Yahya Kurniawan: Ngeblog Dengan Word 2010
(2010-09-03 19:45:55)Meskipun trend blog tidak lagi seheboh dua atau tiga tahun lalu, tetap saja blog merupakan salah satu bagian dari era web 2.0 yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Itu sebabnya masih banyak bermunculan aplikasi blog client, bahkan aplikasi yang tadinya bukan ditujukan untuk ngeblog saja sekarang memiliki fitur untuk ngeblog.
Fitur ngeblog memang bukan barang baru di Word 2010, karena sudah ada sejak Word 2007. Peningkatannya juga tidak terlalu signifikan. Tapi tentunya fitur ini merupakan bonus karena yang dicari dari Word 2010 tetaplah fitur pengolah katanya.
Nah, kalau Anda ingin tahu lebih lanjut tentang Word 2010, Anda bisa membeli buku saya Belajar Sendiri Word 2010 yang sudah terbit beberapa saat lalu. Bila ingin tahu tentang fitur yang digunakan untuk ngeblog, nantikan buku saya yang bakal segera terbit, Tip dan Trik Word 2010.
Wahyu Wijanarko: Investasi Pesawat Terbang Perintis
(2010-09-03 17:46:14)Pesawat udara merupakan salah satu transportasi yang vital di Papua, karena banyak daerah yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat udara. Tidak ada jalan darat yang tembus ke Pegunungan tengah, kecuali Enarotali di Paniai bisa tembus lewat darat dari Nabire.
Bagi daerah yang memiliki landasan antara 400 meter sampai 900 meter, pesawat yang bisa mendarat adalah pesawat dengan spesifikasi STOL (Short Take Off and Landing) beberapa diantaranya adalah: Cessna kapasitas 350 kg/5 penumpang, Cessna 208 Caravan dengan kapasitas 1200 kg/12 penumpang, De Havilland Twin Otter kapasitas 1300 kg/18 penumpang, Pilatus Porter kapasitas 800 kg/9 penumpang, PAC P-750 XSTOL kapasitas 1000 kg.
Bagi yang mau berinvestasi, harga standar pesawat-pesawat tersebut sampai di Indonesia sekitar 4 sampai dengan 25 Milyar Rupiah, tergantung merek, umur, dan konfigurasi pesawat. Biasanya jika kita ingin membeli pesawat baru, oleh pabriknya akan diberi pilihan untuk spesifikasi mesin, sistem navigasi, interior, dan beberapa fitur lainnya. Setelah pilihan ditentukan, maka harga pesawat akan dapat diketahui, dan setelah oke dan dilakukan perjanjian jual beli, selanjutnya pabrik akan segera merakitnya lalu mengirimkan ke pembeli. Untuk delivery ke Indonesia, ada yang diterbangkan langsung dari pabriknya, dengan diberi tangki cadangan yang mirip rudal di pesawat tempur, lalu terbang dan transit di beberapa negara. Namun ada juga yang dikapalkan sampai Singapura, baru setelah itu diterbangkan ke Indonesia.
Sebenarnya pesawat yang saya kagumi adalah Pilatus Porter yang mampu terbang di landasan rumput sepanjang 200 meter saja. Berikutnya adalah De Havilland DHC-4 Caribou, yang bisa muat mobil sekelas Ford Ranger/Mitsubishi Strada, namun hanya memerlukan panjang landasan minimal 500 meter. Cocok sekali untuk di Papua. Namun di Indonesia hanya ada 1 unit Caribou milik maskapai Trigana Air.
Mengapa kita tidak membuat pesawat semacam itu ya? Kalau dibuat sepertinya akan laris manis untuk pesawat cargo maupun militer.
Wiryanto Dewobroto: ini belum ada bukunya lho !
(2010-09-03 13:58:17)Wahyu Wijanarko: Kuala Kurun di Kabupaten Gunung Mas
(2010-09-03 13:06:21)Kuala Kurun merupakan sebuah desa di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Kapuas. Untuk mencapainya, bisa menggunakan jalur darat dengan mobil atau travel dari Palangkaraya selama 3-4 jam.
Transportasi udara dengan pesawat juga tersedia, ada maskapai Aviastar dengan Twin Otter bermuatan 18 orang dan Penerbangan Misi MAF dengan Cessna Amphibi bermuatan 5 orang. Jika Aviastar terbang dari Bandara Tjilik Riwut, maka MAF terbang dengan landas pacu berupa sungai.
Untuk jalur sungai, tinggal menyusuri Sungai Kahayan menuju ke hulu dan sampailah Anda ke Kuala Kurun dalam waktu yang kurang lebih sama dengan perjalanan darat.
Puji syukur saya diberi kesempatan untuk mengunjungi Kuala Kurun, dengan masyarakatnya yang ramah dan potensi alamnya yang luar biasa, daerah ini bisa maju dan berkembang. Dalam kesempatan itu saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi wisata alam air terjun Batu Mahasur.
Navinot: Ping. Get It?
(2010-09-03 09:26:04)
Apakah Apple berpikir bahwa Apple bisa menyalin strategi Facebook? Apakah ini bukti pengakuan Apple atas dominasi Facebook? Kenapa dibuat social network di atas iTunes? Apakah Apple punya Social DNA?
Social DNA
Pertanyaan yang sering muncul beberapa waktu lalu sampai sekarang adalah: apakah Google punya social DNA? Google tak pernah sukses membuat produk berbasis social network. Orkut memang tidak dimatikan, tapi juga tidak sukses di secara global. Kecuali di Brazil. Google Buzz juga tak menuai sukses. Yang muncul justru isu privacy akibat Google “terlalu pintar” dalam menghubungkan pengguna-penggunanya secara otomatis sebagai teman. Yang masih kita tunggu adalah Google Me — sebuah usaha lain dari Google untuk masuk ke pasar social network. Dengan pendekatannya yang selalu scientific, aneh juga kenapa produkya tidak take off. Mungkin karena misleading numbers.
Here Comes $APPL
Baru saja, Apple merilis produk-produk baru terkait musik (dan hiburan). iPod Nano baru yang berbentuk iPod shuffle dengan multitouch. Mengingatkan saya dengan produk-produk Google: amazing but not necessarily useful (hint: Wave). Apple TV yang seperempat lebih kecil dari generasi sebelumnya, tampaknya tak ingin melewatkan gelombang set top box 2.0 yang tampak jelas akan ditunggangi oleh Google, Boxee, dll. Dan yang sama sekali baru: Ping. Social network yang dibangun di atas iTunes. Mencoba memberikan value baru lewat mengikuti update dari artis dan teman-teman seputar musik. Tujuan akhirnya tetap diarahkan ke sales dengan jalan menempatkan tombol buy di semua sudut yang memungkinkan.
Is it Facebook or Is It Last.fm?
UI dari Ping (kata orang) tampak seperti peranakan dari Twitter dan Facebook. Pengguna bisa melakukan follow dan menerima updates. Jika Anda bertanya apa lagi fiturnya, saya tak bisa menjawab karena mungkin hanya (sebegitu fokus) itu fiturnya. Apakah Anda bingung siapa yang hendak dihajar Apple kali ini? Facebook atau Last.fm? Atau seperti kemunculan iPad? Bahwa Apple berusaha fill in the gap? Last.fm kurang social dan Facebook tidak menggubris musik. Beberapa orang meragukan bahwa Ping adalah platform yang benar-benar ditujukan ke social network. Sebagian melihat ini hanya strategi sales saja. Saya lebih setuju yang terakhir.
Menurutmu, kenapa Apple tak membeli Last.fm saja? Siapa saja sih perusahaan yang mempunyai Social DNA?
Related articles by Zemanta
- Apple-Facebook Friction Erupts Over Ping (bits.blogs.nytimes.com)
- Facebook Blocked Ping’s API Access Because Apple Didn’t Have Authorization To Use It [Unconfirmed] (gizmodo.com)

Artikel Terkait:
- Should Google be Afraid of Facebook? Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...
- Google Has It All, But Saya bukan orang yang sangat up to date soal gadget....
- Social Graph: The True Power of Facebook Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...
- Berbicara Facebook ‘Like’ yang Baru Dengan Facbeook Like yang semakin universal, akan semakin banyak content...
- Yahoo+Facebook, Google+Twitter Yahoo akan menambahkan Facebook Connect ke banyak, jika tak semua,...
Looping Terus: Macetnya Jakarta
(2010-09-03 08:58:00)
Apa penyebabnya? banyak... dan ibarat penyakit, kemacetan jakarta sudah kronis. Lebih baik kita tidak membicarakan penyebab-penyebabnya atau mencari-cari siapa yang salah. Bagaimana kalau kita membicarakan solusinya saja?Kemaren, pemerintah baru saja kumpul rame-rame dan membahas solusi kemacetan jakarta ini. Beritanya bisa dilihat di link ini. Menurut saya pribadi, poin-poin yang ada di jurus pemerintah ini seperti tidak menyentuh bumi, mengawang-awang.
Ganti sistem 3 in 1 jadi jalanan berbayar? sterilisasi jalur busway? penertiban angkutan liar? kontrak jangka panjang untuk kontraktor perbaikan jalan?
Hanya itu kah pemikiran terbaik pemerintah ini?
3 in 1 atau jalanan berbayar hanya membebaskan membebaskan sedikit sekali jalanan dari kemacetan dan memindahkannya ke jalanan lain.
Sterilisasi jalur busway? Jalanan busway kosong melompong, tanpa ada bus yang melintas, jalur sebelahnya macet total. Mengapa tidak bus nya busway yang ditambah pak wakil presiden? penuhilah jalur busway dengan bus-bus nya, kenapa tidak dilakukan? takut ya?
Berapa persen pula angkutan liar di kota jakarta ini? Saya hampir tidak pernah melihat angkutan liar ngetem di jalur gatsu, casablanka, tomang, padahal itu jalur-jalur maut kan. kalaupun ada yang ngetem ya angkutan umum resmi !
Cukup ah komplen ke pemerintah, nggak ada gunanya juga :)
Saya setuju dengan pendapat bahwa pembangunan transportasi publik yang baik butuh waktu yang tidak singkat. Dan sepertinya semua manusia sepakat itu perlu, bahkan gubernur Foke pun sudah cuap-cuap tentang itu di media massa.
Tapi jangan-jangan lain di gigi lain di hati. Beranikah kita menurunkan tingkat penjualan mobil di jakarta?
Apakah kita punya peta kemacetan jakarta? jam berapa di mana debit kendaraannya berapa? Peta ini paling dibutuhkan sebelum kita berbicara solusi!
Mungkin benar tahun 2016 kelak jakarta sudah tidak macet karena MRT nya sudah jadi. Tapi menuju 2016 itu apa yang kita alami? pasrah saja kah?
Mungkin sudah saatnya rekonstruksi jalur mulai dilakukan di jakarta. Balik lagi, untuk melakukan rekontruksi jalur kita butuh peta monitoring kemacetan yang akurat.
Pembuatan peta monitoring ini harusnya tidak susah. Cukup bermodalkan CCTV dan algoritma sederhana pengolah hasil video nya saja. Jadi inputnya adalah streaming video suatu spot di jalan raya jakarta, outputnya adalah estimasi debit kendaraan.
Kira-kira gini lah hasilnya, warna mewakili debit kendaraan:

DailySocial: Fitur Peta di Goorme dan Rencana Pengembangan Fitur Baru
(2010-09-03 08:30:44)
Goorme.com merupakan sebuah situs yang menampilkan apapun yang berkaitan tentang kuliner, semacam showcase makanan serta hal-hal lain yang ada hubungannya dengan kuliner, jadi selain makanan, Goorme juga membahas lokasi dimana makanan itu berada, resep makanan, serta berbagai promosi yang berhubungan dengan makanan.
Rama pernah menuliskan tentang beberapa kelebihan serta layanan yang disediakan oleh Goorme di artikel DailySocial, yang bisa Anda baca pada tautan ini.
Beberapa waktu yang lalu, Goorme meluncurkan fitur baru yang berhubungan dengan peta. Kini Goorme telah mengintegrasikan fitur peta pada situs mereka, Ivan dari Goorme mengatakan bahwa fitur peta yang menggunakan layanan dari Google ini telah bisa dinikmati oleh para pengguna sejak seminggu yang lalu, namun Ivan juga menambahkan bahwa, “belum semua alamat bisa terdeteksi, salah satu sebabnya adalah sistem penamaan jalan di Indonesia yang belum begitu rapi”.
Pengunjung Goorme nantinya bisa melihat peta dari lokasi tempat makan yang ada di Goorme, jadi selain alamat serta keterangan tentang lokasi tersebut, Anda bisa melihat informasi tentang dimana lokasi mereka berada. Kurang menarik? Anda harus menunggu fitur peta lanjutan yang sedang dikembangkan Goorme, karena fitur peta ini nantinya akan dikembangkan lebih lanjut dengan Driving Direction, serta fitur lokasi yang lebih detail. Ivan menjelaskan, pengembangan yang dilakukan akan lebih ke arah layanan berbasis lokasi.
Selain fitur peta ini, Goorme sebenarnya memiliki beberapa fitur lain yang akan diluncurkan, yang katanya benar-benar baru, sayangnya fitur-fitur ini belum bisa diperkenalkan, karena masih dalam tahap pengembangan, jadi DailySocial tidak dapat bocoran ataupun screenshot dari fitur yang akan datang dari Goorme ini.
Selain bertanya tentang perkembangan fitur, saya juga mencoba untuk menanyakan tentang tanggapan serta pertumbuhan pengguna Goorme, Ivan menjelaskan lewat email, bahwa sejak diperkenalkan ke publik April yang lalu, Goorme sudah banyak menerima tanggapan positif, meski tidak terlepas dari beberapa halangan atau tantangan.
Pertumbuhan yang didapatkan Goorme, dikatakan Ivan juga lumayan, meski bagi saya lumayan itu sangat relatif, Ivan mengatakan pertumbuhan masih terhitung ‘organik’, bukan suatu lompatan. Tetapi, perkembangan yang terjadi masih sesuai dengan harapan Goorme, karena mereka belum mengeluarkan biaya untuk iklan atau kampanye berbayar.
Mengingat saat ini banyak layanan yang berbau kupon dan promo, yang didalamnya tidak sedikit jumlah kupon atau promo yang berhubungan dengan tempat makan, saya bertanya apakah Goorme berencana untuk bekerja sama dengan penyedia jasa kupon atau yang sejenisnya, Ivan menjawab bahwa untuk sementara kerjasama seperti itu belum terpikir untuk dilakukan Goorme.
Lalu bagaimana dengan hal monetisasi, seperti yang pernah dituliskan Rama di artikel tentang Goorme, sedari awal Goorme memang sudah diarahkan untuk mendapatkan pemasukan dari layanan yang mereka berikan, selain iklan dan juga mungkin area Promotions, Goorme akan memulai program marketing/sales mereka setelah Lebaran nanti.
Well, sepertinya akan menarik melihat perkembangan yang akan dilakukan Goorme kedepannya, karena selama ini Ivan ikut turun tangan dalam masalah desain, bisa kita lihat dari hasil tampilan Goorme yang cukup apik, namun kedepannya Ivan akan berkonsentrasi pada masalah yang berkaitan dengan hal bisnis, operasional, pemasukan dan pertumbuhan, jadi bisa dipastikan akan banyak kejutan dari Goorme.
Anda sudah mencoba fasilitas peta dari Goorme, bagaimana pendapat Anda? Fitur apa lagi kira-kira yang sebaiknya mereka kembangkan atau tambahkan dilayanan mereka?
DailySocial: 15 Aplikasi Lokal Lolos Kompetisi Asia?s Top 50 Apps
(2010-09-03 08:08:30)
Setidaknya ada 15 aplikasi, sebagian besar para startup lokal, yang telah lolos seleksi ke babak selanjutnya dari kompetisi yang diadakan oleh e27 yang bernama Asia’s Top 50 Apps, seperti yang dijelaskan di situs e27, kompetisi ini bertujuan untuk menemukan dan memberikan kesempatan bagi berbagai aplikasi berbasis web atau mobile di Asia agar lebih dikenal oleh publik.
Proses kompetisi ini dimulai dengan sistem voting yang berlangsung dari tanggal 22 Juli sampai 31 Agustus kemarin. Ribuan pengguna dan pembaca telah melakukan pilihan atas aplikasi favorit mereka.
Nantinya dari 50 aplikasi ini akan diciutkan menjadi 10 aplikasi saja dan menjadi 10 aplikasi terbaik di Asia, kompetisi ini juga merupakan bagian dari gelaran acara Accelerate 2010 yang merupakan acara gathering terbesar bagi para provider dan pengembang dari seluruh dunia, diadakan pada tanggal 22 -23 September 2010 di Singapura.
Jika penentuan 50 aplikasi paling populer di Asia menggunakan sistem voting sebagai sebuah test untuk melakukan cek atas popularitas aplikasi tersebut, maka, seperti yang dituliskan oleh e27, proses seleksi selanjutnya akan didasarkan pada penilaian juri internal.
Aplikasi lokal yang lolos seleksi dan dinobatkan menjadi 50 aplikasi paling populer di Asia antara lain, Adadiskon, Brosurku, BukuQ, Eevent, Gamelan, Gantibaju, Kaskus iPhone App, Kayakarya, Koprol, LewatMana, MainMusik, Movreak, TokoBagus, Tokopedia, Tuitwit dan Urbanesia.
Mari kita lihat aplikasi lokal apa saja yang akan terpilih menjadi 10 aplikasi terbaik Asia, karena saya yakin pasti ada aplikasi lokal yang akan lolos seleksi tahap kedua ini, Indonesia menjadi negara kedua yang ‘menyumbangkan’ aplikasi terbanyak, negara yang ‘menyumbangkan’ paling banyak aplikasi adalah Singapura, 16 aplikasi.
Untuk melihat daftar lengkap 50 aplikasi paling populer di Asia, Anda bisa melihat tautan berikut atau jika Anda ingin melihat jumlah keseluruhan aplikasi yang terdaftar pada kompetisi ini, Anda bisa cek di tautan berikut. Bagaimana pendapat Anda, apa aplikasi jagoan Anda?
Terima kasih untuk Ari Setyo atas tautan daftar aplikasi yang telah tersusun rapih.
Wahyu Wijanarko: Airsickness Bag
(2010-09-03 07:45:14)Dalam pesawat MAF yang saya tumpangi dari Kuala Kurun ke Palangkaraya, pilot menaruh kantong ini di belakang joknya. Bentuknya adalah polybag hitam, hanya saja kantung muntah tidak dibolong di bagian bawahnya sedangkan polybag dibolong.
Pesawat Lion Air saya lihat tidak menyediakan kantung ini di kursi pesawat, mungkin karena dari semua penumpang yang terbang tidak ada yang muntah atau penumpang disuruh bawa plastik sendiri-sendiri.
Sebagai penutup cerita tentang kantong muntah, alkisah Paijo (bukan nama sebenarnya) naik bus dari Jogja ke Semarang. Karena masuk angin, jadilah Paijo mual dan akhirnya muntah di tas kresek. Begitu sampai di Semarang, isi tas kresek tersebut diminum kembali karena Paijo lapar dan dahaga.
Bagaimana dengan Anda?
Gajeto: BlackBerry Torch 9800 heading to Indonesian market soon
(2010-09-02 17:55:45)Research In Motion (RIM) started to bring the BlackBerry Torch officially in Indonesia. If purchasing official, RIM promised 24-month warranty.
The Canadian company that introduced the BlackBerry Torch in early August 2010. This device has a 3,2 inch touchscreendisplay and a sliding Qwerty keyboard.In Indonesia, the Torch did not attend officially. But some merchants, both online and at trade centers, has begun selling this device in the range of Rp. 7-8 million.RIM's written statement, and promising Torch will soon be officially signed. In the near future, said RIM, will be announced the way pre-register their purchase. There are currently no details of when exactly Torch will be present, and how the official price of the device that, in Indonesia. Rumours are circulating, BlackBerry Torch will appear in the Indonesia at the end of September 2010. [via detikInet]
DailySocial: Gowalla Luncurkan Fitur Highlights
(2010-09-02 14:48:34)
Ditengah persaingan layanan berbasis lokasi, termasuk pertumbuhan pengguna Foursquare yang terus meningkat kini Gowalla meluncurkan fitur baru bernama Highlights.
Fitur ini, seperti yang dituliskan pada blog resmi Gowalla, merupakan semacam ‘hadiah’ yang bisa Anda berikan pada tempat yang penting bagi hidup Anda. Misalnya Anda yang suka membeli kopi, dan melakukan rutinitas membeli kopi di tempat tertentu bisa memberikan Highlights berupa Best Cup untuk tempat favorit Anda itu.
Saat ini ada 18 Highlights yang cukup unik, mulai dari Best Live Music, My Happy Place sampai dengan Tourist Trap, dan Gowalla juga menjelaskan bahwa Highlights ini akan terus bertambah, dan diharapkan usulan tambahan akan muncul dari pengguna.
Gowalla juga menambahkan bahwa Highlights adalah tentang cerita yang penting/spesial bagi pengguna mereka, juga menjadi semacam perantara untuk menceritakan kisah hidup para pengguna mereka. Ini menjadi menarik karena fitur ini bisa memberikan peluang yang lebih untuk melibatkan pengguna dalam keterikatan minat serta ‘perasaan’ atas sebuah lokasi tertentu.
Seperti yang juga dituliskan oleh Mashable, fitur ini menjadi berbobot karena sistemnya yang berupa aggregate, dimana pengguna Gowalla akan dapat menemukan tempat terbaik di kota mereka yang didasarkan pada popularitas yang dilakukan oleh pilihan pengguna lain dan memberikan kemudahan untuk menemukan tempat-tempat unik bagi pengunjung dari kota lain.
Gowalla juga menjelaskan bahwa fitur ini terinspirasi ketika mereka mengerjakan aplikasi Gowalla untuk iPad, mereka ingin menemukan cara baru untuk memvisualisasikan relasi pengguna Gowalla dengan lokasi yang ada di layanan mereka.
Highlights telah bisa diakses di Gowalla versi web dan akan segera ditambahkan pada aplikasi Gowalla untuk iPhone, iPad, Android dan BlackBerry. Bagi Anda pengguna Gowalla yang tertarik untuk mencoba bisa melihat pengumuman lengkap di tautan ini atau melihat Highlights apa saja yang telah ada di Gowalla pada tautan ini.
DailySocial: Brosurku.com Ubah Tampilan dan Tambah (Banyak) Fitur Baru
(2010-09-02 13:22:13)
Brosurku mengubah tampilan situs mereka dan menambahkan berbagai fitur baru. Pertama kali DailySocial membahas Brosurku.com sekitar awal bulan Mei yang lalu, saat itu saya agak ragu dengan layanan yang mereka berikan, karena jika hanya berfokus pada ‘brosur’, meski cukup niche tapi saya pikir kelebihan yang ditawarkan mereka kurang.
Kini, pendapat saya itu sudah tidak relevan lagi, Brosurku merombak secara keseluruhan tampilan dan menambahkan berbagai fitur serta layanan yang ada di situs mereka. Setidaknya ada 7 perkembangan baru yang mereka lakukan, mulai dari tampilan baru sampai dengan fitur check-in.
Tampilan Brosurku kini lebih mirip jejaring sosial, meski tetap fokus pada unggahan brosur pada situs mereka, kini ada semacam timeline di halaman utama, yaitu di tengah, kemudian pilihan untuk melihat kategori ada di bagian samping kiri beserta pilihan menu lainnya seperti pengkategorian promo berdasarkan promo terbaru, atau yang paling populer, kemudian pilihan untuk melakukan sortir promo berdasarkan lokasi. Sedangkan pilihan untuk beralih kehalaman promo selanjutnya kini diletakkan di bagian bawah.
Perubahan tampilan ini juga sepertinya berpengaruh pada logo dan tagline Brosurku, kini Anda bisa melihat keterangan beta disebelah logo Brosurku serta tagline mereka (yang sebelumnya tidak ada) yaitu ‘your promo playground’.
Meski masih berfokus pada penyediaan berbagai informasi promo, namun brosurku menambahkan banyak fitur sosial bagi pengguna mereka, antara lain Facebook dan Twitter Connect. Sebelumnya Anda bisa mendaftarkan menggunakan layanan Facebook dan Twitter, kini Anda bisa menghubungkan akun Facebook dan Twitter ke akun Brosurku Anda, jadi nantinya kegiatan yang Anda lakukan di Brosurku bisa juga diterbitkan di akun Facebook atau Twitter Anda.
Selain itu pengguna Brosurku juga bisa melakukan aktivitas follow dari teman mereka dan ada pula fasilitas pencarian teman Facebook dan Twitter di Brosurku.com.
Salah satu fasilitas sosial lain di Brosurku adalah Brozz. Kini tampilan Brozz telah diubah dan pengguna bisa melihat secara seklias tentang berbagai kegiatan yang terjadi di Brosurku.com. Pengguna juga bisa melakukan aktifitas follow atas pengguna lain dengan melakukan klik pada tautan follow yang ada di profil pengguna tersebut.
Brosurku juga menambah fitur yang berhubungan dengan peta, Map It! Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat peta interaktif (menggunakan Google Maps) untuk melihat promo apa saja yang terjadi di area yang Anda pilih. Akan ada ikon sale yang bisa diklik jika Anda tertarik untuk melihat promo di tempat tertentu, dan ketika di klik akan muncul kotak yang berisi rangkuman promo (jika di tempat tersebut ada beberapa promo) lengkap dengan tautan untuk menuju halaman promo yang bersangkutan. Anda juga bisa mendapatkan arah ke tempat yang menyediakan promo, namun ketika saya coba masih terdapat error.
Fitur pencarian juga tidak luput dari perbaikan. Brosurku telah melakukan perbaikan pada fasilitas search bar mereka, kini pengguna bisa mencari promo, merek, serta anggota Brosurku melalui kotak pencarian ini. Terdapat juga layanan usulan pencarian yang memudahkan pengguna ketika mengetikkan huruf tertentu maka Brosurku secara otomatis akan mengusulkan hasil pencarian yang mungkin Anda cari.
Berapa fitur baru lain yaitu, halaman promo baru, halaman perusahaan baru, halaman anggota baru serta integrasi Company Twitter dengan Twitter Location, yang seperti dijelaskan di situs mereka, memungkinkan pengguna untuk melihat kejadian terakhir yang berkaitan dengan perusahaan/lokasi tersebut.
Dan terakhir adalah fitur yang berhubungan dengan check-in. Fitur ini saya tempatkan paling terakhir untuk dibahas karena, bagi saya termasuk fitur yang paling menarik.
Kini Brosurku menyediakan fasilitas check-in bagi pengguna mereka yang memungkinkan pengguna untuk melakukan check-in ketika berada di promo atau event tertentu yang datanya ada di Brosurku. Pengguna Brosurku juga bisa membagikan hasil atau pengalaman check-in ini ke relasi mereka.
Caranya, masuk ke profil promo yang sedang berlangsung, dibagian kanan akan ada tombol untuk melakukan check-in. Nantinya data check-in ini juga akan tercatat di akun promo yang bersangkutan.
Kenapa fitur ini menarik, pertama karena fitur ini serta fitur sosial lainnya membawa Brosurku pada babak selanjutnya dari layanan mereka, yang tadinya hanya sekedar menampilkan brosur cetak yang diunggah ke web, kini fitur sosial serta komunitasnya bisa dibangun dengan lebih baik karena beberapa kemunculan fitur baru, diantaranya check-in.
Pengguna tidak hanya bisa mendapatkan informasi dari akun yang memberikan promo saja tetapi juga bisa berinteraksi dengan teman mereka, melihat dimana mereka melakukan aktivitas promo serta, bisa saja nantinya akan mulai tumbuh ekosistem mirip dengan social search, dimana rekomendasi atas suatu tempat/toko/promo tertentu dari pengguna lain mempengaruhi pengguna yang lainnya.
Meski beberapa fasilitas sosial telah ada di versi Brosurku sebelumnya, namun dengan penambahan beberapa fitur ini bisa menjadi salah satu daya tawar yang diberikan Brosurku pada pemilik toko/promo, yang mungkin saja kedepannya akan menjadi ‘sasaran’ dalam mendapatkan pemasukan, karena sampai sekarang, setidaknya dari info di situs mereka, Brosurku menggratiskan pada pemilik toko/promo untuk menampilkan brosur mereka. Ini menyisakan pertanyaan tentang sisi monetisasi yang akan mereka lakukan.
Fitur check-in bisa memberikan peluang layanan yang lebih, yang juga menjadi salah satu sasaran strategi yang dilakukan layanan berbasis lokasi, dimana promosi lokasi dari pemilik promo berkolaborasi dengan fitur check-in. Tetapi, selain menarik fitur check-in juga memberikan pertanyaan baru, apakah fitur ini hanya untuk ikut tren saja atau memang akan menjadi layanan utama di Brosurku.
Namun proses check-in tidak selamanya ‘aman’ bahkan cenderung dimanfaatkan, seperti halnya check-in palsu di Foursquare, di Brosurku pun akan dihadapkan pada kegiatan serupa. Sebagai contoh saya mencoba melakukan check-in di salah satu promo di toko tertentu padahal saya lagi asik nongkrong di depan komputer, di rumah saya, dan check-in itu berhasil serta tercatat di aktivitas check-in promo yang bersangkutan.
Tetapi secara keseluruhan saya menyukai perkembangan yang terjadi di Brosurku.com, meski untuk tampilan, nuansa warna oranye-nya kini hilang. Well, itu pendapat saya, bagaimana dengan pendapat Anda atas perubahan serta penambahan fitur baru di Brosurku.com? Pendapat, saran atau pun kritik Anda siap kami tampung pada kolom komentar.
DailySocial: Beberapa Perkembangan Dari Google, Mulai dari Google Translate, Blogger, Google Reader dan Berita Akuisisi
(2010-09-02 08:46:09)
Akhir minggu kemarin serta awal mingu ini cukup banyak perkembangan yang dilakukan Google atas aplikasi mereka atau yang berkaitan dengan akuisisi. Beberapa diantaranya telah ditulis oleh DailySocial, seperti Priority Inbox yang bisa mengubah cara Anda memperlakukan email yang Anda terima.
Berikut beberapa perkembangan lain yang dilakukan Google, meskipun beberapa perkembangan terjadi tengah-akhir minggu lalu, tetapi DailySocial belum pernah membahasnya.
Google Translate ubah tampilan. Google merilis beberapa perubahan dari layanan Google Translate dalam tujuan untuk memudahkan proses penerjemahan teks, halaman web serta dokumen.
Tampilan Google Translate pun kini melebar. Jika sebelumnya kotak terjemahan ada dibagian tengah dan pilihan bahasa serta hasil terjemahan ada dibagian bawahnya, kini tampilan Google Translate menyamping, dengan kotak terjemahan ada dibagian kiri dan nantinya hasil terjemahan akan berada disebelahnya.
Pada halaman awal Google Translate dibagian bawah kini juga muncul beberapa pilihan yang disediakan Google untuk memberikan informasi tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh Google Translate, seperti melakukan pencarian lintas bahasa di Google menggunakan Google Translate, layanan untuk menerjemahkan email di Gmail, atau menggunakan Google Translate di ponsel.
Pengumuman lengkap bisa di cek di tautan ini.
Blogger Stats untuk layanan Blogger telah dirilis untuk semua pengguna. Setelah sebelumnya teredia di Blogger in Draft, kini Blogger Stats telah dirilis untuk publik dan bisa dinikmati oleh semua pengguna Blogger.
Blogger Stats merupakan fasilitas yang menyediakan real-time statistic yang terintegrasi secara penuh dengan Blogger, yang memungkinkan Anda untuk tidak usah lagi menambahkan alat statistik lain di blog Anda.
Fitur ini bisa ditemukan di salah satu tab pada dashboard blog Anda. Blogger Stats akan memberikan beberapa layanan seperti real-time tracking yang akan memberikan data, dimana setiap kali blog Anda dilihat oleh pengunjung, Anda bisa melihat perubahan ini (hampir) secara langsung. Fasilitas lain seperti, analisis mendalam tentang pengunjung blog, serta UI yang memberikan kemudahan ketika data yang ada sedang dibaca.
Blogger Stats kini tersedia untuk lebih dari 40 bahasa. Pengumuman lengkap bisa dilihat di tautan berikut.
Blog Finder di mesin pencari Google. Seperti yang dituliskan oleh ReadWriteWeb, Google ‘secara diam-diam’ telah meluncurkan fitur baru, yaitu fasilitas untuk melakukan pencarian atas berbagai blog dari berbagai topik.
Pengumuman tentang hal ini diumumkan oleh Google sekitar tengah minggu lalu. Kini pada halaman utama Google, ketika Anda telah mengetikkan kata kunci tertentu, Anda kemudian bisa mencari hasil pencarian dengan kata kunci yang Anda gunakan hanya untuk kategori blog saja. Pilihan ini bisa ditemukan di drop down menu pada bagian kiri halaman awal Google Search.
Sebenarnya ada layanan lain untuk mendapatkan hasil pencarian untuk konten atau kategori blog, yaitu menggunakan Google Blogsearch, namun pencarian dengan fitur ini berbeda dan menghasilkan hasil yang berbeda pula. Namun, masih seperti yang tuliskan ReadWriteWeb, hasil pencarian dengan kata kunci yang berbeda, akan menghasilkan tingkatan keberhasilan pencarian yang berbeda pula.
Google Docs kini ‘mirip’ Google Wave. Seperti yang dituliskan oleh ReadWriteWeb, Google Docs kini punya citarasa dari Google Wave, yaitu dengan penambahan pada fungsi kolaboratif. Kini jika Anda menggunakan Google Docs untuk bekerja kolaborasi, ketika rekan Anda melakukan perubahan pada teks, misalnya menyorot sebuah kata atau kalimat untuk menghapus atau memindahkan kata/kalimat ini, maka Anda juga bisa melihat teks yang sedang di highlight tersebut, sebelum terjadi perubahan.
Info lengkap tentang fasilitas dari Google Docs ini bisa dilihat di tautan berikut.
Perkembangan dari Google Wave. Meski sudah diberitakan tamat, namun ada beberapa perkembangan dari layanan Google yang satu ini. Google menekankan bahwa Wave akan tetap tersedia, setidaknya sampai akhir tahun ini, serta nantinya akan disediakan cara untuk melakukan export wave dari berbagai wave yang telah disusun pengguna Google Wave, tentunya sebelum layanan ini benar-benar di tutup.
Google juga menambahkan bahwa mereka akan terus mencari cara untuk melanjutkan dan memperluas teknologi yang ada di Google Wave ke dalam produk Google yang lainnya, meng-open source-kan lebih banyak kode serta menyediakan dukungan untuk pengguna loyal mereka.
Layar penuh di Google Reader. Pembaruan fasilitas juga dilakukan Google pada layanan Google Reader, akhir minggu kemarin Google mengumumkan bahwa kini pengguna bisa menampilkan Google Reader dalam format satu layar penuh dengan menekan huruf ‘f’, sehingga memberikan kenyamanan bagi penguna yang ingin melihat konten yang ada di Google Reader secara lebih leluasa. Setelah tampilan Google Reader berubah, Anda juga bisa menghilangkan atau memunculkan panel navigasi dengan menekan tombol ‘shift’ ditambah dengan menekan tombol ‘u’.
Selain perkembangan yang berhubungan dengan fitur, Google juga cukup sibuk dengan proses akuisisi, setidaknya ada dua, Angstro dan Social Deck. Angstro, seperti yang dituliskan oleh VentureBeat, merupakan startup yang mengembangkan aplikasi yang menarik atau mengumpulkan informasi penting dari berbagai jejaring sosial. Produk mereka antara lain, aplikasi untuk menemukan foto apa yang sedang populer di Facebook dan membuat buku tamu sosial yang bisa digunakan secara real-time.
Google juga melakukan akuisisi atas Social Deck, sebuah perusahaan yang membuat platform yang bisa digunakan untuk bermain game di semua perangkat. Seperti yang dituliskan oleh Google Operating System, sepertinya Google ingin membuat sebuah platform untuk social gaming yang akan bisa diakses dan dimainkan dari berbagai perangkat, seperti Android, iPhone, komputer, atau diberbagai layanan ‘akan datang’ dari Google seperti Chrome OS tablet atau Google Me.
Kedua akuisisi ini, bisa dipastikan untuk memperkuat sisi sosial dan permainan yang, beberapa bulan ini terus digenjot oleh Google. Apakah mungkin produk baru Google yang menyentuh sisi sosial dan permainan akan segera datang? Kita tunggu perkembangannya.
Itulah beberapa perkembangan dari Google baik yang berkaitan dengan fitur, layanan serta akuisisi. Semoga memberi informasi tambahan bagi pada pembaca DailySocial. Ada perkembangan yang terlewat oleh saya, Anda bisa menambahkannya pada kolom komentar.
Pujiono: Membuat Autotweet dengan Sebuah file PHP dan sebuah file TXT
(2010-09-01 12:12:12)Caranya mudah, tapi tanggung jawab ada di tangan Anda!
Saya termasuk orang yang baru kemarin sore nge-tweet. Ternyata nge-tweet beda sekali dengan nge-blog. Nge-tweet membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Irama nge-tweet tentu saja lebih cepat dibandingkan irama nge-blog. Ibarat musik, nge-tweet itu berirama metal, sedangkan nge-blog itu berirama keroncong yang mendayu-dayu. Ah, sebuah analogi yang ngawur, ya? Biarin saja!
Untuk membuat akun Twitter kita selalu hidup, tentu saja dibutuhkan energi yang lebih besar daripada tenaga yang disedot ketika kita ngeblog. Meski cuma 140 karakter per tweet, bukan berarti ini persoalan yang mudah. Belum lagi jika kita #nyamber tweet orang lain dan membalas mentions. Wuih, repot bener.
Nah, karena merasa repot itulah secara iseng-iseng kemarin saya blusak-blusuk (halah, lama nggak ngeblog kok bahasaku jadi aneh begini, ya?) ke banyak blog. Saya pengin tahu kira-kira bagaimana caranya membuat tweet kita berjalan secara otomatis tanpa perlu repot-repot. Ada satu cara, yaitu menggunakan TwitterFeed.com. Layanan online ini memungkinkan kita “menyuapi” akun twitter kita dengan sebuah pengumpan RSS. Tapi, ini nggak asyik. Masing-masing tweet nanti akan dilengkapi dengan sebuah short URL untuk membaca isi blog. Ah, gak unik!
Ternyata, ada sebuah cara lain yang sangat simpel. Hanya dibutuhkan sebuah file PHP dan sebuah file TXT. Begini kisahnya (kok kisah, sih? emang mau ndongeng, ya?)
Buat sebuah file PHP yang isinya seperti ini:

Lihat di baris pertama file itu. Gantilah twitteruser1, twitteruser2 dan seterusnya dengan username Anda di Twitter. Jika punya akun twitter 100 pun, silakan saja dimasukkan nama username itu. Nah, pada baris kedua, masukkan password akun-akun itu. Harap diingat, aturlah agar semua akun(-akun) itu mempunyai kata sandi yang sama. Beri nama file ini, misalnya tweet.php.
Dongeng berlanjut. Mari kita buat sebuah file TXT. Isinya adalah tweet-tweet yang akan kita posting ke tiap akun itu. Per baris maksimal 140 karakter saja, tidak boleh lebih, kurang boleh, kok. Isilah baris-baris itu dengan tulisan yang Anda inginkan, bisa berupa pantun, joke, peribahasa, trivia dan lain-lain. Setelah selesai menulis, berinama file ini tweets.txt.
Lalu, kedua file itu (tweet.php dan tweets.txt) kita upload ke server yang mendukung PHP. Ingat, kedua file itu harus berada di folder yang sama, ya!
Lalu? Sabar, bung! Saya juga sekarang bingung nih…! Cara kerjanya sangat sederhana. Jika file PHP (tweet.php) itu diakses oleh browser, maka secara otomatis akun(-akun) twitter kita akan terupdate menggunakan baris-baris tweet yang ada di file tweets.txt. Duh, repot juga ya kalau kita harus akses file itu utk mengupdate akun twitter. Hohohohoho… mari kita pakai robot yang akan mengakses file itu secara otomatis.

