan untuk terjadi di perusahaan besar. Sebagai startup, NavinoT juga semakin giat memperkuat virtual team-nya: Ivan di Surabaya, Toni di Jakarta, dan Mulyadi di Silicon Valley. Kami sadar akan tantangan yang ada di depan tapi, dengan dukungan pembaca sekalian, kami siap menghadapinya.
Artikel Terkait:
- Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK? 5 Tip yang kiranya bisa membantu anda dalam menempuh karir,...
- 4 Tips StartUp dari Founder Envato 4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...
- Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....
- The Power of Inconvenience Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...
- Big Sites Start Small Digg yang terkenal itu, dulunya tidak langsung berbentuk seperti apa...
Budi Rahardjo: Bongkar UPS
(2010-01-28 10:08:07)
Masim Vavai Sugianto: Unikom Linux Week : Workshop Linux 1 Minggu Penuh
(2010-01-28 08:53:56)Sahabat saya, salah seorang openSUSE Ambassador di Indonesia sekaligus koordinator openSUSE Indonesia wilayah Bandung, Andi Sugandi memberikan info pada saya akhir pekan lalu bahwa kampusnya-UNIKOM Bandung-akan mengadakan acara Unikom Linux Week, sebuah kegiatan atau pekan raya yang akan diisi dengan acara workshop mengenai Linux.
Andi juga tanya soal kemungkinan saya datang ke Bandung untuk memberikan support pada acara tersebut. Saya katakan padanya bahwa saya bersedia mengisi salah satu acara dan ia akhirnya memberikan porsi pada saya untuk mengisi acara workshop mengenai implementasi Zimbra Mail Server pada openSUSE.
2 hari yang lalu saya juga menerima cc email dari Michael Löffler, openSUSE Product Manager yang berisi konfirmasi soal pengiriman 240 pcs DVD openSUSE 11.2 untuk mendukung acara ULW ini. Semoga tidak tersangkut di Bea & Cukai
.
Saya akan datang ke Bandung pada hari Jum’at, 12 Februari 2010 dan kemudian pulang malam itu juga untuk mempersiapkan acara 4 bulanan adiknya Zeze Vavai. Awalnya saya ingin sekalian liburan ke Bandung namun karena salah satu agenda saya yaitu acara training Linux Admin diundur 1 Minggu, agenda lain yang sudah direncanakan juga mundur 1 minggu.
Bagi rekan-rekan yang ingin datang, silakan download schedule acara Unikom Linux Week untuk mengetahui jadwal lengkap workshop yang diadakan. Sampai jumpa di Bandung pada pertengahan Februari 2010.
Catatan : Soal istilah dalam Bahasa Inggris untuk acara yang difokuskan pada peserta Indonesia, ada pembahasan mendalam di milis internal Kelompok Linux Bandung (saya baca melalui arsip milis). Saran baik pro maupun kontra soal nama-andaikan ada-bisa disampaikan kepada Andi
. BTW, saya juga menyiapkan tulisan khusus mengenai penggunaan istilah ini.
Hardjono: Giant iPod
(2010-01-28 08:52:50)DailySocial: Opera Mini: Indonesia Pengguna Terbesar di Asia Tenggara
(2010-01-28 07:15:48)
Kondisi mobile internet di Indonesia sekarang memberi kesimpulan bahwa tidak ada keraguan Opera Mini merupakan browser mobile yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, hal ini didukung oleh beberapa hal seperti trend Blackberry dan ponsel menengah yang menyediakan akses online melalui HP berbasis java yang terus bertumbuh, trend Q-werty phone yang dikabarkan masih akan terus meningkat di tahun 2010 ini, serta geliat online behaviour yang dimiliki user HP Indonesia yang terus bertambah.
Ponsel di Indonesia memang sudah benar-benar menyebar, efeknya saya kira sudah bisa disamakan dengan televisi yang penyebarannya sudah sampai ke pelosok desa. Saya juga sering kaget sendiri jika melihat penetrasi industri handphone itu sudah sedemikian cepat, pernah suatu kali melihat tukang becak lewat di jalan raya Bandung, pas macet tiba-tiba dia mengeluarkan sesuatu dari dompetnya, saya kira rokok, tapi ternyata ponsel, rupanya ada telepon yang harus diangkat di atas pedal becak, ditengah jalan raya pula.
Meski saya tidak tahu pasti apakah pengguna ponsel di luar kota besar, pedesaan misalnya dan juga masyarakat menengah ke bawah yang mempunyai handphone, apakah mereka mengakses internet atau tidak, tapi yang pasti data dari Sysomos bisa mengindikasikan seberapa besar pertumbuhan akses Internet di tanah lokal. Data tersebut diatas memang hanya untuk pengguna Twitter, tapi it’s indicate something, right? Dari data itu bisa kita lihat bahwa Indonesia ada di posisi 6 untuk jumlah total tweet yang dilakukan olah user Indonesia dari bulan Oktober 16 sampai Desember 16 2010.