Ya, gunakan saja jasa SetCronJob.com untuk secara otomatis mengakses file itu dalam rentang waktu tertentu. Ya, sederhana sekali, bukan?
Disclaimer: saya tidak bertanggung jawab jika akun Anda di-banned oleh Twitter karena menggunakan metode ini. Xixixixi!
DailySocial: Digg Punya CEO Baru
(2010-09-01 11:30:19)
Setelah menyelesaikan perubahan tampilan situs mereka secara total, termasuk yang berhubungan dengan cara penggunaan situs baru mereka, kini Digg punya CEO baru, yaitu Matt Wiiliams, yang merupakan mantan karyawan Amazon.
Seperti yang dituliskan oleh TechCrunch, Matt Wiiliams akan mengantikan Kevin Rose, founder Digg yang saat ini menjadi CEO untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jay Adelson, CEO Digg sebelumnya yang keluar dari Digg bulan April lalu.
Digg, beberapa hari yang lalu meluncurkan tampilan situs mereka yang baru, yang telah dinanti-nanti oleh para pengguna mereka, termasuk DailySocial yang juga mendapatkan undangan untuk ‘mengintip’ tampilan Digg yang baru beberapa waktu yang lalu.
Digg yang baru menawarkan beberapa pembaruan, salah satunya adalah yang berhubungan dengan elemen sosial dan personilasisasi yang kini lebih terasa, pengguna bisa membuat My News untuk menyusun berita-berita apa saja yang relevan bagi Anda sendiri, dengan melakukan follow pengguna di Digg yang Anda anggap akan memberikan/membagikan berita yang cocok untuk Anda.
Namun, perubahan Digg ini tidak semuanya mulus dan lancar, seperti yang dituliskan ReadWriteWeb, para pengguna loyal Digg protes bahwa beberapa fitur yang dulu ada pada tampilan Digg lama kini dihilangkan atau berubah. Seperti ‘bury button’, lalu fitur upcoming stories, untuk layout tampilan yang baru juga ternyata sebagian pengguna berkomentar bahwa mereka merasa kehilangan elemen warna hijau yang kini berganti elemen warna biru yang lebih mirip Facebook.
Namun seperti yang dituliskan oleh Mashable, kedatangan CEO baru ini juga bersamaan dengan beberapa perbaikan dan pembaruan yang dilakukan Digg, salah satunya untuk menghadapi ‘kemarahan’ pengguna atas perubahan tampilan baru, termasuk pengumuman oleh Kevin Rose yang akan mengembalikan ‘upcoming stories’, menjadi tab ketiga pada navigasi utama Digg. Beberapa pengumuman dari Digg bisa di lihat pada tautan berikut.
Pekerjaan rumah yang sepertinya cukup berat bagi CEO baru Digg, selain harus menghadapi pengguna yang ‘marah’ juga harus terus mengembangkan fitur di Digg v4, sedangkan Kevin Rose, masih seperti yang dituliskan TechCrunch, setelah tidak menjadi CEO lagi akan bekerja sebagai Chief Architect di Digg.
Kita tunggu perkembangan apa yang akan terjadi pada Digg dengan CEO baru mereka ini. Anda nge-Digg? Jika iya, bagaimana pendapat Anda tentang tampilan baru Digg?
Wahyu Wijanarko: Mengirim SMS Ucapan Selamat Lebaran / Idul Fitri yang Manusiawi
(2010-09-01 10:07:56)Saya mengamati dan mungkin juga mengalami bahwa ternyata SMS Lebaran, Natal, Tahun Baru, Valentine, Paskah dan SMS ucapan perayaan lainnya yang dikirim pada masa-masa ini tidak bisa terasa personal seperti jika kita mengirimkan kartu lebaran atau kartu hari raya kepada sahabat di masa lampau. Karena dulu jarang sekali orang yang memiliki komputer di rumah, sehingga ketika membuat ucapan lebaran ditulis satu per satu dengan alamatnya yang lengkap. Hal itu saya rasa sungguh personal, karena kita membaca dan menulis satu persatu nama tujuan orang yang ingin dikirimi kartu ucapan. Bahkan, sambil menulis kita membicarakan orang-orang itu, memikirkan bagaimana kabarnya sekarang dan sebagainya.
Sekarang bagaimana dengan SMS? Banyak yang kehilangan esensi berupa kehangatan perhatian ketika mengirim ucapan lebaran, karena berdasarkan template belaka. Ambil satu kata yang disukai, baru setelah itu disalin pada waktu mengirimkan pesan, dan tinggal tekan lalu send to all, kirim ke semua, selesai. Kalau tidak selesai berarti HP-nya hang. Jadinya SMS yang tujuannya adalah silaturahmi menjadi sampah belaka, karena tidak ada perhatian ketika pesan itu dikirim.
Bagi semua yang merayakan Idul Fitri, mari jadikanlah momen lebaran ini menjadi sesuatu yang berbeda, dengan memperhatikan satu per satu keluarga, kolega, atau rekan yang dikirimi SMS ucapan selamat Idul Fitri.
Kata-kata yang sederhana seperti ‘kami mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1431H, mohon maaf lahir dan batin‘, akan sangat berbeda maknanya bagi penerima jika diketik secara personal, dan diubah menjadi:
Bapak Johan sekeluarga, kami mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1431H, mohon maaf lahir dan batin. Wahyu & keluarga.
Walaupun singkat, namun kehangatan perhatian tersebut melalui penulisan nama penerima akan begitu terasa bedanya dengan tidak ditulis sama sekali. Beranikah Anda mencoba? Atau sudahkan Anda melakukannya? Selamat menyambut Idul Fitri 1431H.
DailySocial: Digital Startup Lokal: Kaskus Corner Untuk Para Startup Lokal
(2010-09-01 09:45:11)
SparxUp Awards 2010, yang merupakan ajang kompetisi bagi para startup lokal, sejak kemunculannya memang telah didukung oleh Kaskus, salah satunya adalah dari promosi serta ekspos ke masyarakat umum serta komunitas Kaskus yang sangat luas.
Beberapa waktu yang lalu dirilis ‘pojok’ khusus sebagai tempat dimana anggota Kaskus dapat melihat berbagai informasi tentang kompetisi SparxUp Awards, yang bernama Kaskus Corner – Digital Startup Lokal. Namun ternyata Kaksus Corner ini tidak hanya berisi tentang informasi tentang SparxUp Awards saja, di pojok Kaskus yang satu ini juga mulai bermunculan informasi dan berbagai thread lain yang berhubungan dengan startup lokal.
Pada awal kemunculannya, meski tidak memberi komentar, saya termasuk salah satu pengunjung awal yang masuk ke pojok Kaskus untuk digital startup lokal ini, waktu itu masih sedikit pengguna Kaskus yang memberi komentar atau melihat thread yang ada.
Kini thread tentang SparxUp Awards 2010 telah dilihat oleh 7.391 pengguna dan telah dikomentari oleh 303 orang, dan tentu akan terus bertambah, selain sebagai tempat informasi dan wadah untuk menanyakan tentang berbagai hal tentang SparxUp Awards, hal lain yang membuat saya gembira adalah, Kaskus Corner ini kemudian menjadi ajang perkenalan bagi para founder startup dengan sesama founder lain, dan tentu saja berkomunikasi juga dengan konsumen.
Meski masih sedikit, namun ada beberapa thread yang dibuat atas inisiatif pengguna seperti thread dengan judul ‘Yuk Sharing Start Up Mu’, yang dibuat oleh pengguna dengan id Kaskus Wizardianx. Meski baru 5 startup yang membuat postingan di thread tersebut, namun beberapa diantaranya ada yang baru saya kenal, yang berarti, pojok Kaskus tentang startup ini juga berpeluang menjadi pusat informasi atas perkembangan startup lokal, minimal dari pengguna Kaskus, juga memberi bukti tambahan bahwa pertumbuhan startup lokal akan terus meningkat.
Dan untuk para peserta yang sudah mendaftarkan startup mereka, ini merupakan salah satu bukti bahwa SparxUp Awards memberikan ekspos atas startup mereka, info tentang perlombaan terus diperbaharui di Kaskus Corner ini, dan tentu saja ketika nanti kompetisi telah memasuki masa seleksi, dan pengumuman pemenang, ekspos atas komunitas Kaskus yang besar, dimana disana berkumpul calon pengguna aplikasi yang potensial dari startup, bisa membantu memperkenalkan layanan startup ke calon pengguna.
Kaskus Corner dengan tema Digital Startup Lokal bukan hanya sebagai media tambahan untuk membantu mengekspos para peserta serta acara SparxUp Awards, Kaskus Corner ini juga bisa menjadi bahan rujukan tambahan serta media promosi untuk para startup lokal dalam mengenalkan layanan mereka ke calon pengguna, atau bisa saja investor.
Semoga saja komentar serta thread yang akan muncul dikemudian hari tetap bisa memberikan informasi yang relevan dan bermutu, jadi tidak hanya bisa sebagai tempat berkumpul para praktisi startup dan mereka yang tertarik dengan startup lokal, tetapi juga menjadi sumber informasi untuk para calon pengguna startup lokal.
Untuk yang belum daftar SparxUp Award, yuk daftar, jangan sampai ketinggalan lagi karena pendaftaran early bird telah berakhir kemarin, namun untuk masa akhir pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 15 Oktober 2010. Oh ya, sudah ada informasi terbaru juga yang bisa dilihat di situs resmi SparxUp, yaitu tentang daftar juri serta informasi hadiah yang bisa didapatkan oleh para peserta, seperti misalnya untuk setiap peserta yang mendaftar akan mendapatkan credit Adwords dari Google senilai $ 50, serta informasi hadiah utama untuk The Best Rising Star 2010, sebesar 150 juta rupiah.
Informasi lengkap bisa cek situs SparxUp Awards 2010 di tautan ini, dan untuk agan-agan anggota Kaskus yang ingin mendapatkan berbagai perkembangan SparxUp Awards dan yang tertarik mampir ke Kaskus Corner – Digital Startup Lokal, bisa mampir ke tautan ini dan bergabung dengan agan-agan yang sudah duluan berkomentar. Cendol sgerobak buat para startup!
Gajeto: Motorola Milestone 2 official promo video
(2010-09-01 05:51:00)
Weeks after the launch of Verizon's Motorola Droid 2, lots of us are still wondering, when will Motorola announce the Milestone 2? Well, this commercial video is your answer.
As we already know, Milestone 2 is the GSM version of Motorola Droid 2 and like the Droid 2, Milestone 2 will have the same exact specification, 1GHz processor, 512 MB of RAM, hardware QWERTY keyboard and also Android 2.2 blended with MotoBlur. Expect the release of this beast in the near future.
[via: Engadget]
Gajeto: Motorola unveils three Android smartphones for Chinese market.
(2010-08-31 22:31:46)
Motorola seems to be selling their products for Asia, especially for Chinese market since Android make their debut on recent years. And now Motorola has three new smartphones devices that use Android platform.
Wahyu Wijanarko: Metode Penelitian Untuk Skripsi/Thesis dan Laporan Akhir Proyek Konsultansi
(2010-08-31 17:39:55)Setelah saya meninggalkan kampus Teknik Elektro UGM sejak tahun 2005 yang lalu, akhirnya mendaratkan diri saya untuk mengabdi bekerja bersama rekan-rekan saya di GI. Dulu, saya pikir setelah selesai menulis skripsi, maka selesailah pula tugas saya dalam menulis tulisan ilmiah. Ternyata pendapat itu dipupuskan oleh pengalaman saya selama bekerja. Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, ternyata kami harus membuat laporan, mulai dari rencana teknis, laporan awal, sampai dengan laporan akhir, yang di dalamnya berisi data-data ilmiah mengenai pekerjaan yang telah kami selesaikan.
Untuk pekerjaan yang bersifat konsultansi, kami harus melakukan penelitian. Untuk itu saya kembali lagi ke kampus untuk memperdalam mengenai hal-hal yang terkait dengan penelitian. Tidak tanggung-tanggung, saya hijrah ke Fakultas Ekonomi. Ilmu ekonomi, terutama Makroekonomi dan Mikroekonomi sangat menarik bagi saya, karena kondisi ekonomi makro dan mikro adalah sesuatu yang berjalan dinamis seiring perkembangan jaman dan pengetahunan manusia, sehinggan berkendara di ranah ekonomi serasa melakukan improvisasi seperti pada musik Jazz, dan teknologi adalah katalisatornya untuk mempercepat ritmenya. Itulah mengapa saya mencoba mengawinkan ilmu saya di bidang Teknologi Informasi dengan Ekonomi.
Kembali kagi ke masalah penelitian, metode penelitian (metopen) adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan dan mengolah data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Ciri utamanya adalah rasional, empiris, sistematis. Penelitian memerlukan data yang valid, reliabel dan objektif. Sebelum melakukan penelitian untuk mennyelesaikan suatu studi, sebaiknya kita mencari bahan yang sesuai untuk penelitian tersebut. Alangkah baiknya jika bahan penelitian adalah bahan yang orisinal dan berguna bagi banyak orang. Dengan menghindari penjiplakan bahan, maka kreatifitas kita akan diakui dan kita akan mendapat nilai tambah. Bahkan, tidak jarang orang yang memiliki ide orisinal dalam menyusun thesis maupun skripsi pada akhirnya berlanjut dengan memperoleh banyak pekerjaan yang terkait dengan penelitian yang telah dilakukan. Dalam istilah ekonomi yang disederhanakan tambahan pekerjaan berarti tambahan pendapatan.
Metode penelitian untuk menyelesaikan paper, skripsi, thesis, tugas akhir maupun metopen dalam laporan akhir proyek atau pekerjaan jasa konsultansi dalam pengamatan saya adalah memiliki prinsip yang sama, yaitu menyelesaikan permasalahan yang ada secara ilmiah dengan berdasarkan data yang benar untuk dapat dicarikan solusi dan benang merah dari permasalahan yang dihadapi.
Gajeto: Samsung Wave 723 enter of Bada OS
(2010-08-31 17:39:50)Amid keen-intensive to produce an Android phone, Samsung also has spawned a new mobile device with its own operating system itself that is Samsung Bada. Samsung now launch Wave 723 phone, also known as GT-S7320E is another range of Samsung mobile phones that use Bada operating system.
Wahyu Wijanarko: CMIIW or CMIIAW? AFAIK Artinya Correct Me If I?m Wrong
(2010-08-31 16:27:22)Ketika saya pertama kali berselancar di Internet, saya mempelajari di email dan chat (menggunakan IRC) banyak sekali yang menggunakan singkatan dalam berkomunikasi. Alasannya adalah untuk menghemat tenaga dalam mengetik. Dari banyak singkatan yang ada, ada beberapa singkatan yang walaupun sederhana saya anggap humble dan dalam.
Singkatan pertama adalah AFAIK, As Far As I Know. Ada beberapa rekan yang terkadang menanyakan sesuatu kepada saya, entah itu mengenai musik (karena hobi saya adalah musik), mengenai pemrograman, dan lainnya. AFAIK menunjukkan bahwa yang saya beritahukan tidak saya lebih-lebihkan karena hal itu saya paparkan hanya sejauh yang saya tahu. Kalau ada yang lebih tahu mengenai hal itu ya monggo untuk ditambahkan.
Singkatan kedua adalah CMIIW atau CMIIAW, tapi orang kebanyakan menggunakan CMIIW. Correct me if I’m Wrong! Tanpa disadari ketika saya mengungkapkan sesuatu dari pikiran kita dan menuliskannya kepada publik, pasti ada saja kekurangan atau kesalahan interpretasi karena keterbatasan pengetahuan saya, sehingga harus ada penyeimbang agar kesalahan asumsi yang saya lakukan tidak kebablasan. Kalau kebablasan akan menjadi salah kaprah.
Bagaimana jika hal ini diterapkan dalam sebuah kepemimpinan? Bagaimana mengkombinasikan antara ketegasan dan kemauan untuk menerima aspirasi? Jika semua masukan ditampung, akan terjadi kebingungan jika masukan itu saling bertentangan, namun jika tidak ditanggapi atau didengarkan berarti akan menjadikan kita menjadi orang yang tidak mau menerima masukan dari orang lain. Kuncinya adalah kemampuan dalam mengkomunikasikan visi yang hendak diraih, strategi, masukan dari orang lain, dan tegas dalam melaksanakannya apabila keputusan sudah diambil.
Referensi Singkatan di Internet:
http://priatama07.blogspot.com/2010/07/daftar-istilah-singkatan-internet.html
DailySocial: GantiBaju.com: Siap-siap Dengan Tampilan dan Fitur Baru
(2010-08-31 15:00:45)
GantiBaju.com salah satu startup lokal yang populer dengan berbagai desain baju bernuansa lokalnya serta kompetisi yang melibatkan desainer lokal ini, kini tengah bersiap untuk mengubah tampilan situs mereka serta menambahkan dan memperbaiki berbagai fitur yang mereka miliki.
Beberapa waktu yang lalu, GantiBaju juga baru saja membuka toko offline mereka di fX Lifestyle X’enter, Jakarta, yang sepertinya semakin manambah pundi-pundi pemasukan dari penjualan kaos mereka. Kini GantiBaju sedang mempersiapkan tampilan baru web mereka serta mempersiapkan penambahan fitur, seperti badges, fitur ‘report this design’, serta perbaikan baik di balik layar serta sistem royalti.
Seperti yang dijelaskan Rajasa dari GantiBaju lewat email, GantiBaju akan melakukan penyegaran pada tampilan situs mereka, yang nantinya akan, “jadi lebih fresh dan lebih appreciate designer.” Sayangnya GantiBaju tidak memberikan DailySocial contoh tampilan situs baru mereka, namun kebetulan saya penah melihat secara sekilas tampilan yang baru ini, yang saya bisa katakan adalah tampak lebih rapih dan lebih nyaman. Berikut tampilan lama dari situs GantiBaju.
Rajasa juga menambahkan perbaikan dilakukan pada penyempurnaan layanan fitur yang tersedia di GantiBaju.com, seperti halaman profil untuk pengguna yang diperbaiki, elemen-elemen desain web, seperti banner navigasi yang lebih baik, prosedur checkout yang lebih mudah dan beberapa perbaikan lain. Selain itu untuk ‘dibalik layar’, “akan ada juga perbaikan caching, performance, revamped login and checkout system, better backend for approving and flagging designs and other geeky stuffs“.
GantiBaju juga nantinya akan menyediakan fasilitas untuk melaporkan desain yang dicurigai fraud atau mengandung SARA yang mungkin bisa menyinggung pihak lain atau menimbulkan masalah. Meski telah memberikan aturan ‘permainan’, tetapi ruang untuk ‘kecolongan’ masih tetap terbuka, penerapan sistem ini sepertinya sudah diperlukan, mengingat pertumbuhan pengguna yang dimiliki GantiBaju.com.
Pembaruan yang terakhir yaitu yang berhubungan dengan sistem royalti 10%, dimana sistem ini memberikan penghargaan berupa persentase keuntungan bagi desainer yang karyanya terpilih untuk diproduksi GantiBaju dan dijual oleh mereka. Nantinya, dengan sistem ini desainer bisa langsung memonitor penjualan mereka secara langsung, dan mengetahui berapa saldo yang mereka punya berdasarkan penjualan tersebut. Rajasa memberi penjelasan bagi para desainer, “dari saldo tersebut mereka bisa membeli kembali baju kamu atau mengambilnya dalam bentuk uang”.
Kapan tampilan baru ini akan muncul? Rajasa menjelaskan kemungkinan tampilan, fitur baru serta perbaikan atas GantiBaju akan muncul akhir Agustus, kalau tidak terjadi penundaan, dan mengingat sekarang sudah akhir Agustus, sepertinya tampilan baru ini akan muncul awal atau pertengahan September, kecuali untuk yang sistem Royalti, sepertinya tidak akan dirilis berbarengan dengan tampilan dan fitur baru lainnya.
Penasaran? Mari kita tunggu tampilan dan fitur baru dari GantiBaju.com, tentu nanti kalau sudah rilis, DailySocial akan mencoba membahasnya.
Eko Juniarto: telpon genggam GSM untuk lanjut usia
(2010-08-31 14:19:21)pagi ini saya mengambil barang kiriman dari dealextreme, yaitu sebuah telpon genggam GSM YT55. telpon ini buatan cina, dan dibuat khusus untuk kaum lanjut usia, seperti yang tertulis di kotaknya, ‘Senior phone’.
telpon ini saya beli di dealextreme seharga USD 47.90, setara dengan 431 ribu rupiah, dan ongkos kirimnya gratis. sesampainya di jakarta, ternyata masih terkena bea sebesar 56 ribu rupiah, sehingga total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar 487 ribu rupiah. memang jika dibandingkan dengan harga telpon genggam buatan cina yang dijual di sini, seperti nexian misalnya, harganya relatif lebih mahal. hanya saja saya tidak menemukan telpon genggam yang memang khusus didesain untuk dipergunakan oleh lanjut usia, seperti keypad yang besar, layar dengan huruf yang besar dan mudah terbaca, serta sistem penggunaannya yang sederhana. kabarnya ada distributor yang akan memasukkan tipe telpon genggam GSM yang sama, namun dengan harga yang lebih mahal ketimbang beli online. hal yang wajar menurut saya, karena jika berjualan di indonesia, harus menyiapkan garansi dan pusat layanan perbaikan telpon.
pilihan warna yang tersedia adalah hitam dan putih, dan saya memilih yang berwarna putih. seperti yang terlihat, ukuran tombolnya besar, dengan layar LCD monokrom 1.8″.
walaupun di situs dealextreme dinyatakan user manual-nya berbahasa cina, namun untungnya yang saya dapatkan ternyata berbahasa inggris. saat unit pertama kali dinyalakan, bahasa yang muncul adalah bahasa perancis, cukup menyulitkan saya untuk mencari menu mengubah bahasa ke dalam bahasa inggris. pilihan bahasa yang ada adalah inggris, perancis, spanyol, italia, portugis, jerman, rusia dan arab. anehnya malah tidak ada pilihan bahasa cina.
batere di dalam paket adalah standar nokia BL-5C dengan kapasitas tertulis 1200 mAH.
charger di dalam paket menggunakan colokan listrik model amerika, namun disediakan juga adaptor untuk colokan model eropa, yang umum dipergunakan di indonesia. colokan charger ke telponnya sendiri mengikuti standar colokan nokia yang kecil.
di dalam paket juga disertakan handsfree dan pouch berwarna hitam.
dari belakang, terlihat saklar SOS yang bisa dikonfigurasikan untuk mengirim SMS dengan pesan yang sudah ditentukan sebelumnya ke nomor-nomor tertentu, lalu menelpon nomor-nomor yang ditentukan sesuai dengan prioritas, sekaligus juga membunyikan alarm. di sebelah kanan telpon ada saklar untuk senter 2 LED, dan saklar untuk keylock.
di bagian atas ada dua lampu LED yang berfungsi sebagai senter, di tengah ada colokan charger, dan paling kanan ada colokan handsfree 3.5mm. di bagian bawah telpon ada lubang mikrofon dan lubang untuk memasang gantungan/lanyard.
di sebelah kiri ada saklar untuk menyala-matikan radio FM, dan juga tombol volume.
keseluruhan bodi telpon terbuat dari plastik, terasa ringan, dan tekstur di bagian belakang telpon membantu membuat telpon tidak terasa licin sewaktu dipegang.
senter LED tetap bisa dinyalakan walaupun telpon tidak aktif.
YT55 ini hanya bisa menampung 100 buah nomor di memori internal, ditambah dengan kemampuan memori SIMcard. kartu matrix yang saya punya untuk mencoba telpon ini bisa menyimpan 250 nomor, total jendral berarti ada 350 nomor yang bisa disimpan. tidak ada kemampuan internet, ini benar-benar murni telpon GSM hanya untuk panggilan suara dan SMS. untuk SMS sendiri, huruf yang bisa diketik semuanya kapital. speed dial ada di tombol * dan #, masing-masing dengan lambang wanita dan pria. lalu di tengah percakapan, tombol 0 dengan lambang volume speaker bisa ditekan yang lama untuk menaikkan volume langsung ke maksimum. sistem menu yang dianut meniru sistem menu nokia.
kekurangan yang sempat saya rasakan adalah untuk mengubah panggilan ke mode handsfree, akan lebih mudah jika ada tombol khusus, ketimbang harus menekan OK terlebih dahulu lalu memilih mode handsfree. juga tidak ada cara untuk memasukkan ring tone buatan sendiri, walaupun ini sebenarnya tidak terlalu masalah, karena ada puluhan pilihan ring tone yang tersedia. foto-foto selengkapnya bisa dilihat di flickr saya.
DailySocial: Priority Inbox dari Gmail, Fitur Untuk Mengatur Email
(2010-08-31 12:30:19)
Google meluncurkan fitur baru untuk layanan Gmail mereka, yaitu Priority Inbox. Layanan ini akan memudahkan pengguna untuk menentukan email mana yang harus dibaca terlebih dahulu dan mana email yang bisa dilihat dilain waktu.
Fitur yang masih dalam versi beta ini secara otomatis akan melakukan identifikasi atas email penting yang terkirim di inbox Anda dan memisahkannya dari email lainnya, sehingga bisa membuat pengguna fokus pada email yang benar-benar penting dan perlu Anda baca secepatnya.
Priority Inbox, seperti yang dijelaskan Google akan mulai bisa digunakan oleh publik dalam beberapa hari ini sampai minggu depan, jadi jangan lewatkan notifikasi fitur baru yang biasanya akan muncul di bagian atas akun Gmail Anda, atau pop-up kotak notifikasi fitur baru, yang biasanya muncul ketika Anda log masuk ke akun Gmail Anda.
Seperti yang dituliskan TheNextWeb, nantinya fitur ini akan memecah inbox Anda menjadi 3 bagian. Bagian pertama akan terdapat kelompok pesan penting dan belum terbaca, bagian kedua adalah kelompok untuk pesan yang mungkin penting namun Anda tidak akan membacanya sekarang, dan yang ketiga adalah bagian dimana email ‘lainnya’ berada, yang bisa Anda baca ketika waktu Anda benar-benar kosong atau email yang mungkin penting tetapi terlewat untuk Anda baca.
Priority Inbox bekerja dengan teknologi yang sama yang digunakan oleh Google untuk melakukan filter atas spam dan membawa proses filterisasi ini ke tahap selanjutnya dengan memprediksikan email yang penting untuk dibaca terlebih dahulu, dengan penentuan mana email yang penting dan yang kurang penting berdasarkan perilaku penggunaan email masing-masing pengguna.
Pengguna bisa melakukan klik pada tombol + atau – yang akan berada di bagian atas inbox untuk memberi tanda apakah email tersebut penting atau kurang penting, pengguna juga bisa melakukan pengaturan ulang atas sistem filter ini atau melakukan kustomisasi atas pembagian 3 area inbox, seperti yang dijelaskan diatas.
Anda penguna Gmail yang memiliki inbox dengan jumlah yang ‘sangat berlebihan’ dan terus bertambah? Mungkin fitur ini akan sangat berguna bagi Anda, sambil menunggu beberapa hari kedepan untuk mencoba fitur ini, berikut video penjelasan singkat dari Google atas fitur Priority Inbox.
DailySocial: Diaspora Luncurkan Open Source Bulan Depan
(2010-08-31 09:56:37)
Diaspora, gerakan empat mahasiswa New York University untuk mengembangkan platform jejaring sosial terdistribusi sebagai alternatif dari Facebook, siap melepas kode program mereka secara open source pada tanggal 15 September mendatang.
Seperti pernah disinggung DailySocial saat membahas isu privasi di Facebook, Diaspora bertujuan untuk meletakkan kontrol privasi sepenuhnya di tangan pengguna. Pada pertengahan Mei kemarin Diaspora menarik perhatian publik dengan menggalang pengumpulan dana yang berakhir luar biasa sukses, jauh lebih banyak dari yang mereka harapkan.
Langkah selanjutnya seperti dituturkan oleh Diaspora, setelah membuka kode open source mereka ke para pengembang pada tanggal 15 lewat repository github, mereka juga akan mengumumkan roadmap mereka dan mengubah paradigma pengembangannya menjadi lebih berorientasi kepada komunitas. Versi alpha-nya dijadwalkan untuk diluncurkan ke publik pada bulan Oktober.
Apakah Facebook sudah harus was-was? Sepertinya hampir mustahil untuk membuat 500 juta orang beralih dari platform yang sudah begitu mereka gandrungi ke sebuah platform baru. Tapi untuk para pembaca DailySocial yang tech-savvy, pasti menarik untuk dicoba
DailySocial: Video Interaktif Band Arcade Fire Dengan Teknologi Google
(2010-08-31 09:38:23)
Chris Milk, seorang penulis/sutradara membuat sebuah karya visual/video musik yang menggunakan berbagai teknologi dari Google, proyek yang merupakan sebuah karya eksperimental ini, merupakan kerjasama antara Google, band Arcade Fire serta Chris Milk sendiri sebagai sutradara.
Arcade Fire adalah sebuah band indie asal Kanada yang menyuguhkan musik yang megah bernuansa rock, yang membuat kita merenung namun tetap menghentakan kaki karena beat yang kencang dan konstan.
Arcade Fire baru-baru ini meluncurkan album mereka yang tidak hanya dibicarakan oleh blog serta situs musik, namun juga oleh berbagai blog teknologi karena memanfaatkan aspek web dalam peluncuran albumnya, minimal dengan menggunakan sosial media, seperti live-stream konser mereka di YouTube.
Dan, kali ini mereka kembali membuat sebuah proyek yang berhubungan dengan web. Saya sendiri merupakan salah satu pendengar setia Arcade Fire, dan cukup penasaran dengan proyek mereka yang baru ini.
‘Video Art’, jika saya boleh menyebutnya demikian, bernama The Wilderness Downtown ini, secara sederhana merupakan karya video interaktif yang mengajak penontonnya untuk ikut masuk serta dalam karya video itu sendiri. The Wilderness Downtown akan membawa penonton menyusuri jalanan dimana Anda tinggal dan tumbuh besar.
Teknologi yang digunakan merupakan mashup dari berbagai teknologi Google, seperti Google Maps serta HTML5, integrated drawing tools, canvas serta beberapa teknologi yang memungkinkan browser windows yang muncul dan bergerak pada satu layar yang sama.
Video interaktif ini merupakan semacam video klip dari lagu Arcade Fire yang berjudul We Used To Wait dari album baru mereka The Suburbs. Pada halaman muka proyek eksperimental ini, Anda akan diminta untuk mengetikkan area dimana Anda tinggal (namun banyak area yang tidak bisa ditampilkan oleh Google), yang akan menjadi bagian area video ini. Proyek eksperimental ini sangat memakan kerja prosesor, jadi Anda akan diminta untuk menutup peramban yang sedang tidak terpakai serta program lain yang sedang Anda jalankan.
Saya mencobanya untuk membuka video ini, namun selain memakan kemampuan prosesor, jaringan internet pun sangat berpengaruh, jadi saya mengambil penjelasan tentang video ini dari TechCrunch.
Nantinya akan muncul karakter laki-laki menggunakan sweater berpenutup kepala yang berlari disebuah jalan, akan muncul kotak jendela peramban baru pada layar, ada yang berupa video, ada pula yang berupa grafis. Teknologi Google berupa Google Maps serta Street Views akan menampilkan area dimana Anda tinggal yang tadi Anda ketik. Semua video dalam format HTML5, serta semua elemen yang ada pada video akan muncul dan bergerak sesuai dengan irama musik dari Arcade Fire.
Akan muncul juga pohon animasi 3D yang terkomposisi secara dinamis pada area gambar yang didapatkan dari Google Street Views, dan penggguna juga bisa menuliskan catatan dengan menggunakan huruf bernuansa akar pohon atau menambahkan gambar pada video tersebut, yang semuanya menggunakan HTML5 font serta alat menggambar dari teknologi Google. Catatan dan gambar dari pengguna ini akan digunakan pada konser Arcade Fire yang akan datang.
Menjadi menarik ketika kemajuan teknologi web digabungkan dengan konsep video, selain bisa sebagai showcase dari teknologi web terbaru, ini bisa juga menjadi sebuah paket promosi band yang merupakan gabungan antara teknologi web, aspek-aspek web 2.0 dan media sosial.
Bagi Google, tentu saja ini semacam promosi serta unjuk kebolehan atas teknologi yang mereka kembangkan, terutama yang berhubungan dengan Google Chrome. Google juga terbuka atas hasil ekperimental lain yang bisa dikirimkan oleh pengguna ke situs Chrome Experiments.
Anda bisa melihat penjelasan Google atas proyek eksperimental ini dari tautan berikut, atau langsung menuju situs Google Experiments di sini, dan Anda yang ingin menonton video The Wilderness Downtown, Anda bisa menuju tautan berikut.
Wiryanto Dewobroto: sweeping software !
(2010-08-31 09:31:51)DailySocial: Twitter Siap Tutup Akses Tanpa OAuth
(2010-08-31 09:22:33)
Hari ini adalah hari terakhir Twitter mengijinkan aplikasi-aplikasi pihak ketiga untuk melakukan otentikasi ke Twitter secara langsung. Mulai besok, semua proses otentikasi dari aplikasi untuk mendapat akses ke Twitter harus menggunakan OAuth.
Twitter sendiri telah mengkomunikasikan mekanisme ini kepada para pengembang sejak Desember tahun lalu, sehingga diharapkan para pengembang sudah menyiapkan update aplikasinya agar mulai besok masih bisa terus mendapat akses ke Twitter.
Selama ini para pengembang aplikasi untuk Twitter memiliki pilihan antara menggunakan otentikasi langsung dengan cara mengirimkan username dan password ke API Twitter, atau menggunakan OAuth. Cara yang pertama jelas membuka lubang besar karena berarti kita memberikan data kita ke pihak ketiga, yang idealnya langsung menyampaikannya ke Twitter untuk otentikasi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk pengembang yang bandel bisa menyimpan data username dan password tadi.
Dengan OAuth, proses otentikasi yang terjadi adalah pemberian akses suatu aplikasi ke Twitter, dengan memasukkan username dan password langsung ke Twitter. Kita dapat mengelola aplikasi-aplikasi mana saja yang pernah kita beri akses di halaman Settings > Connections.
Menurut Twitter sendiri, semua aplikasi paling populer sudah siap dengan perubahan ini. Jadi mulai esok hari, jangan kaget kalau aplikasi Twitter kesayangan lo tiba-tiba ngga bisa konek ke Twitter, coba dulu update ke versi terbaru yang kemungkinan besar pasti sudah menggunakan OAuth.
DailySocial: YouTube Hadirkan Film Panjang Utuh
(2010-08-31 07:00:55)
YouTube kini meluncurkan layanan untuk menonton film-film utuh, yang bisa dilihat lewat URL youtube.com/movies. April lalu sebenarnya YouTube sudah pernah meluncurkan layanan serupa, tapi hanya terbatas untuk pemirsa dari Amerika Serikat.
Beberapa situs memberitakan bahwa peluncuran kali ini hanya terbuka untuk pemirsa dari Inggris Raya, tapi saat DailySocial mencoba mengaksesnya, ternyata sukses saja tanpa dibatasi.
Untuk kontennya sendiri, YouTube bekerjasama dengan Sony Pictures dari AS dan BlinkBox dari Inggris. Tutur head of video partnerships YouTube, Donagh O’Malley kepada Guardian, “Langkah ini bertujuan agar semua orang dapat menikmati berbagai macam jenis video yang mereka inginkan, mulai dari video blog buatan kamar, jurnalisme jalanan, hingga film utuh dan serial TV.”
Saat ini film-film tersebut dapat ditonton gratis. Sayangnya, jenis film yang tersedia masih sangat terbatas, dan jujur aja, kurang menarik untuk ditonton. Kebanyakan adalah film lama, atau film-film kelas B.
Saat ini YouTube yang lahir dan besar dari konten-konten yang dimasukkan sendiri oleh pengguna tampaknya mulai berpikir untuk berkembang dari slogan awal mereka “Broadcast Yourself” dan melirik ke konten video utuh profesional. Padahal perseteruan di kancah tersebut, setidaknya di Amerika Serikat, sudah cukup ramai dengan adanya layanan seperti iTunes, Amazon, Hulu dan Netflix. Menurut situs Mashable saat ini YouTube sedang dalam tahap negosiasi dengan pihak studio-studio besar Hollywood untuk merealisasikan langkah mereka.
Bagaimanapun juga hasilnya nanti, mungkin dampaknya untuk kita, pengguna dari Indonesia, tidak akan terlalu terasa. Seperti halnya layanan video lainnya yang populer di AS, faktor lisensi film yang menjelimet sepertinya akan jadi penghambat. Konten film, seperti juga musik, memiliki hak edae yang dibatasi di tiap negara. Bila sebuah penyedia layanan ingin menyediakan sebuah konten di suatu negara, maka ia harus berurusan langsung dengan pemilik haknya di negara tersebut. Tampaknya untuk sementara waktu ini kita harus cukup puas dengan apa yang tersedia sekarang.
Gajeto: Sony: Android 2.1 is coming to Xperia X10 by the end of September
(2010-08-31 06:31:32)
So according to Sony Ericsson's UK Twitter account, the Xperia X10 phones, including the X10 Mini & X10 Mini Pro, will be getting an upgrade to Android 2.1 by the end of September. As we already know, despite being the hottest phone in Sony Ericsson's line up this year, the X10 is a bit 'late' when it comes to its Android version. While most of the newer Android's phones (eg. Samsung Galaxy S) are already running Android 2.1 and above, the X10 is still running Android 1.6.
If this is true, then this is a great news to all X10 owners out there, finally their phone are getting an update. Sure it's not Android 2.2 aka Froyo, but hey, 2.1 is still a lot better than 1.6. I'm just curious if Sony Ericsson's are going to make some changes or even add some new features on its already awesome custom UI.
Aulia Masna: Breaking the homogenous PC industry
(2010-08-30 21:41:48)OS development is probably something a lot of computer makers don't even want to think about because they've got Microsoft handling that side of the PC equation. Lately that sort of thinking has crept up to mobile phone manufacturers with Google taking Microsoft's role although we're also seeing many of them coming up with their own interface designs on top of Android.
This additional effort is something that's missing from PC brands as they become box pushers rather than solution providers. Almost every PC brand out there whose name isn't Apple delivers machines running Windows. Hopping from one computer brand to the next brings you the same experience. Having the same system from one hardware to another cheapens the value of the brand because it doesn't really matter which PC you use, you still work with Windows. While PC makers have been competing in hardware features, there's nothing from the software side. They may deliver innovation (or at least feature one-upping) on the hardware side but it's still a race to become the best hardware to run Windows instead of working to deliver the best computing experience possible. The mobile computing space is still in its infancy and the only serious player right now is Apple with iOS on the iPad. Netbooks have swayed from their original purpose and have become nothing more than light notebooks, remnants of the old century which will be sidelined or confined to desks once proper mobile computing devices take off. It brings hope that HP acquired Palm this summer and is working on implementing webOS on various devices. Google's upcoming Chrome OS also joins the category. What the mobile computing scene needs is more alternative OS to push innovation and drive competition in the industry. Differentiation can no longer be defined only by hardware features.Paman Tyo: Menjawab Pasar: Aquarius PI pun Tutup
(2010-08-30 01:27:43)
Maka dengan gaya seolah tak tahu bertanyalah bos detik.com Budiono Darsono pada 2008 di blog ini, “Jadi toko CD tinggal menunggu waktu ya Paman?”
Jawabannya, Agustus ini, bekas tetangga detik.com sewaktu masih berkantor di Wisma Pondok Indah, yaitu Aquarius, tutup; menyusul Aquarius Dago, Bandung. Dagangannya diobral. Teman saya, kolektor CD (nota: saya bukan kolektor), bertanya via SMS, “Kita harus senang atau sedih?”
Bangunan bekas toko CD, yang dulu menjual CD dalam harga dollar Amrik itu, hanya akan dijadikan studio musik induknya, Aquarius Musikindo. Dan Anda tahu, Aquarius ini dulunya penduplikasi dan pengedar kaset dari album rekaman luar negeri, sejak akhir 60-an-an sampai 1988, sampai akhirnya Indonesia terikat hukum hak atas karya cipta internasional.
Kegenitan kelas menengah? :)
Seseorang rasan-rasan, kegemaran membeli CD asli adalah kegenitan sebagian kelas menengah. Dia contohkan, dulu ketika kaset masih berjaya, dan format digital seperti MP3 belum merebak, orang-orang itu membeli CD atas nama “kualitas” dan “sensasi memiliki koleksi terpajang”. Sekadar lanjutan dari era piringan hitam. Sekadar pelengkap dari buku yang bukan fotokopian. Hal ini terus berlangsung hingga munculnya CD writer yang kian terjangkau.
Lalu ketika format digital melindas analog (kaset, vinyl) dan digital tambun (CD), dengan aneka pemutar berentang kelas rendah sampai tinggi, dan distribusi berkas musik melalui internet semakin mudah, lengkap dengan sandungan legalnya, kelompok klangenan itu tetap membeli CD bahkan vinyl.
Padahal distribusi melalui laut-udara-darat itu mahal, untuk pemesanan pribadi bisa melebihi harga keping. Masa sih orang akan ngotot terus? Lantas ketika vinyl tertentu langka, masa harus mengopi piringan sendiri? Masih lebih praktis membeli turn table merangkap konverter ke MP3.
Eksibisionisme mereka di internet, melalui blog sampai Facebook dan Twitter tentang CD yang dibelinya, hanya diapresiasi oleh sesamanya, yaitu kaum genit. Kira-kira begitulah ringkasan pendapat dia.
Sejauh saya pergoki, duka di Twitter juga nggak meratap amat. Lebih penting sale ketimbang soal lain, itu pun kicauannya nggak bising banget. Kemasan fisik bernama CD itu mulai menjadi sejarah tapi tak begitu penting untuk dibahas. Artworks hanya hiburan mata, bukan untuk dimiliki. Cukup dari layar.
Pasar, musik personal, musik sosial
Mungkin dia benar, mungkin dia hanya sinis. Tetapi bagi saya ada hal yang lebih wigati: pasar sudah berubah. Penikmatan musik sudah jauh meninggalkan era Walkman dan Discman — dua jenis pemutar generasi awal yang personal dan mobile.
Di satu sisi penikmatan musik menjadi semakin personal, sehingga di mana-mana banyak orang memakai earphones yang terhubung ke media player (iPod tetap paling fashionable!) dan ponsel, di toilet, angkot, sampai bilik kerja. Hanya generasi tua yang (cenderung) tak tahan dengan earphones dan headphones berjam-jam. :)
Di sisi lain penikmatan juga lebih sosial: para penikmat musik bertukar musik melalui internet tanpa mengenal batas geografis. Lebih menarik lagi: tak perlu kenal secara personal.
Untuk kasus Indonesia kita bisa bertanya: dari sepuluh orang konsumen musik digital, berapa yang mendapatkan musiknya dengan membeli?
Jawaban guyon: “Kami membeli dengan waktu, bandwidth, dan kapasitas storages.” :D
Industri telekomunikasi lebih jeli. Maksud saya, ide boleh saja dari para content providers, tapi jalur distribusi nirkabel ada di operator. Dan hasilnya adalah sesuatu yang aneh tapi selama 2009 dikabarkan menghasilkan Rp 1,5 triliun, yaitu RBT (maaf saya belum mendapatkan rujukan andal). Aneh, karena para pemilik ponsel tak mendengarkan lagu yang disewanya; orang lainlah yang dia minta mendengarnya. Kalau pemilik ponsel ingin mendengarnya maka dia harus menelepon nomornya sendiri — tapi dari handset lain dan tetap butuh pulsa, entah siapa yang bayar. :D
Aneh atau tidak, Telkomsel pernah menyarangkan jurus unik: lagu lawas Musica Studio’s di-RBT-kan secara gelondongan.
Konsumen manis dan sayang
Akses internet memurah. Sampai lima tahun lalu pilihan utama karyawan indekos adalah menjadikan kantor sebagai warnet. Sekarang, karena laptop semakin murah, dan internet berarus kencang semakin mudah, masih ditambah hotspots di mana-mana, maka setiap orang dapat mengakses dari tempat yang dia suka. Tanpa laptop, jika urusannya hanya lagu maka ponsel pun dapat mengunduhnya.
Harga media penyimpanan semakin murah. Penyimpan 1 TB (3,5″, 7.200 RMP), misalnya Seagate external expansion, hanya berharga Rp 850.000 (boleh dicicil enam kali). Cukup untuk gudang lagu pribadi. Jika satu CD album 45 menit yang dikonversikan ke MP3 (bit rate = 128 kbps) hanya akan menuntut ruang 41 MB, maka silakan hitung sendiri gudang lagu Anda. Isi pemutar cukup menimba dari gudang, kalau bosan tinggal dihapus.
Mayoritas konsumen adalah orang yang manis, kupingnya tidak rewel, sehingga pemutar di komputer atau portabel jenis biasa, dengan earphones bonus, sudah cukup.
Mereka tak merasa perlu terjebak snobisme yang menempatkan musik sebagai sajian bunyi yang harus dibedah secara laboratoris. Bagi konsumen lebih utama ini: micro hi-fi dengan colokan USB 1 GB, syukur dengan iPod docking, untuk ditaruh bersama vas bunga kering di meja kerja. Misalnya Polytron PNH 2100, bikinan (anak perusahan) Djarum Kudus, seharga Rp 2,1 juta.
Maka musik pun dipreteli, diecerkan
Dengan latar seperti itu, wajar saja jika label dan jaringan toko online menjual lagu per trek. Operator-operator Indonesia juga nyemplung ke sana. Aquarius pun akan semakin mendalami itu.
Adakah yang salah dengan mengecerkan lagu? Tidak.
Jujur sajalah, dari setiap album yang Anda beli, tak semuanya Anda gemari sampai mati. Pengecualian berlaku untuk, katakanlah, seorang fanatikus Koes Plus yang sampai berdebat dengan penjual kaset bekas di Jatinegara, Jakarta Timur, karena dia hakkul yakin bahwa semua lagu Koeswoyo Boyz itu the best.
Jauh hari sebelumnya, pada abad lalu, musisi dan label meluncurkan single, bukan long play, juga karena kesadaran bahwa lagu adalah lagu. Ini soal dengaran: enak di kuping atau tidak. Bedanya, sekarang sebuah lagu enak di tangga hits bukanlah penggiring konsumen untuk membeli albumnya maupun kemasan kompilasinya. Hanya lagu itu thok yang dibutuhkan.
Adapun soal berbusa tentang kajian diskografis dan “album konsep”, beserta telaah visual, itu jatahnya orang yang berlebih waktu dan barangkali memang menempatkan debat sebagai hiburan. :P
Persoalan hari ini tetap sama dengan dulu. Konsumen bilang, “Kami butuh musik yang gampang didapat dan murah, kalau bisa gratis.”
Kalau dibawa ke seminar inilah lanjutannya, “Tugas musisi dan industrilah untuk mencari jalan bagaimana kaya tapi konsumen tetap mendapatkan hiburan murah.” Misalnya melalui cara yang lebih canggih dari menjual musik bersama ayam goreng.
Terhadap media cetak, terutama buku, konsumen masih bisa menenggang bahwa yang dibelinya bukan sekadar kertas bercetak karena di baliknya ada mata rantai kreatif. Tapi terhadap CD, konsumen merasa berhak untuk jengkel, padahal secara prinsip tak beda dengan buku: media dan konten tak dapat dipisahkan.
Omong-omong, kapan terakhir kali Anda membeli CD musik asli, bukan CD kosong untuk diisi musik asli (bukan cover version)? ;)
Masim Vavai Sugianto: Instalasi Zimbra Mail Server 6.0.8 pada Ubuntu Server 10.04.1 64 bit : Bagian 1
(2010-08-30 15:25:31)Akhir pekan kemarin saya berkesempatan melakukan ujicoba instalasi Zimbra Mail Server versi 6.0.8 64 bit pada Ubuntu 10.04.1 64 bit. Proses instalasi berjalan dengan lancar meski saya pribadi terakhir menggunakan Ubuntu secara intens pada tahun 2005-2006. Berdasarkan asumsi demikian, mestinya instalasi Zimbra pada Ubuntu tidak terlampau sulit meski bagi para pengguna Windows atau distro Linux lainnya yang belum pernah mencoba Ubuntu.
Berikut adalah catatan instalasi yang saya lakukan, saya bagi dalam beberapa bagian untuk memudahkan penjelasan dan pemahaman tiap tahap. Semoga bermanfaat.
Proses instalasi berikut saya lakukan pada Ubuntu Server yang dijalankan diatas KVM Virtualization milik openSUSE 11.3, dengan memory sebesar 1 GB dan harddisk virtual 20 GB. Binary Zimbra untuk Ubuntu 10.04.1 hanya tersedia untuk mesin 64 bit karenanya gunakan motherboard yang mampu mendukung sistem 64 bit.
I. INSTALASI SISTEM
Instalasi Dasar
- Download ISO Ubuntu 10.04.1 melalui mirror repo-repo yang ada di Indonesia, 2 diantaranya adalah server Kambing dan server ID-Repo. Saya mengambil file ISO ubuntu-10.04-server-amd64.iso
- Burning file ISO ke CD menggunakan CD/DVD Burner. Karena saya menggunakan mesin virtual, saya bisa secara langsung menggunakan file ISO sebagai CD ROM Media
- Start sistem dengan CD ROM sebagai boot pertama
- Ikuti wizard yang diberikan. Secara umum, hanya beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat proses instalasi ini, yaitu :
- Jika tidak ingin membagi partisi, gunakan partisi root dan partisi swap saja. Jika menginginkan partisi terpisah, pisahkan partisi untuk /opt karena Zimbra akan diinstall dipartisi ini
- Jangan lupa setting nama hostname untuk Zimbra, misalnya : mail
- Untuk fleksibilitas dan kemudahan sistem, lakukan instalasi paket : DNS Server dan OpenSSH Server
- Selesai instalasi dan melakukan proses booting, lakukan setting IP
Konfigurasi Network
- Ubuntu secara default melakukan setting DHCP pada network. Untuk mengubah IP menjadi static (IP utama server wajib/seharusnya static), lakukan perubahan pada file /etc/network/interfaces dengan isi sebagai berikut (perubahan bisa menggunakan aplikasi vi atau nano, misalnya dengan perintah pada konsole : vi /etc/network/interfaces) :
# This file describes the network interfaces available on your system # and how to activate them. For more information, see interfaces(5).# The loopback network interface auto lo iface lo inet loopback # The primary network interface auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.10.250 network 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.10.255 gateway 192.168.10.1
Silakan sesuaikan isinya dengan konfigurasi network yang anda gunakan
- Restart service network
/etc/init.d/networking restart
- Ubah file /etc/hosts menjadi seperti contoh berikut :
127.0.0.1 localhost 192.168.10.250 mail.vavai.info mail
- Ubah file /etc/resolv.conf agar memuat urutan DNS yang digunakan :
nameserver 192.168.10.250 nameserver 8.8.8.8 nameserver 208.67.222.222
IP pertama adalah IP Zimbra Server karena saya akan melakukan setting dan menggunakan DNS lokal. IP kedua adalah IP Google Public DNS, sedangkan yang ketiga adalah IP OpenDNS.
- Lakukan update sistem. Jika diperlukan, ubah terlebih dahulu repo Ubuntu agar menggunakan repo mirror di Indonesia agar lebih cepat dalam melakukan proses instalasi paket yang diperlukan. Setelah update, remove package apparmor (agar tidak menjadi bottle neck dari sisi security) dan install paket-paket yang diperlukan.
apt-get upgrade dpkg --purge apparmor apparmor-utils sudo apt-get install libidn11 libpcre3 libgmp3c2 libexpat1 libstdc++6 libltdl7 libperl5.10 sysstat fetchmail
- Download file binary Zimbra 6.0.8 untuk Ubuntu 10.04.1. Agar lebih cepat bisa menggunakan mirror lokal Komunitas Zimbra Indonesia : ftp://zimbra.pnyet.web.id/binary/6.0.8_GA/ atau http://mirror.unej.ac.id/mirrors/zimbra/binary/6.0.8_GA/
Setelah selesai setting diatas, proses instalasi akan dilanjutkan pada tahapan konfigurasi DNS Server dan Instalasi Zimbra…
Screenshot
Artikel Terkait
Kuncoro Wastuwibowo: Slideshare
(2010-08-30 13:38:29)Teman2 bilang, orang Indonesia unik. Setiap selesai presentasi, selalu ada sekelompok orang yang nekat meminta bahan presentasi kita. Aku sih menganggapnya positif: ada keinginan untuk mendalami materi presentasi, yang memang aku yakin memerlukan waktu pendalaman lebih dari waktu seminar yang cuma beberapa jam saja. Biasanya materi semacam itu aku bagikan, dalam bentuk PPTX (bukan PDF). Erh, bukan berarti aku lebih suka Powerpoint daripada Keynote. Tapi … you know … pemakai Mac di Telkom itu amatlah minoritas. Entah kalau iWorks nanti menyerang melalui iPad. Oh ya, ternyata Indonesia tidak unik. Berpresentasi di negara mana pun, ternyata selalu ada yang tak malu-malu meminta materi presentasi kita. Dan bukan hanya hadirin, tetapi juga sesama presenter.
Jadi aku kembali ke Slideshare. Aku sudah sempat mendaftar ke layanan ini di tahun 2008. Tapi kepindahan ke Jakarta dll bikin aku agak lupa urusan ranah maya. Bulan ini account di Slideshare itu aku buka lagi. Ini alamatku:
Materi pertama yang aku upload adalah materi yang kupresentasikan di 4G International Forum di Taipei bulan lalu.
Lalu materi yang cukup banyak diminta, yaitu pengenalan WiMAX II (IEEE 802.16m).
Materi tentang pengenalan 4G … tak mudah memilihnya. Materi dengan judul yang sama sudah termodifikasi dalam beberapa versi: untuk kampus elektro, kampus non elektro, profesional, hingga masyarakat awam (mis di Gathering Fresh awal bulan ini). Ada versi di mana 4G ditampilkan dalam materi tersendiri, ada yang hanya merupakan pembukaan sebelum diskusi mengenai LTE Advanced dan WiMAX II. Ada yang mendiskusikan soal aplikasi, dan ada yang sama sekali berhenti di network. Dll. Ini salah satu versi itu, yang akhirnya aku upload di Slideshare
Yang sedang cuup banyak didiskusikan juga adalah New Convergence: kisah bagaimana konvergensi lebih lanjut harus dilakukan untuk mengelola network, aplikasi, dan content layanan-layanan digital yang seluruhnya telah berprotokol Internet namun pengelolaannya saat ini masih terpisah.
Jadi, materi apa lagi yang harus dipasang di Slideshare? Ada request? Jangan tentang Wagner yach :).
DailySocial: UC Browser, Pesaing ?Baru? Opera Mini
(2010-08-30 12:10:29)
Anda pasti kenal dengan Opera Mini, peramban untuk perangkat bergerak dari Opera yang sangat populer di pengguna ponsel tanah air, pengguna lokal juga termasuk salah satu pengguna terbesar Opera Mini di dunia. Namun apakah Anda mengenal UC Browser?
UC Browser merupakan peramban untuk perangkat bergerak asal Cina, dikembangkan oleh pengembang UC Mobile, yang ternyata telah ada sejak 2004 dan seperti yang dituliskan oleh Vivanews, UC Mobile mengklaim telah memiliki 100 juta pengguna, bahkan di negara asal mereka Cina, pangsa pasar mereka telah mencapai 80% sedangkan Opera Mini hanya memiliki 50 juta dan pangsa pasar mereka di Cina sebesar 5%.
UC Browser kini resmi masuk pasar Indonesia dengan meluncurkan versi bahasa Indonesia mereka dan secara resmi juga menjadi penantang ‘baru’ bagi peramban bergerak di Indonesia, setidaknya bagi Opera Mini. Meski tidak benar-benar menjadi pesaing baru, karena untuk persaingan di negara lain, peramban ini telah lama juga menjadi pesaing Opera Mini.
Apa saja yang ditawarkan oleh UC Browser ini, untuk membandingkan dengan Opera Mini (meski banyak peramban bergerak lain tetapi saya hanya akan mencoba membandingkan dengan Opera Mini) adalah masalah kompresi data, jika Opera mengklaim bisa melakukan kompresi data sampai 90%, demikian juga UC Browser, yang mampu melakukan kompresi data hingga 85%. Beberapa fitur yang disediakan lainnya berupa mesin pencari, yang memberikan 4 pilihan hasil pencarian yang bisa didapatkan dari Google, Bing, Yahoo!, dan Ask.com, kemudian fitur multi-tabs, keamanan, URL auto-completion, fasilitas untuk bookmark, Night Mode, File Manager serta beberapa fitur lainnya.
Beberapa fitur yang tampaknya menarik adalah, pertama multi-tabs, saya mencobanya di ponsel layar sentuh dan hasilnya cukup menyenangkan, pilihan untuk beralih dari satu tab ke tab yang lain cukup mudah ditemukan, ada dua pilihan, dibagian bawah (menu) serta dibagian atas, mirip tab yang terdapat di peramban PC.
Kemudian beberapa fasilitas lainnya, seperti yang dituliskan Vivanews, teknologi pre-load, yang memungkinkan peramban ini mendeteksi apakah sebuah halaman web mempunyai halaman selanjutnya atau tidak. Lalu fasilitas download manager yang akan berguna bagi pengguna yang mempunyai koneksi internet bergerak yang putus-putus, sehingga pengguna tidak perlu melakukan proses unduhan secara berulang kali.
Saking penasarannya, saya langsung mencoba peramban ini di ponsel saya, meski baru menggunakannya tidak lebih dari dua jam, tetapi kesan pertama yang saya dapat, peramban ini cukup baik dan menyenangkan, hanya saja memakan 1 MB memori ponsel saya, ini jauh dari Opera Mini (versi 4.02) yang saya pakai, hanya mengambil 132 KB memori ponsel.
Untuk UI, juga cukup baik, meski buatan Cina, namun UI yang ditampilkan cukup memudahkan dengan pilihan menu yang mudah diakses. Namun bagi Anda yang menggunakan ponsel layar sentuh, dimana Anda bisa mengubah posisi layar menjadi landscape, Anda harus melakukan pengaturan manual, UC Browser tidak secara otomatis mengubah tampilan layar menjadi landscape ketika Anda mengubah posisi ponsel.
Anda bisa membaca hasil wawancara pihak UC Mobile dengan Vivanews, yang cukup panjang di tautan berikut, disana Anda akan meilihat tipikal khas perusahaan asal Cina, ambisius dan sangat percaya diri, mereka mengklaim hanya butuh waktu 3 tahun untuk menguasai 50% pangsa pasar di Indonesia.
Well, dengan fokus pada berbagai platform ponsel mulai dari Symbian, iPhone, Android, Java, serta memberi penekanan pada perkembangan ponsel menengah-bawah yang akan terus bertumbuh pesat, apalagi peredaran ponsel buatan Cina juga masih belum terbendung, sepertinya kita akan melihat pertarungan yang menarik, antara peramban populer Opera Mini, dengan UC Browser.
Anda yang tertarik, bisa membaca keterangan lengkap di situs resmi mereka dan yang tertarik mengunduh UC Browser bisa menuju tautan ini. Anda sudah mencoba UC Browser? Bagaimana pendapat Anda, apakah mungkin akan menggeser popularitas Opera Mini di Indonesia? Pendapat Anda kami tunggu pada kolom komentar.
DailySocial: Foursquare Kini Digunakan Oleh Lebih Dari 3 Juta Pengguna
(2010-08-30 08:34:18)
Foursquare kini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pengguna yang terdaftar pada layanan mereka, setidaknya itu yang bisa dilihat dari keterangan atas registrasi pengguna mereka.
Seperti yang dituliskan TechCrunch, Foursquare menunjukkan penambahan jumlah pengguna yang cukup signifikan, memiliki 2 juta pengguna pada awal Juli kemarin, dan kini telah mencapai 3 juta pengguna terdaftar. Foursquare membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk mencapai satu juta pengguna, tiga bulan untuk mencapai 2 juta pengguna serta satu setengah bulan tambahan untuk menjadikan pengguna yang mereka miliki sebanyak 3 juta.
Pertumbuhan pengguna Foursquare memang masih cukup jauh dari layanan sejenis lainnya seperti Gowalla yang terlebih dahulu telah mencapai pengguna sebanyak 3 atau Loopt yang telah mencapai 4 juta pengguna bulan Juli lalu.
Namun dengan beberapa perkembangan yang dilakukan Foursquare, seperti perubahan ‘kecil’ pada keterangan tentang ‘mayorship’ yang diluncurkan beberapa hari yang lalu, iklan mereka yang terpampang di Times Square, serta kabar tentang persiapan untuk meluncurkan aplikasi iPhone versi terbaru, sepertinya akan terus membuat pertumbuhan pada pengguna mereka.
Apalagi kabar yang mengatakan bahwa Foursquare akan ‘kalah perang’ dengan Faceebook Places, yang beberapa waktu lalu diluncurkan Facebook, tidak atau setidaknya belum terbukti benar, karena founder Foursquare justru mengatakan bahwa pertumbuhan pendaftaran pengguna paling banyak terjadi ketika Facebook mengumumkan layanan lokasi mereka.
Saya sendiri mencoba melakukan cek pengguna terdaftar di Foursquare dan sepertinya pengguna terdaftar mereka telah mencapai angka lebih dari 3.020.000 pengguna. Pengguna yang tercatat sebagai pengguna Foursquare yang ke 3.020.001 berasal dari Indonesia, jadi akan sangat menarik untuk terus melihat perkembangan pengguna Foursquare di tingkat lokal, dan persaingan dengan layanan sejenis lain.
Sumber berita: TechCrunch.
DailySocial: GetGlue: Jejaring Sosial Hiburan
(2010-08-30 07:45:14)
Jejaring sosial untuk berbagi hiburan GetGlue memang bukan layanan baru, tapi beberapa minggu belakangan ini gue banyak mendapat notifikasi subscriber baru – kurang lebih seperti follower di Twitter – dan baru nyadar sepertinya DailySocial belum pernah mengulas layanan yang satu ini. Apalagi ditambah dengan beberapa fitur dan app baru mereka untuk iPhone dan Android, sepertinya memang sudah saatnya si lem yang satu ini dilirik serius.
Seperti yang tadi sudah disinggung, layanan ini memang bukan pemain baru – gue ternyata udah daftar sejak November tahun lalu – dan awalnya hanya bernama Glue walau sudah memakai alamat GetGlue.com. Glue versi pertama hanya berupa layanan rekomendasi hiburan. Pengguna bisa memasukkan lagu, artis, film, buku dan lain-lain kesukaan mereka, memberi rating dan mengisi resensi, dan nanti Glue akan memberi rekomendasi hiburan lain yang relevan dengan selera kita.
Untuk menarik minat penggunanya dalam beraktivitas, Glue menggunakan sistem rewarding yang saat ini juga tidak asing lagi yaitu Sticker, yang kurang lebih sama seperti Badge di Foursquare. Setiap kita me-like sebuah topik atau memberi rating atau menulis resensi, kita bisa dapat sticker tadi.
Pada akhir Juni kemarin, aplikasi GetGlue untuk iPhone diluncurkan, yang juga sekaligus memperkenalkan fitur check in. Setiap penggunanya nonton film, denger musik, baca buku, main game, mereka bisa “lapor” dan berbagi ceritanya, dan tentunya bisa dapet sticker.
Fitur ini berbuah dahsyat, hingga menurut ReadWriteWeb GetGlue sudah mendapat 5 juta check in lebih per bulannya. Momentum ini diteruskan dengan meluncurkan aplikasi untuk Android pada pertengahan Agustus kemarin.
Istilah yang dipakai memang agak membingungkan, nonton TV atau baca buku kok “check in” ? Tapi sepertinya memang istilah tersebut diadopsi karena sedang populer di ranah maya berkat jejaring sosial berbasis lokasi.
Secara fungsionalitas dan fitur memang ngga baru, contohnya sudah ada Miso yang sangat mirip tapi hanya fokus di film, dan bejibun aplikasi serupa di Facebook, di antaranya Living Social. Tapi jika di Facebook yang kebayang adalah munculnya berbagai rekomendasi dari orang-orang yang kita kadang ngga peduliin, di GetGlue kita bisa milih untuk hanya subscribe atau follow orang yang seleranya kita pahami.
GetGlue juga cukup agresif dalam menggaet partnership, seperti stasiun TV HBO, studio film Universal, dan toko buku Barnes & Nobles, dan memberikan sticker istimewa bila penggunanya check in ke film atau serial yang dipromosikan. Tentunya ini berdampak positif ke kedua pihak, para pemilik konten mendapat promosi gratis dari orang-orang yang check in dan menyebarkan beritanya, dan GetGlue dapat meningkatkan aktivitas penggunanya serta menarik minat para penggemar film atau acara tersebut untuk bergabung.
Ada yang sudah ikutan GetGlue dari pembaca DailySocial? Gimana responnya, penting atau cuma seru-seruan sesaat aja? Silakan coba dan tinggalkan komentar ya.
Navinot: Does Digg Work For You?
(2010-08-30 06:00:52)Pesona Agregator
Digg dibangun dengan konsep agregasi. Berpijak pada masalah penemuan dan penyaringan informasi. Berita dikirim oleh pengguna, dikelompokkan dalam topik-topik lalu disaring lewat mekanisme voting. Berita paling menarik akan naik ke permukaan. Mirip dengan konsep relevansi yang diterapkan mesin pencari, hanya saja pada Digg berdasarkan kepopuleran. Konsep ini berjalan dengan baik, dan mampu menembus tingkatan mainstream. Sesuatu yang mungkin tak pernah dicapai oleh buyutnya — Slashdot?
The New Digg
Digg yang baru bagi saya mirip dengan Facebook. Kesan saya dengna warna biru dan tata letak elemennya membuat saya langsunng teringat dengan Facebook. Adakah yang tahu kenapa Digg membuat tampilan baru? Apakah sekedar tampilan saja untuk menyegarkan suasana. ataukah ada hal mendasar dalam mesinnya yang disesuaikan untuk mengatasi penyalahgunaan oleh anggota. Atau ada pergeseran fokus? Lebih difokuskan ke arah social network?
Saya bukan fan Digg, jadi saya tidak tahu apakah fitur sponsored link atau Digg Ad ini baru. Dibandingkan dengan Twitter, pendekatan sponsored link ini tampaknya lebih bisa bekerja di Digg. Somewhat, link ini terasa less spammy.
Welcome to my news, begitu kata Digg. My news adalah pengakuan Digg terhadap nilai jaringan pertemanan dan pengaruhnya pada informasi yang diminati seorang pengguna. Topnews? Itu adalah Digg yang lama.
Does it Work For You?
Digg dulunya menyenangkan. Paling tidak untuk membaca berita-berita baru dari pelbagai sumber yang seringkali susah dimonitor secara keseluruhan. We just didn’t have the time. Feed reader waktu itu memang sudah ada, namun konsepnya masih seperti inbox e-mail. Sama sekali tidak sosial jadi kita malah mendapat masalah baru: information overload. Namun setelah dipakai beberapa waktu, Digg menjadi terkikis nilainya. Kemungkinan besar karena perubahan kebutuhan informasi yang saya butuhkan. Less hot air.
Seperti yang kita tahu, variasi preferensi masing-masing orang sangatlah banyak. Tak mungkin terakomodasi dalam beberapa topik besar saja. Teknologi misalnya masih punya banyak sub dan tidak semua ingin kita baca. Jika Anda penggemar berita model Detik, Anda mungkin suka Digg. Semua yang panas saja yang Anda suka, tidak ada minat khusus atau minat khusus ini terakomodasi lewat channel lain. Bagi saya, Digg terlalu broad. Di satu sisi memang tidak akan banyak membantu menambah informasi, namun di sisi lain bisa jadi kacamata untuk melihat apa yang dilihat oleh konsumen mainstream.
How to Make It Relevant Again?
Bagi saya ini berarti: penyaring yang lebih canggih, enhance twitter value. Yep, sumber informasi saya saat ini adalah Feed Reader dan Seesmic. Feed Reader adalah hal rutin yang dibaca setiap hari. Sedang Twitter saya gunakan untuk menangkap breaking news dan memanfaatkan crowd filter.
Tidak ada artikel terkait.
Kuncoro Wastuwibowo: Wagner dan Faust
(2010-08-30 01:03:32)Tuhan berdebat tentang manusia, melawan Mephisto:
Wenn er mir auch nur verworren dient,
So werd ich ihn bald in die Klarheit führen.
Weiß doch der Gärtner, wenn das Bäumchen grünt,
Das Blüt und Frucht die künft’gen Jahre zieren.
…
Nun gut, es sei dir überlassen!
Zieh diesen Geist von seinem Urquell ab,
Und führ ihn, kannst du ihn erfassen,
Auf deinem Wege mit herab,
Und steh beschämt, wenn du bekennen mußt:
Ein guter Mensch, in seinem dunklen Drange,
Ist sich des rechten Weges wohl bewußt.
Itu cuplikan bagian awal dari Faust, satu kisah yang direka ulang oleh Goethe dari kisah Eropa klasik. Tuhan berusaha meyakinkan Mephisto, bahwa manusia bebas akan cenderung mengarah ke kebaikan; bahwa segelap apa pun manusia membawa jiwanya, ia akan cenderung kembali ke cahaya kecemerlangan. Maka Mephisto sang setan berusaha membuktikannya melalui Faust. Bagian2 ini sudah aku tulis di site ini bahkan sebelum dia berubah jadi blog :). Kebetulan Sabtu malam kemarin aku mampir ke Salihara, dan melihat kuliah dari Dewi Candaningrum tentang Goethe dan Islam. Jadi mendadak Faust terhadirkan lagi.
Faust versi Goethe ini konon menjadi puncak dari karya-karya Goethe. Bukan saja karena keanggunan sastrawinya, tetapi ia memuncakkan pemikiran Eropa masa itu. Agama, kekuasaan, dan narasi lama menjadi pembelenggu yang tak lagi dapat ditolerir. Tokoh Faust benar-benar dalam puncak tekanan akibat kejumudan diri yang tak tertahankan. Maka, satu-satunya jalan yang ditawarkan untuk keluar dari kejumudan pun ia ambil: bekerja sama dengan setan. Kejahatan setan adalah satu hal, tapi membiarkan diri dalam kejumudan adalah kejahatan yang buat Faust lebih keji. Dan tokoh Tuhan hanya memantau acuh: manusia yang berusaha mencapai yang terbaik dengan kejujuran hatinya, akan kembali menemukan cahaya.
Sebagai anak muda Eropa, Richard Wagner terbawa semangat Goethe ini. Dan sebagai komposer muda, ia sempat menyusun sebuat overture yang dimaksudkan untuk menjadi pembuka pentas Faust. Sebuah karya yang sungguh gelap.
Mungkin ini memang bukan karya Wagner terbaik — saat itu dia masih agak jauh dari puncak karyanya. Yang menarik adalah bahwa jalan hidup Wagner pun amat bergaya Faustian. Idealis muda yang selalu gelisah itu akhirnya mengisi hidupnya dengan jalan-jalan yang dianggap gelap dan salah: bergabung dengan kaum anarkis, menjadi hedonis dan punya banyak hutang, memusuhi kaum Yahudi secara terbuka, merebut istri sahabatnya (ya, ini Faustian sekali), bahkan konon menginspirasi Nietzsche untuk membunuh Tuhan.
Kita bukan Tuhan yang berhak menentukan apakah Wagner juga khusnul khatimah seperti Faust versi Goethe. Tapi karyanya mengispirasi dunia dengan cara yang bahkan tak terpahami mereka yang terpengaruhi olehnya. Seperti, haha, ya, seperti sang tokoh Tuhan itu menumbuhkan tunas-tunas pepohonan secara diam-diam, dan tiba-tiba manusia menyadari adanya bunga-bunga indah dan buah yang manis lebat berserakan bertumpukan menghiasi rantingnya dari demi hari.
DailySocial: Fennec Lengkapi Invasi Mozilla ke Mobile
(2010-08-29 15:01:17)
Mozilla mengumumkan peluncuran Fennec 2.0 versi Alpha untuk Android dan Maemo. Peramban ini merupakan langkah lanjut Mozilla dalam memasuki pasar mobile, khususnya Android, setelah sebelumnya mencoba merambah iPhone lewat Firefox Home. Seperti halnya peramban Firefox mereka yang superpopuler untuk desktop, Fennec juga akan menghadirkan fitur add-on, di samping teknologi Firefox lainnya.
Fitur Firefox Sync juga terintegrasikan di dalam Fennec, sehingga pengguna akan memiliki pengalaman berselancar yang sama di desktop maupun mobile karena bisa mensinkronisasikan tab yang terbuka, bookmark, password, dan riwayat penjelajahan. Fennec juga mendukung awesome bar-nya Firefox, yaitu address bar pintar yang juga berfungsi sebagai pencari riwayat, yang merupakan salah satu fitur favorit gue.
Fennec yang karena masih berada dalam tahap Alpha belum tersedia di Android Market, dapat diunduh langsung dari tautan ini. Tentu saja handset Androidnya mesti diijinkan untuk menginstal aplikasi di luar dari Market dulu. Versi OS yang kompatibel pun hanya Android 2.2 alias Froyo, versi terbaru saat ini yang belum merata penetrasinya di semua handset.
Kalau mau mengintip lebih jauh lagi, bisa dilihat video yang disediakan oleh Mozilla:
Di platform Android yang ekosistemnya lebih terbuka dibanding iPhone, Mozilla terbilang telat masuk. Sudah banyak aplikasi peramban yang masuk, di antaranya Dolphin yang sudah duluan populer dan juga memiliki fitur add-on, selain peramban-peramban bawaan Android yang juga sudah cukup powerful.
Sama seperti Firefox Home pada iPhone, yang ingin diangkat oleh Mozilla di sini lagi-lagi adalah kesinambungan penjelajahan antara desktop dengan mobile. Saat ini penawaran tersebut memang sah-sah saja mengingat Firefox memiliki market share lebih dari 30%, tapi seiring dengan makin populernya peramban-peramban lain, akan semakin sulit bagi Mozilla untuk menarik pengguna mobile.
Gajeto: UC Mobile Browser now available in Bahasa Indonesia
(2010-08-29 13:16:12)
UC Mobile, a China based mobile software developer has been developed UC Browser in Bahasa Indonesia. Although it was not too familiar in Indonesia, but UC Mobile browser claimed has been used by 100 million users across 145 countries.
Wahyu Wijanarko: Nasionalisme dan Kesetiakawanan Sosial Nasional
(2010-08-29 07:53:53)Ketika negeri kita ada masalah dengan negara tetangga, banyak yang merasa terusik. Namun di dalam tubuh negeri ini sendiri orang saling menjatuhkan karena mengurus kepentingan sendiri.
Saya kuliah di Fakultas Tenik. Namun saya masih ingat ketika kami mengikuti kuliah kewarganegaraan. Di situ Ibu Dosen memberikan pertanyaan mengenai bagaimana cara membangkitkan nasionalisme.
Saya waktu itu menjawab bahwa nasionalisme bisa dibangkitkan jika kita merasa saling memiliki dan senasib sepenanggungan tanpa ada persaingan yang saling menjatuhkan. Pada akhirnya hal itu berkembang menjadi diskusi yang hangat di kelas, karena saya harus memaparkannya dengan rinci maksud dari pernyataan saya.
Ya, di dunia ini manusia terlahir dengan persaingan. Dalam tingkat apapun manusia selalu ingin menjadi lebih baik dari sesamanya yang lain. Di tingkat rumah, kakak dan adik bersaing untuk mendapat prestasi yang baik di mata orang tua. Di situ muncul persaingan individu. Ketika ada lomba antar keluarga di RT, rasa menjadi satu keluarga muncul dan mengesampingkan rasa bersing antar individu, sehingga terjadi persaingan antar keluarga. Demikian juga, semakin besar tingkatannya, rasa saling memiliki dalam kelompok yang semakin besar akan tercipta.
Persaingan antar provinsi akan menumbuhkan kesatuan orang-orang yang merasa memiliki provinsi tersebut. Persaingan antar partai akan memberikan rasa bahwa orang menjadi bagian dari partai itu untuk bersatu bersaing dengan partai lain, walaupun sebelumnya antar individu dalam partai itu bersaing berebut kekuasaan di dalam partai.
Bagaimana menumbuhkan nasionalisme? Ya, kita semua harus memiliki satu rasa memiliki bangsa dan negara ini dan memiliki visi yang jelas dan sama mengenai bagaimana negara ini di masa depan.
Faktanya, menghancurkan negeri ini sangat mudah. Cukup dengan cara diadu domba saja. Kakak diadu domba dengan adik, suku satu diadu domba dengan suku lain. Agama tertentu diadu domba dengan agama lain. Ketika masing-masing sibuk saling menjatuhkan, maka musuh akan masuk dan membinasakan.
Persaingan akan menghasilkan hal yang luar biasa jika tidak dengan cara saling menjatuhkan, namun masing masing bersaing dengan menunjukkan prestasinya.
Steven Haryanto: tvOS
(2010-08-28 16:32:06)Bulan-bulan ini rencananya Sony akan mulai memasarkan produk Internet TV. Sebetulnya penggunaan Internet untuk perangkat televisi bukanlah hal baru. Apple sudah mengeluarkan iTV-nya sejak 2006. Microsoft mengembangkan Windows versi Media Center dan memiliki layanan Xbox Live. Sony sendiri pun sudah sebelumnya mengoperasikan Playstation Network (PSN) bahkan sudah menjual model TV Bravia di tahun 2007 yang juga dijuluki teve internet kala dirilis. Namun yang berbeda, produk Sony terbaru ini adalah yang pertama menggunakan platform Google TV berbasis Android (dan prosesor Intel Atom). Ini pertama kalinya Google mencoba peruntungan di ranah TV. Sang ?raja Web? ini menjanjikan perpaduan TV dan Web yang jauh lebih ketimbang produk-produk TV internet yang sudah ada sebelumnya, yang praktis hanya sejauh streaming konten video atau download game/musik/trailer. Apple pun segera memasang jurus, mengupgrade produk iTV dan gencar melakukan serangkaian deal dengan stasiun-stasiun untuk menjual acara TV satuan via iTunes. Rupanya tahun 2010-2011 akan menjadi tahun menarik untuk teknologi perangkat televisi (setidaknya di Amrik/Jepang/Eropa), karena selain TV internet sedang ngetren pula teknologi 3D.
Memasuki pasar televisi, Google tetap menggunakan resep klasiknya yang sejauh ini masih jitu: mengandalkan konten dari orang lain (dalam hal ini, dari stasiun siaran dan operator TV kabel) lalu menerapkan teknologi pencarian untuk membuat konten ini lebih mudah diakses pengguna. Dalam demo bulan Mei lalu di konferensi Google I/O, pengguna Google TV akan disuguhi kotak pencarian di bagian atas layar TV untuk mencari nama artis/judul acara/topik, lalu Google akan melakukan pencarian baik di YouTube, arsip video pengguna, maupun toko konten onlinenya (selain informasi umum dari Web). Lewat perangkat set top box yang dihubungkan dengan televisi, Internet, maupun TV kabel dengan protokol khusus, Google akan mengambil informasi tentang jadwal acara TV (dan iklan-iklan) ke operator TV agar mempermudah pengguna menemukan acara favorit.
Bukan itu saja, yang ujung-ujungnya dikejar Google adalah dapat memantau aktivitas pengguna TV (dan, memakai informasi ini untuk menjual iklan). Selama ini pengiklan media siar macam TV/radio memang tidak memiliki laporan efektivitas iklan yang mendetil sebagaimana halnya iklan web online. Yang diketahui hanyalah jumlah kira-kira penonton sebuah acara (rating) beserta segmen-segmennya (ibu rumah tangga, rentang usia, dll). Kini, lewat bantuan Google, setiap pindah saluran, setiap tombol remote yang dipencet, setiap kata kunci pencarian akan dikirimkan ke server.
Sama seperti nasib perusahaan suratkabar, cepat atau lambat para stasiun/operator TV akan menyadari bahwa Google (dan juga Apple, karena perusahaan inipun kini mengoperasikan iAds) akan menjadi pesaing mereka dalam berebut kue iklan. Pasar iklan televisi berkali-kali lipat nilainya dibanding pasar iklan online: pasar iklan online dunia saat ini sekitar 40 miliar dolar US, sementara pasar iklan televisi untuk Amrik saja sudah sebesar 70 miliar dolar. Google dan Apple adalah perusahaan raksasa yang menjadi favorit pasar saham, tentu saja setiap tahunnya diharapkan meningkatkan pemasukan miliaran dolar. Tapi apa boleh buat, konektivitas Web dan komputer pandai akan melanda semua perangkat rumah dan kantor, masih akan banyak lagi industri yang akan berhadapan dengan para jawara komputer/Web ini.