Jadi tidak aneh juga jika Indonesia merupakan pengguna Opera Mini terbesar di Asia Tenggara meninggalkan Vietnam, Malaysia, Thailand, Piliphina, Brunei, Singapura, Kamboja dan Laos di belakang. Seperti yang saya kutip di situs resmi mereka, pengguna Opera Mini di Indonesia, untuk page-view bertumbuh sebesar 641.7%, sedangkan untuk unique-user bertumbuh sebesar 419.7%.
Untuk situs yang paling sering dibuka di Indonesia (sudah bisa kita tebak) Facebook di posisi pertama, sedangkan Yahoo! ada di posisi kedua, mengalahkan jauh Google yang berada di posisi 6, terima kasih berkat pangguna di Indonesia. Sedangkan Twitter berada di posisi sembilan dari 10 situs paling sering di akses. Untuk sistus lokal, Detik ada diposisi keempat, untuk data lengkap bisa dilihat di screenshoot yang saya ambil dari Opera.com.
Untuk handset, Nokia merajalela di Asia Tenggara, dengan mendominasi hampir 90% akses Opera Mini dari ponsel. Secara keseluruhan jumlah pengguna Opera Mini di Indonesia berada di posisi kedua dari 10 negara yang paling banyak menggunakan Opera Mini, posisi pertama Rusia, sedangkan U.S. ada di posisi ke 7.
Lain halnya dengan Friendster yang persentasi perkembangan aksesnya turun sebesar 41%, di Indonesia Facebook mengambil pertumbuhan sebesar 1,625%, memberikan pemahaman bahwa tidak heran para vendor ponsel dan operator saling adu promosi untuk menjadikan mobile device mereka paling nyaman dan paling Facebook minded.
Opera sendiri bulan Januari ini memasuki tahun keempat sejak pertama kali meluncur bulan November 2005 lalu, saya sendiri melihat pertumbuhan Opera Mini sebagai peluang, apalagi , dengan pertumbuhan yang sangat besar ini, bahkan terbesar se-Asia tenggara, Indonesia bukan lagi pasar yang bisa di lihat sebelah mata, sudah menjadi perhatian dunia.
Dan untuk startup lokal, kita hidup sekarang di negara paling berkembang untuk pertumbuhan Twitter, Opera Mini, dan Facebook, saatnya aplikasi lokal juga turut populer dan membantu user internet lokal dan global dalam meningkatkan produktifitas mereka.
DailySocial: Local Trend dari Twitter Dirilis, Watch Out Twiterus
(2010-01-28 07:15:31)Salah satu fitur yang ditunggu oleh user Twitter, termasuk saya sendiri akhirnya roll out untuk umum. Local Trends, kini bisa dinikmati oleh semua pengguna Twitter kemarin pagi. Local Trends sudah diluncurkan beberapa hari yang lalu, tapi hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja, dan kemarin sudah bisa dinikmati oleh user umum.
Local Trends sendiri merupakan salah satu fasilitas dari Twitter untuk melihat trending topics dari local area. Jika sebelumnya trending topics hanya tersedia untuk data tweet real time global, maka kini trending topics ini dipecah kembali menjadi daerah-daerah lain, yang dibagi menjadi negara dan kota.
Untuk saat ini hanya tersedia untuk pilihan negara: Brazil, Canada, Ireland, UK, US Mexico, sedangkan untuk kota: Atalanta, Baltimore, Boston, Chicago, Dallas-Ft. Worth, Houston, London, LA, NY City, Philadephia, San Antonio, San Fransisco, Seattle, Sao Paulo, Washington, D.C.

Untuk mengunakan local trends ini, anda cukup meng-klik teks change yang ada fitur trending topics, lalu memilih negara atau kota mana yang ingin anda lihat trending topic-nya.
Indonesia sendiri belum termasuk negara yang bisa dilihat local trends-nya termasuk negara-negara Asia lain, sedangkan kota juga hanya tersedia untuk U.S. Setelah fitur ini muncul, para internet savvy di tingkat lokal langsung merujuk pada Twiterus, beberapa tweet langsung mengaitkan ini dengan aplikasi Twiterus, yang merupakan aplikasi yang mendata tweet populer di Indonesia.