Dari segi teknologi sendiri, media televisi akan menjadi sebuah ajang pembuktian yang penting bagi Android. Jika sukses dengan segala keterbatasan media ini, maka bisa hampir dipastikan bahwa Android akan merajalela untuk semua perangkat berlayar, karena sudah dibuktikan dari yang layar ukurannya kecil (ponsel) hingga raksasa (TV puluhan inci). Setelah TV, penetrasi Web akan terus berlanjut dengan semua perangkat kita yang lain: dari kulkas (otomatis memesan makanan yang sudah mulai habis ke toko online), fax/printer (akses instan ke buku telepon/email/dokumen online), sistem kendali rumah pintar (mengizinkan kita mengunci rumah dan mematikan lampu lewat Internet), dan entah apa lagi.
Tapi, seperti biasa bisa diperkirakan bahwa karena kendala infrastruktur Indonesia akan tertinggal bertahun-tahun untuk adopsi TV internet ini. Xbox Live saja sampai sekarang belum tersedia di Indonesia, sementara di PSN pengguna Indonesia belum bisa membeli film/musik online. Jangankan itu, persentasi jumlah pengguna TV berbayar pun masih jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Mayoritas pengguna Indonesia masih hanya mau mencari konten gratis, yang bejibun di YouTube atau jaringan BitTorrent. (PCMedia, Nov 2010)
Steven Haryanto: Pos Di Era Pascapos
(2010-08-28 16:30:16)Kapan terakhir kali Anda menulis dan mengirim surat ke teman? Apakah Anda masih menerima kartu ucapan atau wesel pos? Tahu/masih ingatkah Anda istilah-istilah ini: warkat pos, telegram, filateli?
Bukan rahasia lagi bahwa popularitas dan relevansi kantor pos sudah melewati masa jayanya. Jikalau dulu kita merasa wajib mengunjungi kantor pos setiap minggu, berharap pak pos datang memanggil setiap hari, dan mengoleksi prangko edisi baru tiap tahun, kini tidak lagi. Bagi kebanyakan orang modern, email, YM, ponsel, dan Facebook-lah yang menjadi ?layanan pos? mereka sehari-hari. Memperingati hari pos sedunia yang ditetapkan setiap 9 Oktober, menarik menyimak bagaimana perusahaan-perusahaan pos di berbagai negara mencoba bertahan.
Amrik. Orang Amrik termasuk gemar berkirim surat/pos, karenanya tak heran US Postal Service merupakan salah satu perusahaan dengan karyawan terbanyak di dunia. Rata-rata setiap orang di sana mengirim sekitar 1,5 pucuk surat/hari, dengan total surat terkirim tahun 2009 sekitar 170 miliar. Namun jumlah ini menurun terus sejak awal dekade sebelumnya (2000) yaitu 220 miliar. Sejak 2007 USPS terus merugi dan penjualannya pun merosot, sebuah potret yang amat buram. Tahun 2008 USPS akhirnya terpaksa mem-PHK puluhan ribu karyawannya. Langkah-langkah pengiritan lain yang dilakukan: mencabut kotak-kotak pos yang kurang peminat, tidak lagi mengantar surat hari Sabtu, menutup beberapa cabang, dan memberikan insentif pensiun dini (untuk mengurangi biaya PHK). Untungnya, proyek sensus nasional 2010 akan membantu memberi pemasukan tambahan. Sumber pemasukan lainnya masih sulit diandalkan, karena 80% total pemasukan masih dari pengiriman surat. Sedangkan jumlah surat yang dikirim terus menyusut karena orang semakin banyak membayar tagihan dan mengirim undangan online.
Indonesia. Dibanding USPS, nasib PT Pos masih lebih mujur karena telah lama melakukan diversifikasi. Hanya sekitar 50% pemasukannya kini yang berasal dari surat. Sisanya, jasa keuangan 35%, jasa logistik 7%, bisnis noninti 8%. PT Pos masih berhasil membukukan laba dari tahun ke tahun, walaupun didera isu korupsi dan kadang jumlah labanya kerdil (tahun 2006 dan 2007 hanya sekitar Rp 2 miliar). Usaha jasa finansial nampaknya akan terus digenjot PT Pos, karena di bisnis intinya yaitu surat/paket ia banyak digempur oleh perusahaan-perusahaan kurir lokal maupun internasional (apalagi sejak monopolinya dicabut tahun lalu). Salah satu strategi cerdas PT Pos mengakali hal ini adalah dengan mengobral kemitraan Agen Pos di kelurahan-kelurahan seluruh Indonesia.
Jerman, Prancis. Tak seperti di Amrik, perusahaan-perusahaan pos di Eropa umumnya memiliki anak usaha bank yang cukup besar, karena itu kerugian yang diderita unit posnya bisa disubsidi oleh divisi jasa finansialnya. Deustche Post juga rajin melakukan akuisisi (mis terhadap DHL & DHL Express) untuk memperkuat posisinya. Sementara La Poste terkenal dengan sistem Minitelnya yang menyerupai Internet/Web sebelum Web ada. Lewat perangkat Minitel yang tersebar di mana-mana (toko maupun rumah), Anda dapat mengakses halaman kuning, mengecek harga saham, membeli prangko, tiket kereta, dll.
Sebetulnya penyedia layanan pos bukannya tidak berinovasi atau memanfaatkan teknologi modern untuk terus maju. USPS menjual prangko di supermarket dan juga online, bahkan Anda dapat mencetak amplop, kardus, hingga label pengiriman untuk langsung ditempelkan pada paket, tinggal tunggu pak pos datang menjemput. PT Pos membuat wesel pos instan berbasis telekomunikasi ala transfer uang pakai SMS. Dan Minitel, tentu saja, adalah bak cikal bakal Web. Namun imej perusahaan pos sebagai perusahaan generasi lampau sulit dihapus. Dalam bidang IT pun kompetensi mereka kalah dengan perusahaan-perusahaan baru yang lebih gesit. Sementara turunnya omzet dari pengiriman surat, yang masih menjadi andalan bagi banyak perusahaan pos (seperti USPS), terus menggerus kocek.
Jasa pos adalah satu saja dari sekian banyak contoh di mana teknologi yang terus berkembang memporak-porandakan sebuah industri dan membuatnya kadaluarsa, sekaligus melahirkan industri-industri baru. Masih ada harapan bagi perusahaan-perusahaan posnya itu sendiri untuk bertahan, namun praktis mereka harus meninggalkan cara/model bisnis lama dan berubah menjadi entiti baru. Cepat atau lambat, hal ini akan terjadi pula pada bidang yang kita tekuni. Pertanyaannya adalah, siapkah kita nanti? (PCMedia, Oktober 2010)
Gajeto: NITDroid project: Android ported to Nokia N900
(2010-08-28 05:49:24)The people behind the NITDroid project has been trying to get the Android OS to be fully ported to the Nokia N900 device for a while now, and it seems they are close to completion on it.
As we saw, one of the few things less on porting Android to N900 is the ability to make calls. A crucial feature for those users who really want to use the N900 device to make phone calls. Here is a new video that shows both incoming and outgoing calls on the Nokia N900, along with cellular data:[via engadget]Masim Vavai Sugianto: Rilis Zimbra Mail Server 6.0.8
(2010-08-28 02:45:35)
Zimbra.com sudah merilis update terbaru untuk Zimbra 6.x.x yaitu rilis Zimbra versi 6.0.8. Berikut adalah beberapa tambahan feature dan perbaikan :
6.0.8 Key Enhancements:
34772 – Personas for calendar From: field
37461 – Ubuntu 10.04 LTS beta
47030 – Delegated rights for stats/cross mailbox search/certificates
48771 – ZCO propose new time functionality
44352 – zimbraPrefSpellIgnoreWord
45189 – Shared folder search in standard HTML client
46883 – Contact ranking table restored, includes a ‘forget’ link in autocomplete6.0.8 Notable Fixes:
41683 – Don’t deploy self-signed cert over commercial if CA expired but commercial still valid
20620 – Mail deleted in IMAP but not yet purged is no longer included in ZWC item counts.
24463 – Better memcache purge after mbox move
41900 – Negative domain cache skipped when provisioning
34564 – Shared documents & cal view issues 39380 & 48819
45849 – Public cal display correct day
42181 – Attachments marked TNEF
46626 – domain admin can once again modify account aliases by default
44191 – Reindex when upgrading from 5.x
47400 – Accepted/declined invites from ZWC sync to iPhone properly
47599 – zmldappasswd -c -l for replicas
47890 – Changes for ZCO & standard client (and other api requests) regarding emailed contacts folder additions.6.0.8 Known Issues:
49624 – After viewing an invite, if a mbox cache/restart happens between your eventual accept; appointment notes are not saved if accept is done from within email itself (no issue if accepted from calendar app – though other repo cases may exist).
Salah satu yang ditunggu dari rilis ini adalah tersedianya paket binary Zimbra untuk Ubuntu 10.04 LTS (Long Term Support). Seperti halnya SLES 11, binary untuk Ubuntu 10.04 tersedia hanya untuk versi 64 bit. Bagi pengguna mesin 32 bit yang ingin melakukan deployment Zimbra untuk live production disarankan untuk menggunakan Ubuntu 8.04. Perbedaan arsitektur dan pemilihan mesin 32 bit atau 64 bit untuk server dapat dibaca pada artikel : “Server 32 bit atau 64 bit”
Hasil testing yang saya lakukan menunjukkan bahwa instalasi Zimbra pada Ubuntu 10.04.1 LTS berjalan dengan baik dan mesin Zimbra dapat langsung siap digunakan hanya dalam waktu sekitar 1 jam. Detailnya akan saya tuliskan pada artikel terpisah.
Bagi para pengguna versi sebelumnya yang ingin melakukan upgrade versi, jangan lupa lakukan full backup sebelum menjalankan proses upgrade. Meski sekedar upgrade/update minor, jauh lebih aman jika Zimbra dibackup terlebih dahulu daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Detail untuk release notes tersedia disini :
6.0.8 Network Edition: Release Notes & Downloads
6.0.8 Open Source Edition: Release Notes & Downloads
Bagi para pengguna Zimbra di Indonesia, sudah tersedia 2 mirror Zimbra di Indonesia yang dapat dipergunakan untuk melakukan download Zimbra binary secara cepat :
Jika ada server lain yang berminat menjadi mirror binary Zimbra kami persilakan.
Artikel Terkait
Affan Basalamah: Presentasi Indonesia IPv6 Update di APAN Meeting Hanoi
(2010-08-27 20:13:34)Salam,
Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti pertemuan APAN (Asia Pacific Advanced Network) Meeting ke-30 di Hanoi, Vietnam. Dalam meeting ini juga diselenggarakan meeting TEIN3 dimana ITB menjadi node dari Indonesia yang tersambung ke jaringan ini.
APAN Meeting
Meeting ini diadakan dua kali dalam satu tahun. Dalam meeting ini di IPv6 WG (Working Group) saya menyampaikan presentasi mengenai perkembangan IPv6 di Indonesia, khususnya di lingkungan ITB dan jaringan antar perguruan tinggi Indonesia INHERENT
Slide presentasinya saya upload ke Slideshare dan bisa dilihat disini.
Bahan presentasi ini sebagian besar saya ambil dari presentasi saya sewaktu Indonesia IPv6 Summit 2010 di Bali beberapa waktu yang lalu, kemudian saya menambahkan beberapa usulan penelitian tentang IPv6 yang akan dilaksanakan, mulai dari rencana implementasi jaringan IPv6 di INHERENT, sampai dengan ujicoba perangkat IPv6 Server Load Balancer (SLB) yang saat ini telah ada di ITB. Saya akan bahas lebih detail di posting berikutnya.
Saya juga mengikuti presentasi menarik tentang implementasi IPv6-only network di Tsinghua University oleh Dr. Wang Jilong. Beliau mengemukakan pengalamannya mengatasi permasalahan IPv6 RA spoofing, yang menyebabkan client mendapatkan RA yang bukan berasal dari DHCP server IPv6 yang semestinya, yang menyebabkan client tidak dapat terhubung dengan network. Masalah yang sama di network IPv4 yaitu DHCP gelap ternyata terjadi juga di IPv6
Beliau juga mengemukakan tentang cara yang dipergunakan untuk mengetahui jumlah client yang ada dalam satu subnet tanpa melakukan IPv6 network scan, yang sulit sekali dilakukan. Karena penggunaan network P2P di Tsinghua diperbolehkan namun dibatasi, maka beliau melakukan lookup dari data flow network P2P yang dipantau dari core router. Saat ini client P2P bernama uTorrent sudah mendukung IPv6, sehingga cara ini dapat dipakai untuk mengetahui client yang aktif.
Dalam meeting ini saya juga ikut berdiskusi dengan beberapa peneliti jaringan IPv6 dari China dan Amerika Serikat. Salah satu peserta yang hadir adalah Yves Poppe dari Tata Communication (dulunya Teleglobe Canada) yang cukup aktif di forum IPv6 dunia yang turut menyampaikan presentasinya. Saya sempat berdiskusi dengan beliau mengenai teknologi apa yang akan mendorong implementasi IPv6 di dunia, dan beliau menjawab bahwa saat ini diperlukan perangkat Server Load Balancer (SLB) yang harus diadopsi oleh seluruh content provider untuk membuat semakin banyak content Internet dapat diakses oleh jaringan IPv6 tanpa perlu banyak berurusan dengan perubahan program menjadi dual-stack seperti dahulu. Saat ini sangat sedikit perusahaan yang sudah menyiapkan solusi ini bagi industri karena diperlukan perubahan cukup luas pada ASIC (Application Specific IC) yang menjadi komponen utama dari SLB berkelas industri itu.
Diskusi juga berlanjut dengan bagaimana seharusnya peranan Research Education Network (REN)sebagai lembaga yang menjadi motor pendorong perkembangan teknologi IPv6. Saya memberikan usulan bahwa REN di suatu negara haruslah membuat prototipe pelaksanaan teknologi IPv6 yang menjadi bukti kepada lembaga pemerintah, yang akan membantu pemerintah untuk membuat kebijakan yang sesuai. Ini juga diamini oleh Yves Poppe bahwa REN merupakan mini-enterprise yang mampu membuat showcase atau percontohan yang dapat dipakai oleh lembaga pemerintahan dan industri.
Hanoi
Kota Hanoi sendiri merupakan kota yang cukup unik, yang boleh dikatakan mirip seperti Indonesia, dengan jumlah sepeda motor yang gila-gilaan.
Hal yang saya perhatikan dari pengendara sepeda motor di Hanoi yang berbeda dari Indonesia adalah pengendara motor mengendarai motornya dengan kecepatan cukup rendah, sekitar 30-40 km/jam. Bandingkan dengan pengendara di Indonesia yang bergerak diantara 50-60 km/jam. Dengan itu, mereka tidak menggunakan helm full face seperti halnya di Indonesia yang menjadikan jalanan sebagai sirkuit balap.
Motor juga tidak ada yang dimodifikasi aneh-aneh, misalnya diganti knalpotnya sehingga suaranya berisik. Suara berisik yang muncul hanyalah suara klakson motor, yang nampaknya nggak afdol bagi pengendara motor disana kalau tidak mengklakson.
Pada meeting APAN kali ini kebetulan bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan sehingga saya terpaksa memulai puasa Ramadhan hari pertama saya di Hanoi. Lumayan juga sih, subuh dimulai pukul 04.10 dan maghrib pukul 18.29. Males juga lihat status twitter teman-teman di Indonesia sudah berbuka, namun saya masih harus menunggu sekitar 30 menit
Demikianlah pengalaman yang bisa saya bagi dalam perjalanan saya, mudah-mudahan berguna. Foto-foto perjalanan saya sudah saya upload di account Flickr saya.
Wassalam,
DailySocial: Foursquare Tambahkan Keterangan Tentang Mayorship
(2010-08-27 15:25:31)
Foursquare melakukan perubahan kecil pada keterangan tentang ‘mayorship’ pada layanan mereka. Kini ketika pengguna melakukan check-in lewat perangkat bergerak, maka akan muncul keterangan tambahan yang berhubungan dengan ‘mayorship’.
Foursquare akan menampilkan jumlah perhitungan atau angka yang menunjukkan berapa check-in lagi yang harus dilakukan oleh pengguna di lokasi tertentu, jika mereka ingin menjadi ‘mayor’ di lokasi tersebut, menggeser ‘mayor’ sebelumnya.
Jadi misalnya Anda sedang melakukan check-in dilokasi tertentu, maka ketika jumlah check-in Anda telah masuk hitungan 10 check-in mendekati ‘mayor’ di lokasi tersebut, akan muncul keterangan, berapa check-in lagi yang harus dilakukan untuk menggeser mayor sebelumnya.
Namun, seperti yang dituliskan TechCrunch, keterangan yang akan muncul bukanlah jumlah check-in saja tetapi berupa keterangan jumlah hari dimana pengguna harus melakukan check-in untuk menjadi ‘mayor’. Hal ini juga berhubungan dengan ketentuan untuk mejadi ‘mayor’, yang dijelaskan Foursquare lewat blog mereka, bahwa untuk menjadi ‘mayor’ atas lokasi tertentu, pengguna harus melakukan check-in yang lebih banyak setiap harinya dari orang lain secara berturut-turut dalam jangka waktu 60 hari, jadi hanya check-in yang dilakukan perhari saja yang akan masuk perhitungan untuk menjadi ‘mayor’.
Ini tentu saja akan memberikan peluang lebih bagi ‘permainan’ check-in a la Foursquare yang menjadi salah satu andalan mereka untuk semakin disukai oleh pengguna, mengingat persaingan di layanan berbasis lokasi juga semakin meningkat seiring kemunculan Facebook Place,dan untuk Indonesia, layanan berbasis lokasi lain seperti Koprol juga semakin bertambah penggunanya, salah satunya dikarenakan iklan TVC-nya sudah muncul di televisi.
Foursquare juga menambahkan bahwa, untuk menjadi ‘mayor’ pengguna harus mengunggah foto di profil mereka serta jika Anda menjadi terdaftar sebagai ‘manajer’ atau sebagai ‘karyawan’ di lokasi tertentu maka Anda tidak akan bisa lagi menjadi ‘mayor’ dilokasi tersebut.
Apakah Anda sudah menemukan keterangan tentang ‘mayorship’ ini pada akun Foursquare Anda? Bagaimana pendapat Anda, apakah tambahan ‘ringan’ dari Foursquare ini akan membuat pengguna semakin berlomba-lomba check-in? Pendapat Anda kami tunggu pada kolom komentar.
DailySocial: Google Realtime Search Kini Punya Alamat URL Sendiri
(2010-08-27 12:24:06)
Google kini memberikan halaman awal khusus bagi salah satu fitur mereka yaitu Google Realtime Search. Hasil pencarian Google pertama kali muncul bulan Desember yang lalu, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hasil pencarian realtime. Biasanya fitur ini bisa ditemukan di bagian kanan halaman Google Search, pada pilihan Updates.
Kini Anda bisa menggunakan Google Realtime Search langsung dari alamat URL google.com/realtime untuk mendapatkan hasil pencarian realtime dari Google. Melalui blog mereka, Google menjelaskan ada beberapa alat yang bisa digunakan dalam membantu pengguna untuk mendapatkan hasil pencarian yang maksimal serta membantu pengguna dalam usaha untuk lebih memahami hasil pencarian yang didapatkan.
Pada bagian atas Google Realtime Search akan terdapat grafik yang menggambarkan ‘keramaian’ kabar atau berita yang terjadi disekitar pengguna. Grafik ini bisa diatur sesuai lokasi pilihan Anda, misalnya saya bisa mendapatkan hasil pencarian dari tweet pengguna dengan kata kunci Indonesia hanya dari wilayah Bandung saja.
Kemudian, Google Realtime Search juga menyediakan fungsi Conversation View, dimana pengguna bisa mengikuti hasil pencarian berupa percakapan yang terjadi di web. Jika ada hasil pencarian yang berupa percakapan, misalnya tweet yang dibalas oleh banyak pengguna lain, maka akan terdapat tautan khusus di bagian bawah hasil pencarian tersebut, yang ketika di klik akan mengarahkan Anda pada halaman khusus yang hanya berisi hasil pencarian dalam kelompok percakapan tersebut.
Dan terakhir Google juga menambahkan fasilitas yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan konten yang muncul di Google Realtime Search pada Google Alerts, yang akan memudahkan pengguna untuk tetap mendapatkan informasi atas suatu topik tertentu, yang bisa ditentukan sendiri. Anda bisa mengatur untuk mendapatkan updates atas suatu topik tertentu, yang akan dikirim ke email Anda begitu konten tersebut muncul pada Twitter atau layanan realtime lain, Anda juga bisa mengatur jumlah hasil pencarian yang akan Anda dapatkan ke email Anda.
Seperti yang dituliskan oleh TechCrunch, hasil pencarian realtime dari Google ini merupakan langkah yang cukup baik yang dilakukan dari Google, memang kita bisa melakukan hasil pencarian dari konten yang ada di Twitter, misalnya dengan melakukan pencarian lewat web Twitter, namun salah satu kelebihan dari hasil pencarian realtime Google adalah jangka waktu konten yang didapatkan, Google akan menggali konten dari bulan Februari awal tahun 2010, sedangkan Twitter hanya dalam rentang waktu 4 hari.
Google juga menambahkan bahwa Realtime Search serta updates pada Google Alerts tersedia secara global dalam 40 pilihan bahasa, sedangkan fitur Geographic Refinements serta Conversation Views tersedia dalam bahasa Inggris, Jepang, Rusia dan Spanyol. JIka Anda belum bisa mengakses URL Google Realtime Search, Anda bisa mengunakan tautan ini untuk mencoba layanan Realtime Search dari Google ini.
Anda sudah mencoba Google Realtime Search? Bagaimana pendapat Anda, apakah membantu dalam melacak konten realtime, atau realtime search ini hanyalah fitur gengsi?
DailySocial: Seedcamp Akan ?Jalan-jalan? ke Singapura
(2010-08-27 08:48:05)
Seedcamp, sebuah program seed funding serta acara pitch untuk para startup asal Eropa kini akan segera ‘jalan-jalan’ ke Singapura, acara yang akan digelar ini diberi nama Mini Seedcamp Singapore.
Acara Mini Seedcamp Singapore ini akan diadakan tanggal 5 Oktober 2010, dimana nantinya akan ada 20 startup yang bisa melakukan pitch serta berkesempatan untuk ikut sesi mentoring yang akan menghubungkan startup dengan investor, pengembang, pengusaha serta ahli teknologi secara intens.
Acara pitch dan mentoring ini bisa diikuti oleh para startup dari Singapura serta Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Seedcamp akan memilih 20 startup terbaik berbasis teknologi web, mobile serta perangkat lunak.
Ini adalah kesempatan yang cukup baik, mengingat jaringan Seedcamp yang terdiri lebih dari 400 mentor datang dari berbagai disiplin ilmu, jadi sudah pasti startup yang menarik tidak hanya akan diberi investasi tetapi juga akan mendapatkan bimbingan dalam mejalankan startup mereka.
Seperti yang dituliskan oleh e27, 20 startup yang terpilih nantinya akan mendapatkan investasi dari Seedcamp atau diundang untuk hadir pada acara tahunan Seedcamp Week di London, dan 5 dari 20 startup yang terpilih untuk masuk ke Seedcamp Week akan mendapatkan investasi sebesar $63,500 dengan timbal balik 8-10% untuk Seedcamp.
Singapura dipilih oleh Seedcamp karena iklim yang cukup baik yang telah tumbuh dan berjalan di sana bagi para startup, selain mereka telah mempunyai partner kerjasama untuk mendukung acara ini.
Proses pengisian dan pengiriman formulir lamaran bagi startup masih terbuka sampai batas waktu tanggal 19 September 2010, para startup bisa melihat keterangan lengkap untuk acara ini di tautan ini, dan untuk tautan formulir lamaran bisa dilihat di sini.
DailySocial: Fasilitas Telepon Dari Google di Gmail
(2010-08-26 12:10:53)
Google mengumumkan bahwa kini para pengguna Gmail bisa melakukan panggilan dan menerima telepon lewat Gmail. Seperti yang dijelaskan Google lewat blog mereka, panggilan telepon untuk U.S. dan Kanada digratiskan, setidaknya selama satu tahun ke depan. Sedangkan untuk negara lain akan dikenakan tarif, namun tarif yang ditetapkan cukup murah, setidaknya dalam kisaran dibawah $0,02 permenit.
Pengguna Gmail cukup mengunduh Voice – Video Plug-in dan jika fitur panggilan telepon ini tidak muncul, mungkin Anda menggunakan bahasa selain Inggris untuk akun Gmail Anda, ubah dulu bahasa ini kemudian refresh. Untuk melakukan panggilan, caranya cukup mudah, klik tautan ‘Call Phones’ yang berada di kolom ‘Chat’ pada akun Gmail Anda, ketikkan nomor telepon atau masukkan nama dari kontak yang ingin Anda telepon.
Jika Anda mempunyai nomor telepon di Google Voice, panggilan telepon dari Gmail akan memperlihatkan nomor dari Google Voice ini sebagai nomor telepon pengguna, dan Anda juga bisa menerima telepon di Gmail dengan nomor ini, sayangnya nomor telepon untuk Google Voice saat ini hanya tersedia bagi pengguna di U.S. saja.
Saya mencoba melakukan panggilan telepon ke nomor GSM saya, karena tidak memiliki nomor telepon di Google Voice, nomor telepon yang tampak dilayar ponsel saya diawali dengan nomor +62878, sayangnya ketika telepon itu diangkat, panggilan telepon tersebut lansung mati tanpa ada keterangan apapun kecuali informasi ‘ended the voice chat’ di akun Gmail saya.
Google sendiri menjelaskan bahwa untuk panggilan internasional, pengguna harus menambahkan ‘credit’ sebelum melakukan panggilan telepon, dan tarif yang berlaku akan menggunakan tarif panggilan telepon Google Voice. Cara menambahkan ‘credit’ bisa dilakukan dengan melakukan klik pada tautan angka tarif telepon klik ‘Add Credit’, pembelian ‘credit’ ini akan menggunakan layanan Google Checkout, namun sayangnya ketika saya mencobanya tautan untuk menambahkan ‘credit’ di halaman Google Chat tidak berfungsi.
Apakah para pembaca DailySocial sudah ada yang menggunakan fasilitas panggilan telepon menggunakan Gmail ini? Jika ada, mari bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar.
Wahyu Wijanarko: Mengikuti Kultwit
(2010-08-26 12:04:11)Perkembangan sosial media saat ini melahirkan ‘guru-guru’ baru dimana kita bisa belajar mengenai topik-topik tertentu melalui sarana tersebut. Keberadaan Twitter dengan teks yang dibatasi 140 karakter cukup unik, karena kita ‘dipaksa’ untuk mengungkapkan isi pikiran kita dalam jumlah teks yang terbatas.
Penyederhanaan ini membuat selain posting ke Twitter cukup mudah, dampaknya adalah kemudahan membaca, karena sambil mobile, kita bisa melakukan update maupun membaca status orang lain melalui perangkat telepon genggam. Hal ini melahirkan istilah baru yang disebut sebagai kultwit. Disebut sebagai ‘Kuliah Twitter’ karena mungkin lebih pas didengar daripada kursus Twitter (kurtwit) atau kelas twitter (keltwit). Mungkin juga asalnya karena menyerap dari istilah kultum (kuliah tujuh menit) yang sering ditayangkan di televisi, terutama pada masa-masa bulan Ramadhan.
Beberapa yang saya ikuti adalah kultwit dari @hotradero untuk topik umum dan @putuputrayasa untuk Kultwit NLP. Selebihnya mungkin bisa dilihat dari daftar orang-orang yang saya follow.
DailySocial: Kaskus AD Telah Resmi Dirilis Untuk Publik
(2010-08-26 09:45:08)
Masih ingat tentang Kaskus AD, sebuah layanan yang diberikan Kaskus untuk para pemasang iklan dengan tawaran berbagai kemudahan dan fleksibilitas, seperti kebebasan dalam menentukan anggaran dengan impresion yang didapatkan serta kebebasan dalam menentukan penempatan iklan di halaman yang diinginkan. Layanan ini kini telah dirilis resmi untuk publik, setelah sebelumnya kita harus mendapatkan undangan khusus atau invite code dari admin Kaskus, untuk mengunakan fasilitas ini.
Jika Anda telah memiliki akun di Kaskus, Anda bisa langsung melakukan login dengan akun tersebut, namun untuk menggunakan Kaskus AD secara penuh, selain akun Kaskus, Anda juga harus punya akun KasPay sebagai alat pembayaran. Apa saja yang ditawarkan Kaskus AD? Seperti yang dituliskan di situsnya, Kaskus AD menyediakan fasilitas pembuatan dan penempatan iklan yang bisa berupa teks dan atau dapat pula ditambahkan gambar pendukung. Kaskus AD ini dibuat untuk memberikan fasilitas bagi mereka yang ingin beriklan dengan budget minimun atau sekitar dibawah 20 juta rupiah.
Untuk menggunakan Kaskus AD ini caranya cukup mudah, Anda cukup punya akun di Kaskus dan KasPay, login mengunakan akun Kaskus Anda, kemudian buat iklan dan tentukan layanan yang diinginkan, kustomisasi iklan Anda, setelah itu Anda bisa memantau iklan Anda dan membayar angaran iklan menggunakan KasPay.
Pilihan untuk menentukan penempatan iklan juga cukup mudah, Anda akan disuguhkan pilihan Customised Ad, dengan pilihan penempatan iklan di Forum atau di Jual Beli, atau pilihan untuk Packaged Ad, dimana Anda bisa menempatkan iklan dengan pilihan kategori yang ada di Kaskus, seperti Apparel, Arts & Entertainment Medical, dll.
Anda cukup melakukan klik untuk memberikan tanda centang pada pilihan kategori iklan, termasuk pilihan apakah Anda akan menggunakan Pay For Clicks atau Pay For Impressions serta penentuan anggaran iklan Anda. Setelah itu Anda tinggal menyusun iklan yang akan Anda buat, termasuk judul serta penjelasan iklan Anda, untuk judul disediakan 25 karakter, sedangkan untuk deskripsi iklan 135 karakter, Kaskus AD juga menyediakan preview iklan Anda.
Beberapa keuntungan yang diberikan Kaskus AD ini antara lain, kemudahan untuk pembuatan iklan yang disesuaikan dengan keinginan pengiklan, hemat karena bisa disesuaikan dengan anggaran (minimum 10.000 rupiah), fleksibilitas untuk menentukan penempatan iklan, apakah akan ditempatkan di forum atau berdasarkan kategori tertentu serta jangkauan yang luas, lebih dari 700.000 pengunjung unik dan dilihat lebih dari 20 juta kali perharinya.
Kaskus AD bisa jadi akan menguntungkan kedua belah pihak, Kaskus akan mendapatkan pemasukan tambahan dari pembayaran iklan sedangkan pengiklan, Kaskuser atau para pedagang yang membuat lapak di Kaskus, kini selain beraktifitas dengan membuat thread dan sundul-menyundul bisa melakukan usaha peningkatan penjualan dengan memasang iklan di Kaskus AD.
Di sisi lain, sepertinya ini adalah salah satu langkah lain, yang ditunggu-tunggu dari Kaskus dalam mengimplementasikan alat pembayaran mereka, KasPay, karena pembayaran untuk iklan ini diharuskan menggunakan Kaspay, dan sepertinya para pengguna Kaskus juga tidak akan keberatan untuk menggunakan sarana iklan Kaskus ini, salah satunya karena model iklan ini dibuat oleh Kaskus sendiri, minimal mereka pasti tahu bagaimana karakter pengguna yang ada di Kaskus.
Anda penguna Kaskus? Bagaimana pendapat Anda tentang Kaskus AD ini?
Gajeto: Sony Ericsson Xperia X8 headed to market in the third quarter of this year.
(2010-08-26 09:30:15)Xperia X8, Android mobile phone from Sony Ericsson finally appeared on the FCC. Numerous pictures and user manual of this phone has been shown by the FCC.
Sony Ericsson Xperia X8 or previously nammed with a Sony Ericsson Shakira was first introduced in last June. Sony Ericsson plans to begin selling the Android phone is in the third quarter of this year.As known previously, Sony Ericsson X8 Specifications include Android 1.6, sports with 600 MHz processors, 128 MB RAM, 3-inch touch screen display with 320 x 480 resolutions, a 3.2 Megapixel (No Flash), quad-band GSM HSPA, A-GPS, WiFi and FM Radio. As an estimate of the price, the Sony Ericsson Xperia X8 will be sold with US$ 318 price range. [via engadget]
DailySocial: Docs.com Perbaharui Fitur Untuk Mempermudah Pengorganisasian Dokumen
(2010-08-26 08:40:07)
Docs.com, sebuah aplikasi kerja yang memungkinkan pengguna untuk membuat Microsoft Office Document, membaginya dengan relasi Facebook , serta menemukan dokumen apa yang telah diunggah oleh relasi Facebook Anda, kini meluncurkan beberapa pembaruan atas layanan mereka.
Melalui blog resminya, dijelaskan tentang beberapa perkembangan terbaru yang berhubungan dengan kemampuan untuk mengorganisasikan dokumen yang Anda buat serta kemudahan dalam menemukan dokumen.
Beberapa perkembangan yang ditawarkan Docs antara lain kemudahan untuk melakukan tag pada dokumen dengan menggunakan kata kunci apapun. Pengguna bisa mengelompokkan berbagai jenis dokumen dengan tag tertentu sehingga memudahkan untuk mencari dokumen ini jika diperlukan. Dengan fasilitas tag ini, juga akan memudahkan menemukan dokumen yang dibuat oleh relasi Anda.
Perkembangan lain yaitu, Anda kini bisa melakukan pencarian berdasarkan orang, halaman atau tag. Fitur pencarian ini mirip dengan yang ada di Facebook. Anda juga bisa melakukan pengelompokkan berdasarkan tanggal, judul atau tipe file yang Anda buat atau melakukan filterisasi berdasarkan kriteria seperti tag dan penulis dokumen itu sendiri.
Docs.com sendiri masih dalam versi beta dan bersaing dengan aplikasi Google Docs yang juga terus memperbaiki layanan mereka. Aplikasi berbasis web untuk kerja atau pembuatan dokumen memang menjadi pilihan bagi pengguna aplikasi kerja, seiring juga dengan tren komputasi awan serta medium kerja kolaborasi berbasis web.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Docs.com ini akan bertahan lama? Atau hanya menjadi salah satu alat dari promosi Microsoft Office versi terbaru, karena, seperti yang dituliskan ReadWriteWeb, Microsoft tidak henti-hentinya menyebutkan bahwa Docs.com ini dibangun dengan teknologi dari Microsoft Office 2010, serta kompatibel dengan Microsoft Office.
Anda pernah menggunakan Docs.com, bagaimana pendapat Anda tentang layanan ini serta perkembangan terbaru yang ada dilayanan mereka?
Budi Putra: Viikii.net: a Youtube of translated videos
(2010-08-26 07:57:00)
A friend of mine pointed out a cool site recently: Viikii.net --a sharing translation and subtitling platform for streaming video. Now everyone could help the world to understand and enjoy different language videos; just use the Viikii system and start translating and creating subtitles for that. Their community keeps growing and growing. A brilliant idea, right?
The Viikii blog writes:
ViiKii can be a break-through, imagine how you could watch all the fun videos out there in the world, ones you couldn’t even access cuz they were in all these different languages… you can practice language skills, or simply enjoy, and with all the other people doing the same, everyone’d get a step closer to ultimately understanding what goes on out there, and why. For this ‘dream come true,’ we need none other than YOUR help. Every single contribution you make to our ViiKii system, whether it’s just one word or sentence, will pave the way towards the realization of a grand cultural “Silk Road,” transmitting numerous local contents all over the world, beyond language barriers.
A writer of Web 2.0 Asia says:
The site's reputation system makes translators do a good job, and after a quick spin I find the general quality of translation very good. The site has clean design and has all necessary features like sharing, embedding, comments, etc. You can call this a YouTube of translated videos.
You can contribute your translations skill now!
DailySocial: Desavirtual Ubah Tampilan, Perbaiki Layanan?
(2010-08-26 07:30:46)
Kemarin gue iseng berkunjung ke desaVIRTUAL – yang ternyata namanya sekarang jadi Desavirtual, dan ternyata mereka telah melakukan perombakan cukup besar terhadap tampilan websitenya. Sekedar mengingatkan, Desavirtual (tampaknya) adalah sebuah situs jejaring sosial yang mencoba menggabungkan pertemanan di dunia maya dengan e-commerce.
Di postingan pertama pada awal tahun lalu, DailySocial berkomentar bahwa meskipun visual dan konsepnya sudah menarik, tapi secara keseluruhan situs ini masih terlalu membingungkan dan terkesan berantakan.
Walaupun demikian beberapa komentar menyampaikan bahwa seharusnya usaha Desavirtual lebih dihargai dan diberi kesempatan untuk berkembang dulu. Setelah lebih dari setengah tahun berlalu plus disain ulang situsnya, bagaimana perkembangannya?
Pertama-tama, cukup mengagetkan melihat mereka membuang tampilan bukit pedesaan yang menjadi ciri khasnya dulu, dan menggantinya dengan tampilan a la jejaring sosial umumnya yang sarat teks.
Penjelasan dari mereka adalah “Desavirtual come up with a new face and it is hoped this view has been able to accommodate all the expectations of members. View more simple, easy, and lightweight, also elegant.” Hmm.
Yang jelas sama seperti di versi sebelumnya, pada tampilan pertama ini kita masih tidak diberi petunjuk atau arahan: bisa ngapain aja sih di Desavirtual? Setidaknya di tampilan yang lama kita masih disuguhi visual yang menarik sehingga membuat kita penasaran klak-klik sana sini.
Masih menebak-nebak, sepertinya yang diinginkan Desavirtual adalah aktivitas sosial dalam meng-update status, bercampur dengan aktivitas e-commerce yaitu jual-beli di internet. Tapi kalau dulu pengguna dibuat tertarik jalan-jalan lewat tampilan pedesaan yang menarik, sekarang cuma ada teks-teks yang terkesan membosankan.
Pada salah satu menu, terdapat pilihan kategori Fashion, F & B, Electronic dan Miscellaneous. Di bawah masing-masing kategori itu terdapat daftar merchant-merchant yang menjual barang-barang mereka. Terus terang tampilan visual desa-desa di versi sebelumnya jauh lebih menarik dibanding yang sekarang ini. Apalagi ditambah dengan teks placeholder lorem ipsum yang tersebar di mana-mana, semakin membuat websitenya tampak setengah jadi.
Setelah beberapa saat jalan-jalan di dalamnya, akhirnya gue menyerah. Kalau dulu DailySocial merasa bahwa ada potensi untuk Desavirtual lewat tampilan visualnya yang menarik dan konsep jejaring sosial plus e-commercenya yang bisa digali lebih jauh, di tampilan versi baru ini keduanya malah jadi hilang.
Kemudian seperti yang pernah dibahas oleh DailySocial juga, sebagai sebuah layanan baru sepertinya Desavirtual harus lebih merangkul dan mengarahkan pembacanya dengan sebuah postingan blog yang membahas fitur dan layanan yang disuguhkan.
Sayang rasanya kalau sudah ada konsep yang menarik, namun eksekusinya terkesan setengah hati. Mungkin saja hasil akhir dari layanan ini akan menarik, tapi sementara itu sepertinya masih banyak yang harus dibenahi.
Aulia Masna: Apple music event, September 1
(2010-08-26 01:24:03)Apple had just sent out invitations for their annual fall music event, to be held on September 1. previously Bloomberg reported that the event would be held on the 7th. Apparently that info was either a mistake or Apple moved the date. Regardless, there's high expectation that Apple will release a retina display iPod touch with front facing FaceTime camera.
I might forego iPhone 4 this year in favor of such an iPod touch especially if it's a 3G capable iPod touch like I posted previously. Even if it's not, I might still be inclined to finally purchase an iPod touch after holding out for three years but a little bit less so. I wonder what Apple has in store for iPod classic. Will this be the year they phase it out? How are they going to improve the nano and shuffle? We'll find out on September 1 I guess. I'm also expecting iOS 4 for iPads. Hopefully Apple has got that done next week. Sent from my iPadPaman Tyo: Berinternet dan Bermain Siput
(2010-08-25 20:17:22)SEBUAH SELINGAN KETIKA INTERNET KIAN CEPAT DAN MELELAHKAN