Ada yang berpendapat bahwa ini akan menjadi salah satu saingan dari Twiterus, bahkan mungkin mengancam, karena jika trending topics terus dikembangkan Twitter, bisa saja fitur yang disediakan oleh Twiterus akan digantikan oleh fitur Twitter sendiri. Saya mencoba menanyakan langsung ke Twiterus lewat Twitter, tapi belum dijawab, mungkin ada masalah dengan koneksi Twitter, you know Twitter tadi malam sedikit error, mungkin kelebihan beban karena tweet peluncuran iPad.
Sampai sekarang local trends dari Twitter memang belum bisa bicara banyak, apalagi pengaruhnya untuk Twitter lokal belum terasa, tapi jika ini berkembang dan menjangkau Indonesia, bisa jadi akan menjadi pesaing terdekat Twiterus. Yang saya sukai dari Twiterus adalah data trending topiknya yang cukup lengkap, mulai dari topik yang populer itu sendiri sampai dengan user yang paling banyak nge-tweet bisa terlihat, dan data yang diberikan juga banyak, sampai seratus tweet paling populer.
Tapi, dengan local trends Twitter bisa mendeteksi trend tweet dari kota tertentu, ini dia yang mungkin bisa jadi masalah bagi Twiterus, dan kemudahannya untuk berpindah dari satu negara ke negara lain, begitu pula dengan kota adalah kelebihan lain. Dan peluang Twitter untuk mengembangkan fitur ini untuk melayani user dari Indonesia sangat besar, selain pertumbuhan Twitter di Indonesia sangat tinggi, Twitter juga telah bekerjasama dengan Axis
Sampai saat ini, sepertinya kita harus bersabar, mari kita tunggu perkembangan fitur local trends ini, apakah akan dipertahankan oleh Twitter, dan akan juga menyediaakan juga fitur kota di Indonesia. Tadi malam Twiterus sedang melakukan update system, apakah mungkin mereka sedang mempersiapkan untuk menghadapi local trends?
Dilain pihak, penambahan fitur baru ini juga membuka peluang lain, jika fitur ini telah menyediakan API-nya, maka aplikasi yang berbasis Twitter bisa memberikan fitur tambahan juga di aplikasi mereka, seperti TuiTwit yang kabarnya juga akan menambah fitur ini jika sudah tersedia API-nya dan sudah bisa menyediakan local trends dari Indonesia.
Bagaimana dengan pendapat anda, sudah mencoba fitur baru Twitter ini? Apakah akan berpengaruh pada pola tweet user lokal? Atau anda punya pendapat lain? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.
Hardjono: USB Support in iPad please?
(2010-01-28 03:46:43)Aulia Masna: Apple announces the iPad
(2010-01-28 02:51:15)Steve Jobs took to the stage this morning at Yerba Buena Center for the Arts in San Francisco to unveil Apple?s latest creation. Being the company that launched the portable computer market with the PowerBook 100 in 1991 and changed the way people view and use mobile phones in 2007 with the iPhone, Apple launched a 10-inch tablet device called iPad.
Apple considers this new device as a middleware between a smartphone and a portable computer. From the looks of it it may well be the precursor to the PADD that?s widely used in Captain Picard?s Star Trek as a note taking device, except it looks miles better. It?s not entirely impossible that this is designed to eventually take over the consumer level portable computer market. The iPad measures 0.5-inch thick with a 9.7-inch IPS screen, weighs 1.5 pounds and looks like a cross between Apple?s Cinema Display and the MacBook Air; Glass multi-touch screen with black bezel and an aluminum back. Powered by Apple?s own 1GHz A4 processor, Apple offers the iPad in 16GB, 32GB, and 64GB storage capacities. As with the iPhone, the iPad features an accelerometer, a compass, 802.11n wireless network and Bluetooth 2.1+EDR. It runs all of the iPhone apps directly without any modification necessary and takes full advantage of the iTunes Store. A simple way to describe the iPad is it?s a really large iPhone. The operating system is essentially the same, except everything is simply larger. Developers will be able to download the new software develoment kit for the iPad if they wish to develop for it in addition to the standard iPhone software kit. Jobs demoed the iPad?s capabilities in playing back videos, browsing through photos, checking emails, calendars, going through the address book, and invited Apple?s Senior VP of iPhone software Scott Forstall to demo several apps. Representatives from Gameloft, Electronic Arts, and The New York Times, participated in the event showing off what they have done in 2-3 weeks in preparing their apps for the iPad. Specifically with the New York Times, while the website is fully accessible from the iPad?s browser, they?ve gone ahead and developed