Anda jenuh dengan milis, blog, Facebook, dan Twitter, karena isinya terlalu banyak dan datangnya serentak? Cobalah bermain kartu pos. Lho, mundur dong? Biar. Buat selingan saja, anggaplah mencicipi masa lalu ketika menulisi kartu pos (dengan bolpen), menempelkan prangko, lalu mengeposkan, belum menjadi beban.
Rasa lama, sensasi baru
Memang kartu pos beneran, bukan digital, itu menjadi urusan yang melelahkan. Membutuhkan waktu karena perjalanannya lama, sehingga ketika e-mail mulai dikenal abad lalu maka surat pos pun diledek sebagai snail mail, alias pos keong.

Tapi sekarang penggabungan snail mail (tanpa online tracking) dan layanan internet malah mengasyikkan. Ada sensasinya karena kita tak tahu kapankah kartu pos kita, yang terkirimkan kepada orang yang tak kita kenal, itu akan tiba. Layanan semacam postcrossing.com memberikan rasa itu. Selain itu kita juga menerima kartu pos dari orang yang belum kita kenal.

Bingung? Begini. Anda adalah A yang terdaftar sebagai anggota. Secara acak mesin PostCrossing akan memilihkan orang yang harus Anda kirimi, sebut saja si B, di Bulgaria. Nama dan alamat si B dikirim ke e-mail Anda. Nanti setelah si B menerima kartu pos Anda maka dia melaporkannya ke portal.

Tanpa Anda ketahui ada si C di Chad yang diminta oleh mesin untuk mengirimkan kartu pos kepada Anda. Maka pada suatu hari Anda akan menerima kartu dari Deressia, Tandjilé, Chad. Tak ada kewajiban membalas, karena Anda cukup berterima kasih di portal. Kira-kira begitu aturan mainnya. Silakan Anda pelajari sendiri. :)
Cobalah membuat sendiri
Lantas kartu pos macam apa yang saya siapkan? Kartu pos bikinan sendiri, dengan foto hasil jepretan sendiri. Bukan karena mau gagah-gagahan sih, tapi karena lebih personal dan murah.

Personal, karena kartu posnya tak dijual di toko — bahkan dicetak terbatas. Murah, karena biaya cetak digital A3 di atas art carton 310 gram (berisi lima kartupos,) adalah Rp 20.000. Berarti per kartu Rp 4.000, gambar dan teksnya sesuka Anda. Ongkos kirim ke seluruh dunia Rp 4.000, kalau ke Amerika Serikat Rp 5.000. Itu pos biasa, bukan kilat.
Adapun punggung kartu pos, bisa saja Anda biarkan polos. Saya sih menambahinya dengan mencetak sendiri sehingga rada mirip kartu pos beneran. :D Maksud saya supaya nggak menulis hal yang sama berulangkali, misalnya alamat.

Apa kelebihannya bikin sendiri? Untuk saya berarti mengirimkan gambar keseharian Indonesia yang tak ada dalam kartu pos di toko. Kalau gambarnya Candi Borobudur dan sawah berundak di Bali, banyak orang sudah melihatnya. Terlalu turistis. :D Maka saya memilih gambar seperti yang sering muncul di blog, misalnya di Oh! Blogombal dan Memo.
Saya sadar kualitas foto saya buruk, antara lain karena hasil jepretan kamera saku biasa dan kualitas cetak instan digital yang ajaib. Tak apa, bukan soal. Namanya juga bikinan sendiri. :P

Konten Indonesia di ranah digital oleh orang biasa
Saya juga sadar bahwa gambar yang saya kirimkan tidak cantik, tidak mentereng, jauh dari gemerlap kemakmuran urban, komposisinya pun tak enak (lihat Crocodile Bread, itu konsekuensi cropping kepala), tapi saya merasa inilah cara lain untuk menyatakan Indonesia. Seburuk apapun kondisi negeri ini (padahal nggak buruk-buruk amat), tetap ada semangat hidup. Ada humor di sana. Ada kegembiraan. Ada semangat. Semuanya dari sudut mata orang biasa yang sekaligus orang dalam. Jadi, ini bukan menjual “eksotisisme kekumuhan”. :P
Misalnya keterangan kartu pos tentang perangkai bunga yang ngelembur hingga pagi:
FLORIST AT WORK. In the middle of the night a florist in Jalan Ahmad Dahlan, Jakarta, is still decorating painted styrofoam greeting-board. Most of Indonesian business people greet each other with floral boards, so the party venues will be full of boards.
Memang sih kartu pos saya, berikut keterangan fotonya, menjadi seperti foto koran; agak berbau jurnalistik. Apa boleh buat. Saya memang mengirimkan informasi, bukan sekadar gambar tanpa kapsi yang masih harus ditafsir-tafsir seperti umumnya foto “seni”. Inilah sebagian sisi daily life kita yang saya akrabi, karena toh ada keseharian lain yang bukan menjadi bagian dari kehidupan rutin saya.

Bagaimana kalau bahasa Inggris kita salah? Pede dan cuek saja, kayak saya. Di Inggris dan Amerika pun banyak orang yang tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Itulah sebabnya portal kebahasaan di negeri itu bisa bertahan; banyak orang yang ingin belajar. Ingat, nggak semua orang berbahasa ibu Inggris itu cakap berbahasa selayaknya editor The Economist dan Time — apalagi sepiawai profesor hukum di Universitas Yale. :D

Bermain “kartu pos silang” (post crossing, bukan kartu pos berantai), menambah kesempatan saya untuk berkreasi, berkonten, dan merawat kewarasan karena punya saluran untuk bersenang-senang. Entahlah kalau suatu saat saya bosan. :D
Internet memberikan penyaluran untuk kreativitas Anda. Bukan hanya blog dan pembaruan status di Twitter maupun Facebook, tapi juga e-book dan kartu pos. Mari.
Percayalah, setiap orang itu (boleh merasa) kreatif. Terlalu banyak “tapi…“, “padahal…“, “sebenernya sih…“, dan “maunya sih gitu…” tak akan menghasilkan, minimal untuk diri sendiri. :D
DailySocial: Rockto.com: What?s Rock Today!
(2010-08-25 14:02:59)
Satu lagi startup yang muncul dengan tampilan desain yang cukup menarik, Rockto.com. Pada awalnya saya mengira situs ini adalah situs yang hanya memberikan layanan berupa social bookmarking, namun ternyata social bookmarking hanyalah salah satu bagian atau fitur yang tersedia dari beberapa fitur yang sudah, dan akan ada di Rockto.com.
Kalau berbicara tentang social bookmarking lokal, ada LintasBerita yang cukup terkenal dengan lalu lintas pengunjung yang cukup tinggi, namun perbedaan, selain dari fitur antara Rockto.com dan LintasBerita adalah dari segi tampilan situs mereka.
Beberapa fitur yang ada di Rockto, yang sudah berjalan antara lain, fitur bookmarking serta blog catcher. Untuk fitur bookmarking, cara dan fungsinya mirip dengan social bookmarking lain, pengguna bisa menempatkan tautan dari konten yang ingin dibagikan, baik itu ke situs Rockto dan ke media lain, seperti Twitter atau Facebook.
Tampilan halaman awal Rockto menampilkan kolom semacam timeline yang berisi feed dari bookmark yang dilakukan oleh semua pengguna Rockto, Anda bisa melihat feed dari publik atau yang dibagikan oleh Anda sendiri. Ada pula fitur untuk menyukai suatu bookmark, namun tampilan desainnya bukan jempol atau bintang, melainkan bentuk tangan dengan simbol metal, yang diistilahkan ‘rock’. Pengguna juga bisa memberikan komentar atas bookmark dari pengguna lain.
Seperti yang dijelaskan oleh pihak Rockto lewat email, situs ini menonjolkan aura seru, yang salah satunya adalah dengan ikon metal tersebut, konten yang menarik berarti konten tersebut dikategorikan Rock! Fitur lain yang melengkapi aura seru yang akan mereka sediakan adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengganti background serta elemen warna, jadi tema dari akun pengguna di Rockto bisa dikustomisasi sesuai selera pengguna, namun fitur ini akan dijalankan secara bertahap, pada tahap awal Rockto akan menyediakan dahulu tema-tema desain yang bisa dipilih.
Beberapa fitur yang sedang dikembangkan oleh Rockto antara lain Store serta Poolr, sayangnya pihak Rockto tidak berkenan untuk memberikan penjelasan atas dua fitur yang akan mereka rilis ini.
Rockto juga menyediakan fasilitas frame bar yang akan muncul ketika Anda membuka tautan dari situs Rockto.com, fasilitas yang ada di frame bar ini antara lain, pilihan untuk membagikan ke Twitter, Facebook, serta pilihan untuk masuk ke pengelompokkan kategori topik, pilihan untuk memberikan komentar dan pilihan untuk Rock This! untuk ‘menyukai’ tautan konten yang dibagikan tersebut.
Beberapa fitur yang ada juga masih terdapat banyak bug, Rockto juga menyadari itu, untuk tampilan desain pun mereka menjelaskan masih mengambil dari berbagai sumber serta ukuran dari javascript-nya masih harus dioptimasi, namun mereka mengatakan bahwa tim dari Rockto, yang terdiri dari empat orang ini, akan terus mengembangkan dan menyempurnakan layanan mereka, sekitar bulan depan beberapa fitur ditargetkan bisa digunakan secara lancar.
Rockto dibuat atas pandangan para tim yang ada didalam bahwa pangsa pasar yang jelas untuk layanan web di tingkat lokal adalah berita dan e-commerce, dan peluang inilah yang ingin mereka ambil.
Tidak lengkap sepertinya jika saya tidak menanyakan tentang masalah monetisasi, Rockto menjelaskan bahwa rencana untuk mendapatkan masukan bagi layanan mereka akan didapat dari Store, Iklan dan Advertorial.
Mereka juga terbuka untuk melakukan kerjasama dengan para blogger di Indonesia, namun akan dilakukan secara bertahap, awal tahun depan baru mereka merencanakan kerjasama ini. Untuk blogger, Rockto memberi bocoran informasi bahwa nantinya para blogger bisa melakukan klaim atas blog mereka di Rockto, dan nantinya akan dilengkapi dengan layanan statistik untuk melihat perkembangan konten mereka di Rockto.
Selain tampilan akan menjadi menarik untuk melihat layanan dari Rockto ke depannya, desain yang bagus adalah salah satu bagian penting, meski bukan yang terpenting bagi startup, sayangnya, seperti juga kekurangan dari banyak startup lokal, Rockto tidak menyediakan informasi yang cukup lengkap tentang layanan mereka, jangankan blog yang memberikan penjelasan tentang perkembangan layanan, kolom About serta FAQ saja tidak tersedia.
Anda punya komentar, kritik atau pendapat tentang Rockto.com, Anda bisa memberikan pendapat Anda pada kolom komentar.
DailySocial: Hasil Pencarian Yahoo! Kini Didukung Teknologi Microsoft
(2010-08-25 10:55:07)
Hasil pencarian dari Yahoo! Search kini telah menggunakan platform teknologi yang digunakan Microsoft pada mesin pencari mereka, Bing. Seperti yang dituliskan oleh Cnet, setelah sekitar seminggu masa transisi, Yahoo! mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan transisi perpindahan teknologi ini, setidaknya untuk hasil pencarian di U.S. dan Canada.
Di blog mereka, Yahoo! menjelaskan bahwa kini Yahoo! Web, gambar, serta pencarian video, baik itu yang dilakukan di desktop maupun perangkat bergerak telah menggunakan platform dari Microsoft, dan selain dua negara di atas atau hasil pencarian dalam bahasa Inggris, hasil pencarian dengan dukungan teknologi Microsoft untuk bahasa lain akan hadir dalam beberapa minggu serta bulan ke depan.
Yahoo! juga menjelaskan bahwa mereka kini berusaha keras untuk menyelesaikan model pendapatan mereka untuk Yahoo! Search BOSS, dan akan menawarkan search-related tools lain untuk para penerbit dalam beberapa bulan ke depan. Sedangkan melalui blog Bing, Microsoft juga menambahkan bahwa mereka sedang bekerja keras untuk proses migrasi pencarian iklan Yahoo! ke platform Microsoft adCenter yang diharapkan bisa selesai musim gugur (waktu U.S.) ini.
Kerjasama antara Yahoo! dan Microsoft yang telah disepakati sekitar setahun yang lalu ini juga memberikan berbagai perkembangan seperti ‘dimatikannya’ fasilitas Search Monkey. serta perkembangan bagi para pengembang yang akan dikenakan biaya untuk menggunakan layanan BOSS (Build Your Own Search Service).
Baik pihak Yahoo! dan Microsoft menjelaskan lewat pengumuman resmi mereka, bahwa proses transisi berjalan lancar dan merupakan kejadian penting bagi perkembangan inovasi teknologi yang berhubungan dengan pengalaman pencarian, baik bagi pengguna maupun bagi pengiklan.
Untuk melihat pengumuman dari Yahoo! bisa dilihat ada tautan berikut, sedangkan untuk rilis remsi dari Microsoft bisa dibaca di tautan ini.
Sumber gambar: Tugsearch.co.uk.
DailySocial: 7000 User Baru Untuk Koprol
(2010-08-25 10:43:34)
Setelah sukses memulai campaign di media tradisional, Koprol-Yahoo sepertinya mulai mendulang hasil dari campaign yang baru dimulai minggu ini. Setelah hari Senin lalu iklan TVC-nya tayang di beberapa stasiun TV lokal, Koprol mulai kedatangan pengguna baru akibat iklan nasional tersebut. Lebih dari 7000 user baru tercatat mendaftar sehari setelah iklan TVC muncul, dan kali ini server Koprol masih kuat melayani request sebesar itu
Tidak hanya sekedar 7000 user baru, Satya Witoelar juga mengklaim activity di Koprol sendiri meningkat tajam setelah iklannya tayang di televisi nasional. Hari itu Koprol menembus rekor untuk komentar dan juga aktivitas check-in, jadi masih lumayan seimbang dibandingkan dengan 7000 user baru yang masuk.
Hal ini membuktikan bahwa sedikit banyak, marketing secara offline masih memiliki dampak signifikan untuk layanan online. Memang biaya untuk marketing di media konvensional tidak murah, cenderung jauh lebih mahal untuk ukuran sebuah startup company (meskipun Koprol sudah bukan lagi dalam kategori ‘startup’).
Dan berhubung campaign Yahoo-Koprol ini baru saja dimulai maka sepertinya dalam beberapa waktu mendatang Koprol akan mulai kebanjiran pengguna baru. Thanks to Yahoo
photo : Aryo Kresnadi
UPDATE THE TVC :
thanks Della for the TVC
Gajeto: BlackBerry Bold 9700 loaded with BlackBerry OS 6
(2010-08-25 08:23:48)BlackBerry Bold 9700 is rumored to be found the software update to the BlackBerry OS 6 after this device has OS 5 by default. A video on YouTube has been showing us where the BlackBerry Bold 9700 is a very smoothly run the latest OS.
From the video, it was obvious that the BlackBerry OS 6 devices run faster in Bold 9700 than the BlackBerry Torch 9800. Because there are a touchscreen features on the Torch 9800 that makes the running process more complexity. [via mobilemag]DailySocial: Tab Candy Pada Firefox 4 Resmi Diberi Nama: Firefox Panorama
(2010-08-25 08:04:09)
Firefox mengumumkan bahwa salah satu fitur yang akan tersedia di Firefox 4, Tab Candy kini telah resmi diberi nama, yaitu Firefox Panorama dan akan tersedia sebagai sebuah fitur di Firefox 4, yang saat ini masih dalam versi beta.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengatur berbagai tab dari peramban Firefox dalam kelompok-kelompok tertentu dan menghindarkan pengguna dari kekacauan dan informasi yang berlebihan.
Untuk mereka yang menggunakan peramban dengan membuka banyak tab, fitur ini akan cukup membantu, pengguna bisa fokus pada berbagai tab aktif dengan mengkategorikannya pada kelompok tertentu berdasarkan tema dari situs yang sedang dibuka.
Misalnya satu kelompok untuk tab yang berkaitan dengan teknologi, yang lain tentang sosial media dan kelompok tab lain untuk akun pribadi seperti email, dan pekerjaan pribadi lain. Pengguna juga bisa memperkecil ukuran kotak kelompok tab, dan untuk membuka kotak dari Panorama cukup melakukan klik pada kotak-kotak kelompok tab yang telah disusun.
Pada penjelasan di blog-nya, Aza Raskin, salah satu pengembang Firefox menambahkan informasi tentang perkembangan yang terjadi pada pengembangan Firefox Panorama ini, seperti butuh waktu 7 bulan dari proses sketsa sampai ke implementasi pada peramban Firefox, termasuk juga penjelasan tentang prinsip-prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam proses pengembangan Firefox Panorama, yang menggunakan acuan prinsip dari cognitive psychology, untuk menciptakan pengalaman menggunakan fitur antarmuka yang seragam, dan ketika digunakan bisa membuat pengguna merasakan fitur yang manusiawi dan efisien.
Untuk lebih jelas, Anda bisa melihat video tentang Firefox Panorama dibawah ini, dan untuk yang tertarik mengunduh Firefox 4 Beta, dan mencoba langsung Firefox Panorama bisa menuju tautan berikut.
Firefox Panorama: How To from Aza Raskin on Vimeo.
Dan, untuk Anda yang tertarik melihat bagaimana desain awal dari Firefox Panorama, Anda bisa menuju tautan berikut atau melihat penjelasan video dibawah ini.
Tab Candy Early Design from Aza Raskin on Vimeo.
Gajeto: Try Gameloft HD games for free on your Android device
(2010-08-25 05:30:00)
One of my biggest gripe over my Nexus One is the lack of quality games in Android Market. Sure they have a couple of good games in there, but if you're going to compare those games to those in Apple's App Store, then you'll definitely feel the gap there, heck even Windows Phone 7 have some quality games underway!
Android actually have some quality games too, some of them can be found in Android Market and some of them.. can't. Gameloft games are a good example on this case. Gameloft is one of the big boys when it comes to mobile gaming experience, they have lots of great games on their line up. Games like, Avatar, N.O.V.A, Asphalt 5, Dungeon Hunter are some fair example to justify their existence in mobile gaming industry. Gameloft also made those games for Android version too, but for some unknown reason, they refuse to put those games in Android Market and opted to put it in their own store. You can buy the game using a credit card on their website, and after that, Gameloft will send you a text message about how to install the game.
Recently today, Gameloft is now offering Android owners to try their games before buying it. The games are on HD quality, it means that you can only play this game on Android device that supports HD resolution display (eg. Nexus One, EVO 4G, Droid X, Galaxy S.) So if you own one of the supported Android phone, you may go to the website either from your Android device or from PC to start downloading the game. A couple of quality games like N.O.V.A, Asphalt 5, Hero of Sparta, Let's Golf! and Dungeon Hunter are available to download. So what are you waiting for? Hit that link to try it yourself.
Wiryanto Dewobroto: Kaji Ulang SNI bidang Permukiman
(2010-08-25 01:02:09)Affan Basalamah: Memenangkan Persaingan Antar Kampus di Indonesia
(2010-08-24 21:19:36)Salam,
Saya saat ini bekerja di Institut Teknologi Bandung. Walaupun secara spesifik saya bekerja di bidang IT, namun tidak bisa dihindari bahwa saya sering mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi di tempat saya bekerja. Terutama hal yang cukup menarik, yaitu mengenai persaingan antar kampus.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa persaingan antar kampus elit di Indonesia itu terjadi. Mulai dari persaingan kualitas calon mahasiswa yang masuk, persaingan kualitas mahasiswa yang diluluskan, sampai diciptakan berbagai ajang perlombaan yang dipakai untuk meneguhkan dominasi suatu kampus di bidang tertentu.
Sebagai kampus yang (katanya) menjadi tempat masuknya ?putra-putri terbaik bangsa?, sudah umum bahwa kampus lain berusaha mengalahkan dominasi kampus ITB dalam berbagai hal. Mulai dari diciptakannya sistem ?rangking? oleh berbagai pihak, mulai dari standar ranking dari luar negeri seperti Webometrics, THES, 4ICU, sampai berbagai perlombaan seperti lomba Robot KRCI, Telkom Smart Campus, dan sebagainya.
Saya tidak memiliki kapasitas menilai bahwa ITB itu baik dan kampus lainnya itu jelek, atau sebaliknya, bahwa ITB mutunya menurun dan dikalahkan oleh kampus lain. Saya tidak dalam kapasitas menilai bahwa (biasanya) ITB sangat baik dalam berteori namun rontok kalau diajak ikut perlombaan. Artikel ini tidak bermaksud seperti itu. Yang ingin saya katakan adalah bagaimana semua kampus mampu memenangkan persaingan dengan kampus lain.
Saya juga tidak memiliki kapasitas men-judge bahwa standar ranking dari luar (Webometrics, THES, 4ICU, dsb) itu akurat atau tidak akurat, namun penggunaan standar seperti ini membuat keunggulan sebuah universitas hanya dikecilkan dengan sebuah standar yang kurang tepat. Analoginya, apakah tepat membandingkan lebih lezat mana buah semangka dengan rambutan? buah jeruk atau anggur? buah duku ataukah durian?
Maka dari itu, saya mengusulkan sebuah mekanisme yang bisa dipakai untuk membuat persaingan antar universitas ini menjadi makin menarik, yaitu dengan mekanisme "Portofolio Keunggulan?.
Boleh dikatakan sistem ini dijalankan seperti ini: Ketika kita mendengar kata ?perlombaan?, kita biasanya mengasosiasikan kata tersebut dengan kata ?menang? dan ?kalah?. Kalau satu pihak ?menang?, maka pihak lainnya ?kalah?. Bagaimana kalau saya katakan begini: ada sebuah perlombaan dimana semua pesertanya bisa ?menang? tanpa ada yang ?kalah??
Caranya cukup mudah:
- Tentukan kompetensi yang paling anda kuasai dari lembaga pendidikan anda
- Analisa kompetitor anda sesama lembaga pendidikan, dan temukan apa hal yang TIDAK mereka kuasai
- Temukan irisan dari poin 1 dan 2. Itulah kompetensi yang harus anda kuasai, yang harus anda gembar-gemborkan, yang menjadi value proposition dari lembaga pendidikan anda.
Kira-kira cara tersebut dapat saya gambarkan seperti gambar di bawah ini.
Yang perlu dilakukan sebuah universitas adalah fokus di wilayah merah itu. Anda tidak perlu mengurusi wilayah kuning. Mengapa? karena konsentrasi di wilayah merah itu membuat kemungkinan keunggulan anda menjadi lebih tinggi.
Kalau seandainya anda masih berkonsentrasi di wilayah kuning, maka ada kemungkinan kompetitor anda akan berinovasi dan anda tertinggal di belakang. Itu bukan mustahil. Apalagi kalau anda memilih terjun di gelanggang yang sadar atau tidak sadar ?dibuat? oleh kompetitor. Anda masuk ke wilayah merah kompetitor, dan anda sudah jelas akan kalah.
Saya coba ambil contoh kasus di ITB. ITB ingin mengikuti lomba robot. Saya tanyakan satu hal: apakah teknologi robot itu berada di wilayah merah ITB? Ataukah itu berada di wilayah merah universitas lain? Mohon pastikan hal itu, sebelum ITB dikatakan tidak unggul hanya gara-gara ITB bermain di zona merah milik kompetitor. Jangan merasa mentang-mentang menganggap diri kita paling pintar, lalu kita jatuh ke zona merah kompetitor, dan anda akan kalah.
Saya kembali ambil contoh kasus di ITB. Apa yang harusnya masuk zona merah di ITB? saya pikir poin di bawah ini memungkinkan:
- Astronomi. Departemen Astronomi hanya ada di ITB. Jelas-jelas sudah dari tahun 1920 (atau lebih muda?) Teleskop Carl Zeiss sudah ada di Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung. Observatorium Bosscha juga mampu melihat ke langit selatan, sebuah akses ke langit yang tidak mampu dilihat oleh ahli astronomi dari Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, karena merak hanya mampu melihat langit utara. Kompetitor kelas dunia pun tidak mampu melakukan apa yang dilakukan astronom ITB yang tinggal di Bosscha. Jelas-jelas ini adalah WIN.
- Teknik Penerbangan. Setahu saya Departemen Penerbangan hanya ada di ITB. Hanya ITB universitas yang punya pesawat tempur MIG-21 di laboratoriumnya. Pabrik pesawat PT-DI juga ada di Bandung. PT-DI bukan lembaga main-main, karena mampu meluncurkan N250 yang tidak mampu diluncurkan oleh negara Asean lainnya. Banyak lulusannya yang bekerja di industri penerbangan dunia seperti Airbus, Boeing, dan sebagainya. Universitas lain juga tidak memiliki kompetensi seperti ini. Jelas-jelas ini adalah WIN.
- Internet/Internetworking Research. ITB sudah berpartisipasi menjadi pionir perkembangan jaringan Internet di Indonesia di tahun 1995. Pengalaman network operation yang telah ITB miliki sejak tersambung dengan jaringan AI3/SOI-ASIA (Asian Internet Interconnection Initiatives/School of Internet-ASIA) dengan pengalamannya belasan tahun sampai saat ini membuat ITB memiliki kompetensi yang tidak dimiliki lembaga lain. WIN.
- Dan masih banyak lagi. Itulah tugas lembaga pendidikan untuk menemukan irisan merah mereka diatas.
Mestinya ITB sudah harus lebih berani untuk menonjolkan departemen/prodi unggulannya, dan memaksa prodi yang belum mampu menemukan wilayah merah nya untuk segera menemukan wilayah merah milik mereka, sehingga ITB memiliki portofolio keunggulan yang lengkap.
Pertanyaan berikutnya, bagaimana kalau saat ini bidang keunggulan kita berada di zona kuning, dan bagaimana caranya keunggulan ini digeser kedalam zona merah kita? Misalnya kita tetap mau bermain robot (yang banyak dikuasai orang lain), tapi masuk ke zona merah, bagaimana caranya?
Caranya adalah melengkapi bidang keunggulan yang ada saat ini dengan bidang keunggulan baru yang berada di zona merah. Sudah jamak saat ini pengembangan teknologi memerlukan kerjasama multidisiplin. Kerjasama multidisiplin akan membuat terobosan yang berguna dengan efek yang besar.
Contohnya adalah teknologi robot yang saat ini banyak dikuasai pihak lain ini bisa digeser ke zona merah dengan menambahkan penelitian yang orang lain belum kuasai, misalnya dengan menambahkan teknologi seperti dibawah ini:
- Membuat robot terbang berupa UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Robot yang berjalan sudah biasa, bagaimana dengan robot yang bisa terbang? Ini sudah dikembangkan oleh Centrums ITB (The Center for Unmanned System Studies).
- UAV yang mampu bergerak secara autonomous menggunakan artificial intelligence. Bagaimana dua atau tiga buah UAV dapat bergerak bersama-sama tanpa tabrakan?
- Teknologi komunikasi antar robot melalui jaringan Internet Protokol IPv6 melalui wifi wireless mesh. Ini membuat beberapa robot dapat berkomunikasi serta mengirimkan data seperti koordinat GPS dan stream audio/video melalui berbagai macam peralatan sensor melalui protokol 6LowPAN (1,2).
Hanya dengan menambahkan teknologi yang saya sebutkan diatas, anda sudah memasukkan robot yang anda kuasai dalam zona merah. Kompetitor harus berjungkirbalik kalau mau mengikuti apa yang anda lakukan. Inilah saran saya kepada kawan-kawan di ITB yang masih mau bermain robot.
Selain itu, bidang keunggulan yang kita miliki dapat dimasukkan ke zona merah dengan melakukan interaksi dengan bidang keilmuan lainnya, yang sekilas terlihat tidak berhubungan.
Contohnya adalah keunggulan teman-teman Astronomi ITB yang menguasai teknologi video streaming melalui IP network yang dipakai untuk melakukan pengamatan hilal untuk menentukan awal bulan suci Ramadhan dan 1 Syawal. Dengan berkoordinasi dengan Departemen Agama dan Kominfo, hasil pengamatan dari 7 lokasi titik pengamatan di Indonesia bisa ditayangkan bersama-sama dalam satu display di kantor Departemen Agama pusat, dan memudahkan para ulama untuk memutuskan awal bulan suci Ramadhan dan 1 Syawal.
Contoh lainnya adalah penggunaan teknologi jaringan yang dipakai oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk menerima gambar pengamatan ekspedisi pengamatan laut dalam Okeanos dari Amerika Serikat yang mengamati lantai laut bagian timur Indonesia. Dengan teknologi IP Multicast melalui jaringan TEIN3, para ahli spesies laut dari DKP dan ITB dapat melihat berbagai spesies di kedalaman 3000 meter yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Contoh diatas menunjukkan suatu bidang keunggulan yang dapat dipakai untuk membantu bidang keunggulan yang lain menyebabkan lembaga tadi memiliki keunggulan baru, bukan saja sekedar unggul, namun keunggulan yang memberikan manfaat.
Bagaimana dengan universitas lain? Mereka pun mampu melakukan hal yang sama. Saya ambil contoh seperti di bawah ini:
- Kedokteran. Di ITB tidak ada fakultas kedokteran. Keilmuan kedokteran tersebar di beberapa universitas terkemuka di Indonesia, yang memiliki kasus-kasus spesifik yang tidak dialami negara lain, mengingat negara Indonesia berada di daerah tropis, menyebabkan kondisi kesehatan orang Indonesia berbeda daripada negara maju di daerah subtropis. Ini saya alami ketika berinteraksi dengan teman-teman dari Universitas Indonesia yang berpartisipasi dalam Medical Working Group (WG) di APAN (Asia Pacific Advanced Network). Mereka akhirnya memiliki keunggulan yang tidak dimiliki ITB.
- Teknik Perkapalan. Departemen Teknik Perkapalan hanya ada di ITS. Pabrik galangan kapal PT PAL ada di Surabaya. Tentu saja tidak mungkin ITB mau bermain di bidang perkapalan, karena kota Bandung ada di ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. Kecuali anda mau bikin kapal Nabi Nuh, atau anda mau bikin kapal TERBANG (itu masuknya ke Teknik Penerbangan ITB).
Inti dari tulisan ini adalah seandainya semua universitas mampu menemukan wilayah merah nya masing-masing, maka seluruh universitas mampu berjalan bersama-sama, menawarkan keunggulan nya masing-masing, berkontribusi memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, bukannya hanya meributkan sebuah angka abstrak berupa rangking. Tentunya negara akan sangat berterimakasih kepada lembaga pendidikan tinggi yang mampu memunculkan berbagai keunggulan yang akan berguna bagi kemajuan bangsa.
Begitulah yang saya amati selama perjalanan saya berinteraksi dengan kolega dari perguruan tinggi nasional maupun luar negeri. Mungkin ada yang kurang tepat dalam pengamatan saya, maklum tulisan ini bukanlah tulisan ilmiah, namun merupakan pengamatan empiris saya pribadi.
Mudah-mudahan berguna,
Wassalam,
DailySocial: IdblogNetwork, Menghubungkan Pengiklan Dengan Blogger
(2010-08-24 14:00:59)
Iklan adalah salah satu sumber pendapatan yang cukup klasik, namun tetap relevan untuk dijalankan sebagai strategi dalam mendapatkan pemasukan, tidak hanya bagi para pelaku media besar, namun peluang untuk mendapatkan pemasukan juga terbuka lebar bagi para blogger.
Salah satu yang melihat peluang pertumbuhan blogger serta konten yang berkualitas yang bisa disandingkan dengan iklan adalah idblogNetwork, sebuah startup yang didirikan sejak 1 Agustus 2010, dan di dalamnya diisi oleh Kukuh TW, Mubarika Damayanti yang merupakan mantan karyawan AdMax, serta Moch Farid.
Seperti yang dijelaskan di situs mereka, idblogNetwork ini berdiri karena permintaan pasar, dimana ada kebutuhan pengiklan untuk melakukan penempatan iklan yang lebih personal dengan menggunakan perantara blog atau blogger dalam menyampaikan komunikasi pemasaran mereka atas konsumen. Kukuh TW, melaui email, juga menambahkan bahwa banyak dari klien AdMax yang menginginkan untuk memasang iklan mereka pada jaringan blogger Indonesia, namun menemukan kendala, antara lain kesepakatan dengan para blogger yang jumlahnya cukup banyak serta urusan teknis yang berhubungan dengan monitoring data.
Beberapa hal yang ditawarkan oleh idblogNetwork untuk pengiklan adalah, jaringan blog atau blogger yang cukup luas dan profesional dimana konten yang dimiliki berkualitas serta tersegmentasi, ada tiga pilihan layanan yang ditawarkan yaitu PPP (Pay Per Click), PPA (Pay Per Action) untuk layanan berupa umpan balik berupa isian formulir, permintaan penjualan atau unduhan brosur, serta PPP (Pay Per Post) untuk layanan berupa review atas produk atau jasa dari pengiklan. Selain itu, seperti yang dituliskan di situs mereka, idblogNetwork menyediakan platform yang menghubungkan pengiklan dengan blogger yang dapat diakses secara realtime.
Sedangkan untuk para penerbit atau blogger, mereka akan mendapatkan pendapatan dengan sistem pembagian 65% untuk blogger dan idblogNetwork mengambil sisa bagian sebesar 35%, dengan minimum payout Rp 50.000.
Saat ini idblogNetwork masih membuka pendaftaran untuk para blogger yang ingin masuk ke jaringan mereka dan sampai saat tulisan ini ditulis, sudah ada 66 blog, termasuk blog dari Pitra (media-ide.com), blog pribadi founder Kutukutubuku.com, Ollie (salsabeela.com), blog Valent Mustamin (valentmustamin.com) atau blog teknologi Teknojurnal.com, serta berbagai blog lain.
Iklan di blog memang agak sensitif, meskipun banyak juga blogger yang telah mendesain sedemikian rupa tampilan blog mereka untuk penempatan iklan. Beberapa teman saya yang mempunyai blog cukup populer atau setidaknya banyak dikunjungi juga masih ragu untuk menempatkan iklan, apalagi iklan masih sering diasosiasikan secara negatif, salah satunya alasan utama mungkin masih seputar tampilan, dimana beberapa teman saya ini ‘takut’ tampilan blog mereka menjadi ‘kotor’.
Untuk tampilan situs atau blog, memang diserahkan pada blogger itu sendiri, namun untuk desain banner iklan itu sendiri pasti sudah disediakan, dan blogger tinggal menempatkan dari beberapa pilihan ukuran banner yang disediakan idblogNetwork, nah, terkadang desain banner pengiklan ini tidak cocok dengan tampilan situs yang sudah ada.
Apakah nantinya penempatan serta desain iklan dari idblogNetwork ini bisa menjawab keraguan para blogger yang termasuk dalam kategori diatas? Semoga saja, sampai saat ini sepertinya belum ada contoh blog yang telah diimplementasikan oleh idblogNetwork. Untuk klien pengiklan mereka telah mengatakan mendapatkan klien pertama mereka yaitu Telkom Flexi dan baru akan mulai diimplementasikan pada bulan September mendatang.
Ada beberapa klien yang mereka umumkan tengah bernegosiasi, satu hal penting lain dari jaringan iklan tentu saja pengiklan itu sendiri, tingkat persaingan juga sepertinya cukup ketat, ada AdMax, AdMob, dan berbagai agensi lain yang juga mentargetkan pada iklan media online.
Tetapi kalau melihat daftar blog yang sudah ada, sepertinya pada blogger cukup antusias untuk bergabung pada jaringan idblogNetwork, kita lihat nanti perkembangan selanjutnya ketika mereka sudah mengimplementasikan iklan pada jaringan blogger mereka. Sementara itu bagaimana pendapat Anda tentang layanan yang diberikan oleh idblogNetwork, jika Anda blogger, apakah Anda tertarik untuk bergabung dengan idblogNetwork? Pendapat Anda kami tunggu pada kolom komentar.
DailySocial: CloudMagic, Permudah Pencarian di Gmail
(2010-08-24 10:00:03)
Kemarin DailySocial menulis tentang kabar uji fitur dari Google yang berhubungan dengan hasil pencarian langsung dimana perubahan hasil pencarian yang terjadi bisa didapatkan secara langsung, bahkan sebelum kita menekan tombol Enter. Bagi Anda yang menginginkan pengalaman serupa untuk haril pencarian di Gmail, Anda bisa menggunakan CloudMagic.
CloudMagic merupakan add on yang bisa ditambahkan untuk peramban Firefox atau extension yang bisa ditambahkan di Google Chrome, fungsi dasarnya adalah untuk melakukan pencarian atas email yang terdapat di akun Gmail Anda, namun dengan kemampuan tambahan yaitu pengalaman serupa dengan apa yang sedang diuji oleh Google, yaitu perubahan hasil pencarian yang muncul secara langsung tepat ketika kita mengetikkan huruf atau kalimat, kemudian fitur yang memungkinkan pengguna untuk melihat preview dari hasil pencarian pesan di inbox email tanpa harus membuka tab baru di peramban yang sedang digunakan.
Untuk menggunakannya, Anda cukup melakukan instalasi add on atau extension di peramban Anda seperti halnya ketika melakukan instalasi add on atau ekstensi lainnya. CloudMagic saat ini hanya bisa digunakan untuk melakukan pencarian di Gmail dan Google Apps, namun seperti yang dijelaskan di situs mereka, layanan dukungan untuk Google Docs, Hotmail, Yahoo dan yang lain akan segera menyusul.
Setelah instalasi dilakukan, refresh akun Gmail Anda, maka nantinya akan muncul kotak pencarian tambahan di bagian atas kotak inbox Gmail Anda. Setelah kotak ini muncul, Anda tinggal mengetikkan kata kunci, alamat email, alamat kontak atau huruf awal yang Anda ingat untuk mencari informasi dari email Anda, maka nantinya CloudMagic akan memunculkan semua hasil pencarian yang Anda cari. Ketika Anda melakukan perubahan atas kata kunci, maka hasil pencarian pun ikut berubah mengikuti huruf yang Anda ketikkan.
Seperti yang dijelaskan di blog CloudMagic, produk ini dibuat terinspirasi oleh hasil pencarian yang ada pada layanan Spotlight pada Mac atau layanan pencarian pada Windows 7, yang keduanya memungkinkan untuk memberikan atau melakukan pencarian dari data lokal di komputer pengguna. Untuk masalah keamanan password dan informasi penting lain, CloudMagic tidak akan menyimpan informasi ini di server mereka.
Saya mencobanya dan cukup menyenangkan, satu fitur yang kemungkinan akan sangat berguna bagi saya adalah, kemampuan CloudMagic untuk membuka email dari hasil pencarian di Gmail tanpa harus membuka tab baru, jadi misalnya saya sedang mengetik email untuk relasi saya, kemudian saya melupakan suatu hal dari email terdahulu, namun tidak dalam satu rangkaian ‘percakapan’, maka saya bisa menggunakan hasil pencarian CloudMagic dari email saya terdahulu tanpa harus menutup racangan email yang sedang saya tulis. CloudMagic akan memunculkan layer kotak ‘diatas’ Gmail yang bisa terus berfungsi untuk memberikan hasil pencarian, sementara saya tetap bisa menggunakan email secara normal. Setelah selesai, dan ingin kembali ke fungsi Gmail normal, maka saya cukup menekan tombol Esc.
Anda bisa mendapatkan tautan untuk melakukan instalasi di situs mereka di sini, dan berikut video penjelasan singkat dari CloudMagic tentang layanan mereka.
Sumber Artikel: TechCrunch.
Gajeto: Schedule of upgrades for Motorola Android in ASPAC region
(2010-08-24 08:11:48)
The news for users of Motorola Milestone, Dext or Backflip that was awaiting an official upgrade to Android Froyo and Eclair. Motorola has released a schedule of upgrades for mobile android Android 2.x product.
But before you are too excited, we would like to inform you about the upgrade Android 2.x for the Asia-Pacific (excluding Korea) region was still 'under evaluation' and no details of when the upgrade will be available. Here is the schedule of upgrades for owners of Motorola's Android 2.x Backflip, Dext, Milestone, Quench, Motoroi, Titanium in the Asia Pacific region.- BACKFLIP (Asia-Pacific) Upgrade to Android 2.1 under evaluation
- DEXT (Asia-Pacific) Upgrade to Android 2.1 under evaluation
- MILESTONE (Asia-Pacific) Upgrade to Android 2.2 under evaluation
- QUENCH (Asia-Pacific) Upgrade to Android 2.1 under evaluation
- MILESTONE (Korea) Initial rollout of upgrade to Android 2.2 planned for Q4
- MOTOROI (Korea) Initial rollout of upgrade to Android 2.2 planned for Q4
- Titanium (Korea) Initial rollout of upgrade to Android 2.2 planned for Q4
Gajeto: Nokia N9 technical specs leaked
(2010-08-24 06:07:00)
About 3 days ago, we've seen the leaked photos of Nokia N9 and somewhat the physical form factor reminds me of a Macbook Pro.. in a smaller size of course. Well today, IntoMobile have some details about the technical specs of this device. The Nokia N9 is expected to have a 4" OLED display with resolution of 800x480 pixels. It will also boast a 1 GHz Snapdragon QSD8250 processor, 512 MB of RAM, 1GB of system storage, 64GB internal memory, also capable to record an HD 720p video.
With MeeGo as its operating system, I think the Nokia N9 are set to compete with other devices in smartphone market. I just hope it isn't too late for Nokia to enter the market, as it already filled with big boys from Apple with the iPhone 4, Blackberry with Blackberry Torch and also a very long lists of Android-based phones.
Teman Macet: ep. 55 Music Information Retreival dengan Ade Ishs
(2010-08-23 23:56:13)Episode kali ini Ronald Widha berbicara dengan Ade Ishs membahas tentang music information retrieval khususnya tentang membuat search engine untuk pencarian musik.
| download untuk Indonesia | ||
| download untuk worldwide |
Direkam 3 Juli 2010 | 46 menit 58 detik
Show Notes
Album musik Ade ishs: visions
Shazam
SoundHound
Searching musical audio using symbolic queries [pdf]
Effective retrieval of polyphonic audio with polyphonic symbolic queries [pdf]
The effect of using pitch and duration for symbolic music retrieval
Simple efficient n-gram indexing for effective melody retrieval [pdf]
hasil eksperimennya, tesis lengkap [pdf]
Bandwidth episode ini disponsori oleh ![]()
Budi Rahardjo: Kamera Digital Rusak
(2010-08-23 21:44:33)Masim Vavai Sugianto: Solved : Zimbra 6.0.7 tidak Otomatis Start pada SLES 11 SP1
(2010-08-23 16:40:00)
Hari Sabtu, 21 Agustus 2010 akhir pekan kemarin, sesuai agenda, saya berkunjung ke salah satu kantor klien di daerah Jakarta Kota, dekat pelabuhan Sunda Kelapa. Klien adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penjualan mesin dan aksesoris kapal. Implementasi yang dilakukan adalah implementasi sistem Zimbra Mail Server.
Untuk kebutuhan klien ini saya menyiapkan DVD SUSE Linux Enterprise Server 11 64 bit SP1 dan Zimbra Mail Server 6.0.7 64 bit. Sistem Zimbra akan dipasang didalam Virtual Appliance menggunakan Xen Hypervisor.
Proses instalasi berjalan lancar tanpa masalah, demikian halnya dengan proses setup dan konfigurasi sistem. Masalah terjadi saat sistem selesai dikonfigurasi dan ditest restart. Ternyata service Zimbra tidak secara otomatis berjalan setelah restart. Menjalankan service Zimbra secara manual memang berjalan sukses, namun tentu bukan pilihan yang baik untuk production server.
Saya mengamati lebih jauh, ternyata service Zimbra dijalankan oleh SLES namun service LDAP Zimbra gagal melakukan bind ke IP address Zimbra. Kegagalan ini disebabkan karena service Zimbra berjalan sebelum service network dijalankan.
Masalah ini agak aneh karena saya tidak pernah mengalami hal yang sama sebelumnya, meski sempat juga salah satu alumni training di Excellent menginformasikan hal yang sama saat ia mencoba Zimbra 6.0.7 pada SLES 11 SP1.
Setelah mengirimkan posting ke milis openSUSE (meski dengan tata bahasa demikian adanya
)dan mendapat beberapa clue untuk workaroundnya, akhirnya masalah service Zimbra yang tidak berjalan pada saat booting bisa selesai. Berikut adalah solusinya :
- Lakukan modifikasi file /etc/init.d/zimbra, tambahkan baris berikut pada bagian atas file (dibawah bagian komentar)
### BEGIN INIT INFO # Provides: zimbra # Required-Start: $network $remote_fs $syslog $time nscd cron # Required-Stop: $network $remote_fs $syslog $time # Default-Start: 3 5 # Description: Zimbra mail service ### END INIT INFO</li>
- Update service Zimbra
insserv zimbra chkconfig zimbra on
- Test dengan melakukan restart server Zimbra
Tambahan diatas sebenarnya berfungsi sebagai perintah bagi Zimbra untuk berjalan setelah fungsi service network, remote_fs, syslog, time, nscd dan cron dijalankan.
Update tambahan ini akan otomatis disertakan pada Zimbra 6.0.8, sesuai informasi pada Zimbra bugzilla.
Artikel Terkait
DailySocial: Yang Harus Dimiliki Startup: Blog dan Alamat Email ?Yang Menjawab?
(2010-08-23 14:04:06)
Ada banyak yang bisa ditawarkan dari sebuah startup, bisa fitur, bisa layanan, bisa gabungan keduanya. Tampilan, layout serta desain situs juga berperan penting bagi startup, eksekusi dari sebuah ide juga bagian penting, bahkan mungkin paling penting dari sebuah startup.
Namun bagi saya, ada dua bagian penting lain yang harus dimiliki atau disediakan oleh para startup, yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan fitur atau layanan yang ditawarkan oleh para startup, dua bagian penting itu adalah blog serta alamat kontak, bisa email atau nomor telepon yang menjawab ketika dihubungi.
Tulisan ini dibuat berdasarkan dari pengalaman saya melakukan kontak dengan para startup, dalam rentang waktu hampir setahun kebelakang. Pertumbuhan startup bagi saya cukup menggembirakan dan memang membuat nuansa optimis yang kental, semangat para startup ini yang, rata-rata melakukan bootstrapping punya semangat yang luar biasa, ini juga membuktikan bahwa Indonesia, bukan hanya kaya akan konsumen tetapi juga kaya akan produsen.
Blog adalah sumber segala berita dan kabar dari layanan serta perkembangan terbaru dari startup itu sendiri, ada beberapa startup yang meski sudah berjalan cukup lama tetapi blog resmi mereka tidak diperbaharui secara rutin. Menurut saya, blog untuk sebuah startup secara dasar sama fungsinya dengan blog pribadi atau personal, blog tersebut harus di perbaharui secara rutin, berkala dan juga harus ‘dipelihara’ secara kontinyu.
Tulisan yang bisa diterbitkan bisa berupa pembaruan fitur atau berbagai kabar yang berkaitan dengan startup tersebut. Blog adalah sarana untuk berbicara pada konsumen serta pengguna, blog juga bisa dianalogikan sebagai teman dari para pengguna startup, sehingga lewat blog percakapan serta keterikatan antara produsen dan konsumen bisa terus ditingkatkan.
Blog dari sebuah startup juga sangat penting bagi jurnalis, media, blogger, serta penulis lain yang ingin mendapatkan berbagai berita dan kabar, baik itu yang terbaru atau yang lama. Blog jadi semacam gudang yang mencatat semua perkembangan yang terjadi pada startup tersebut, ada kalanya juga blog merekam perkembangan teknis, misalnya perkembangan coding dari tahap alpha ke beta atau perubahan fitur.
Namun yang perlu perhatikan juga adalah, kalimat atau penyampaian yang dilakukan, saran saya jangan terlalu teknis, tetapi jangan juga terlalu ‘kosong’, artinya informasi yang disediakan sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami namun tetap memberikan informasi yang relevan.
Satu lagi layanan yang, bagi saya mesti dimiliki oleh para startup adalah alamat email atau contact person yang benar-benar menjawab. Ada kalanya dalam melakukan proses kontak dengan para startup, saya ditemukan pada alamat kontak ‘tembok’ yang tidak menjawab, atau malah membalas dengan ‘sistem robot’. Atau saya malah harus mencari nama kontak di Twitter atau jejaring sosial lainnya, dan memulai percakapan disana, bukan dari situs mereka sendiri.
Well, startup adalah usaha rintisan yang berarti adalah usaha baru yang membutuhkan banyak teman, baik itu konsumen atau pihak lain yang ingin tahu tentang aplikasi atau layanan dari para startup tersebut. Nomor, email atau alamat kontak yang sering ada di situs adalah pintu dalam membangun relasi dengan dunia luar, ada baiknya alamat kontak ini menjawab dengan cepat serta dilakukan secara langsung oleh manusia, bisa founder bisa juga karyawan.
Sebagai usaha rintisan memang adakalanya tenaga untuk menjawab kontak ini sangat terbatas, tetapi ini juga bukan menjadi alasan untuk tidak membalas atau lambat dalam melakukan balasan kontak, masih ingat dengan jargon ‘kesan pertama begitu menggoda’, nah, kesan pertama untuk startup adalah salah satu hal terpenting yang kadang, sama pentingnya dengan aplikasi atau fitur yang disediakan startup itu sendiri.
Dua hal diatas memang mungkin hal mendasar yang bisa juga dianggap sepele, namun bagi saya, yang kebetulan sering melakukan review atas para startup, dua hal ini, merupakan elemen penting dan masih kurang dimiliki oleh para startup. Apalagi kini liputan media atas startup mulai bertambah, dimana lagi mereka bisa menemukan informasi atas layanan para startup selain di situs dan juga di blog, dan kemana mereka harus mencari informasi tambahan serta melakukan kontak selain pada alamat yang tertera pada situs para startup ini.
Bagikan berbagai cerita di blog resmi startup Anda, dan jawablah dengan secepat mungkin jika ada yang mengirimkan pesan atau usulan atau pertanyaan dari alamat kontak di situs Anda.
Ok, itu pendapat saya tentang dua fasilitas yang harus dimiliki oleh para startup selain fitur dan layanan utama, Anda punya pendapat lain atau komentar? Mari kita diskusikan pada kolom komentar.
Wiryanto Dewobroto: tanah longsor di Cina
(2010-08-23 10:44:30)Gajeto: iPhone 4 pre-order in Taiwan in coming months
(2010-08-23 09:05:57)It is reported that three major carriers in Taiwan have made agreement with Apple to put iPhone 4 into country's market. The three carriers -- assuming are Chunghwa Telecom, Taiwan Mobile, and FarEasTone, which already became Apple partner for previous iPhone product -- haven't revealed any information related with when and what price will the iPhone 4 be launched there.
DailySocial: Google Lakukan Uji Fitur Pada Fasilitas Pencarian Mereka
(2010-08-23 08:58:46)
Google dikabarkan sedang melakukan tes atas fitur baru mereka, yang memungkinkan pengguna untuk, tidak hanya mendapatkan rekomendasi atas kata kunci yang diketikkan di kotak pencarian tetapi juga mendapatkan perubahan hasil pencarian yang terjadi secara langsung.
Jika Anda pengguna Mac, fitur ini mirip dengan apa yang didapatkan jika kita melakukan pencarian menggunakan Spotlight. Jadi ketika kita mengetikkan kata kunci yang ingin kita cari pada kotak pencarian di situs Google, maka hasil pencarian juga akan berubah secara langsung mengikuti kata kunci yang kita ketikkan, pengguna tidak perlu lagi menekan tombol Enter untuk melihat daftar hasil pencarian. Jika kata kunci yang kita ketikkan telah penuh sebagai kalimat maka hasil pencarian dari kata kunci tersebut akan muncul di posisi paling atas pada hasil pencarian.
Seperti yang dituliskan TechCrunch, uji fitur ini telah dikonfirmasi oleh Google, bahwa mereka memang sedang uji fitur ‘streaming search’ ini. Fitur ini sepertinya ditemukan pertama kali oleh seorang konsultan SEO Rob Ousbey yang juga merekam video dalam melakukan tes atas hasil pencarian, berikut video yang diambil dari blog Rob Ousbey.
Jika Anda perhatikan video tersebut, akan ada tautan pilihan untuk mematikan streaming hasil pencarian ini, yang berada dibagian kanan kotak pencarian, bisa jadi ini merupakan salah satu pilihan yang diberikan Google jika ada pengguna yang melakukan pencarian dan tidak ingin hasil pencarian berganti secara langsung, atau mereka yang melakukan pencarian dengan koneksi internet yang kurang bagus.
Selain hasil pencarian yang berubah secara langsung, kolom iklan dibagian kanan juga berubah sesuai dengan kata kunci yang diketikkan pengguna. Namun, seperti yang dituliskan oleh Mashable, Google sering melakukan uji produk atau fitur seperti ini pada pengguna terbatas, dan beberapa dari fitur yang diuji ini ada yang muncul ke publik ada yang tidak, jadi kita harus menunggu apakah fitur ini akan benar-benar diluncurkan Google atau tidak.
Apakah ada dari Anda yang bisa mengunakan fitur pencarian terbaru ini? Jika ada, Anda bisa membagikan pengalaman Anda pada kolom komentar.
Masim Vavai Sugianto: Tips Xen Hypervisor Auto Start pada SUSE Linux Enterprise Server (SLES) 11 SP1
(2010-08-23 08:15:28)SUSE Linux Enterprise Server11 Service Pack 1 (SLES 11 SP1) menyertakan update terbaru Xen hypervisor, yaitu Xen versi 4.x.x selain KVM Virtualization. Versi yang sama disertakan pada openSUSE 11.3.
Bagi rekan-rekan yang menginginkan agar Xen Hypervisor Guest secara otomatis start saat host start, berikut adalah tipsnya :
A. MENGGUNAKAN XEN GUEST DETAILS
- Buka YAST | Virtualization | Virtual Machine Manager
- Klik kanan pada Localhost (Xen), pilih Connect
- Pilih Appliance yang ingin diset, klik kanan pilih open
- Klik tombol Details pada toolbar atau pilih menu View | Details
- Klik pada Boot Options dan berikan tanda centang pada Start Virtual Machine on Host Boot Up
- Klik Apply
B. MENEMPATKAN XEN BOOT SCRIPT
Jika cara diatas gagal membuat Xen Hypervisor Guest start saat boot, lakukan cara berikut :
- Buka konsole
- Pindah ke folder /etc/xen/vm dan copy isinya ke /etc/xen/auto
su cd /etc/xen/vm cp * /etc/xen/auto
C. MENGUBAH KONFIGURASI IMAGE
Jika 2 cara diatas masih belum berhasil, lakukan cara berikut :
- Lihat nama appliance yang anda gunakan dengan perintah : xm list -l yourVM > yourVM_config
- Backup isi file konfigurasi : cp yourVM_config yourVM_config.backup
- Edit atau tambahkan isi baris berikut :
on_xend_start start on_xend_stop shutdown
- Import kembali isi dari file konfigurasi :
xm new -F yourVM_config
Semoga sukses
Artikel Terkait
DailySocial: GeoKuliner Memetakan Lidah Kita
(2010-08-23 07:30:06)
Layanan lokasi-direktori tampaknya benar-benar lagi jadi primadona. Dari banyak yang bermunculan, terlihat makin lama makin niche aja, contohnya satu yang baru ini: GeoKuliner.
Sesuai namanya, GeoKuliner bertekat untuk memberikan informasi tempat makan sesuai dengan lokasi keberadaan kita. Saat ini caranya masih sangat simpel tapi efektif: geser icon orang-orangan yang ada di peta ke daerah yang kita inginkan, maka akan segera dicari tempat makan di sekitarnya.
Simpelnya tampilan di halaman utama, yang menggunakan API Google Maps, menjadi daya tarik layanan ini. Tata letak dan pilihan warnanya sedikit mengingatkan pada TangerangMaps, yang sama-sama simpel dan rapih.
Setelah kita pilih lokasi kita, nanti akan muncul tempat-tempat makan di sekitarnya, dan nanti kita bisa lihat petunjuk arah maupun informasi lebih lanjut tentang tempat-tempat tersebut.
Seperti halnya layanan web 2.0, GeoKuliner berharap nantinya pengguna lah yang menjadi motor pengisi konten layanan ini dengan berkontribusi dalam memberi informasi tempat-tempat makan.
Pada tahap ini memang informasi maupun fitur yang diberikan masih sangat terbatas, tapi justru lebih baik terbatas tetapi berfungsi baik dibanding yang sudah pamer banyak calon fitur tapi penuh bug, ya nggak sih? Setidaknya terlihat bahwa mereka fokus ke penyempurnaan tiap fitur satu per satu.
Pengembangan ke depannya jelas terbuka lebar, mulai dari versi web bergerak sampai ke app untuk ponsel yang tampaknya wajib untuk layanan semacam ini.
Di catatan Facebook mereka, GeoKuliner menyebutkan saat ini masih berada pada tahap “Beta 0.1,” jadi masih belum memberikan akses kepada pengguna umum untuk bergabung, bahkan dalam bentuk private invite sekalipun.
Jadi pesan untuk para pengembang, DailySocial berminat membahas lebih jauh nih, boleh dong kita dapet aksesnya
Wiryanto Dewobroto: surat untuk Bapak Presiden RI
(2010-08-22 18:05:46)Gajeto: Pics of Nokia N9 leaked!
(2010-08-22 09:32:47)
Budi Rahardjo: CD lama sebaiknya diapakan?
(2010-08-22 09:26:03)DailySocial: Bookmarklet Resmi Dari Twitter
(2010-08-21 14:00:48)
Setelah meluncurkan Tweet Button resmi milik mereka sendiri, kini Twitter kembali meluncurkan fitur baru, yaitu Twitter Bookmarklet, yang berguna untuk memudahkan pengguna dalam membagikan konten dari situs tertentu.
Seperti yang dijelaskan Twitter, bookmarklet resmi dari Twitter ini dibuat, salah satunya untuk mempermudah pengguna dalam membagikan konten ke Twitter jika situs yang sedang dilihat oleh pengguna tersebut tidak memiliki Tweet Button.
Fungsi dan cara kerja, Twitter Bookmarklet sama seperti bookmarklet lain, Anda cukup mendapatkan bookmarklet resmi dari Twitter di tautan berikut, geser ikon Share in Twitter dan tempatkan pada bookmarklet bar di peramban yang Anda gunakan. Setelah itu, ketika Anda sedang membuka halaman situs tertentu dan tertarik untuk membagikannya ke pengikut Anda di Twitter, cukup klik tombol bookmarket dari Twitter ini.
Jika Anda telah terhubung dengan Twitter, maka nantinya akan muncul kotak yang berisi keterangan tentang judul artikel, sumber situs, pemendek URL serta pilihan untuk melakukan tweet. Anda bisa mengubah atau menambahkan teks di tweet ini, dan Twitter juga secara otomatis telah memendekkan URL dari situs yang dibagikan menggunakan pemendek URL milik Twitter sendiri.
Selain itu, Twitter juga menambahkan bahwa, jika ada akun Twitter yang terdaftar pada situs yang dibagikan menggunakan bookmarklet dari Twitter ini, maka nantinya Twitter juga akan menampilkan usulan tentang pengguna tertentu yang bisa Anda ikuti.
Seperti yang diperkirakan sebelumnya, setelah berbagai perkembangan yang dilakukan Twitter untuk ‘mempercantik’ tampilan serta fitur yang ada pada aplikasi web mereka, kemungkinan besar kita akan terus melihat berbagai panambahan fitur lain, baik itu yang belum atau yang sudah pernah dikembangkan oleh pihak ketiga.
Budi Rahardjo: Pemutar MP3-ku
(2010-08-21 12:43:59)Gajeto: Leaked photo of Nokia C7
(2010-08-21 06:24:15)Previously, we have reviewed about the Nokia C7 that had leaked in one of Hong Kong magazine and this time we returned to find more detailed pictures of the device known as Nokia C7.
This phone is certainly going to use Symbian^3 platform. With the following specifications: 3.5 inch capacitive touch screen display, Micro USB port, Nokia 2mm charging port, 1200 mAh battery. In addition Nokia C7 equipped with 8 Mpix camera with autofocus and dual LED flash. And as we see from the pictures, the camera does not appear to carry Carl Zeiss lens. [via mobilebulgaria]
DailySocial: Cari Ilmu Tentang Investor (AngelList) dan Startup di Quora.com
(2010-08-20 13:32:03)
Telah beberapa bulan sejak saya menuliskan tentang Quora.com, yang bulan Juni lalu dibuka untuk publik setelah sebelumnya hanya bisa digunakan oleh kalangan tertentu. Kini Quora.com telah bisa digunakan oleh siapa saja.
Quora merupakan situs yang menyediakan layanan pertanyaan dan jawaban (Q&A) dari penguna lain yang dikumpulkan, disesuaikan dan dikelompokkan secara kolaborasi. Beberapa kelebihannya antara lain adalah aura serius yang ditawarkan mereka sehingga hanya pengguna yang ingin benar-benar bertanya dan ingin mendapatkan jawaban yang relevan saja yang menggunakan layanan ini.
Meski peluang untuk pertanyaan yang kurang relevan atau tidak berbobot masih bisa terjadi tetapi ekosistem yang ada di situs tersebut memberikan nuansa serius, seperti yang dituliskan oleh VentureHacks, komunitas yang ada di Quora akan ‘membunuh’ Anda jika Anda mengisi konten di Quora dengan ‘sampah’, para pengguna Quora mencari jawaban terbaik dari setiap pertanyaan.
Lalu apa hubungannya dengan ilmu tentang investor dan startup? Masih ingat, dulu saya pernah menulis artikel dengan tema daftar Angel Investor Lokal yang juga terinspirasi dari salah satu ‘program’ yang juga digagas oleh orang-orang yang ada di VentureHacks, AngelList. AngelList merupakan situs yang didalamnya ada semacam ‘komunitas’ yang terdiri dari berbagai startup dan investor, dimana kita bisa mengajukan startup yang nantinya akan diseleksi oleh Nivi dan Naval dari VentureHacks, startup yang lolos seleksi nantinya akan ‘diperkenalkan’ pada para investor yang yang telah terdaftar AngelList. Situs ini juga menyediakan sarana bagi para investor yang tertarik untuk masuk dalam daftar Angel Investor.
Dalam sebuah artikel, VentureHacks menjelaskan bahwa di situs Quora ada sebuah thread dengan topik ‘What do people think of AngelList?’ JIka Anda masuk ke tautan ini maka disana akan ada berbagai jawaban ‘berbobot’ yang diberikan oleh para investor atau founder dari startup. Jawaban yang diberikan juga panjang lebar dan rinci serta memberi inspirasi.
Apa yang bisa didapat dari thread pertanyaan ini? Meski informasi yang ada memang tentang iklim serta tata cara investasi di luar negeri, tapi sejak perkembangan startup kita yang pesat dan beberapa investasi yang juga terjadi pada startup lokal, Anda tetap bisa mendapatkan banyak informasi serta pelajaran dari jawaban-jawaban tersebut. Minimal kita bisa melakukan semacam studi banding dari pelaku startup sendiri tentang bagaimana mereka berhadapan dengan para investor, terutama yang ada di daftar AngelList. Atau, siapa tahu Anda (pemilik startup) tertarik untuk ikut serta di program AngelList.
Dari thread atau pertanyaan tentang AngelList kemudian selanjutnya saya mengetikkan kata startup di kolom pencarian Quora, terima kasih atas fasilitas rekomendasi yang juga ada di Quora, ketika kita mengetikkan kata startup akan muncul beberapa rekomendasi tentang pertanyaan yang berkaitan dengan startup. Masuk pada salah satu ketegori pertanyaan itu akan memberikan Anda jawaban yang mungkin Anda cari selama ini, minimal pengetahuan tentang bagaimana startup mengembangkan bisnis mereka.
Jawaban yang ada juga cukup relevan karena diberikan oleh para pelaku startup sendiri, selain ada pula jawaban yang diberikan oleh para investor atau pengguna umum. Dan karena Quora menyediakan beberapa fasilitas, (untuk lebih lengkap bisa cek artikel DailySocial berikut), seperti fitur ‘follow question’ yang memungkinkan Anda bisa tetap ‘terikat’ dan selalu mendapatkan perkembangan terbaru dari setiap pertanyaan yang menarik bagi Anda.
Berikut beberapa tautan, pertanyaan maupun topik tentang investor atau startup yang bisa Anda baca atau, Anda juga bisa mencari tema pertanyaan lain di Quora.com: What do people think of AngelList?, How do you find someone to mentor?, Startup Advice, Angel Investing, Startup Founder.
Quora adalah situs Q&A, dimana tidak semua pertanyaan dan jawaban akan memuaskan pengguna, tetapi menurut saya ini adalah sebuah situs yang cukup relevan serta bisa menjadi salah satu sumber bagi startup untuk mendapatkan berbagai informasi tentang investor, startup dan berbagai pertanyaan dibidang lain yang jawabannya langsung diberikan oleh para pelaku itu sendiri.
Sudah mencoba Quora.com? Bagaimana menurut pendapat Anda, terutama yang menyangkut informasi akan investor dan startup, apakah cukup memberikan informasi yang relevan atau tidak? Pendapat Anda bisa dituliskan pada kolom komentar.
Okto Silaban: Kaskus di Sekitar Kita
(2010-08-20 11:22:51)
Dari jaman kuliah, saya sering bercerita kepada teman – teman saya tentang dunia online, mulai dari startup – startup di luar negri, sejarah Google, Facebook, eBay, Digg, Flickr dll sampai dengan situs – situs lokal. Saya bercerita tentang Detikcom, dan beberapa situs “startup” dari Indonesia (kala itu). Tapi saya tidak pernah bercerita tentang Kaskus. Tidak ada orang dalam Kaskus, atau eks orang dalam Kaskus yang saya kenal kala itu, saya tidak punya informasi lebih jauh. Kala itu kebanyakan dari teman – teman saya cuma mendengarkan sambil lalu, beberapa cukup antusias (maklum kampus saya bukan kampus IT, isinya para calon engineer).
Kosakata di Kaskus memang sudah familiar dengan saya sejak tahun pertama masa kuliah saya. Sebutan Agan, Cendol, Repsol, dll cukup familiar, walaupun hampir tidak pernah saya gunakan, karena saya bukan kaskuser. Tapi tidak dengan FJB (Forum Jual Beli – Kaskus). Saya malah baru sadar keberadaan FJB sekitar tahun 2006.
Ketika saya mengisi sebuah sesi diskusi dengan mahasiswa informatika, di sebuah kampus di Jogja, saya bahkan tidak pernah menyebut Kaskus. Mereka yang sering saya sebut : Detik, Politikana, PortalHR, Penonton.com, DagDigDug, Asia Blogging Network, Cerpenista, dll.
Tapi lihat dan dengarkan sekarang. Tiga dari teman – teman kuliah saya yang bukan penggiat dunia online itu sekarang bekerja di Jakarta. Dan ternyata sudah pernah berbelanja di Kaskus. Dan anda tahu apa yang mereka beli? Ketiganya membeli sepeda motor di FJB ! Wow, saya cukup kaget mengetahui bahwa mereka ternyata sangat percaya dengan forum terbesar di Indonesia ini.
Itu masih untuk jual beli barang. Yang lebih terasa adalah faktor kultural. Di tempat saya dulu bekerja, saya dan teman – teman kantor bisa menyebut satu sama lain dengan panggilan standar : lu, gue. Tapi belakangan bergeser jadi : agan, ane, hingga sekarang. Saya tadi bertemu salah satu teman saya itu, dan tanpa sadar masih menggunakan : ane, agan. Uniknya, ini berlangsung di depan salah satu petinggi Kaskus.
Ok, mungkin ada yang berpendapat karena kami sama – sama aktif di jagad online, wajar kultur itu terbawa. Tapi, eitss.. nanti dulu. Barusan saya chatting dengan seorang teman lama. Dulu saya kenal teman saya ini di Jogja, waktu cewek ini masih duduk di kelas 2 SMA. Sedangkan saya waktu itu sudah berada di ujung tanduk (baca: semester akhir).
Saya sudah cukup lama tidak kontak dengan cewek satu ini. Tadi, via YM, chit – chat berlangsung kesana kemari dengan gaya bahasa yang berganti – ganti, hingga sampai di gaya bahasa Kaskus, dan sejak itu tidak berganti lagi. Ajaib! Seakan – akan tanpa sadar kami mengamini bahwa gaya bahasa ini yang paling cocok. Walaupun dia bukan tipikal penggiat dunia online seperti saya. (Yes, even girl speak Kaskus now..)
Saya dan teman – teman kuliah saya dulu itu (yang sekarang sudah menjadi engineer beneran), juga sama. Waktu kami main billiard, satu sama lain menggunakan gaya bahasa Kaskus. Yang entah mengapa membuat hawa permainan menjadi lebih menarik.
“Gan.., ane mau masukin bola sembilan gak bisa tuh gan. Mungkin bawah ane bisa gan..”
Di Facebook pun saat mengisi komentar di profil teman, seringkali keluar gaya bahasa Kaskus ini. Hanya kebetulan? Atau memang kultur dari Kaskus ini sudah mewabah dimana – mana (dalam arti positif)?
DEWA aja bikin lagu buat Kaskuser :
Agankuu.. Kumohon.. Tetap disini..
Temaniii.. Hot trit ku.., yang baru naik..
*kriukk..*
Link Terkait : Slank dan Kaskus
DailySocial: Google Tetapkan Biaya Pendaftaran Untuk Chrome Extensions Gallery
(2010-08-20 09:07:11)
Google akan mulai menetapkan biaya pendaftaran bagi para pengembang yang ingin menempatkan produk mereka di galeri ekstensi Google Chrome. Seperti yang dijelaskan lewat blog mereka, Google akan menetapkan biaya pendaftaran sebesar $5.
Penetapan biaya ini dilakukan Google sebagai usaha untuk memberikan keamanan bagi ekstensi yang ada di galeri Chrome, menjaga pengguna dari ekstensi yang berbahaya, dan menyeleksi produk para pengembang, sehingga hanya produk yang benar-benar ‘serius’ saja yang akan masuk dalam galeri ekstensi Chrome.
Pendaftaran sebesar $5 ini hanya berlaku sekali ketika pengembang akan mendaftarkan produk mereka ke galeri ekstensi Chrome, baik itu ekstensi, themes dan nantinya juga akan berlaku bagi aplikasi. Biaya ini akan berlaku bagi para pengembang yang baru mendaftarkan diri mereka, sedangkan yang sudah terdaftar tetap bisa mengembangkan pembaruan atas ekstensi mereka atau menerbitkan ekstensi baru tanpa biaya pendaftaran.
Saat ini telah ada sekitar 6.000 ekstensi yang ada di galeri ekstensi Chrome, dan sekitar 10 juta ekstensi yang telah diunduh oleh pengguna Google Chrome setiap bulannya. Seperti yang dituliskan VentureBeat, ini masih jauh dari jumlah ekstensi yang dimiliki Firefox, yaitu sekitar 13.255 ekstensi, namun Firefox butuh lebih dari 6 tahun untuk mencapai hal ini, sedangkan Chrome baru secara resmi menerima ekstensi pada galeri mereka sekitar satu tahun kebelakang. Pertumbuhan yang cukup signifikan bagi galeri yang masih ‘muda’.
Selain menetapkan biaya pendaftaran, dalam rangka memberikan pengamanan bagi para pengguna dan pengembang, Google juga menambahkan langkah lain yaitu verifikasi domain. Para pengembang nantinya bisa mengasosiasikan ekstensi mereka dan atau aplikasi mereka dengan domain yang mereka miliki atau mengaturnya menggunakan Google Webmaster Tools. Dengan langkah ini, nantinya menjadi jelas juga ekstensi mana yang menjadi ekstensi resmi dari suatu pengembang tertentu.
Penetapan biaya yang disebutkan diatas juga akan berhubungan dengan Chrome Web Store yang dikabarkan akan dirilis Google Oktober mendatang, dimana akan berkumpul berbagai aplikasi web, ekstensi dan themes pada satu tempat, yang bisa dipilih dan digunakan bagi para pengguna Google Chrome dan (mungkin) Chrome OS.
Wiryanto Dewobroto: hati-hati dengan Facebook
(2010-08-20 08:20:35)
DailySocial: Intel Akuisisi McAfee Senilai 7.7 Milyar Dollar. Untuk Apa?
(2010-08-20 07:22:27)
Tadi malam Intel, manufakturer chip terbesar di dunia mengumumkan akuisisi perusahaan software security McAfee. Baik Board of Director dari Intel dan McAfee telah sama-sama menyetujui proses akuisisi ini, namun tentu saja shareholder McAfee tetap memegang keputusan terakhir dari deal ini meskipun sepertinya terlihat jelas bahwa deal ini akan berjalan lancar. Nantinya tim McAfee akan tetap berjalan seperti biasa, namun secara struktural akan berada di bawah divisi Software and Services Intel.
McAfee yang memfokuskan diri di software antivirus ini terbilang perusahaan yang sangat sehat, tahun lalu McAfee membukukan revenue sebesar 2 milyar dollar. Cukup relevan kalau dibilang McAfee adalah sebuah perusahaan yang sehat dan tidak dalam keadaan terpaksa untuk mencari pembeli. Namun lagi-lagi, berita mengejutkan ini justru datang dari Intel, perusahaan hardware yang memproduksi chip silikon untuk perangkat elektronik. Buat apa sebuah perusahaan chip seperti Intel membeli perusahaan software security seperti McAfee?
George Kurtz, CTO dan Executive Vice President McAfee mempublish sebuah penjelasan mengenai gambaran besar dari akuisisi ini di blog McAfee. Menyadari orang banyak yang bingung mengenai latar belakang akuisisi ini, Kurtz mencoba memberikan sedikit overview mengenai masa depan Intel dan McAfee. Dari penjelasannya tersebut, dia menegaskan bahwa McAfee dan Intel memiliki beberapa segmen pasar yang sinergis, seperti ATM, Printer, dan semua perangkat yang terhubung dengan jaringan internet (IP, Internet Protocol). Device-device ini pun tidak sedikit yang merupakan segmen pasar dari Intel sebagai penyedia chip prosesor.
Sekilas dari penjelasan George Kurtz di blog tersebut, nampak sebenarnya Intel memiliki misi besar yang belum bisa dishare ke publik setelah proses akuisisi ini selesai. Misi apakah itu? Mari kita tebak2an
Hal pertama yang terpikir tentunya adalah membawa security filter ke tingkat hardware. Security merupakan salah satu fokus utama dari layanan komputer, masih masuk akal kalau pada akhirnya hardware dan software security digabung menjadi satu dan tentu saja menjadi standard inovasi komputerisasi.
Hal kedua adalah ranah internet dan mobile, dua hal yang sepertinya sedang dijajaki oleh kedua perusahaan ini. Belum terlihat effort yang signifikan baik dari Intel maupun McAfee untuk masuk kesini, namun indikasinya terlihat dari akuisisi Intel terhadap perusahaan software developer mobile, Wind River. Dan ternyata, McAfee telah mulai masuk ke area security mobile sejak tahun lalu. Tahun 2009 lalu, McAfee juga sukses mengakuisisi Solidcore, sebuah perusahaan software security mobile sebesar 33 juta dollar. Indikasi bahwa Intel akan masuk ke ranah mobile and internet security makin kuat dengan akuisisi McAfee ini.
Hal ketiga yang mungkin terjadi adalah Intel sedang mendiversifikasi layanannya, berkembang dari sebuah perusahaan hardware menjadi perusahaan hardware + software terintegrasi namun masih relevan dengan produk hardwarenya itu sendiri. Kemungkinannya kecil sih, tapi ya McAfee toh masih memiliki produk enterprise dan korporat yang masih menarik untuk dijual.
So menurut anda, kenapa Intel mau membeli McAfee sebesar 7.7 Milyar dollar? 60% lebih tinggi dari harga pasar? Kami tunggu analisa anda di kolom komentar.
Nana Suryana: TelkomSpeedy putus babak dua
(2010-08-19 21:22:04)Ini posting babak kedua, lanjutan tentang koneksi TelkomSpeedy yang sering putus.
Koneksi TelkomSpeedy hari ini masih sering putus. Deteksi dan pencatatan dilakukan memakai skrip yang telah dibuat.
[igos@localhost Desktop]$ sh periksa-koneksi.sh
Mulai: Kam Agu 19 19:22:46 WIT 2010
Kam Agu 19 19:30:28 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.163.20.xxx
Kam Agu 19 19:34:04 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=61.94.225.xxx
Kam Agu 19 19:38:52 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:39:47 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:40:42 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:41:37 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:42:32 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:43:27 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:44:22 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:45:17 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:46:12 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:47:07 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:48:02 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:48:58 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:49:53 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:50:48 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:51:43 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:52:38 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:53:33 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:53:48 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 19:54:03 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.28.zz
Kam Agu 19 20:48:03 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=222.124.111.xxx
Kam Agu 19 20:49:46 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=222.124.120.xxx
Kam Agu 19 21:07:30 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.163.19.xxx
Kam Agu 19 21:12:23 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.161.26.xx
Log di atas memperlihatkan koneksi putus beberapa kali. Putus paling lama terjadi mulai jam 19:38:52 sampai jam 19:54:03
DailySocial: Aplikasi Urbanesia Kini Tersedia di Android Market dan Ponsel Nexian
(2010-08-19 16:08:27)
Aplikasi Urbanesia untuk Android kini telah tersedia di ponsel Nexian, selain itu Urbanesia Android App juga telah tersedia di Android Market.
Berita tentang peluncuran aplikasi untuk perangkat bergerak dari Urbanesia telah muncul sejak bulan Juli yang lalu, sedangkan untuk perkembangan aplikasi mereka yang secara langsung ditempatkan di ponsel Nexian juga pernah dibahas oleh DailySocial, beberapa waktu yang lalu.
Saya juga sempat mencoba aplikasi Urbanesia Android ketika bertemu dengan Tista di acara Bandung Ventures Night minggu kemarin. Kini pengguna umum telah bisa mengunduh aplikasi Android dari Urbanesia ini di Android Market. Selain itu seperti yang dituliskan oleh Okezone, aplikasi Urbanesia juga telah disematkan di ponsel Nexian, sebagai salah satu aplikasi lokal yang disematkan pada ponsel Nexian Journey NX-A890.
Berikut contoh tampilan dari Urbanesia di ponsel berbasis Android.
Rilis versi Android atau versi mobile dari Urbanesia ini memang sudah bisa ditebak sejak awal, ketika mereka menempatkan Tista untuk mengisi posisi CIO, selain pengembang aplikasi Android, Tista juga dikenal sebagai pengembang aplikasi Augmented Reality, dan di aplikasi Urbanesia ini juga diterapkan teknologi Augmented Reality, misalnya ada semacam ikon radar untuk menentukan di mana posisi lokasi yang ingin dicari, yang data lokasinya diambil dari direktori Urbanesia, radar ini nantinya akan memberikan keterangan jarak berupa titik yang akan menunjukkan perubahan ketika posisi ponsel kita semakin mendekat dengan lokasi yang kita cari tersebut.
Pertama kali ditunjukkan aplikasi ini, kesan saya, sangat menarik, terutama dari peluang bisnis yang bisa diciptakan dari aplikasi ini. Kalau memungkinkan, misalnya jika digabungkan dengan QR code atau image recognition dan digabungkan lagi dengan promo diskon, jadi dengan hanya mengarahkan kamera ponsel pada titik tertentu akan muncul keterangan tentang lokasi tersebut yang diambil dari situs Urbanesia, termasuk keterangan promo di lokasi tersebut.
Disisi lain, menarik juga melihat peran Nexian dengan Android-nya untuk terus mendekati para pengembang lokal, bukan hanya karena Sanny Gaddafi, Head of Applications Development, Nexian adalah salah satu pegiat startup lokal, tapi juga dikarenakan memang hasil karya startup lokal tidak kalah dengan aplikasi yang datang dari luar. Lagi pula ini semacam simbiosis mutualisma, dimana para pengembang dan Nexian bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan, Nexian membutuhkan aplikasi yang digunakan banyak pengguna lokal, sedangkan startup butuh penambahan skala pengguna yang bisa berpeluang didapatkan di Nexian, yang merupakan produsen ponsel kedua terbesar di Indonesia.
Saya yakin, kita akan melihat kerjasama lain dari Nexian dengan ponsel Android mereka yang berhubungan dengan startup lokal, dan untuk Urbanesia, kita lihat perkembangan selanjutnya dari pertumbuhan pengguna mereka yang didapatkan dari pengakses situs Urbanesia lewat ponsel berbasis Android.
Terima kasih untuk Tista atas tampilan gambar dari Urbanesia Android App.
DailySocial: Tampilan Baru, Plasa.com Kerjasama Dengan GantiBaju
(2010-08-19 14:26:12)
Dua hari yang lalu, Plasa.com merilis tampilan baru bagi situs mereka, bersamaan peluncuran tampilan baru ini Plasa.com juga menambahkan ‘aksesoris’ baru yaitu pilihan editor yang dilakukan oleh ‘Miss Jinjing’, Amelia Masniari pengarang berbagai buku yang berhubungan dengan hobi berbelanja.
Untuk meramaikan dan menarik pengunjung untuk mampir ke tampilan baru ini Plasa.com juga mengajak GantiBaju.com dan melakukan program promosi diskon kaos bertema Indonesia, sekalian juga bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Harus saya akui, saya lebih tertarik untuk membahas kerjasama antara GantiBaju dengan Plasa daripada untuk membahas tampilan baru Plasa.com, karena terus terang perubahan yang terjadi tampak tidak terlalu signifikan, setidaknya dari layout atau elemen desain seperti warna.
Tampilan Plasa.com masih dominan putih dengan elemen warna oranye yang kini semakin sedikit, hanya tersisa di bagian atas di tempat pilihan menu, dan pola batik yang sempat muncul, kini gradasinya semakin tipis. Beberapa produk yang tampil di halaman muka kini diberi kotak sebagai tanda pemisah dan sepertinya semakin banyak banner iklan, daftar kategori produk juga kini pindah posisi menjadi di bawah.
Selain itu Plasa juga menambahkan fasilitas pilihan editor, dimana beberapa produk yang terpilih dibahas oleh Amelia Masniari. Difasilitas ini penulis yang dikenal dengan nama ‘Miss Jinjing’ memberikan pilihan produknya disertai dengan keterangan singkat dari produk yang dia pilih.
Sepertinya penambahan pilihan editor ini dilakukan Plasa untuk menarik pengunjung, karena ‘Miss Jinjing’ merupakan salah satu pengarang buku yang cukup laris dan disebutkan juga oleh Plasa.com, ia telah menjadi ikon berbelanja. Plasa.com sepertinya mencoba mendatangkan traffic dengan menggunakan ikon tertentu.
Sama halnya yang mereka lakukan dengan menggandeng GantiBaju dalam program promosi tampilan baru ini. Plasa dan GantiBaju mengadakan promo dengan memberikan diskon dari harga jual normal kaos yang diproduksi oleh GantiBaju. Seperti yang dijelaskan Rajasa lewat email, kerjasama ini, selain karena mereka telah berteman cukup lama dan beberapa kali melakukan kerjasama, tema lokal dari desain produk GantiBaju juga cukup pas dengan momen Kemerdekaan.
Sebenarnya yang saya ingin tahu itu adalah efek dari promo ini atas penjualan kaos GantiBaju, apakah banyak pengguna yang tertarik untuk membeli di Plasa.com atau tidak, tapi sayangnya Rajasa belum bisa memberikan gambaran tentang efek promo ini, dikarenakan promo yang baru berjalan dua hari serta masa promo yang baru berakhir tanggal 25 Agustus 2010.
Well, sepertinya lebih menarik untuk mendengarkan pendapat dari para pembaca DailySocial tentang perubahan tampilan serta beberapa program yang dijalankan Plasa.com. Pendapat Anda kami tampung pada kolom komentar.
Budiwijaya: The illustrated guide to a Ph.D.
(2010-08-19 14:07:21)Every fall, I explain to a fresh batch of Ph.D. students what a Ph.D. is.
It’s hard to describe it in words.
So, I use pictures.
Read below for the illustrated guide to a Ph.D.
Imagine a circle that contains all of human knowledge:

By the time you finish elementary school, you know a little:

By the time you finish high school, you know a bit more:

With a bachelor’s degree, you gain a specialty:

A master’s degree deepens that specialty:

Reading research papers takes you to the edge of human knowledge:

Once you’re at the boundary, you focus:

You push at the boundary for a few years:

Until one day, the boundary gives way:

And, that dent you’ve made is called a Ph.D.:

Of course, the world looks different to you now:

So, don’t forget the bigger picture:

Keep pushing.
Created by Matt Might.
Published on The Illustrated guide to a Ph.D.
Via 15June
Gajeto: No Places on your new Facebook iPhone app? Here's why
(2010-08-19 13:03:00)
Earlier today Facebook unveiled Places, a location based component to their ever growing social network site that lets you check in to places. Whether it's going to obliterate or boost other services such as Gowalla or Foursquare is a matter for a different blog.
What we're interested in here is the fact that the Facebook iPhone app has been updated to version 3.2 Supposedly already supporting Places, it's meant to have the Places icon right in the center of the app's home screen.
Apparently while Places is only live in the US right now and the app has been updated, Facebook is taking things a little slowly. It's fully aware of its more than half a million strong user base and to avoid crashing their servers, they're rolling this feature out in waves instead of implementing it for everyone immediately. Not all US based users can join the fun and certainly not internationally yet. If you're among the select group of early Places adopters, you'll see a slightly rearranged home screen on your Facebook app. The Notes app will no longer appear as it makes way for a link to Places. Other updates in Facebook 3.2 include privacy setting for individual updates, ability to see all recipients of inbox messages, and uploading photos and videos in the background for iOS 4 users (iPhone 3GS and iPhone 4)
Gajeto: Live Blog: BlackBerry Developer Day 2010 Indonesia
(2010-08-19 09:17:00)
The BlackBerry Developer Day 2010 Indonesia is a unique opportunity to meet and network with the leading solution developers and architects of BlackBerry solutions. This event helds on Thursday August 19th, 2010 at The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta - Indonesia.
&lt;a href="http://www.coveritlive.com/mobile.php/option=com_mobile/task=viewaltcast/altcast_code=910120e181" _mce_href="http://www.coveritlive.com/mobile.php/option=com_mobile/task=viewaltcast/altcast_code=910120e181" &gt;BlackBerry Developer Day 2010 Indonesia&lt;/a&gt;
DailySocial: Facebook Luncurkan Facebook Places
(2010-08-19 12:00:19)
Akhirnya Facebook secara resmi mengumumkan fitur berbasis lokasi mereka, Facebook Places, yang memungkinkan pengguna untuk membagikan informasi tentang dimana Anda sekarang berada pada teman atau relasi Anda secara real time lewat perangkat bergerak.
Saat ini Facebook Places baru tersedia untuk para pengguna Facebook di United States saja, tetapi Facebook menjelaskan bahwa mereka akan segera menambahkan jumlah negara yang bisa mengakses Facebook Places. Facebook Places juga baru bisa diakses melalui aplikasi terbaru dari Facebook iPhone App atau touch.facebook.com untuk ponsel yang mendukung HTML 5 serta geolocation.
Apa saja yang bisa dilakukan pengguna dengan fitur lokasi dari Facebook ini? Dari rilis resmi mereka, Facebook mengatakan bahwa setelah pengguna mengakses Facebook dari iPhone Facebook App atau touch.facebook.com, mereka tinggal melakukan tap pada tombol ‘Check in’, setelah itu pengguna akan melihat daftar lokasi yang ada disekitar mereka. Pengguna bisa langsung melakukan check in atas lokasi tertentu atau melakukan pencarian jika lokasi yang diinginkan tidak muncul.
Setelah melakukan check in maka aktivitas ini akan muncul di News Feed serta di aktivitas terbaru di halaman web dari lokasi tersebut. Akan ada area bernama ‘People Here Now’ yang memungkinkan pengguna untuk melihat pengguna lain yang melakukan check in di lokasi yang sama. Area ini akan muncul pada waktu tertentu dan hanya pada pengguna yang berada di lokasi yang sama. Facebook juga memberikan fasilitas tag pada fitur Places ini seperti yang kini bisa dilakukan pada status atau foto.
Untuk masalah privasi, Facebook menjelaskan bahwa pengguna punya kontrol penuh atas fitur lokasi ini, karena mereka bisa mengatur dan memilih dengan siapa mereka akan berbagi lokasi. Sama juga dengan fitur tag, pengguna bisa melakukan tag hanya jika pengaturan mereka mengijinkan hal ini, dan mereka yang mendapatkan tag akan mendapatkan notifikasi baik di akun Facebook maupun di perangkat bergerak yang digunakan.
Dan untuk masalah privasi dari aplikasi pihak ketiga, seperti halnya yang telah berjalan saat ini, aplikasi yang berhubungan dengan Facebook Places ini juga harus mendapatkan persetujuan dari pengguna sebelum bisa mengakses informasi dari akun pengguna.
Seperti yang dituliskan TechCrunch, Facebook Places ini dikatakan oleh Mark Zuckerberg bertujuan untuk membantu pengguna dalam membagikan informasi tentang dimana lokasi mereka berada pada relasi yang ada di Facebook, membantu untuk melihat siapa saja yang berada di lokasi yang sama pada waktu yang bersamaan, serta melihat kejadian apa saja yang terjadi di dekat pengguna tertentu.
Facebook juga dikabarkan akan bekerjasama dengan layanan berbasis lokasi lain seperti Foursquare, Gowalla, Yelp dan Booyah, yang masing-masing akan menerapkan integrasi layanan mereka dengan Facebook Places.
Dari tujuan fungsi layanan lokasi Facebook ini, bagi saya sebenarnya menarik, dengan pengguna yang cukup luas, selain melihat aktivitas pengguna lain nantinya kita bisa memudahkan untuk melakukan pertemuan dengan relasi tertentu, atau kita bisa bertemu dengan teman lama di sebuah tempat yang kebetulan sedang sama-sama didatangi. Artinya untuk mendukung produktivitas, jejaring sosial sebenarnya bisa dimaksimalkan, namun tidak semua pengguna menggunakan Facebook dengan tujuan yang sama.
Jumlah pengguna yang kini mencapai 500 juta adalah jumlah yang besar, dan didalamnya ada berbagai macam tipe pengguna yang masing-masing punya tujuan mereka sendiri. Namun tetap saja menarik untuk melihat bagaimana pengguna akan memanfaatkan fitur lokasi dari Facebook ini, di satu sisi ada yang perhatian dengan masalah privasi, tetapi di sisi lain, saya yakin akan ada juga pengguna yang dengan senang hati membagikan informasi tentang lokasi dimana mereka berada pada jaringan mereka di Facebook dan dunia. Belum lagi peluang yang bisa didapatkan dari sisi bisnis, misalnya check in di tempat makan atau lokasi bisnis lain.
Sebagai salah satu penguna Facebook yang cukup masif serta pengadopsi layanan berbasis lokasi yang cukup besar, salah satunya atas Foursquare, terus terang saya tidak sabar untuk melihat fitur lokasi Facebook ini digunakan bagi pengguna Indonesia. Apakah fitur ini akan menggeser popularitas pengguna Foursquare di Indonesia atau akan saling mendukung, karena toh mereka juga menjalin kerjasama, dan bagaimankah efeknya atas layanan berbasis lokasi lain, misalnya Koprol?
Meski belum bisa menggunakan layanan lokasi dari Facebook, tetapi sepertinya akan cukup menarik untuk membicarakan kemungkinan adaptasi fitur lokasi ini di Indonesia, bagaimana pendapat Anda? Apakah Facebook Places akan diadaptasi dengan masif oleh pengguna Facebook lokal? Bagaimana dengan layanan sejenis yang tidak bekerjasama dengan Facebook, misalnya seperti Koprol?
DailySocial: 3 Situs Serupa Diluncurkan Dalam Seminggu
(2010-08-19 10:47:31)
Situs social-commerce serupa Groupon memang fenomenal, hampir setiap negara berkembang memiliki tiruannya. Dan tentu saja Indonesia juga punya, tidak hanya satu, melainkan 3 yang diluncurkan minggu ini. DealKeren.com, Disdus.com dan Fanesia.com, ketiga diluncurkan minggu ini. Setidaknya DealKeren dan Disdus secara resmi sudah diluncurkan sedangkan Fanesia sepertinya masih tertinggal dalam pengembangannya, sayangnya deadline untuk launching mereka diumumkan secara publik jadi sekarang kita semua tahu bahwa mereka sedikit tertinggal
Persaingan di area ini memang ketat sekali, setelah sebelumnya sudah berdiri startup seperti AdaDiskon dan OgahRugi, kini muncul lagi 3 startup baru di area ini. Dengan diferensiasi yang relatif tipis antar layanan-layanan ini akan menghasilkan persaingan yang cukup sengit memperebutkan visitor.
DealKeren.com sendiri baru secara resmi diluncurkan kemarin dengan misi yang cukup ambisius untuk memenangkan persaingan daily deals di Indonesia. DealKeren sendiri dimiliki oleh orang-orang yang juga telah bersaing di daily deals area di Asia dan Eropa. Shareholder DealKeren juga memiliki situs serupa di luar negeri, deal.com.sg, ensogo.com, mydeal.com.my, piku.jp, lashou.com, dailydeal.de, kolektivas.net, notelapierdas.com dan masih banyak lagi. Berbekal pengalaman inilah para foundernya berani membawa konsep serupa ke Indonesia, setidaknya itu yang diungkapkan oleh Andy Santoso dan Alexis Hue dari DealKeren.
Agak sedikit berbeda dengan Disdus.com, foundernya merupakan founder dari Citzel yang merupakan location-based review/social networking (hybrid Koprol dan Urbanesia), Jason Lamuda. Jason menyatakan bahwa Disdus juga akan fokus ke presencenya secara offline sebagai pendukung kegiatan online. Para foundernya justru menyambut baik adanya kompetisi di ranah daily deals, seperti yang juga normal terjadi di negara lain.
Lalu, apa sih sebenarnya faktor yang menentukan pemenang persaingan di area daily deals ini? Tentu saja deals yang diberikan kepada user. Baik Disdus dan DealKeren sama-sama mengklaim bahwa mereka akan mendeliver deals terbaik bagi usernya, of course. Kebetulan juga keduanya sama fokus di deals seputar restoran, spa dan gym, persaingan makin sempit.
Sebenarnya di luar persaingan yang hampir head-to-head ini, masih banyak deals yang dicari konsumen namun belum disajikan oleh pemain daily deals. Mengecilkan range target audience, niche market namun dengan tidak mengurangi potensi revenue dan online spending yang tinggi, misalnya deals khusus untuk pengguna sepeda, atau mobil, perangkat rumah tangga, mainan dan lain-lain. Behavior pengguna Indonesia sendiri sudah mulai mengadopsi belanja online, kenapa tidak dimanfaatkan oleh daily deals ini? Ada yang berniat masuk?
DailySocial: Ulang Tahun Pertama Tokopedia: Tinggalkan Versi Beta, Luncurkan Versi Mobile
(2010-08-19 08:56:39)
Tokopedia telah resmi berumur satu tahun, tepat pada tanggal 17 Agustus 2010 kemarin, selain pengumuman ulang tahun ini, lewat blog mereka, Tokopedia juga mengumumkan beberapa perkembangan terbaru atas layanan mereka, termasuk berita tentang rilis Tokopedia versi mobile.
Kini Tokopedia bisa diakses melalui perangkat bergerak, pengguna tinggal menuju ke tokopedia.com dari ponsel mereka maka nantinya pengguna akan diarahkan pada situs mobile dari Tokopedia. Fitur dan layanan yang terdapat di versi mobile ini juga cukup lengkap, seperti memeriksa pesanan masuk bagi penjual, memperbaharui status nomor resi bukti pengiriman, sampai melakukan withdrawal. Bagi pembeli, versi mobile ini akan memudahkan mereka untuk melihat status pemesanan yang telah dilakukan, konfirmasi pembayaran dan penerimaan sampai fasilitas untuk memberikan review serta diskusi produk bisa dilakukan pada versi mobile ini.
Selain dari pengumuman tentang akses untuk ponsel atas situs Tokopedia yang berguna bagi mereka yang ingin melihat perkembangan toko mereka lewat ponsel, Tokopedia juga mengumumkan beberapa perkembangan yang cukup penting. Salah satunya adalah versi beta yang selama setahun ini dijalankan oleh Tokopedia, kini resmi ‘dicabut’. Tokopedia kini tidak lagi menempelkan embel-embel beta pada layanan mereka, yang berarti juga masa uji produk yang sebenarnya akan dimulai.
Beberapa informasi tambahan juga diumumkan William dari Tokopedia, seperti kini Tokopedia memiliki domain pribadi untuk blog mereka, kemudian pencapaian jumlah transaksi serta jumlah kunjungan, William juga menambahkan dengan keterangan grafik atas perkembangan atau kemajuan yang dicapai Tokopedia, seperti jumlah toko yang telah aktif kini berjumlah lebih dari 4.600 toko, tingkat kunjungan telah mencapai 1/2 juta pengunjung unik serta lebih dari 3 juta pageviews setiap bulannya. Untuk masalah transaksi, Tokopedia juga menjelaskan terjadi peningkatan transaksi secara akumulasi yang kini telah mencapai Rp 5,954 juta.
Tokopedia merupakan salah satu startup yang mendapatkan suntikan investasi dari East Ventures. Menarik melihat perkembangan Tokopedia yang hanya butuh waktu setahun untuk lepas dari versi beta mereka, yang juga menunjukkan bahwa Tokopedia memberi kemajuan yang positif, mengingat persaingan e-commerce cukup ketat di Indonesia.
Versi untuk akses dari ponsel juga kini sudah tidak bisa ditolak, dengan pertumbuhan pengguna ponsel yang pesat, banyak sekali peluang yang bisa dirangkul dengan versi mobile, minimal akses akan lebih mudah. Keputusan Tokopedia untuk membuat blog khusus bagi saya adalah sebuah berita gembira, karena dengan ini mereka bisa selalu memberikan berbagi perkembangan, bukan hanya bagi pengguna mereka, baik itu pembeli dan penjual tetapi juga bagi pengguna umum, baik mereka yang baru kenal Tokopedia atau mereka yang selalu memantau perkembangan terbaru dari layanan Tokopedia. Keterikatan bisa dimulai dari blog.
Tahun kedua sudah di depan mata, kita lihat apa saja yang akan di lakukan Tokopedia pada tahun kedua perjalanan mereka, William juga menambahkan pada keterangan blog Tokopedia, bahwa mereka telah mempersiapkan beberapa rencana kedepan mereka, seperti akan memberikan layanan yang lebih baik dengan pelayanan lewat tim dedicated customer yang akan melayani selama 7 hari dalam seminggu serta rencana untuk memperbaiki sistem pencarian dan puluhan fitur baru yang sedang dipersiapkan Tokopedia.
Yang pasti ‘masa bulan madu’ telah lewat, kini mereka masuk pada ‘masa kehidupan’ yang sebenarnya. Bagaimana pendapat Anda tentang pencapaian serta perkembangan terbaru dari Tokopedia? Anda bisa menuliskan pendapat Anda pada kolom komentar.
DailySocial: Ulang Tahun Pertama Tokopedia: Tinggalkan Versi Beta, Lucurkan Versi Mobile
(2010-08-19 08:56:39)
Tokopedia telah resmi berumur satu tahun, tepat pada tanggal 17 Agustus 2010 kemarin, selain pengumuman ulang tahun ini, lewat blog mereka, Tokopedia juga mengumumkan beberapa perkembangan terbaru atas layanan mereka, termasuk berita tentang rilis Tokopedia versi mobile.
Kini Tokopedia bisa diakses melalui perangkat bergerak, pengguna tinggal menuju ke tokopedia.com dari ponsel mereka maka nantinya pengguna akan diarahkan pada situs mobile dari Tokopedia. Fitur dan layanan yang terdapat di versi mobile ini juga cukup lengkap, seperti memeriksa pesanan masuk bagi penjual, memperbaharui status nomor resi bukti pengiriman, sampai melakukan withdrawal. Bagi pembeli, versi mobile ini akan memudahkan mereka untuk melihat status pemesanan yang telah dilakukan, konfirmasi pembayaran dan penerimaan sampai fasilitas untuk memberikan review serta diskusi produk bisa dilakukan pada versi mobile ini.
Selain dari pengumuman tentang akses untuk ponsel atas situs Tokopedia yang berguna bagi mereka yang ingin melihat perkembangan toko mereka lewat ponsel, Tokopedia juga mengumumkan beberapa perkembangan yang cukup penting. Salah satunya adalah versi beta yang selama setahun ini dijalankan oleh Tokopedia, kini resmi ‘dicabut’. Tokopedia kini tidak lagi menempelkan embel-embel beta pada layanan mereka, yang berarti juga masa uji produk yang sebenarnya akan dimulai.
Beberapa informasi tambahan juga diumumkan William dari Tokopedia, seperti kini Tokopedia memiliki domain pribadi untuk blog mereka, kemudian pencapaian jumlah transaksi serta jumlah kunjungan, William juga menambahkan dengan keterangan grafik atas perkembangan atau kemajuan yang dicapai Tokopedia, seperti jumlah toko yang telah aktif kini berjumlah lebih dari 4.600 toko, tingkat kunjungan telah mencapai 1/2 juta pengunjung unik serta lebih dari 3 juta pageviews setiap bulannya. Untuk masalah transaksi, Tokopedia juga menjelaskan terjadi peningkatan transaksi secara akumulasi yang kini telah mencapai Rp 5,954 juta.
Tokopedia merupakan salah satu startup yang mendapatkan suntikan investasi dari East Ventures. Menarik melihat perkembangan Tokopedia yang hanya butuh waktu setahun untuk lepas dari versi beta mereka, yang juga menunjukkan bahwa Tokopedia memberi kemajuan yang positif, mengingat persaingan e-commerce cukup ketat di Indonesia.
Versi untuk akses dari ponsel juga kini sudah tidak bisa ditolak, dengan pertumbuhan pengguna ponsel yang pesat, banyak sekali peluang yang bisa dirangkul dengan versi mobile, minimal akses akan lebih mudah. Keputusan Tokopedia untuk membuat blog khusus bagi saya adalah sebuah berita gembira, karena dengan ini mereka bisa selalu memberikan berbagi perkembangan, bukan hanya bagi pengguna mereka, baik itu pembeli dan penjual tetapi juga bagi pengguna umum, baik mereka yang baru kenal Tokopedia atau mereka yang selalu memantau perkembangan terbaru dari layanan Tokopedia. Keterikatan bisa dimulai dari blog.
Tahun kedua sudah di depan mata, kita lihat apa saja yang akan di lakukan Tokopedia pada tahun kedua perjalanan mereka, William juga menambahkan pada keterangan blog Tokopedia, bahwa mereka telah mempersiapkan beberapa rencana kedepan mereka, seperti akan memberikan layanan yang lebih baik dengan pelayanan lewat tim dedicated customer yang akan melayani selama 7 hari dalam seminggu serta rencana untuk memperbaiki sistem pencarian dan puluhan fitur baru yang sedang dipersiapkan Tokopedia.
Yang pasti ‘masa bulan madu’ telah lewat, kini mereka masuk pada ‘masa kehidupan’ yang sebenarnya. Bagaimana pendapat Anda tentang pencapaian serta perkembangan terbaru dari Tokopedia? Anda bisa menuliskan pendapat Anda pada kolom komentar.
Budi Rahardjo: Bangkitnya Kelompok Cypherpunk
(2010-08-19 07:12:18)
Nana Suryana: Berapa kali koneksi TelkomSpeedy putus?
(2010-08-18 20:20:17)Sudah beberapa bulan koneksi TelkomSpeedy yang dipakai sering putus. Putus terjadi kadang di menit ke dua, menit ketiga, menit ketujuh dan sebagainya.
Terputusnya koneksi ini tentu sangat menyebalkan. Apalagi saat koneksi TelkomSpeedy dipakai untuk melakukan remote akses ke server yang ada di data center. Setiap kali terputus, remote akses ke server harus diulang lagi.
Saat mengalami koneksi terputus paling terasa saat melakukan remote akses. Awalnya menduga TelkomSpeedy hanya mengubah IP, baru bulan ini tahu bahwa perubahan IP tersebut terjadi bersamaan koneksi yang terputus.
Berikut hasil dari skrip yang memeriksa koneksi TelkomSpeedy setiap lima belas detik. Terbukti bahwa koneksi terputus diperiode 2 sampai 12 menit.
Rab Agu 18 19:51:38 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=110.136.129.xxx
Rab Agu 18 20:03:23 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=222.124.122.xxx
Rab Agu 18 20:05:28 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=125.163.20.xxx
Rab Agu 18 20:11:14 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=110.136.129.xxx
Rab Agu 18 20:19:10 WIT 2010 Status=Terputus, IP terakhir=180.245.128.xxx
Hasil log dari skrip memperlihatkan koneksi Telkom Speedy terputus sebanyak lima kali dalam waktu 30 menit.
Teknisi Telkom Speedy yang datang tadi siang rupanya belum dapat mengatasi ini. Teknisi katanya akan memeriksa jalur speedy, progressnya belum jelas kapan akan disampaikan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 | #!/bin/bash # ------------------------------------------------------------------- # Skrip: periksa-koneksi.sh # ------------------------------------------------------------------- # Fungsi: memeriksa koneksi setiap 15 detik # # Koneksi diperiksa sekaligus dengan dua cara: # 1. Mengakses http://checkip.dyndns.org untuk mendapat IP external # 2. Melakukan ping ke detik.com # # Keluaran: # 1. Mencatat log saat terkoneksi ke berkas catat-koneksi.txt # 2. Mencatat log saat terputus ke berkas catat-koneksi-putus.txt # 3. Menampilkan ke layar saat koneksi terputus # # Versi 0.1 18 Agustus 2010 # Oleh: Nana Suryana # # ------------------------------------------------------------------- echo "" > ~/catat-koneksi.txt echo "" > ~/catat-koneksi-putus.txt IPakhir="<kosong>" while : do echo "" >> ~/catat-koneksi.txt echo `date` >> ~/catat-koneksi.txt IP=`wget -q -O - http://checkip.dyndns.org | grep Address | awk '{print $6}'|awk -F '<' '{print $1}'` if [ -n "$IP" ]; then echo Terkoneksi: IP=$IP >> ~/catat-koneksi.txt echo Ujicoba ping ke detik.com >> ~/catat-koneksi.txt ping -c 1 detik.com|grep icmp >> ~/catat-koneksi.txt IPakhir=$IP else echo `date` Status=Terputus, IP terakhir=$IPakhir echo `date` Status=Terputus, IP terakhir=$IPakhir >> ~/catat-koneksi-putus.txt fi sleep 15 done |
Firman Firdaus: Paradoks Ramadhan
(2010-08-18 18:33:44)DailySocial: Kutukutubuku.com Perbaharui Tombol Berbagi dan Luncurkan Pemendek URL
(2010-08-18 15:02:38)
Pertumbuhan pengguna sosial media yang berjejaring di internet memang membuka peluang bagi perusahaan atau pun penjual barang dalam mempromosikan dan memperkenalkan layanan mereka ke masyarakat luas. Salah satunya adalah dengan tombol untuk membagikan konten dari suatu halaman web ke jejaring sosial.
Kutukutubuku.com sepertinya melihat peluang tersebut dan ingin menjadi bagian dari perusahaan yang memberikan layanan yang tidak ketinggalan tren. Kutukutubuku kini memperbaharui tombol untuk berbagi mereka dan meluncurkan pemendek URL milik mereka sendiri.
Tombol yang berguna dalam membagikan konten dari situs Kutukutubuku ke layanan sosial media lain memang telah lama tersedia di situs Kutukutubuku, namun kini desain tombol tersebut diperbaharui dan diintegrasikan dengan layanan pemendek URL milik mereka sendiri. Seperti yang dijelaskan Ollie lewat email, “Untuk pembaruan tombol ini baru dilakukan tadi malam, sedangkan pemendek URL sudah disiapkan sejak dua minggu yang lalu”.
Kini di setiap buku atau produk yang Anda lihat di situs Kutukutubuku.com maka akan muncul dua tombol untuk membagikan informasi produk tersebut ke Twitter dan Facebook, dan tautan untuk halaman situs ini sudah langsung menggunakan http://kkb.co sebagai pemendek URL resmi dari Kutukutubuku.
Ollie juga menjelaskan bahwa tombol untuk berbagi ini merupakan cara Kutukutubuku dalam mengajak pengguna membagikan konten buku favorit serta buku yang sedang mereka baca ke Facebook dan Twitter. Sedangkan pemendek URL hadir atas permintaan salah satu penulis, Yoris S yang memberikan usulan agar Kutukutubuku mempunyai pemendek URL sendiri untuk mempermudah promosi serta sebagai pendukung merek Kutukutubuku sendiri. Maka lahirlah kkb.co dengan pengembangannya dibantu Sanny Gaddafi, founder dari Pendek.in.
Sebuah strategi yang cukup menarik, karena seperti kita tahu, penggunaan tautan sebagai sarana promosi cukup penting dikarenakan Twitter sebagai tempat berbagi konten memiliki batas maksimal karakter, pemendek URL sendiri selain mempermudah proses ini, saya sepakat dengan Yoris, bahwa akan baik juga untuk tujuan branding bagi Kutukutubuku.com.
Selain informasi tentang fasilitas baru ini, saya juga bertanya pada Ollie tentang layanan mobile dari Kutukutubuku.com yang beberapa bulan lalu diluncurkan, apakah fitur ini memberi pengaruh pada penjualan, Ollie menjelaskan, “Efek penjualan dari mobile belum signifikan tapi kami bisa beri user experience sekaligus mempelajari market mobile. Rata-rata promo kami keluarkan via Twitter, dan pengguna Twitter kebanyakan pakai mobile client. Diharapkan mobile version-nya akan membuat user betah mengakses Kutukutubuku.”
Sayangnya Kutukutubuku sepertinya belum mengajukan pertanyaan serupa secara spesifik pada para klien mereka, penerbit serta penulis yang menjual buku mereka di Kutukutubuku, padahal menarik juga untuk melihat tanggapan mereka tentang fitur mobile ini, selain untuk menjawab tren yang ada bahwa kini banyak orang yang mengakses web dari ponsel, pertanyaan ini sebenarnya untuk melihat bagaimana harapan serta keinginan mereka atas fasilitas mobile, siapa tahu, ternyata para penerbit sendiri belum paham benar keuntungan dari versi mobile ini atau mereka punya ide yang menarik untuk diterapkan oleh Kutukutubuku.
Tingkat persaingan toko buku online saya pikir sama ketatnya dengan toko online lain, bahkan mungkin lebih ketat, mengingat mereka juga harus bersaing dengan toko buku diskon, pameran serta obral buku offline dari toko buku besar serta kebutuhan akan buku sendiri yang masih menjadi kebutuhan non-utama. Rata-rata toko buku online juga tidak menyediakan fitur unggulan yang spesifik yang menjadi pembeda atas layanan lain. Bisa jadi itu yang ingin dilakukan Kutukutubuku, memberi pembeda dengan layanan lain, salah satunya dengan pemendek URL milik sendiri.
Bagaimana dengan pendapat Anda tentang perkembangan yang ada di Kutukutubuku.com? Anda bisa memberikan pendapat Anda pada kolom komentar.
Ariya Hidayat: box of marbles redux
(2010-08-18 15:13:47)If you enjoy the box of marbles demo, now we extend it to include some basic network support. The premise is simple, look at this short video first (or watch on YouTube):
The code to handle the physics of the marbles remains the same, i.e. we just use Chipmunk physics engine. However, I added a simple feature to transfer marbles from one place to another. To keep it simple, it is done using UDP. The Qt network module supports UDP quite well, making the datagram code short and readable.
The intended use of this example is easy: run the desktop version and then run the mobile version (tested with Nokia N900). Each instance should find each other and start communicating. Again, we simplify the situation here and handle only 2 (two) peers. To facilitate troubleshooting, the application window title will contain the network address information, if the two peers are fully connected. To avoid complicated setup, discovery is carried out automagically through broadcast. This makes such a demo runs only under the same subnet, which is not a big deal.
It would have been much more fun doing the transfer between two smartphones (instead of a phone and my laptop). However, I own only one Nokia N900. Hint: I will not refuse your donation of Nokia N8 or (preferably) MeeGo-powered Nokia N9 (i.e. the N900's successor, whatever the real name is).
If you want to give it a try, head to the usual X2 repository and look at demo/marblenet subdirectory. Again, have the patient to follow the README file before you start compiling it.
Of course, feel free to extend this example to suit your (more wild) fantasy!
DailySocial: Google Buzz Ikuti Facebook dan Twitter, Tambahkan Fitur Rekomendasi Relasi
(2010-08-18 14:00:50)
Beberapa waktu yang lalu Twitter meluncurkan fitur ‘Who To Follow’ yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan usulan siapa saja pengguna lain yang bisa diikuti, kini giliran Google Buzz menambahkan fitur serupa.
Lewat pengumuman resmi mereka, Google menjelaskan bahwa fitur ini merupakan fitur yang cukup diminati oleh pengguna aktif Buzz, karena mereka punya ketertarikan mencari teman atau pengguna lain untuk diikuti. Kini Google Buzz menyediakan fitur tersebut, nantinya ketika Anda menggunakan Google Buzz, dengan melakukan klik pada tautan Buzz di Gmail, Anda akan melihat kotak yang berisi daftar rekomendasi pengguna yang mungkin akan tertarik untuk Anda ikuti.
Rekomendasi ini, dijelaskan Google dilakukan berdasarkan dari perilaku pengguna baik itu dari percakapan dengan relasi mereka, perilaku email pengguna, didasarkan pada koneksi publik lain serta kegiatan pengguna yang mereka lakukan di Google Buzz. Jadi rekomendasi diajukan berdasarkan preferensi pengguna, yang bisa memberikan usulan yang lebih akurat. Akan ada keterangan juga tentang keaktifan pengguna tersebut, jadi kita bisa menilai sesering apa pengguna yang direkomendasikan oleh Google ini dan membantu memberikan pertimbangan untuk mengikuti mereka atau tidak.
Selain itu, hanya pengguna yang punya akun publik di Google saja yang akan muncul menjadi rekomendasi. Ketika menemukan pengguna lain yang tertarik untuk Anda ikuti, Anda bisa langsung ‘Follow’ mereka dari kotak rekomendasi ini, atau jika Anda tidak mau melihat lagi rekomendasi dari penguna tersebut bisa klik ‘Ignore’.
Fitur rekomendasi memang menjadi penting bagi layanan sosial, Twitter mengikuti Facebook, dan Google Buzz kini mengikuti Twitter, Seperti yang ditulis TechCrunch, fitur rekomendasi pengguna, bekerja secara baik di Facebook, dan mendapat sambutan positif di Twitter, dan kini giliran Google Buzz yang meluncurkan fitur ini.
Kita lihat, apakah fitur ini akan menambah geliat Buzz untuk tetap bertahan sebagai salah satu produk sosial Google, karena Google Wave telah resmi ‘dimatikan’. Anda pengguna Buzz? Bagaimana pendapat Anda dengan tambahan fitur rekomendasi relasi ini?
Gajeto: Samsung Galaxy S now in Snow White variant
(2010-08-18 12:07:18)
The popular Samsung Galaxy S series now available in Snow White variant. The front cover is still in black color though. Unfortunately it's only available for Korean market. Galaxy S has made record of becoming the fastest selling device in Korea, manage to surpass 800,000 units sold in just 55 days. It's unsurprisingly outperform iPhone 3GS in their homeland.
Budi Rahardjo: Ribut-ribut menyoal RIM (Blackberry)
(2010-08-18 09:34:40)
DailySocial: SlideShare Luncurkan SlideShare Pro
(2010-08-18 08:00:06)
SlideShare meluncurkan SlideShare Pro . SlideShare merupakan layanan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk berbagi presentasi, dokumen, pdf di internet. SlideShare sebelumnya juga pernah mengumumkan beberapa model bisnis, seperti AdShare dan LeadShare.
Kini mereka meluncurkan SlideShare Pro. Seperti juga sistem ‘freemium’ pada umumnya, SlideShare tetap akan memberikan layanan gratis pada para pengguna mereka, namun pada akun Pro akan tersedia beberapa fasilitas tambahan.
Seperti yang dituliskan VentureBeat, peluncuran SlideShare Pro ini adalah sebuah hal yang lumrah, hal ini dikarenakan SlideShare yang mempunyai target pasar para pengguna profesional, selain itu konten yang disediakan para pengguna SlideShare pun konten profesional.
Beberapa hari yang lalu, layanan social media dashboard HootSuite juga menerapkan sistem freemium untuk para pengguna mereka, seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, bahwa sistem ini bisa menjadi salah satu pilihan monetisasi selain penempatan iklan, terutama untuk layanan yang telah mempunyai banyak pengguna profesional, seperti SlideShare, dimana pengguna memanfaatkan layanan mereka untuk menempatkan konten profesional di internet.
Masih seperti yang dituliskan VentureBeat, bagi SlideShare, SlideShare Pro ini melengkapi berbagai layanan untuk monetisasi mereka selain AdShare dan LeadShare, karena meskipun layanan seperti LeadShare masih relevan bagi berbagai pengguna, tetapi tidak semua pengguna membutuhkan fitur ‘lead filtering’ selain itu pengguna SlideShare lebih tertarik untuk membayar melalui sistem berlangganan untuk mendapatkan layanan dari SlideShare dari pada membayar untuk iklan.
Beberapa perusahaan yang telah menggunakan akun Pro ini diantaranya adalah Dell dan Pfizer, untuk keterangan lengkap serta beberapa contoh dari SlideShare Pro, Anda bisa melihatnya di tautan berikut.
Masim Vavai Sugianto: Catatan Instalasi Fedora 13 pada Acer 4740G
(2010-08-18 04:30:55)Salah satu distro linux favorit dari keluarga Red Hat yang pernah saya coba adalah Fedora. Waktu itu pertama kali saya mencoba Fedora Core 4, lumayan bertahan agak lama sebelum akhirnya pindah ke keluarga Debian dan openSUSE. Setelah beberapa lama kangen juga rasanya menjajal Fedora yang sekarang sudah sampai rilis 13 dengan kode nama Goddard.
Beberapa fitur yang diperbarui pada rilis Fedora 13 adalah:
- Kernel 2.6.33.3-85.
- Lingkungan desktop Gnome versi 2.30, OpenOffice.Org versi 3, dan mozilla firefox 3.6.3.
- Instalasi driver printer secara otomatis, jika kita memasang printer maka secara otomatis Fedora akan menawarkan untuk menginstal drivernya secara otomatis jika diperlukan.
- Perbaruan Aplikasi desktop, diantaranya aplikasi Shotwell untuk photo manager yang menggantikan Gthumb dan F-Spot, aplikasi Deja-dup untuk backup software, Pino Identi.ca/Twitter client aplikasi untuk microblogging, dan Simple Scan aplikasi untuk scan.
- Peningkatan Network Manager termasuk dukungan yang lebih baik terhadap Mobile Broadband, Bluetooth, dan kemampuan command line baru.
- Dukungan 3D untuk kartu grafis ATI (R600 dan R700) melalui driver Radeon. Pada Fedora 13, dukungan 3D terhadap kartu graphis ATI telah berubah status dari yag tadinya experimental sekarang sudah aktif secara default. Sementara dukungan 2D untuk generasi terakhir (R800) sudah terintegrasi dengan baik.
- Penambahan Dukungan 3D yang masih bersifat eksperimental melalui driver Nouveau untuk kartu grafis NVidia. Untuk mencobanya cukup menginstal paket mesa-dri-drivers-experimental.
Kebetulan pada harddisk notebook Acer 4740G masih ada ruang kosong kurang lebih 60 GB) dan akhirnya saya putuskan untuk diinstalkan Fedora 13. Langkah pertama tentunya harus mempunyai CD/DVD installer Fedora. Untuk mendapatkan CD/DVD Fedora bisa download dari beberapa link di bawah ini:
- http://fedoraproject.org/en/get-fedora/
- http://kambing.ui.ac.id/iso/fedora/13/
- http://repo.ugm.ac.id/iso/fedora/13/
Karena Acer 4740G ini adalah komputer dengan arsitektur 64 bit, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan DVD installer Fedora 13 x86_64.
Proses Instalasi
Selama proses instalasi berjalan lancar, tidak ada satu masalah apapun. Saya hanya sedikit ?pangling? dengan tampilan instalasinya, rupanya banyak perbedaan dengan tampilan instalasi pada rilis sebelumnya.
Dukungan Hardware
Semua hardware pada Acer 4740G oleh Fedora 13 ternyata terdeteksi dengan baik. Mulai dari Wireless network Adapter Atheros AR928X, Ethernet Broadcom Corp. NetLink BCM57780 Gigabit, touchpad, webcam dan VGA nVIDIA GeForce 310M semuanya OK. Begitu juga setelah selesai instalasi semuanya langsung bisa digunakan. Yang sedikit mengganggu hanya VGA GeForce yang belum optimal, belum bisa support 3D karena drivernya belum terinstal.
Waktu
Waktu yang dibutuhkan selama proses instalasi ternyata tidak terlalu lama, kurang lebih 30 menit instalasi sudah selesai.
Hasil Instalasi
Seperti halnya distro besar lain yang hanya menyertakan aplikasi berlisensi GPL, Fedora 13 belum menyertakan beberapa aplikasi seperti plugin flash player, codec multimedia, tambahan aplikasi Sound & Video (vlc, audacious, audacity dan kino) dan berbagai aplikasi lainnya yang free namun non open source. Hasil instalasi Fedora 13 pada Acer 4740G tampak terlihat pada gambar di bawah ini.
Fedora 13 ?Goddard? yang dirilis pada tanggal 25 Mei 2010 ini merupakan siklus rilis 6 bulanan, seperti halnya Ubuntu.namun sedikit berbeda dengan openSUSE yang menganut sistem rilis 8 bulan. Fedora juga terkenal sebagai distro bleeding edge yang banyak menyertakan inovasi terbaru baik saat proses instalasi maupun untuk aplikasi-aplikasi yang dikemas. Beberapa feature yang disertakan pada rilis kali ini antara lain proses instalasi yang lebih terintegrasi dan singkat, otomatisasi instalasi driver printer, perbaikan NetworkManager, perbaikan dan integrasi fungsi-fungsi untuk iPod, perbaikanTotem (video player) streaming dan buffering, aplikasi 3D yang lebih ciamik, perbaikan tampilan manajemen user, penyertaan Zarafa groupware, penyertaan Brtfs untuk sistem partisi yang mampu melakukan snapshot disk (bisa roll back data ke posisi dan waktu tertentu), perbaikan pada aplikasi virtualisasi, terutama KVM yang secara default akan menjadi pilihan utama pada Red Hat Enterprise Linux 6 dan banyak perbaikan lainnya yang selengkapnya bisa dibaca disini : http://fedoraproject.org/wiki/Fedora_13_announcement
Catatan : Credit gambar pada 2 screenshot diatas : http://www.blogsdna.com/10497/fedora-13-is-finally-here.htm
Bagi para pengguna Fedora maupun para penggemar Linux yang selama ini menggunakan distro lain, rilis kali ini menarik dan pantas dicoba karena nama besar Red Hat di dunia enterprise menjadi jaminan bahwa produk-poduk dari project Fedora yang disponsorinya menjadi salah satu distro besar berkualitas dan menjadi salah satu inovator untuk pengembangan aplikasi di dunia Linux.
Artikel Terkait
Gajeto: Meizu M9 will packed with multitouch and retina display
(2010-08-17 21:20:28)Previously we've reviewed that Meizu will produce Meizu M9 mobile phones, and now we get the information that the phone will have Retina Display features.
CEO Meizu Jack Wong, revealed a number of features of Meizu M9. According to Wong, Meizu M9 will use 3.9-inch capacitive touch screen display with 960 x 640 resolution. This screen specifications is similar to the iPhone 4. Meizu M9 reportedly will run Android 2.2 Froyo and powered by 1GHz processor and 512 MB RAM. Sports with multitouch features and 3D graphics acceleration. This phone are scheduled to begin available for Chinese market on October. There are no details information whether the Meizu M9will be available outside China. [via meizumi]Wiryanto Dewobroto: gadget
(2010-08-17 16:47:52)
Gajeto: Official Tumblr app makes its way to Android Market
(2010-08-17 13:27:00)
If you're an Android user and use Tumblr frequently, rejoice! as the official Tumblr app is now available in Android Market. The app is pretty simple, you can post lots of stuffs such as Texts, Photos, Links, Audio and also Video. For Photo & Video you can choose the file from your gallery, or use the camera to take a new photo or video.
Sending a new post is very simple, just select what kind of content that you want to post then start writing. You can also add more details to your post such as, tags, URL, also set the time you want to publish your new post and you can even send your new post to your Twitter account. If you have a multiple Tumblr account, you can select which Tumblr account you want to send your new post.
Sadly, like many other cool apps for Android, Tumblr for Android is only available for Android 2.1 and above.
[Image source: Gizmodo]
Kemas Yunus Antonius: Happy Independence Day, My Indonesia!
(2010-08-17 10:22:59)Today all Indonesian people in the world are celebrating the 65th Independence day of Indonesia. 
I am not going to say a lot this time as you will read and hear the same wishes and hopes for the social, economic and political improvement and stability in our country. I just wanted to say that I am proud and love to be an Indonesian despite many issues happen recently. Are you?
Merdeka!
Filed under: Announcement, Catatan, Indonesiana