an application to deliver the newspaper in an entirely new format specifically for the iPad. The future has truly arrived for newspapers and the iPad may be what they need to finally carry them to the 21st century and save the trees. In a direct jab at Amazon?s Kindle, not only is the iPad an electronic book reader, it has a built in book store called iBooks. Not to be confused with the obsolete and no longer produced iBook which was Apple?s consumer level notebooks last released in 2005. iPad owners can browser through the iBooks Store and purchase ebooks which use the standard ePub format, right from the device. Apple has signed up several publishers including Penguin, Simon & Schuster, MacMillan, Hachette Book Group and Harper Collins. As a device that is aimed at the consumer portable computer market, the iPad has to be able to run productivity apps. Apple went so far as to redesign their iWork office suite to be fully functional on the iPad without having to use a separate mouse. The virtual keyboard adapts to the function that?s being performed on each application so it can switch between the standard QWERTY and the numeric keypad that?s familiar to those who often has to do finance calculations. While the iPad comes with the latest wireless networking feature, Apple will also offer an unlocked, no contract 3G model with connectivity options through AT&T in the US. Two data plans are available in the US, $14.99 with a 250MB cap per month and $29.99 for an unlimited monthly data access. Unlike the iPhone, being unlocked means the iPad will not be tied to any single provider although it doesn?t use the standard SIM card. Mobile network operators will have to offer what?s called a micro SIM card . The iPad does not accept the current SIM card used in most mobile phones. To the surprise of everyone outside Apple, the iPad starts at $499 for the 16GB model, $599 for 32GB, and $699 for the 64GB model. iPads with 3G support are $130 dearer on each price point, which means they?re respectively $629, $729, and $829. Apple plans to ship the iPad internationally in 60 days with the 3G models following 30 days later, just in time for the summer holidays.Sent from my iPhone
Paman Tyo: Sisa-sisa yang Bertahan oleh Terjangan Digital
(2010-01-28 00:02:00)SPANDUK KAIN LEBIH MAHAL TAPI (TERKADANG) LEBIH “NYENI”.

Saya tak tahu sekarang ini berapa ongkos bikin spanduk untuk warung tenda. Dua belas tahun lalu (ya!), seorang penjual sari laut mengeluarkan Rp 200.000 untuk kain rentang yang tingginya sekitar satu meter (atau 90 cm?) dan panjangnya empat meter. Itu pun tak jadi dalam sehari. Sekarang dengan cetak digital, spanduk (plastik) yang berukuran sama cuma berongkos Rp 72.000 ribu ?? biaya per meter perseginya Rp 18.000.
Plastik lebih kaku tapi kedap air. Usia pakainya, untuk luar ruang dengan tinta murah, bisa enam bulan. Karena ini negeri pemulung, plastik bekas spanduk itu selalu ada yang memanfaatkan. Misalnya untuk alas tikar.

Baiklah ini soal kemajuan teknologi. Apapun, kalau massal, dan kompetisinya ketat, akan memurah. Tapi saya kehilangan sesuatu: sentuhan tangan berupa gambar dan tulisan.
Sebagian besar gambar-gambar pada spanduk kain itu tak mencontoh buku grafis apalagi sumber di internet. Untuk tipografi pun demikian. Paling banter mencontoh “buku letter” murah meriah yang oleh penyusunnya dikerjakan penuh percaya diri karena mengabaikan semua teori tipografi ala sekolahan.

Saya kehilangan tapi tak saya ratapi. Saya hanya mencoba mengapresiasi sebelum itu semua punah. Sama seperti terhadap baliho bioskop yang wajah aktor dan aktrisnya tak jarang mengundang tebakan.
Para pembuat spanduk dan baliho secara manual itu juga berhak menyebut diri artis. Kalau istlah artis kadung disalahkaprahkan dengan bintang hiburan yang berkilau, maka bolehlah mereka menyebut diri seniman.
Di Yogya dulu ada “ahli papan nama dan letter”, namanya Potho. Pintu truk pun bisa dia tulisi dengan rapi, memakai cat, dan awet pula. Saya tak tahu bagaimana sekarang bisnis Potho dan lainnya, karena stiker hasil cetak digital dan stiker potong hasil olahan pisau plotter kian murah.
Tentang istilah “artis”, ada kawan saya, seorang desainer grafis, yang lebih suka kata “artist“. Menurutnya artinya beda. Antara lain ya tersebab konotasi itu. Dulu malah ada teman saya yang bingung untuk membedakan “artis” dan “aktris”. :)
Bonus: untuk hasil karya seniman pada bak truk, lihat Pesanlewat.com






































































