DailySocial: Koprol Mulai Terapkan Yahoo! Maps
(2010-08-16 14:54:52)
Dengan halaman muka yang baru, kini Koprol mulai secara perlahan mengintegrasikan fitur-fitur Yahoo! ke dalam layanan jejaring sosial miliknya. Dimulai dengan logo layanan yang kini menekankan pada logo Yahoo! dan bukan lagi Koprol, dan kini Koprol pun mulai menampilkan wajah barunya.
Tidak hanya itu, kini di halaman depan anda bisa melihat secara real-time para pengguna Koprol yang sedang checkin di berbagai tempat di Jakarta dan shout mereka. Bahkan di halaman depan, Koprol telah menggunakan Yahoo! Maps sebagai infrastruktur peta online pilihan.
Namun ternyata bukan berarti Koprol telah meninggalkan Google Maps yang selama ini mereka gunakan, karena sampai saat ini Google Maps masih ditampilkan di profil sebuah venue di Koprol. Jadi implementasi Yahoo! Maps untuk menggantikan Google Maps sudah berjalan, dan hampir bisa dipastikan tidak lama lagi Koprol akan mengimplementasikan Yahoo! Maps secara penuh.
DailySocial: Merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia Melalui Internet
(2010-08-16 14:41:03)
Besok adalah hari jadi Republik Indonesia yang ke-65, terlepas dari berbagai polemik tentang hakikat kemerdekaan itu sendiri, serta berbagai komentar yang muncul dalam pidato kenegaraan Presiden hari ini, atau banyaknya kejadian beberapa waktu terakhir yang masih memprihatinkan di Indonesia, kita tetap bisa membagikan aura positif di peringatan hari kemerdekaan Indonesia besok.
Nah, berhubung kita ini masyarakat yang hidup dalam jaringan internet, berikut beberapa ide yang bisa digunakan dalam merayakan kemerdekaan Indonesia dan tetap terhubung dengan internet.
Gunakan tagar yang berhubugan dengan Indonesia. Ini beberapa tagar yang bisa digunakan oleh mereka yang aktif di Twitter untuk memperingati hari kemerdekaan dengan menyebarkan aura positif bagi para pengikut mereka: #indonesia56, #merdeka, #NarsisNasionalis, #merahputih, #garuda, #dirgahayu. Sepertinya masih banyak tagar lain yang sudah atau akan muncul, bebas pilih, yang penting tujuannya, yaitu untuk kemajuan Indonesia.
Untuk para geek, atau yang mau tahu berbagai info tentang aplikasi lokal, jangan lupa untuk gunakan tagar #startuplokal, baik itu mau membagi ide, atau mengajak relasi lain untuk mulai menggunakan aplikasi buatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan.
Ubah gambar profil. Twitter atau Facebook, Koprol atau jejaring sosial lokal seperti Fupei dan jejaring sosial lain biasanya memiliki gambar profil, Anda bisa mengubah tampilannya dengan menambahkan nuansa merah putih, atau gambar bendera atau latar belakang merah putih selama bulan Agustus atau pas waktu hari kemerdekaan RI besok. Tunjukkan pada relasi Anda yang mungkin orang luar negeri, bahwa kita juga mau merayakan dirgahayu ini, sekali lagi bukan untuk hura-hura atau perayaan saja tetapi untuk membangun aura positif bagi bangsa.
Lewat blog. Ada banyak layanan blog saat ini, Blogger, WordPress, Tumblr, Posterous atau berbagai layanan blog lain. Buat tulisan dengan tema Indonesia, atau kemerdekaan pada hari esok, entah itu saran, curhat atau apapun yang menandakan bahwa kita juga ingin Indonesia menjadi lebih baik lagi, gak usah muluk-muluk, tetapi dengan cara yang kita mampu. Tulisan, apalagi di internet, akan lebih mudah ditemukan, ketika kita mencoba membangun aura positif, jangan heran kalau tiba-tiba ada pembaca yang terinspirasi dan, siapa tahu membuat kegiatan yang lebih masif untuk membangun dan memperbaiki kondisi yang kurang dan mempertahankan yang sudah baik di negeri ini.
Gunakan aplikasi lokal. Aplikasi buatan para usaha rintisan lokal a.k.a startup lokal itu banyak, mulai hari ini mari kita gunakan berbagai aplikasi yang dibuat oleh para pengembang lokal. Beberapa contoh, bagi yang mau mengatur keuangan ada Ngaturduit.com, yang mau pamer portofolio bisa ikut di Kayakarya.com, Inifotoku.com, Ayofoto.com, untuk yang mau menggunakan aplikasi musik buatan lokal bisa gunakan Gamelan, atau Tonehighway.com. Mau dapet diskon, wah, aplikasi lokal untuk yang satu ini lagi tumbuh subur: Disdus.com, Ogahrugi.com, Fanesia.com, Dealkeren.com.
Untuk pemendek URL, bisa gunakan, Siteo.us, Pendek.in, dll. Untuk aplikasi Twitter, bisa gunakan Tuitwit, untuk komunitas, bisa gabung di Kaskus, dan bisa juga gunakan berbagai aplikasi buatan para pengembang lokal yang bisa ditemukan di iPhone atau BlackBerry.
Untuk hal yang berhubungan dengan teknologi ada DailySocial.net, Temanmacet.com, Teknojurnal.com, Notsogeeky.net, Webicara.com. Untuk acara meetup bisa ikut Bancakan, FOWAB, SUWEC, #startuplokal Meetup, Fresh, untuk acara penghargaan ada Sparx Up Awards, ada Indigo Award, INAICTA dan masih banyak lagi.
Well, tentu masih banyak lagi aplikasi karya anak negeri yang bisa digunakan, Anda bisa lakukan pencarian di DailySocial untuk berbagai startup lokal lain, intinya, kalau ada layanan yang sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan, kita bisa mulai gunakan aplikasi buatan lokal.
Masih banyak cara untuk ikut merayakan hari jadi kemerdekaan Indonesia, merayakan disini juga bukan hanya sekedar hura-hura saja, tetapi lebih kepada ikut merenungkan tentang apa yang kurang baik di negara ini, ikut juga merasa prihatin, namun di sisi lain, ikut bangga akan berbagai keberhasilan yang juga telah ada.
Ikut memikirkan dan memberi masukan, baik itu kritik maupun saran, dengan cara dan kemampuan masing-masing, yang terpenting adalah ikut memberi andil dalam kemajuan bangsa, untuk masalah teknologi dan aplikasi, kita telah melihat berbagai kemajuan dari startup lokal, kita telah melihat pertumbuhan pengguna internet yang memberi peluang bagi kemajuan internet Indonesia, meski masih banyak kekurangan, yang pasti kita belajar, belajar untuk maju dan belajar untuk terus berkembang.
Dirgahayu Republik Indonesia, maju terus untuk usaha rintisan lokal. Selamat Ulang Tahun Indonesia, dari tim DailySocial. Merdeka!
DailySocial: Koprol vs Urbanesia? (Updated)
(2010-08-16 07:12:17)
Beberapa hari belakangan memang banyak pihak yang lumayan khawatir dengan isu yang menimpa Koprol dan Urbanesia. Dua startup kebanggaan Indonesia ini dikabarkan sedang bekerjasama dengan Nexian sebagai salah satu saluran distribusi untuk aplikasi mobile dari Koprol dan Urbanesia. Dan menyeruak kabar tidak enak yang menyatakan bahwa Yahoo! kurang setuju dengan adanya aplikasi Urbanesia di perangkat Nexian yang saat ini memegang hampir 25% market share di Indonesia.
Sepertinya pihak dari Yahoo! sedikit kecewa karena sebelumnya Nexian telah melakukan deal untuk aplikasi Location Based Service dengan Koprol dan keberadaan Urbanesia tentu akan menjadi halangan tersendiri. Keduanya memang secara tidak langsung sedang mengincar pasar yang sama, dan sayangnya fitur dari kedua layanan tersebut yang sekarang makin mirip. Beberapa waktu lalu Koprol merilis fitur Kurator dimana segelintir pengguna dimampukan untuk memoderasi tambahan venue dari user, sedangkan Urbanesia juga telah memiliki fitur tersebut sejak lama. Tampaknya, kedua startup tersebut bersaing di area venue dan reviews, dimana sepertinya user tidak akan memasukkan venue/reviews di kedua layanan tersebut. Mereka akan memilih salah satu.
Sebelumnya Koprol dan Urbanesia sempat menjalin partnership di bidang ini, dimana review dari user Koprol di sebuah venue tertentu akan muncul di halaman venue tersebut di website Urbanesia. Nampaknya partnership ini-pun telah berakhir dan tidak dilanjutkan oleh kedua belah pihak.
Kalau dilihat secara sekilas oleh pengguna, kedua layanan tersebut memang berbeda. Koprol menawarkan interaktivitas dan kegiatan bersosialisasi, sedangkan Urbanesia lebih berupa direktori tempat. Namun Koprol juga harus memperbanyak database venue di layanannya secara organik dan user generated, sedangkan Urbanesia juga harus menambah fitur sosial agar penggunanya betah berada di situsnya. That’s where things get ugly.
Terlepas dari deal antara Koprol-Nexian dan Nexian-Urbanesia, saya pikir kedua startup tersebut bisa hidup berdampingan dengan damai sejahtera di handset Nexian kalau saja keduanya bisa fokus ke core layanan masing2. Koprol dengan social networkingnya dan Urbanesia dengan venues and reviewsnya, tapi sepertinya “persaingan”nya akan jadi makin menarik.
Bagaimana menurut anda, Koprol? Urbanesia? Ditunggu komentarnya dibawah.
UPDATE from Selina Limman (CEO Urbanesia)
Sebetulnya Urbanesia dan Koprol itu beda sekali yah.. Kalau Urbanesia fokusnya adalah memberikan info tentang penyedia produk dan servis di Jakarta yang kontennya bisa dikontribusi oleh user. Kalau Koprol strength-nya di location based social network yang meng-capture real time comments and conversation di venues. Dalam bentuk aplikasi pun pasti akan berbeda sekali, karena banyak feature yg harus dipangkas.
We like Koprol and working with Koprol, karena itu sempat kerjasama dengan implementasi API koprol di Urbanesia. To show our support ke sesama startup lokal. Tetapi akhirnya terhenti karena ada perubahan di API koprol. Tapi kita selalu terbuka untuk kerja sama lagi kok ke depan
![]()
Eko Juniarto: membedah artikel jiplakan di Koran Anak Indonesia
(2010-08-16 11:46:21)melanjutkan tulisan saya sebelumnya, bagaimana cara mengetahui sebuah artikel di blog Koran Anak Indonesia itu merupakan sebuah jiplakan?
cara yang pertama relatif mudah, seperti yang diberitahukan oleh G. Lini Hanafiah, adalah menggunakan layanan copyscape.com.
cara kedua adalah coba baca artikelnya, cari kesalahan tulis (typo), lalu salin potongan kalimat yang mengandung salah tulis tadi dan coba cari di google. saya akan mengambil contoh artikel jiplakan di KAI yang berjudul Asteroid Pallas Ternyata Cikal Bakal Planet. aslinya ini adalah jiplakan artikel di blog Langit Selatan dengan judul yang sama, Asteroid Pallas Ternyata Cikal Bakal Planet, hanya saja ketika dilaporkan ke wordpress.com, pemilik blog KAI buru-buru mengubah isi artikelnya. hasil tangkapan layar bisa dilihat sebagai bukti bahwa sebelum diubah, isi artikelnya hanyalah jiplakan. walaupun begitu, artikel penggantinya pun masih jiplakan juga! berikut pembuktiannya:
- baca paragraf keenam artikel tersebut:

- perhatikan bahwa ada kata “Astéroid” dengan huruf ‘e’ yang berbeda, dan kata “dapam”, yang sepertinya merupakan salah ketik dari kata “dalam”. coba cari potongan kalimat “Astéroid terluas dapam sistem” melalui google
- lihat sendiri hasilnya. terlihat banyak sekali yang melakukan plagiarisme! namun laman yang paling bisa dipercaya sepertinya adalah artikel yang membahas asteroid di wikipedia Indonesia

tentu saja pengurus KAI masih bisa berkelit, dan memang terbukti bahwa banyak sekali temuan artikel yang sama persis, lengkap dengan kesalahan ketiknya. cara ketiga ini adalah untuk menunjukkan bahwa memang benar artikel di KAI itu cuma jiplakan membabi-buta belaka. saya masih akan menggunakan contoh yang sama, yaitu artikel Asteroid Pallas Ternyata Cikal Bakal Planet. sekarang perhatikan setiap tautan yang muncul di artikel itu, berikut adalah temuan saya:
- Giuseppe Piazzi
- [3] (aneh, karena [1] dan [2] tidak ada)
- 1 Ceres
- 2 Pallas
- 4 Vesta</li>
- 99942 Apophis
- 10 Hygiea
- 511 Davida
- 704 Interamnia
- 3 Juno
- eksponensial
- fusi termonuklir
- deuterium
- bintang
total ada 14 tautan, dan tidak ada satupun yang benar tautannya. anda bisa cek sendiri kode sumbernya yang sudah saya salin di pastebin, ataupun tangkapan layarnya. pertanyaannya adalah, kalau memang itu bukan plagiat, kenapa ada 14 tautan yang salah semua?
cara keempat dan sekaligus terakhir yang saya tulis adalah, jika anda adalah penulis asli artikel yang dijiplak oleh KAI, dan menyisipkan gambar di artikel anda, ubahlah isi gambar tersebut. otomatis di artikel jiplakan, gambar tersebut akan turut berubah! hal ini sempat terjadi di artikel jiplakan Kisah Perjalanan Menakjubkan di Alam Semesta, berikut tangkapan layarnya:

hanya saja tukang jiplak di KAI sudah menyadarinya, dan sekarang menghilangkan gambar tersebut di artikel jiplakannya.
demikianlah beberapa cara untuk membuktika sebuah artikel di Koran Anak Indonesia itu adalah jiplakan yang membabi-buta. tentu saja pasti ada cara-cara lain yang belum saya ketahui, silakan tinggalkan komentar di bawah ini.

Paman Tyo: Si Jadul Bernama Budi Pekerti
(2010-08-16 10:02:59)Misalkan saya sedang berpuasa mungkin puasa saya batal gari-gara gangguan pagi hari tadi. Orang bilang itu soal sepele tapi nyatanya dalam sepuluh kilometer berikutnya saya masih membatin, tidak dapat menikmati radio, dan istri saya pun tak dapat mengajak bercakap lebih banyak.
Penyebabnya? Ketika mengedrop si sulung di pelataran sekolah maka saya pun mengantre. Saya tahu bahwa mobil depan berisi tiga anak.
Saya juga paham bahwa sebagian anak yang diantar tak diajari orangtuanya untuk berkemas sebelum turun. Akibatnya antrean pun menjadi lama gara-gara kedua nona kecil itu sibuk sebelum kaki menginjakkan tanah. Bahkan setelah di luar mobil pun masih sibuk ini dan itu padahal bawaanya tak seribet orang yang akan pergi sebulan.
Setelah dua anak usia SMP itu keluar, lalu melenggang meninggalkan Toyota Innova keperakan, giliran penumpang di jok depan. Tak terlihat sosoknya. Tapi pintu kiri sudah terbuka sejak mobil berhenti.
Saya masih sabar. Istri saya yang tak sabar, meminta saya mengklakson. Saya menolak. Ini di halaman sekolah dan mobil depan mungkin punya masalah.
Lama kelamaan antrean yang terlihat di spion saya kian panjang. Dan saya tahu, itu berarti buntutnya di jalan sana sudah menghambat bus kota, mobil penumpang, dan bahkan motor.
Saya kedipkan lampu. Tak ada reaksi. Klakson yang tinggal pencet bukanlah alasan untuk membunyikannya kapan pun. Saya minta istri memanggil satpamwan, empat meter dari posisi kami. Tapi sang satpamwan, yang setiap jam masuk dan bubar sekolah harus mengatir kendaraan, itu masih asyik ngobrol dengan seseorang sambil tertawa-tawa.
Antrean kian mengular. Dari belakang sudah terdengar suara klakson. Mobil depannya ikut berbunyi. Untung tak sampai bising.
Lantas saya pun berpikir kalau saya tak mengklakson, sementara si satpamwan tak peduli, maka sumbatan tak terbuka. Apa boleh bikin. Klakson pun saya bunyikan. Sekali. Dengan pencetan mengambang. Tak ada reaksi.
Saya keluarkan kepala dari mobil dengan harapan pengemudi mobil depan memahami masalah. Kaca mobilnya tetap tertutup. Saya klakson lagi. Seperti cara tadi. Tak ada reaksi. Saya ulangi lagi. Tak ada reaksi. Saya ulangi lagi.
Saya tahu mobil itu tidak mogok. Saya tahu, dan semua orang tahu, bahwa di sisi kiri ada tempat untuk berhenti lebih lama. Tapi tidak dia lakukan.
Akhinya keluarlah penumpang dari jok depan mobil itu. Seorang siswi SMA. Sambil berjalan dia bersungut-sungut, dan menengok ke arah saya dan istri, “Kan tas saya putus.”
Saya lihat tali tas Kipling hitamnya memang terlepas. Waduh Neng, kenapa nggak turun dari tadi, menepi, lantas bikin betul itu tali? Tali tas putus di sebuah pelataran sekolah telah merugikan pengguna jalan raya.
Mungkin saya berlebihan. Tapi dalam kesal, dan setelah meneruskan perjalanan, saya merenung dan jadilah judul di atas. Tentang kata lama bernama budi pekerti. Kata jadul. Sekarang pengucapnya akan dianggap aneh atau melucu.
Jalanan dan cara berkendara(an) adalah potret sosial kita. Misalnya menjalankan mobil secara pelan di lajur kanan, atau malah sekalian mengangkangi garis jalan, masih ditambah berhal-halo pula, bahkan ber-SMS. Sering kita jumpai, naik sepeda motor pun sambil SMS-an.
Mau tambah contoh? Lihatlah di dekat gerbang masuk mal dan hotel, ada saja mobil yang berhenti lama, dengan maupun tanpa lampu hazard, tapi jika mobilnya bagus maka satpam tak menghalau, karena mobil itu menunggu tuan dan nyonya yang tak segera keluar dari mal. Tuan, nyonya, dan nona sudah menelepon sopir sebelum tiba di pintu keluar tapi dalam perjalanan mereka tergoda etalase; itu pun sambil menelepon.
Saya rasa ada yang tak beres dalam masyarakat kita. Budi pekerti, yang salah satunya adalah kepatutan berperilaku dalam hubungannya dengan kepentingan orang lain, sudah tak dianggap penting.
Saya menduga salah satu sebab adalah kebingungan kita dalam menempatkan mana yang privat dan mana yang publik. Di rumah sendiri kita menjaga kebersihan selayaknya rumah sakit bagus, tetapi di ruang publik boleh semaunya karena merasa sudah ada petugas yang membersihkannya. Dalam bentuk yang sederhana: mobil sendiri harus bersih sehingga sampah harus dibuang ke luar tanpa hirau tempat.
Di sisi lain, sebagian dari kita lebih sibuk dengan kesalehan yang masih egosentris, kurang altruistis. Hubungan dengan yang Maha Tinggi lebih utama ketimbang urusan bersama di ruang publik — padahal mestinya paralel. Sebagai orang saleh sebagian dari kita menganggap pemerkosaan terhadap bahu jalan tol bukan dosa, begitu pula dengan menyerobot antrean di segala urusan — terlebih di lampu setopan.
Jangan-jangan korupsi pun tak dianggap dosa, apalagi jika pelakunya saleh dan sering menyumbang rumah ibadah, sehingga para pembimbing iman akan mengatakan, “Jangan menjadi hakim untuk perkara yang tidak kita ketahui. Saudara bukan KPK.”
Dalam sebuah obrolan, beberapa teman mengutamakan kesalehan pribadi (masing-masing sesuai Ajaran yang dianutnya), dan salah seorang dengan tegas mengatakan (kurang lebih), “Orang yang bener dalam kehidupan duniawi tapi jarang ke rumah ibadah, malah suka berselingkuh dan nonton striptis, maka dosanya berlipat. Kalau secara pribadi religius dan saleh tapi di luaran dianggap sering rugikan orang lain itu karena dia korban sistem, padahal sebagai orang hidup kita harus nyesuain diri sama masyarakat. Itulah gunanya beribadah.”
Saya bukan ahli surga dan neraka. Tapi bagi saya hubungan pramarital maupun ekstramarital itu urusan pribadi, tidak merugikan orang lain di luar pasangan itu. Yang merugikan orang lain, misalnya, ya itu tadi, orang yang sembarangan di jalan. :)
DailySocial: TweetMeme Luncurkan Produk Baru: DataSift
(2010-08-16 08:58:19)
Seperti yang pernah dituliskan DailySocial, Twitter telah meluncurkan TweetButton resmi, yang bisa digunakan oleh para pemilik situs atau blog untuk memudahkan pengguna atau pembaca mereka dalam membagikan konten yang ada di halaman website tertentu ke Twitter.
TweetButton dari Twitter sendiri merupakan fitur yang dikerjakan secara kolaborasi antara Twitter dan TweetMeme, pengembang pihak ketiga yang sebelumnya telah menyediakan layanan tombol ‘retweet’ . TweetMeme sendiri secara resmi mengumumkan kerjasama dengan Twitter ini, bahkan mereka menyarankan pengguna untuk beralih ke TweetButton resmi dari Twitter.
Kini TweetMeme, sepertinya akan menempuh jalan baru untuk memperbaharui strategi mereka, salah satunya dengan meluncurkan produk baru bernama DataSift. Seperti yang dituliskan ReadWriteWeb, DataSift merupakan produk yang memberikan layanan analisis tweet dari Twitter secara real-time. DataSift akan menyederhanakan proses monitoring retweet serta klik yang terjadi dengan analisis yang lebih dalam dan ‘kaya’, serta memungkinkan juga untuk melakukan proses penyaringan data dari berjuta-juta tweet yang terjadi setiap harinya.
DataSift juga nantinya memungkikan pengguna untuk membuat, membagikan, memberi komentar serta memberikan peringkat atas data stream yang ada pada situs DataSift. Seperti juga yang dijelaskan pada blog resmi DataSift, produk ini diharapkan akan membantu para pengembang untuk bisa fokus pada pembuatan user experience yang hebat tanpa harus khawatir dengan ketepatan konten data, karena itu akan disediakan oleh DataSift.
Kerjasama antara TweetMeme dengan Twitter memang cukup unik, kalau biasanya Twitter ‘mematikan’ secara langsung para pengembang dengan meluncurkan atau mengakuisisi layanan yang mereka butuhkan, seperti misalnya Tweetie untuk aplikasi Twitter yang digunakan di perangkat bergerak, serta berbagai fitur yang menjadikan layanan web mereka bertambah menarik, tetapi untuk urusan tombol ‘retweet’, Twitter bekerjasama dengan TweetMeme.
Belum jelas juga sebenarnya tentang masa depan TweetMeme, apakah akan ‘dihilangkan’dan diganti dengan TweetButton resmi dari Twitter atau tombol ‘retweet’ dari TweetMeme tetap bisa digunakan, karena, masih seperti yang dituliskan ReadWriteWeb, meskipun akan tetap menyediakan layanan tombol ‘retweet’, TweetMeme sendiri mendorong para pengguna TweetMeme untuk menggunakan tombol tweet resmi dari Twitter. Yang jelas mereka kini telah bersiap dengan produk baru, DataSift.
Saat ini DataSift masih dalam versi alpha, namun bagi mereka yang tertarik menggunakannya bisa mendaftarkan diri di situs mereka untuk menjadi alpha tester. Dan berikut video penjelasan singkat tentang layanan apa yang akan ditawarkan oleh DataSift.
DailySocial: Koprol vs Urbanesia?
(2010-08-16 07:12:17)
Beberapa hari belakangan memang banyak pihak yang lumayan khawatir dengan isu yang menimpa Koprol dan Urbanesia. Dua startup kebanggaan Indonesia ini dikabarkan sedang bekerjasama dengan Nexian sebagai salah satu saluran distribusi untuk aplikasi mobile dari Koprol dan Urbanesia. Dan menyeruak kabar tidak enak yang menyatakan bahwa Yahoo! kurang setuju dengan adanya aplikasi Urbanesia di perangkat Nexian yang saat ini memegang hampir 25% market share di Indonesia.
Sepertinya pihak dari Yahoo! sedikit kecewa karena sebelumnya Nexian telah melakukan deal untuk aplikasi Location Based Service dengan Koprol dan keberadaan Urbanesia tentu akan menjadi halangan tersendiri. Keduanya memang secara tidak langsung sedang mengincar pasar yang sama, dan sayangnya fitur dari kedua layanan tersebut yang sekarang makin mirip. Beberapa waktu lalu Koprol merilis fitur Kurator dimana segelintir pengguna dimampukan untuk memoderasi tambahan venue dari user, sedangkan Urbanesia juga telah memiliki fitur tersebut sejak lama. Tampaknya, kedua startup tersebut bersaing di area venue dan reviews, dimana sepertinya user tidak akan memasukkan venue/reviews di kedua layanan tersebut. Mereka akan memilih salah satu.
Sebelumnya Koprol dan Urbanesia sempat menjalin partnership di bidang ini, dimana review dari user Koprol di sebuah venue tertentu akan muncul di halaman venue tersebut di website Urbanesia. Nampaknya partnership ini-pun telah berakhir dan tidak dilanjutkan oleh kedua belah pihak.
Kalau dilihat secara sekilas oleh pengguna, kedua layanan tersebut memang berbeda. Koprol menawarkan interaktivitas dan kegiatan bersosialisasi, sedangkan Urbanesia lebih berupa direktori tempat. Namun Koprol juga harus memperbanyak database venue di layanannya secara organik dan user generated, sedangkan Urbanesia juga harus menambah fitur sosial agar penggunanya betah berada di situsnya. That’s where things get ugly.
Terlepas dari deal antara Koprol-Nexian dan Nexian-Urbanesia, saya pikir kedua startup tersebut bisa hidup berdampingan dengan damai sejahtera di handset Nexian kalau saja keduanya bisa fokus ke core layanan masing2. Koprol dengan social networkingnya dan Urbanesia dengan venues and reviewsnya, tapi sepertinya “persaingan”nya akan jadi makin menarik.
Bagaimana menurut anda, Koprol? Urbanesia? Ditunggu komentarnya dibawah.
Gajeto: Three new future HTC Android phones leaked on the net
(2010-08-16 07:04:34)
Three model of Android future phones from Taiwanese manufacturer leaked on the net. The three model of these phones are HTC Bee, HTC Lexicon and HTC Spark.
OS: Android Froyo 2.2
Chipset: MSM 7625
HTC Sense: 1.6
Battery: 1300 mAh
Display: 3,2 inch
SD Card: 2GBHTC Lexikon
OS: Android Froyo 2.2
Chipset: MSM 7630
HTC Sense: 1.6
Battery: 1300 mAh
Display: 3,8 inch
Internal memory : 4GB
Keypad: QwertyHTC Spark
OS: Windows Phone 7
Chipset: Qualcomm 8250
Battery: 1,350 mAh
Display: 3,7 inch
RAM: 512 M
Speed: 1Ghz
Connectivity: UMTS-HSDPA 7,2 Mbps (ugo) [via technookezone]
Masim Vavai Sugianto: Diskusi Hangat soal BSE & Deface Situs
(2010-08-16 05:32:37)
Ada diskusi hangat mengenai Buku Sekolah Elektronik (BSE) di milis Linux-Aktivis yang posting awalnya dikirim oleh rekan saya, Cak Anas. Saya pernah bertemu dengannya sewaktu ada kunjungan ke Surabaya beberapa waktu (tahun) yang lalu.
Diskusi yang awalnya berasal dari pertanyaan sederhana berkembang menjadi berbunga-bunga karena beberapa kali arah diskusi berbelok pada hal-hal yang bukan merupakan substansi mendasar, misalnya soal top posting & perilaku BlackBerry (milis Linux-Aktivis memiliki tata tertib untuk selalu menggunakan bottom posting-reply ada dibawah posting-sedangkan reply via BlackBerry biasanya menempatkan jawaban diatas posting) serta ada beberapa kali pembahasan yang sifatnya personal. Maklum, respon kalem biasanya berbuah kalem dan sebaliknya.
Saya pribadi mengikuti diskusi secara silent karena memang sedang menulis buku dan melakukan update artikel. Saya tertarik ketika ada link ke BSE “resmi” di Kemendiknas, karena biasanya saya mengakses BSE melalui website Telkom Speedy atau melalui mirror Kambing UI. Alamat URL resmi ini berada di alamat http://bse.kemdiknas.go.id/. Ketika saya mengaksesnya pagi ini, yang terlihat adalah halaman sebagai berikut :
Kalau dilihat dari page sourcenya, sepertinya deface ini hanya menambahkan script tertentu karena source asli masih tetap ada dan tidak berubah.
Apakah deface ini buntut dari kehangatan diskusi yang terjadi, tentu masih terlalu dini menilainya. B saja hanya kebetulan belaka mengingat software yang dipakai untuk situs terbilang populer dan banyak dipakai di situs Indonesia . Admin di BSE tentu punya log yang lebih lengkap soal akses koneksi ke server BSE. Satu hal yang jelas, celahnya patut segera diperbaiki, tentu setelah membuat analisa dan salinan dari celah yang menjadi pintu masuk deface.
Saya pribadi pernah membuat salinan buku BSE yang kemudian saya distribusikan untuk adik, keponakan dan teman-teman sekolah mereka. Kualitasnya sendiri termasuk bagus dan mestinya sangat bermanfaat, terutama jika melihat harga buku dipasaran.
BSE ini boleh dicetak secara bebas dan boleh juga diperjualbelikan, dengan syarat memenuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Depdiknas karena tujuan BSE sendiri sebenarnya untuk menghapus kartel buku di sekolah-sekolah yang kerap merugikan siswa.
Pertanyaan lanjutan, seberapa besar pengetahuan anda soal BSE? Apakah sudah pernah menggunakan BSE baik untuk keluarga maupun lingkungan sekolah & sekitar anda ?
Artikel Terkait
Masim Vavai Sugianto: Menampilkan Google Calendar di Ubuntu desktop
(2010-08-16 04:52:19)?Posting ini menjelaskan tentang bagaimana menampilkan Google Calendar di desktop ubuntu Anda dengan menggunakan Conky dan Gcalcli (sebuah tool yang dapat anda gunakan untuk memanage Google Calendar melaui Command Line). Untuk pengguna distro lain tentunya tinggal menyesuaikan saja
Jika Anda sudah mempunyai Conky yang terinstal pada sistem Anda dan ingin menampilkan Google calendar di desktop menggunakan Conky, Anda tinggal melihat How-to untuk menjalankannya.
1. Install Gcalcli
Dengan menggunakan senjata ampuh varian debian apt-get, lakukan perintah
sudo apt-get install gcalcli
2. Konfigurasi Gcalcli
Untuk dapat menggunakan Gcalcli, Anda harus membuat sebuah file konfigurasi di home folder dimana Anda harus menambahkan Google username dan password
g










































































































































































